ANAK SEMATA WAYANG

ANAK SEMATA WAYANG
MASUK RUMAH DESA PART 1


__ADS_3

Satria dan mama Yuli merasa bersyukur karena para warga kampung membantu mereka membereskan rumah, mereka awalnya sempat bingung harus bagaimana membersihkan rumah yang lama tidak di huni, tapi perhatian pak RT dan warga kampung sangat positif.


"Ma, nanti malam kita bisa tempati rumah ini untuk sementara, namun bagaimanapun kita masih butuh beberapa barang dan kendaraan untuk mempermudah gerak kita," ucap Satria sambil membersihkan kamar yang bakal di tempatinya.


"Iya sayang, mama juga melihat cukup banyak kerusakan rumah ini yang harus di perbaiki, untuk sementara kita rawat saja dulu sampai kita yakin untuk membuat rumah ini menjadi lebih baik," ucap mama Yuli sambil perhatikan sekeliling rumah, dinding banyak yang bolong, keropos di sana sini.


"Permisi bu, semua sudah beres silahkan ibu cek dulu siapa tahu ada lagi yang di butuhkan," ucap tanya pak RT kepada mama Yuli.


"Untuk sementara biarkan begini dulu pak, perlahan kami akan mencari tahu bagian mana yang perlu di perbaiki," ucap mama Yuli.


"Baiklah, karena tidak ada lagi kami mohon pamit bu," ucap pak RT.


"Tunggu pak, ini ada sedikit uang tolong bagikan kepada seluruh warga yang sudah membantu," ucap mama Yuli sambil menyodorkan 10 lembar uang seratusan.


"Gak usah bu, kami ikhlas bantunya," ucap pak RT menolak uang dari mama Yuli.


"Tolong jangan di tolak pak, setidaknya uang ini bisa untuk sekedar membeli minuman dan camilan," ucap mama Yuli sedikit memaksa.


"Baiklah bu, saya menerimanya tapi tolong jangan sungkan jika membutuhkan sesuatu, semua warga di sini sudah biasa bersatu dalam segala hal," ucap pak RT menjelaskan kondisi desanya.


"Iya pak, saya akan ingat pesan pak RT dan jika saya butuh saya akan bertandang ke rumah pak RT untuk minta bantuan," ucap mama Yuli dengan sopan.


"Iya bu, kalau begitu kami permisi dulu," ucap pak RT pamit.


Para warga berjalan menjauh dari rumah mama Yuli, perasaan mama Yuli lega setidaknya tidak terlalu segan jika minta tolong nantinya.


"Ma, semua sudah selesai, tadi aku sudah cek listrik dan air, semua lancar," ucap Satria kepada mama Yuli.


"Baguslah kalau begitu, sekarang kita tata barang-barang kita, lalu kita catat apa saja barang yang harus di beli nantinya," ucap mama Yuli kepada Satria.


"Baik ma," sahut Satria.


Segera Satria merapikan semua barang yang telah di bawanya, juga beberapa barang yang nampak berantakan.


Sedangkan mama Yuli mulai mencatat semua keperluan dan kebutuhan untuk di rumah nanti.


Hari sudah siang Satria dan mamanya sudah selesai rapikan dan mencatat.


"Ma perut aku lapar, dan kita di sini gak ada makanan sedikitpun, terus gimana ma, aku sudah lapar banget," ucap Satria sambil menahan lapar.


Mama Yuli bingung, gak tahu harus berbuat apa, dia khawatir kalau di biarkan , Satria bisa kambuh sakit lambungnya.

__ADS_1


"Apa sebaiknya aku minta tolong pak RT buat belikan kami makanan atau setidaknya menunjukkan di mana tempat penjual makanan," ucap mama Yuli dalam hati.


"Satria sabar dulu nak yah, mama akan carikan makanan buat kita," ucap mama Yuli sambil berlari kecil menuju rumah pak RT.


Sampai di rumah pak RT, mama Yuli mengambil nafas panjang, "Semoga yang ku lakukan ini adalah benar," ucap mama Yuli dalam hati.


'Tok tok tok' di ketuknya pintu rumah pak RT.


Tidak berapa lama pintu pun terbuka, nampak bu RT yang keluar.


"Selamat siang bu Yuli," sapa Bu RT.


"Siang bu, begini bu, saya mau minta tolong, kira-kira di mana saya bisa beli makanan untuk kami," ucap tanya mama Yuli dengan gugup.


