
Satria yang di antar bel boy menjadi terkesima setelah melihat setiap detail kostan yang akan di tinggalinya, sebelum naik ke lantai 2 karena Satria jalan sambil melihat kanan kiri jalan dan tidak melihat ke depan tubuhnya menabrak seorang cewek seksi yang sangat cantik, lembaran kertas yang di bawa cewek itu jatuh dan terhambur.
Merasa bersalah Satria membungkukkan kepalannya berbarengan dengan gadis itu hingga kepalanya saling membentur.
"Aish, sakit tau, kalau jalan lihat-lihat dong," ucap cewek itu sengit.
"Maaf Nona yang cantik," ucap Satria lembut.
Cewek itu tidak menyahut malah berlalu pergi dengan cepat.
"Cantik tapi galak," gerutu Satria.
"Mas, tadi cewek itu siapa?" tanya Satria kepada bel boy yang berjalan di depannya.
"Maksudnya cewek cantik dan seksi itu, namanya Berlian Dia gadis yang bekerja di bank, sangat cantik tapi judes, orangnya sama sekali gak pernah sekalipun tegur orang, kamarnya kebetulan ada di sebelah kamar masnya," jelas bel boy.
"Wah tantangan yang menarik, masa' aku tidak bisa taklukan gadis macan macam Dia," ucap Satria dengan percaya diri.
"Silahkan ini kamar Masnya, dan ini kuncinya panduan menelfon pihak pelayanan ada di bawah telfon yang berada di dalam kamar, selamat menikmati hari-hari di kostan yang damai ini," ucap bel boy sebelum meninggalkan ruangan Satria.
kamar itu terdiri atas sofa panjang, ranjang yang cukup besar, kamar mandi bak dan shower, closet duduk, balkon yang bisa menatap keluar halaman, dan kulkas mini yang berisi minuman dingin dari berbagai jenis, dan juga beberapa toples camilan yang terisi penuh.
"Benar-benar perfect," puji Satria.
Satria segera letakkan tasnya dan memasukkan semua barangnya ke dalam lemari yang sudah di isi dengan satu pasang piyama perempuan dan pria, dalam kamar mandi juga terdapat sabun mandi dan pasta gigi berikut sikatnya dan semuanya berukuran mini, benar-benar mirip hotel.
Satria segera berendam di bak dengan air hangat, rasanya sangat nyaman sekali setelah seharian dalam perjalanan yang sangat melelahkan.
Setelah mandi Satria beranjak naik ke ranjang untuk tidur, rencananya nanti sore baru Dia akan touring jalan-jalan keliling kota baru tempatnya tinggal kini.
Tidak terasa hari sudah sore, baju Satria memang belum cukup layak kalau di pakai mencari umpan bahkan bisa di bilang mirip gembel elite, karena semua baju ini baju bekas yang di belikan pak To di pasar tempat baju bekas.
Tapi karena wajah Satria yang cukup rupawan sehingga baju jelek itupun nampak seperti baju modelling nampak keren dan cakep di pakai di badan Satria.
Satria lalu keluar dari kamarnya dan hanya membawa dompet yang berisi ATM dan foto Mama papanya tapi KTP Satria tidak ada karena hilang sewaktu mandi di pasar tempo dulu.
Satria melangkah keluar, kali ini Satria melihat ke depan tapi Wanita cantik yang di tabraknya tadi tidak perhatikan jalan karena sibuk menunduk melihat layar ponselnya, alhasil tabrakan dengan tubuh Satria tak terelakkan, tubuh gadis itu terhuyung namun Satria salah tangkap bukannya menangkap gadis itu malah menangkap ponsel gadis itu yang terpelanting tidak jauh dari tempat Satria berdiri.
"Kamu!!" ucap gadis itu kesal sambil menunjuk ke arah Satria dengan emosi.
"Eits, jangan marah dulu kali ini Mbaknya yang salah, jalan gak lihat depan malah sibuk lihatin ponsel, untung ponselnya Aku selamatkan jika tidak, sudah hancur ponsel mbaknya," ucap Satria santai.
__ADS_1
"Mana ponselku," ucap gadis itu sambil tengadahkan tangan.
Bukan hp yang di berikan namun Satria menyalami gadis itu lalu berkata.
"Kenalkan namaku Satria, nama gadis cantik ini siapa?" ucap Satria lembut.
Namun bukannya dapat jawaban lembut gadis itu malah merebut ponselnya dan bilang 'Bodo'
"Oke nama yang bagus jadi nama kamu bodo," ucap Satria mengejek.
Tapi gadis itu terkesan cuek bahkan berlalu pergi tidak sedikitpun mengindahkan Satria yang mengajaknya bicara.
"Dasar gadis sombong," umpat Satria sambil terus berjalan menuruni tangga dan mulai memesan taxi untuk pergi ke mall.
Sesampainya di mall segera Satria menuju stand baju URBAN dan mulai memilih beberapa helai baju dan celana, setelah di rasa cukup Satria lantas berjalan dan makan Ayam goreng Kentucky di lantai atas sambil menikmati sore.
