
Setelah sampai di rumah mama Yuli dan Satria bernafas lega.
"Akhirnya sampai juga di rumah," ucap mama Yuli senang.
"Iya ma, untung ada bapak tadi yang tolong kita, coba tidak ada gak tahu kita sampai rumah jam berapa," sahut Satria.
Segera mama Yuli buka kunci pintu rumahnya sedangkan Satria mendorong masuk motornya ke dalam rumah.
Saat sudah masuk rumah, mama Yuli segera ke dapur untuk minum dan Satria juga mengikutinya dari belakang serta minum air juga. Perut Satria berbunyi.
"Ma, ada makanan apa Satria lapar ma," ucap Satria sambil memegang perutnya.
Karena di dapur cuma ada nasi, mama Yuli berinisiatif membuat nasi goreng dan telor ceplok.
Tidak lama makanan sudah siap, mereka lalu makan setelah merasa kenyang.
"Ma, besok jadi ke pak RT tidak?" ucap tanya Satria sambil bersandar di kursi.
"Yah jadilah, mama kan niat usaha nak," sahut mama Yuli.
Kemudian mereka berbincang-bincang soal tata letak toko, pintu tokonya, etalasenya, timbangannya serta kebutuhan lainnya.
Tidak terasa sudah malam, mereka segera beranjak tidur di kamarnya masing-masing.
Pagi telah menjelang, Satria bangun lebih dulu dari mamanya, segera dia membuat kopi, dan saat selesai terdengar suara seseorang mengetuk pintu rumah mereka.
'Tok tok tok'
Satria berjalan menuju pintu dan setelah terbuka nampak pak RT dan bu RT datang membawa sesuatu.
"Silahkan masuk bu, pak," sambut Satria.
Setelah pak RT dan bu RT duduk Satria masuk untuk mengambil teh botol dingin dalam kulkas beserta kue lapis.
"Mari silahkan di makan," tawar Satria kepada kedua tamunya.
"Iya nak, mamanya ada nak, ini ibu bawakan kue tradisional Iwel-Iwel," ucap bu RT sambil menunjukkan kue yang terbungkus daun pisang.
"Mama masih tidur bu, mungkin karena kecapekan kemarin sore habis jalan-jalan dan begini pak kenapa saat menjelang Maghrib kampung ini sepi banget, memang dulu ada kejadian apa sih pak?" ucap Satria penasaran.
__ADS_1
"Yah gak ada apa-apa nak, tapi memang di kampung saat sore begitu sepi karena mereka hanya sekedar sholat Maghrib dan Isya setelahnya langsung tidur, karena mereka harus pergi ke sawah saat pagi hari," ucap pak RT.
"Ohh, kirain ada apa pak, karena kami kemarin sempat parno dan berfikir macam-macam," ucap Satria.
"Kalian gak usah berfikir macam-macam, insya Allah kampung ini aman koq," ucap pak RT.
"Oh iya pak kebetulan bapak kemari, begini pak saya dan mama ingin membuka usaha di desa ini," ucap Satria.
"Iya lalu kenapa," ucap pak RT gak mengerti maksud Satria.
"Mama ingin bangun toko kecil di depan rumah, apa kira-kira bapak tahu siapa tukang bangunan yang bisa bangun toko secepatnya," ucap Satria.
Tidak lama kemudian terdengar suara seseorang lagi mandi, sepertinya mama Yuli sudah bangun.
Dan ternyata benar adanya, nampak mama Yuli keluar dari belakang setelah beberapa saat lamanya.
"Ada pak RT sama bu RT toh," ucap mama Yuli saat sedang berjalan mendekat menuju ruang tamu.
Segera mama Yuli menyalami kedua tamunya.
"Ada angin apa yang membawa pak RT dan bu RT datang ke rumah saya," ucap mama Yuli.
Karena baru bangun dan lapar tanpa malu di ambilnya sebungkus kue itu.
"Eumm enak sekali, dari bahan apa ini bu, koq bisa seenak ini?" ucap tanya mama Yuli.
Mendengar ucapan mamanya, Satria ikut tergiur dan ikut mengambil kue yang di bawa oleh bu RT, dan begitu makan Satria lalu menikmatinya.
"Ma, lain kali mama bikin kue seperti ini yah ma," ucap Satria kepada mamanya.
"Mama gak janji sayang, tapi mama juga mau belajar bikin kue ini sama bu RT," ucap mama Yuli.
"Oh iya bu, tadi saya dengar dari putra ibu bahwa ibu sedang mencari tukang bangunan untuk membuat toko di depan rumah ibu, apa benar demikian ibu," ucap pak RT memastikan.
"Benar sekali pak," sahut mama Yuli.
"Apa pak RT punya kenalan yang bisa handle pembuatan toko di depan rumah saya pak," ucap sambung mama Yuli.
"Ibu rencananya kapan mau buat tokonya?" ucap tanya pak RT.
__ADS_1
"Kalau bisa secepatnya pak," sahut mama Yuli.
"Begitu yah, saya akan bantu ibu mencari tukang bangunan dan saya usahakan besok saya sudah dapatkan orangnya dengan segera," ucap pak RT.
"Kalau begitu terimakasih sebelumnya pak," ucap mama Yuli.
"Iya bu," sahut pak RT.
"Oh iya bu, kapan ada waktu luang buat ajari saya bikin kue Iwel-Iwel ini," ucap mama Yuli penasaran cara bikinnya.
"Kapan saja boleh, yang penting ada bahannya," sahut bu RT.
"Kalau begitu, apa saja bahannya biar saya bisa cari semua bahannya," ucap mama Yuli.
Segera bu RT mencatat aneka bahan untuk membuat kue Iwel-Iwel.
Usai baca semua, terlihat semua bahan simpel dan mudah di dapatkan, tapi berhubung mama Yuli lagi malas keluar, akhirnya mama Yuli berencana mengumpulkan bahannya besok.
"Besok saja saya kumpulkan bahannya bu," ucap mama Yuli.
"Iya bu, terserah ibu saja bagaimana enaknya," ucap bu RT.
Setelah sepakat besok mama Yuli belajar buat kue Iwel-Iwel, akhirnya pak RT dan bu RT bangun dari duduknya dan pamit untuk pulang.
Setelah saling bersalaman dan kedua tamunya pergi.
Mama Yuli dan Satria kembali menikmati kue tradisional buatan bu RT.
"Ma, nanti enaknya tokonya pintunya pisah dari rumah atau jadi satu dengan rumah," ucap tanya Satria sambil menikmati Iwel-Iwel.
"Mungkin lebih baik pisah saja yah nak, biar rumah ini tetap menjadi tempat tinggal, karena jika jadi satu mama gak yakin kalau rumah ini tidak jadi gudang," ucap mama Yuli yang berniat stok barang saat buka toko nanti agar tidak selalu pergi ke pasar setiap hari.
"Boleh saja ma, karena jika terpisah pasti kalau mama capek bisa tidur di rumah saat toko tutup, tapi jika tidak terpisah kemungkinan yang belanja akan maksa minta di layani meski sudah tutup," ucap Satria yang mendengar ide mamanya yang cukup baik.
"Coba besok kita sekalian suruh tukangnya buat belikan etalase sedangkan untuk timbangan dan yang lain kita beli sendiri sekalian saat kita belanja isi toko," ucap mama Yuli.
"Iya ma, kurasa itu ide yang baik, dan jika mungkin kita bikin pintunya rolling door saja agar tidak terlalu makan banyak tempat," ucap Satria.
"Baiklah besok jika pak RT bawakan tukangnya kita ceritakan konsep kita," ucap mama Yuli.
__ADS_1