
Cek yang di dapat dari penjualan rumah, segera di cairkan ke bank dan mereka kemudian pergi ke rumah sis Hana untuk melunasi barang, tante Hana sangat menyayangkan kerjasama yang berhenti begitu saja dalam waktu yang cukup pendek
"Mungkin sebaiknya kamu terima usulan saya untuk jadikan putramu sebagai foto model ku," ucap Tante Hana kepada mama Yuli.
Mendengar ucapan Tante Hana membuat hatinya marah dan ingin naik pitam, namun di tahannya.
"Sabar Yuli jangan terpancing emosi," ucap mama Yuli dalam hati untuk mensugesti dirinya agar bersabar.
Tanpa menjawab tawaran dari Tante Hana, mama Yuli segera berdiri dan pamit untuk segera pulang karena harus membereskan barang yang akan di bawanya pindah ke desa.
Tante Hana tertawa mendengar mama Yuli pindah ke desa.
"Sis Yuli, aku gak yakin ku bisa bertahan hidup di desa," ucap Tante Hana yang merasa tak yakin bahwa mama Yuli mampu hidup di desa.
Tanpa banyak bicara, mama Yuli segera menarik tangan Satria dan membawanya pergi keluar dari rumah Tante Hana.
"Sekarang kita pergi ke tempat dimana kamu pesan brosur terakhir kali," ucap mama Yuli kepada Satria.
Segera Satria mengantar mama Yuli ke percetakan dan segera di bayar lunas oleh mama Yuli.
Setelah semua urusan hutang selesai mama Yuli dan Satria bereskan semua barang lalu memesan mobil travel buat antar mereka ke desa.
Beberapa baju sudah di masukkan ke dalam koper, setelah di rasa semua siap segera mereka menuju mobil travel yang telah terparkir di halaman rumah.
saat hendak masuk langkah kaki mama Yuli terhenti seketika, kemudian melihat ke arah rumah.
"Selamat tinggal kenangan," ucap mama Yuli saat menatap rumahnya.
Lalu dengan mata berkaca-kaca mama Yuli masuk ke dalam mobil, air mata mengalir keluar dari matanya perasaan gak ikhlas kehilangan rumah membuatnya bersedih hati.
"Sudah ma, bukankah ini juga sudah keputusan mama, jadi mama jangan menyesali semua, sekarang kita lihat ke depan, semoga setelah ini hidup kita jadi lebih baik," ucap Satria sok bicara bijak kepada mamanya .
Mobil berjalan jauh sekali menyusuri jalan berliku-liku, melewati area pematang sawah yang di tumbuhi padi, setelah 6 jam perjalanan akhirnya mereka sampai di desa 'Gelonggongan' desa inilah yang akan menjadi tujuan mereka kali ini.
Jalanan sangat sempit, hanya cukup di lalui 1mobil, banyak rumah yang di lalui dan sampai di tengah desa mereka berhenti di sebuah rumah yang bangunannya masih kuno berdinding semen dan bergenting tanah liat dan nampak banyak dinding yang rusak, karena tiba di rumah sudah malam akhirnya mereka pergi ke rumah pak RT yang kebetulan rumahnya tidak terlalu jauh dari rumah mama Yuli.
__ADS_1
"Assalamualaikum" ucap Satria sambil mengetuk pintu pak RT.
"wa'allaikum salam" terdengar suara sahutan dari dalam rumah pak RT.
Pintu pun terbuka.
"Silahkan masuk," ucap pak RT.
"terimakasih pak," ucap mama Yuli sembari duduk.
"Ada apa gerangan datang ke rumah saya malam begini," ucap tanya pak RT kepada mama Yuli dan Satria.
"Perkenalkan pak, nama saya Yuli dan ini putra saya Satria, saya pemilik rumah kosong sebelah selatan rumah bapak," ucap mama Yuli memperkenalkan diri.
"Oh ibu Yuli, pemilik rumah yang sudah lama kosong itu," ucap pak RT manggut-manggut.
"Iya pak, karena kami di sini baru datang malam ini, dan rencananya hendak menempati rumah kosong itu, maka kami minta ijin untuk menginap di rumah pak RT barang semalam, besok setelah rumah itu saya bersihkan, kami akan segera menempatinya," ucap mama Yuli lembut dan sopan.
"Iya, Iya Bu, silahkan kalian menginap di sini tapi maaf tempatnya seperti ini," ucap pak RT.
"Mama tidur di atas saja, biar Satria tidur di bawah," ucap Satria kepada mama Yuli.
Tidak berapa lama mereka pun tertidur.
Karena lelah di perjalanan mereka bangun agak siang.
Mama Yuli merasa tidak enak karena bangun kesiangan di rumah pak RT.
Saat ke kamar mandi mama Yuli bertemu ibu RT yang sedang menyiapkan sarapan sambil melempar senyum.
Setelah mama Yuli dan Satria bersihkan diri segera mama Yuli dan Satria mendorong kopernya hendak pamit pergi ke rumahnya.
Namun langkah mereka terhenti saat Bu RT menegur mereka.
"kalian mau ke mana, ayo sarapan dulu ini sudah saya siapkan," ucap Bu RT.
__ADS_1
"Sudah bu' terimakasih," ucap mama Yuli sedikit malu.
Tangan mama Yuli dan Satria di seret ke meja makan dan di suruh duduk oleh Bu RT.
"Ayo kalian makan dulu," ucap Bu RT sambil menuangkan air di gelas.
"Maaf Bu, pak RT ke mana yah koq gak kelihatan?" ucap tanya Satria ingin tahu.
"Kalian makan saja dulu, bapak sedang keluar buat ngumpulin warga sekitar," ucap Bu RT kepada mama Yuli dan Satria.
Agar bisa segera pergi ke rumah, mereka berdua lalu makan makanan yang di sajikan Bu RT.
Tidak lama kemudian, dengan nafas ngos-ngosan pak RT menghampiri Satria.
"Mari saya antar ke rumah kalian," ucap pak RT kepada mama Yuli dan Satria sambil membantu menyeret koper Satria.
Di depan rumah pak RT tampak banyak orang yang datang.
Saat pak RT dan Satria berjalan para warga mengikuti dari belakang, mereka ada yang bawa cangkul, sabit, sapu dan lain sebagainya.
Setelah sampai di rumah kosong itu, banyak sekali rumput dan sampah berserakan di sana sini.
Mama Yuli bergegas membuka pintu rumahnya.
bau apek dan debu langsung menyambut kedatangan mereka.
Bergegas para warga membersihkan rumah mama Yuli, genting yang bocor segera di ganti bahkan dinding rumah juga di cat, rumput juga di cabuti dan tumbuhan pengganggu juga di tebang.
Tidak perlu waktu lama, rumah mama Yuli sudah bersih dan bau cat basah tercium.
sekitar rumah juga sudah bersih,genting pun sudah tidak bocor, air pun sudah mengalir, lampu juga sudah menyala, hanya saja tidak ada barang satupun di rumah itu.
Melihat rumah itu kosong gak ada barang,pak RT kumpulkan warga kembali dan dalam waktu satu jam, banyak barang yang masuk ke rumah mama Yuli, meski bekas tapi semua bisa di gunakan.
Melihat pemandangan berapa rukunnya para warga dan bersedia menolong sesama membuat mama Yuli menangis terharu, begitu pun Satria.
__ADS_1
"Ma, ternyata hidup di desa tidak seperti di kota yah, mereka mempunyai solidaritas yang tinggi padahal kita belum sepenuhnya kenal mereka, namun dengan ikhlas hati mereka membantu kita sepenuhnya.