Usai makan Satria mulai berkeliling di Mall untuk mengenal lebih jauh setiap stand untuk di gunakan mencari mangsa di hari berikutnya.
"lumayan melelahkan berjalan-jalan sendirian seperti ini, lalu kemudian Satria duduk di stand minuman dan lalu duduk dan minum dengan santai di sana.
Dari jauh Satria nampak Berlian tetangga kostnya yang galak itu berjalan bersama temannya sambil bergurau dan tertawa lepas.
"Padahal kamu sangat cantik kalau tertawa begitu, tapi kenapa Kamu gak bisa tertawa kepada setiap orang," bathin Satria.
Satria segera bangun dari duduknya dan duduk bergabung dengan gadis judes itu.
"Hai bodo, ketemu lagi kita?" ucap Satria menggoda.
"Kamu mengenalnya?" tanya teman berlian.
"Gak," sahut berlian singkat.
"Tolong mas gantengnya pindah duduk gih, aku gak kenal sama masnya, begitu juga temanku," ucap Teman berlian.
"Dia kenal Aku koq, apa Dia gak cerita kalau aku pacarnya dia," ucap Satria berseloroh sambil memasang raut wajah serius.
"Beneran dia pacarmu berlian, bukankah kita sepakat tidak akan pacaran sebelum usia kita 23 tahun, tapi kenapa Kamu nodai persahabatan kita," ucap teman berlian kesal lantas bangun dari duduknya dan mulai menangis saat hendak melangkah pergi berlian mencegahnya.
"Aku bersumpah Sarah, Dia itu bukan Pacarku, kenal saja enggak," ucap berlian jujur.
"lepasin Aku berlian, biarkan Aku pergi, urusin saja pacarmu itu," ucap teman berlian kesal sambil menepis tangan berlian dengan kasar.
__ADS_1
Satria tersenyum penuh kemenangan.
"Puas Kamu membuat Aku kehilangan sahabatku, dasar pembohong," ucap berlian kesal, Satria tersenyum sambil angkat kedua tangannya mengejek.
Berlian yang merasa sangat kesal lalu angkat kaki meninggalkan Satria duduk seorang diri.
Berlian kembali ke kostan sedangkan Satria juga sampai di kostan.
"Ce-wek," goda Satria sambil bersiul.
Berlian makin mempercepat langkahnya dengan kesal.
Satria setengah berlari mengejar berlian, dan sampai di depan pintu berlian saat berlian membuka pintu kamarnya Satria juga merangsek masuk dan itu cukup mengejutkan Berlian dengan langkah berani Satria yang masuk ke area privasinya.
"Berani sekali Kamu masuk," hardik gadis itu.
Satria maju mendekati gadis itu yang mundur selangkah demi selangkah hingga terjatuh di atas ranjang.
Namun Satria tidak ingin melepasnya Dia mulai merangkak naik ke ranjang dan menindih gadis itu yang sangat ketakutan.
"Gadis bodo yang cantik, sayang sekali bibir yang ranum ini bicara kasar tiap harinya," ucap Satria sambil mencengkram pipi gadis itu lalu mencium dan ******* bibir gadis itu dengan penuh perasaan dan nafsu.
Berlian gadis yang judes namun tak pernah sekalipun dirinya di sentuh oleh lelaki, begitu Satria menciumnya awalnya Dia malu namun lama kelamaan menikmatinya dan membalas mencium Satria dengan nafas yang memburu bernafsu.
Tanpa sadar gadis itu menarik tubuh Satria hingga sangat dekat dengan tubuhnya dan berhimpitan sehingga Satria bisa merasakan bagian sensitif Berlian juga mendengar debaran jantungnya yang sangat kencang.
Gadis itu terus menciumi Satria hingga bibirnya memerah bahkan kini Dia melakukan dengan sangat lihai dan mulai berani menarik baju Satria dari celana dan membuka kancing baju Satria dengan penuh gairah.
Satria membiarkan gadis itu menjadi sangat bergairah, lalu gadis itu membuka bajunya sendiri satu persatu dengan penuh gairah sambil terus mencium bibir Satria.
Kini gadis yang ada di depan Satria sudah melucuti semua pakaiannya sendiri dan saat akan membuka pakaian dalamnya, Satria segera melepaskan ciumannya.
"Maaf Aku hanya ingin mencium tidak lebih," ucap Satria lantas melangkah pergi meninggalkan kamar gadis itu.
Gadis itu menjadi sangat malu dengan kelakuannya sendiri.
"Goblok sekali Aku, kenapa Aku sampai melepas bajuku semua, kini Aku jadi malu kan, goblok goblok goblok," ucap Gadis itu sambil memukul kepalanya sendiri.
Setelah Satria masuk ke kamarnya.
"Ha ha ha, mangsa pertama sudah aku dapatkan, dasar gadis bodoh, takkan pernah aku layani nafsumu yang ada nafsumu itu akan menjadi alat bagiku untuk meraup keuntungan darimu," ucap Satria senang.
__ADS_1
"Karena aksi pertamanya dalam mencari mangsa telah berhasil