ANAK SEMATA WAYANG

ANAK SEMATA WAYANG
TERUSIRNYA SATRIA DARI KANTOR


__ADS_3

Sudah 2 hari Satria tidak pergi ngantor,rasa bahagia bisa hidup bebas di rasakannya, saat sedang asyik menikmati indahnya pantai tiba-tiba telfonnya berdering,"panggilan dari papa".


"buat apa papa telfon aku, mengganggu waktu santaiku saja",omel Satria.


Di biarkan begitu saja telfonnya berdering,setelah 3 kali telfon dari papanya gak di angkat oleh Satria.papanya lalu kirim chat."papa tunggu kamu di kantor cabang sekarang!".


"ngapain papa nunggu aku di kantor,males ah pergi ke kantor sudah enak nyantai begini",ucap Satria,tidak menggubris sama sekali chat dari papanya.


terdengar sebuah chat masuk lagi,kali ini chat dari mamanya."kamu dimana sayang,mama nungguin kamu di kantor nih dari tadi".


"mama ngapain juga ke kantor,yah udah aku pergi ke kantor saja daripada runyam nantinya",omel Satria.


Satria segera naik motor dan melaju dengan cepat menuju kantornya.setelah 1 jam Satria baru sampai ke kantor, para karyawan terlihat sangat tegang, Satria dengan santai berjalan masuk menuju ruangannya, tanpa mengetuk pintu Satria segera masuk begitu saja.


"mamaaa...",sapa Satria ceria.


"iya sayangnya mama",ucap mama Yuli sambil memeluk erat Satria.


"papaaa...",sapa Satria santai.


"duduk",perintah papanya tegas.

__ADS_1


Satria lalu duduk di samping mamanya.


"papa ingin tanya benar kamu pakai uang dana kantor sebesar 578 juta !",tanya papa Feri dengan sedikit emosi.


"benar",jawab Satria tanpa rasa bersalah sedikitpun.


"buat apa kamu pakai uang sebanyak itu,apalagi itu uang kantor",bentak papa Feri.


"buat apalagi,yah buat jalan-jalan dan senang-senanglah",sahut Satria sekenanya.


"tidakkah kau paham bahwa kamu itu pimpinan disini,harusnya kamu jangan salah gunakan jabatanmu,harusnya kamu jadi contoh bagi anak buahmu,jangan seenaknya gunakan dana kantor untuk urusan pribadimu,memang kamu ingin perusahaan ini bangkrut dan kantor di tutup",ucap papa Feri marah .


"kamu juga malas pergi ngantor,papa benar-benar gak habis fikir sama kamu ,mau kamu sebenarnya apa ,hah !",teriak papa Feri dengan keras.


"papa tanya aku, mauku apa,oke aku akan katakan,aku ingin hidupku selalu senang-senang,tidak ada beban dan bebas kemanapun aku pergi",ucap Satria sesuka hati sambil tertawa bahagia.


"lihat ma ,ini yang kamu bilang beri kesempatan anakmu,mau sampai kapan anakmu kamu manjakan dan kamu bela,lihat sekarang jadi apa dia,sekarang dia jadi anak yang tak berguna",ucap papa Feri kepada mama Yuli.


"dia itu masih belum paham pa,beri dia sedikit pelajaran agar dia mengerti tugasnya apa sebagai pimpinan cabang,dia khan baru bekerja wajar kalau dia bosan,janganlah marah sama Satria,kita beri dia kesempatan untuk bisa buktikan bahwa dia itu bisa,jangan terus mojokkan dia",ucap mama Yuli yang notabenenya ingin agar Satria tidak di marahi atau di pecat dari kantor.


"mama,mama kamu sudah lihat betapa perusahaan ini merugi atas tindakan dia ,kenapa kamu terus bela dia,pokoknya papa gak mau tahu Satria harus keluar dari kantor ini,dia di pecat ",ucap tegas papa Feri.

__ADS_1


"yah gak apa-apa di pecat berarti aku dapat uang pesangon terlebih aku pimpinan cabang jadi pesangonku pasti banyak dong",ucap Satria kepada papanya .


"apa kamu bilang,pesangon sudah untung kamu tidak aku laporkan polisi masih tanya pesangon segala,tidak sedikit kamu rugikan perusahaan ,sebentar lagi aku harus gaji karyawan,darimana aku dapat uang buat gaji karyawan hah ",ucap papa Feri bingung.


"itu urusan papa bukan urusan aku,aku adalah anak papa jadi jika aku habiskan uang perusahaan maka itu tidak masalah sedang urusan pesangon karena aku adalah pimpinan yang di pecat langsung oleh direktur utama,jadi kalau aku minta pesangon wajar khan",ucap Satria bertele-tele.


"dasar kamu anak gak tahu di untung ",ucap papa Feri emosi .


Di hampirinya Satria dan


'plaaak' di tempeleng kepala Satria,"pergi kamu,jangan kembali lagi,dasar anak durhaka",ucap papa Feri emosi sambil memegang dadanya yang tiba-tiba terasa sesak.


Satria segera berjalan cepat keluar dari kantor dengan perasaan marah dan kesal."awas kamu pa",ucap Satria dalam hatinya dengan kesal.


Di kantor tiba-tiba papa Feri terjatuh,dadanya terasa sesak,mama Yuli sangat panik,segera menelfon ambulance untuk membawa suaminya ke rumah sakit terdekat.


Segera papa Feri di periksa dokter dan di nyatakan terkena serangan jantung.


Mama Yuli menangis mendengar ucapan dokter,di cobanya menghubungi Satria,namun no telfon Satria sudah gak aktif,di chatnya agar tahu bahwa papanya kena serangan jantung.


Mama Yuli jadi bingung harus bagaimana di satu sisi suaminya terbaring karena sakit jantung,di sisi lain Satria pergi dan tak tahu kemana harus mencari.

__ADS_1


__ADS_2