
Saat pagi buta Satria pulang mengendarai motornya dengan kencang,karena tak ingin bangunkan mamanya dan juga berusaha menghindari percakapan dengan mamanya,yang pastinya tentang hasil rapat kemarin yang sangat mengecewakan perlahan Satria berjalan masuk ke kamarnya dengan berjinjit.
Setelah memasuki kamar perasaan Satria menjadi sedikit lega,"sekarang aku lolos dari pertanyaan mama tapi nanti saat aku akan pergi ngantor apakah aku bisa bicara terus terang tentang semua kepada mama",ucap Satria bimbang sambil membaringkan tubuhnya dan menatap langit-langit kamar.
Satria wajahnya nampak pucat dan matanya terlihat sembab karena habis menangis meratapi nasibnya dan menyesali semua yang terjadi.
Setelah beberapa saat lamanya Satria tertidur karena lelah .
'tok tok tok',mama Yuli mengetuk pintu Satria perlahan.Namun karena tidak ada sahutan dari dalam,di buka dan di dorongnya pintu kamar Satria perlahan.Nampak Satria masih tidur lelap,tapi karena takut Satria terlambat ke kantor nantinya,di buka jendela kamar Satria berharap agar sorotan cahaya matahari bisa bangunkan Satria.
Tapi usahanya sia-sia,Satria hanya menggeliat dan bergerak membelakangi cahaya.
"Aku harus bangunkan Satria, bagaimanapun caranya,karena semalam aku ketiduran menunggu Satria pulang", ucap mama Yuli pada dirinya.
Di guncang tubuh Satria.
"Satria sayang,bangun nak hari sudah siang,nanti kamu terlambat ngantor loh",ucap mama Yuli sambil mengguncang tubuh Satria agak kencang.
"Ahh mama,ntar aja bangunnya aku masih ngantuk nih",ucap Satria ke mamanya dengan mata masih terpejam.
"bangun sayang,gimana bisa selesai urusan klien ,investor dan kantor kalau kamu tidak pergi ke kantor ,ucap mama Yuli sambil terus mengguncang tubuh Satria.
Dengan terpaksa Satria duduk di kasur sambil matanya masih terpejam.
"Iya ma,iya aku bangun ,mama tunggu di luar saja biar aku bersiap dulu",ucap Satria kepada mamanya.
Setelah mama Yuli sudah keluar dari kamarnya,Satria segera mempersiapkan diri sebaik mungkin,sebenarnya Satria enggan untuk keluar kamar dan terlebih berangkat ngantor,tapi jika di tunda terus urusan investor ini,mungkin akan jadi masalah yang lebih besar nantinya di kemudian hari.
Di paksanya melangkahkan kaki untuk keluar dari kamar.
__ADS_1
"maaa",sapa Satria lemas.
"Ayo jangan malas gitu,ini lekas dimakan biar gak ngantuk dan semangat",ucap mama Yuli kepada Satria sambil menyodorkan nasi goreng dengan sostel kesukaan Satria.
Satria sedikit malas menyuap nasi gorengnya,namun dia tak mau buat mama Yuli kecewa jika tidak di makannya.
Perlahan namun pasti Satria makan nasi goreng buatan mama Yuli.
"Sayang hasil rapat kemarin bagaimana ?",tanya mama Yuli penuh selidik kepada Satria.
Satria yang mendengar pertanyaan mamanya menjadi tersedak karena terkejut.
"Maafkan aku ma,aku tak bisa pertahankan semua aset kita,karena kesalahanku yang Pernah aku lakukan waktu dulu ,aku tidak mampu meyakinkan para investor",ucap Satria penuh penyesalan.
"Terus kita beneran bangkrut sekarang dan tak punya apa-apa lagi atau bagaimana ?",tanya mama Yuli yang kecewa dengan hasil rapat dengan gelisah.
"Satria benar-benar minta maaf telah buat mama jadi kecewa,andaikan dulu Satria sungguh-sungguh dalam memimpin perusahaan pasti mudah untuk meyakinkan para investor dan mungkin tidak akan begini jadinya",ucap Satria dengan penuh penyesalan.