"Ibu Yuli kenapa gugup, di sini yang jual makanan jauh bu, kalaupun mau beli ibu harus pakai kendaraan," ucap bu RT kepada mama Yuli dengan perasaan kasihan.


Mendengar ucapan bu RT, mama Yuli menjadi lemas, tidak tahu lagi harus bagaimana.


"Bu Yuli, duduk saja di sini sebentar, saya akan kembali sebentar lagi," ucap bu RT.


Mama Yuli duduk di teras rumah bu RT, nampak jelas raut wajahnya yang gelisah.


"Ini bu makanan insyaallah cukup buat makan siang, dan ini ada bahan makanan sedikit, jadi nanti malam ibu Yuli tidak bingung lagi," ucap bu RT sambil menyodorkan rantang makanan dan sekantong kresek berukuran sedang bakal nanti malam.


"Sama-sama bu," sahut Bu RT.


Dengan rasa syukur mama Yuli membawa pulang pemberian dari bu RT yang baginya sangat berharga saat ini, dalam hati mama Yuli tidak menyangka bahwa makanan lebih berarti dari pada uang yang di pegangnya kini.


Sampai di rumah segera di bukanya rantang makan dan di panggilnya Satria agar makan bersama.


"Ma, cepat sekali dapat makanan," ucap Satria heran dari mana mamanya dapat makanan yang nikmat ini.


"Sudah makan dulu, habis ini kita harus segera mencari semua keperluan dan kebutuhan kita agar kita tidak terus mengganggu bu RT," ucap mama Yuli sambil mengambil makan untuk dirinya dan Satria.


Mereka makan dengan lahap di saat seperti ini, makanan apapun akan terasa enak di makan.


Usai makan mama Yuli segera bereskan semua dan di bersihkan untuk di kembalikan ke bu RT.


Merasa Satria dan mama Yuli cukup tenaga untuk pergi belanja meski jauh, segera mama Yuli dan Satria bertandang ke rumah pak RT, untuk minta bantuan soal tempat belanja di desa ini.


Setelah berjalan, akhirnya sampai di rumah pak RT.

__ADS_1


"Assalamualaikum," ucap mama Yuli.


"Wa'allaikum salam," sahut bu RT.


Di bukanya pintu oleh bu RT, "Ibu Yuli," ucap bu RT.


"Ada apa lagi yah bu?" ucap tanya bu RT.


"Begini bu, saya dan anak saya ingin tanya soal tempat belanja untuk membeli segala keperluan dan kebutuhan," ucap mama Yuli.


"Duduk saja dulu, biar aku panggilkan bapak," ucap bu RT.


Setelah Satria dan mama Yuli duduk, tidak berapa lama bu RT keluar dari dalam bersama pak RT.


"Selamat siang bu Yuli, ada yang perlu saya bantu bu?" ucap tanya pak RT.


"Begini pak, bisakah antar kami untuk membeli keperluan dan kebutuhan kami di rumah," ucap mama Yuli.


"Boleh bu, tunggu di sini sebentar, saya akan carikan mobil buat ibu dan mas Satria," ucap pak RT dengan sopan.


Mama Yuli kemudian berbincang-bincang dengan bu RT, sambil menunggu kedatangan pak RT.


Tidak lama pak RT datang bersama seorang pria yang membawa mobil pick up.


"Silahkan bu Yuli, naik ke mobil biar di antar bapak Luqman," ucap pak RT.


"Baik pak, terimakasih banyak atas bantuannya," ucap mama Yuli.


Bergegas mama Yuli dan Satria naik mobil pick up.


"Kita kemana bu?" ucap tanya bapak Luqman.


"Kita ke toko sembako dulu pak untuk beli bahan makanan sama toko gerabah untuk beli alat pembersih rumah," ucap mama Yuli.


"Baik Bu, kita berangkat sekarang," sahut pak Luqman.


Satria duduk di bak belakang, memang agak panas cuacanya namun karena mobil berjalan agak cepat rasa panas tak di rasa Satria, mobil berjalan menuju toko sembako dan toko gerabah, mama Yuli membeli semua yang di catatnya.


"Ma kita harus beli motor biar mudah untuk belanja selanjutnya," ucap Satria setelah melihat banyak motor terpajang di toko.


"Iya sayang, tidak mungkin kalau tiap saat kita naik mobil untuk belanja, mengingat kita sendiri masih harus berhemat," ucap mama Yuli setuju dengan permintaan putranya.

__ADS_1


Segera mereka memilih motor yang bisa di pakai buat bawa barang belanjaan.


__ADS_2