
Setelah toko di desa terbakar, Mama Yuli kembali ke kota tinggal di kostan yang terbilang hanya kamar dan kamar mandi, Satria khawatir mamanya gak nyaman karena cuma ada satu kamar di kostan, karena itu Satria bertekad mencari kontrakan baru setidaknya satu kamar namun ada ruang tamu agar mamanya bisa tidur di kamar sedangkan Satria adalah seorang pria cukuplah tidur di ruang tamu saja.
"Ma, mama istirahat dulu, Satria keluar sebentar cari makan karena di sini gak ada dapur, apa ada makanan yang mama inginkan biar Satria Carikan," ucap Satria dengan lembut kepada mamanya.
"Terserah kamu sayang, makanan apapun yang kamu berikan akan mama makan," ucap mama Yuli.
"Satria pergi dulu, kunci pintunya ma, jangan pernah di buka kalau bukan Satria yang datang," ucap Satria waspada.
"Iya sayang," sahut mama Yuli.
Segera Satria naik motornya dan pergi mencari makan sekalian tanya-tanya di mana ada kostan yang cocok buat mama dan dirinya.
Sudah hampir sejam berkeliling namun tak juga mendapatkan hasil. Akhirnya Satria pulang dengan tangan kosong.
'Tok tok tok' Satria mengetuk pintu, namun tidak ada sahutan sepertinya mamanya ketiduran dan tidak dengar ketukannya.
Satria segera ke tuan rumah pinjam kunci cadangan karena takut mamanya sakit bila tidak segera makan.
Setelah kunci di dapatkan segera Satria masuk dan menyiapkan makanan di meja makan.
"Ma, bangun Ma, ayo makan," ucap Satria sambil menggoyangkan tubuh mamanya.
Mama Yuli membuka matanya, nampak terkejut Satria ada di dalam rumah padahal Mama Yuli merasa tidak buka pintu buat Satria.
"Ayo bangun ma, koq malah bengong," ucap Satria.
Mama Yuli lalu duduk dan makan.
"Seingat Mama pintu sudah di kunci, bagaimana kamu bisa masuk?" tanya mama Yuli.
"Aku pinjam tuan rumah, karena tadi aku sudah ketuk pintu cukup lama tapi mama gak buka juga jadi terpaksa aku ke tuan rumah," ucap Satria sambil makan.
__ADS_1
"Maafkan mama nak, mungkin mama capek karena jarak dari desa ke kota cukup jauh," ucap Mama Yuli menyesal karena ketiduran.
"Ahh gak apa-apa, Satria juga paham, oh iya ma, besok Satria akan mulai jualan jadi mungkin pulangnya malam, mama berani gak keluar cari makan buat siang saja karena pagi biar mama yang beli dan malamnya Satria yang bawakan," ucap Satria khawatir.
"Beranilah sayang, takut apa kalau memang gak dapat makanan di sekitar sini mama kan bisa beli online," ucap mama Yuli.
"Tapi jangan terlalu jauh ma kalau keluar sekitar sini saja," ucap Satria.
"Apa Satria pulang saja siang ma, biar mama gak perlu ke mana-mana," usul Satria.
"Gak usah sayang, mama bisa koq," sahut mama Yuli agar anaknya tidak perlu bolak balik karena tempat jualannya lumayan jauh dari kostan.
"Mama yakin kamu pasti ngantuk, tidurlah mama sudah gak ngantuk koq," ucap mama Yuli.
"Ini juga sudah malam, ada baiknya mama juga tidur," ucap Satria.
"Mama jangan khawatirkan Satria, Satria bisa tidur di lantai ada tikar koq ma, mama tidur di kasur saja," ucap Satria karena melihat tempat tidurnya memang cukup sempit jika tidur berdua.
"Maafkan Satria ma, besok Satria tidak jualan dulu tapi Satria mau ke Om Dian untuk minta tolong untuk menyelidiki pelaku terbakarnya toko di desa, terlebih kejadian ini sudah di alami dua kali jadi Satria tidak bisa tinggal diam lagi," ucap Satria dalam hati.
Satria dan mama Yuli tertidur lelap. Saat pagi menjelang Satria bangun pagi di lihatnya mamanya masih tidur, sehingga Satria berjalan perlahan keluar untuk mencari sarapan.
Satria ingin sebelum keluar dan menyelidiki, Mamanya di kostan cukup makan dan minum, Di susurinya jalan perlahan sambil mencari makanan yang di sukai mamanya.
Setelah mendapatkan makanan untuk mamanya segera Satria pulang dan di lihatnya mamanya masih tidur, Satria tidak berniat bangunkan mamanya sehingga sarapan untuk mamanya di taruh di meja begitu saja, kunci rumah di taruhnya di meja pula agar mempermudah mamanya keluar masuk kamar.
Segera Satria keluar dan naik motor menuju rumah Om Dian, sampai di rumah om Dian sambutan hangat di rasakannya.
"Om, terimakasih sudah berusaha menjaga mamaku," ucap Satria.
"Iya sama-sama, kamu koq sudah kembalj ke kota apa gak kasihan jika mama kamu di desa sendiri," ucap Om Dian.
__ADS_1
"Mama sudah tidak di desa lagi om, sekarang ini mama tinggal bersama saya di kostan," ucap Satria.
"Lalu kenapa gak ajak mama kamu kemari," ucap Om Dian sedikit kesal.
"Mama tidak tahu kalau aku kemari, karena aku ingin minta bantuan om tanpa sepengetahuan mama," ucap Satria.
"Maksud kamu bantuan apa?" tanya om Dian.
"Saya ingin om selidiki siapa pelaku yang telah membakar toko mama di desa," ucap Satria.
"Maksud kamu toko mama kamu ada yang bakar, itu tidak mungkin bukankah saat pengawal yang ku kirim ke sana kabarnya kondisi di desa aman-aman saja," ucap Om Dian tidak percaya.
"Kebakaran itu terjadi saat malam hari setelah pengawal dari om sudah tidak berjaga lagi," ucap Satria.
"Kurang ajar, ada yang main-main dengan Om, kali ini aku tidak akan melepaskan kamu," ucap Om Dian geram.
"Maksud Om, pelaku ini melakukannya bukan yang pertama kali?" tanya Satria heran.
"Tentu bukan yang pertama kali bukankah kamu ingat waktu lalu toko kamu yang di kota di bakar dan sekarang yang di desa juga di bakarnya," ucap Om Dian kesal.
"Tapi apa Om yakin bisa menemukan pelakunya," ucap Satria ragu.
"Ini juga menjadi urusan pribadi om, karena pelaku ini telah menyakiti orang yang ku cintai, sekarang kamu tinggal di mana biar rumah kamu di jaga pengawal dan kali ini pengawal tidak akan pergi dari rumah kamu sampai kapanpun," ucap Om Dian serius.
"Aku tinggal di kostan yang sempit om, jadi jika ada pengawal yang berjaga itu akan terlihat aneh," ucap Satria.
"Ini ada rumah baru Om, kamu bisa tinggali bersama mama kamu, rumahnya memang gak terlalu besar dan itu cocok buat pengawal mengawasi dengan seksama area rumah dan juga keselamatan mama kamu terjamin," ucap Om Dian sambil menyerahkan alamat dan kunci rumah yang di berikan om Dian.
"Kalau begitu saya permisi dulu om, nanti sore rumah itu akan kami tinggali," ucap Satria.
"Baiklah, nanti sore pengawal akan aku siapkan dan sekarang juga stok makanan akan om sediakan di rumah itu, agar mama kamu tidak perlu keluar untuk belanja," ucap Om Dian.
__ADS_1