"percuma sudah semua,nasi sudah menjadi bubur penyesalan mu takkan bisa mengembalikan lagi semua seperti semula,dan lihatlah sekarang kita sudah hancur sat,kita sudah hancur lebur",ucap mama Yuli sambil tertawa dan menangis seperti orang yang tertekan dengan begitu dahsyatnya.
Satria merasa sedih melihat mamanya yang menjadi seperti ini,sungguh Satria tidak menyangka jika perbuatannya di masa lalu akan begini akibatnya.
"Lihat semua ini sat,kita tak lama lagi akan meninggalkannya",oceh mama Yuli dengan histeris.
"Sudah ma,sudah ,mama jangan seperti ini ",ucap Satria dengan nada keras sambil menangis sedih melihat mamanya tak mampu menanggung semua ini.
"sudah kamu bilang,sudah usai semua maksudnya,dan kita setelah ini akan jadi apa,apa kita akan jadi gelandangan ",ucap mama Yuli sambil menangis di sertai tawa keras.
Satria bingung harus bagaimana bisa membuat mamanya kembali tenang seperti sedia kala.
__ADS_1
"Tolong ma,jangan lagi mengatakan hal yang buruk,aku akan berusaha semampuku agar kita bisa hidup dengan layak kembali",ucap Satria sambil menahan tangis.
"Kamu,kamu akan berusaha,berusaha yang bagaimana,berusaha menghancurkan semua itu maksud kamu,hah",oceh mama Yuli dengan wajah penuh amarah.
"Beri kesempatan aku untuk buktikan bahwa aku mampu bahagiakan mama",jawab Satria.
"Harus berapa kali kesempatan yang harus di berikan untukmu,tapi ujung-ujungnya membuat kecewa",jawab mama Yuli.
"Ma,jangan berkata begitu,aku sudah bukan Satria yang nakal dan manja,aku akan menjadi Satria yang tangguh seperti harapan mama",ucap Satria.
"Ha ha ha,Satria tangguh,Satria yang hanya peduli pada dirinya sendiri ini akan berubah menjadi Satria yang tangguh seperti harapanku,itu hanya mimpi yang takkan pernah terwujud",ucap mama Yuli.
"Maaa,jangan mematahkan semangatku untuk berubah,aku mohon dukunglah anakmu ini",ucap Satria sambil menangis.
"kamu patah semangat karena gak ada dukungan mama,dukungan yang mama beri kepadamu telah engkau salah gunakan dan kamu sepelekan kasih sayang mama dengan bujuk rayu dan kata manismu ",oceh mama Yuli sambil menunjuk muka Satria.
"Maafkan aku ma,maafkan aku yang dulu,sekarang aku akan merubah semuanya menjadi lebih baik",ucap Satria.
"sudah ,sudah jangan buat mama tertawa lebih keras lagi dengan semua janji manismu dan ucapan dari mulutmu yang penuh dengan kepalsuan",ucap Mama Yuli.
Mama Yuli segera berlalu meninggalkan Satria di ruang makan seorang diri.
"Kenyataan hidup ini tak semanis mimpi-mimpi ku untuk membuat Anak ku menjadi orang yang sukses dan berguna,semua ini hanya impian yang takkan menjadi kenyataan pada akhirnya,aku akan kalah karena butanya mataku karena kasih sayang yang berlebih kepada orang yang tak pantas mendapatkannya ",ucap Mama Yuli pada dirinya sendiri.
Merasa tekanan hidup yang semakin berat,mama Yuli duduk terpekur menyesali mengapa dia tak pernah dengarkan nasehat suaminya,mengapa karena rasa cinta yang besar kepada Satria,yang kini menjadi dalang dari kehancuran di rumahnya.
"Apa yang salah dengan cintaku Tuhan",ucap dan Teriak Mama Yuli kepada sang pencipta.
Mama Yuli terus menangis di kamarnya menyesali semua yang terjadi.
__ADS_1