
Begitu bangun dari tidurnya Satria nampak terkejut melihat mamanya tidur di kursi samping tempat tidurnya,segera di angkat mamanya dan di baringkan perlahan di kasur .
Satria segera mandi dan mencari sarapan di sekitar rumah kontrakannya untuk mamanya bila terbangun nanti.
Nasi pecel sekitar rumah menjadi pilihan.sesampainya di kostan terlihat mamanya sudah bangun.
"kamu darimana sat",tanya mamanya.
Satria tidak menjawab pertanyaan mamanya.
"mama sarapan dulu baru kita bicara",ucap Satria sambil menyodorkan nasi pecel buat mamanya.
usai sarapan mereka menikmati teh hangat.
"mama koq bisa tidur disini ?",tanya Satria kepada mama Yuli.
"iya kemarin mama datang ke club dan melihatmu mabuk dan segera membawa kamu kesini",ucap mama Yuli.
"sama siapa mama ke club,bukankah club itu hanya untuk anggota saja",ucap Satria penasaran.
"mama dengan temanmu Yudha,kamu kenapa bisa terperosok menjadi pemabuk seperti itu",protes mama Yuli.
"semua ini karena mama dan papa yang tak pedulikan aku ",ucap Satria sekenanya.
"tahukah kamu bagaimana keadaan papamu sekarang,papa sekarang sekarat terkena serangan jantung dan harapan hidupnya sangat tipis,perusahaan juga sekarang lagi kolaps,semua aset kita hampir terjual semua",jelas Mama Yuli.
"terus apa hubungannya denganku,bukankah papa sudah mengusirku ",ucap Satria dengan nada marah.
mama Yuli menampar Satria dengan sangat keras,'plaaak'.
"kamu itu ngerti gak sih ucapan mama,papa hampir meninggal dan kamu dengan egonya mengatakan tidak ada hubungan dengan papa,kamu punya hati tidak ,hah !",ucap mama Yuli marah.
__ADS_1
"sia-sia mama mencari kamu sampai meninggalkan papamu terbaring sakit dan sendirian di rumah bersama bik Jum,sekarang mama sudah tahu bahwa kamu bukan anak yang baik,dan mulai sekarang terserah kamu mau hilang kek,mau mati kek,mama sudah tak peduli lagi",ucap mama Yuli ketus.
mama Yuli segera berdiri hendak beranjak pergi,"jangan menyesal jika kamu tidak bertemu papa untuk terakhir kalinya",ucap mama Yuli lirih.
Mama Yuli bergegas menuju mobil dan berlalu pergi menjauh dari rumah kontrakan satria.rasa sesal ,rasa kesal ,marah berbaur menjadi satu,"kamu keterlaluan sat,sebenci apapun kamu dia tetap papamu",ucap mama Yuli di sertai deraian air mata.
"maafkan aku pa,aku tak berhasil membawa anakmu pulang,kamu pantas marah kepadanya karena semua ucapmu benar,bahwa dia bukanlah anak yang baik"ucap mama Yuli dengan penuh sesal.mobil sampai di halaman rumahnya,tampak ada bendera kuning di depan rumah,segera mama Yuli berlari kecil masuk ke rumah.
Alangkah terkejutnya dia melihat suaminya sudah terbujur di balut kain kafan.
"bik ,ada apa ini,kenapa bibik tidak beri kabar padaku ",ucap Mama Yuli sambil menangis kencang .
"maafkan saya ,no hp Nyonya tidak aktif jadi saya lancang menghubungi warga setempat untuk mengurus jenazah tuan",ucap bik Jum sambil menunduk sedih.
segera mama Yuli cek hpnya ternyata hpnya beneran mati,"YAA ALLAH,cobaan apa ini,bagaimana nasibku ini",ratap mama Yuli menangis sedih.
"charge segera hp saya bik,saya akan kabari Satria nanti kalau sudah cukup batere",perintah mama Yuli sambil terus menangis.
"Bagaimana Bu,apakah bisa kita sholati jenazah sekarang juga",tanya pak ustadz.
"bisa tunggu sebentar pak,biar anak ku Satria hadir di sini dulu pak",jawab mama Yuli dengan berlinang air mata.
Para tetangga berdatangan dan menyatakan bela sungkawa atas kepergian papa Feri,para relasi,staf anak buah banyak juga yang hadir melayat.
"bik ,ambilkan hp ku sekarang",perintah mama Yuli kepada bik Jum.
setelah hp di terima, segera di telfonnya Satria namun no tidak aktif,teringat mama Yuli akan no Yudha, segera di telfonnya.
"Assalamualaikum ",ucap Yudha.
"wa'allaikum salam,ini benar Yudha teman Satria ?",tanya mama Yuli tak sabar.
__ADS_1
"iya ,ini siapa",tanya Yudha.
"ini Tante yud,Tante minta tolong kamu cari Satria karena sedari tadi no nya tidak aktif ",ucap mama Yuli.
"bukankah tadi Satria sama Tante",jawab Yudha heran.
"iya yud,tadi Tante ajak pulang ,dia gak mau,oh iya tolong sampaikan bahwa papanya akan di makamkan sebentar lagi,kalau dia masih ingin melihat wajah papanya terakhir kali suruh segera pulang",ucap mama Yuli.
"innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un,iya Tante biar saya sama teman-teman cari Satria,begitu ketemu akan kami antar pulang",ucap Yudha panik.
"semoga kamu lekas ketemu sat,semoga masih ada waktu bagi mu untuk memeluk dan memandang wajah papamu terakhir kali",doa mama Yuli.
hari sudah sore namun Satria tak juga pulang,jenazah juga sudah di sholati.
"bagaimana Bu,bisa kita makamkan sekarang, kasihan kalau kemalaman Bu",ucap pak ustadz.
"tunggu setengah jam lagi pak ustadz,jika putraku tidak hadir juga,kita makamkan saja segera",jawab mama Yuli.
setengah jam kemudian ,nampak beberapa motor berhenti depan rumah,satria jalan dengan terhuyung-huyung hingga jatuh berulang kali.matanya nanar dan terus menangis."papaaa,maafkan Satria pa,papa jangan pergi tinggalkan Satria jika papa masih ingin marah,cemooh Satria pa,jangan diam saja,tampar Satria pa jangan diam saja",ucap Satria sambil menangis dan berlutut di dekat jenazah papanya.
"maaf mas,jenazah harus di makamkan sekarang",ucap ustadz.
"jangan ustadz,papaku belum meninggal ustadz,papaku orang kuat ustadz",ucap Satria menangis tersedu-sedu.
namun karena sudah terlampau sore jenazah segera di berangkatkan , Satria berjalan dengan lunglai mengikuti keranda dari belakang saat tiba di kubur, Satria di suruh adzan di telinga papanya,seketika Satria turun dan adzan dikumandangkan,namun air mata kesedihan terus mengalir tanpa henti.
setelah di adzani Satria memandang wajah papanya yang pucat dan memeluknya untuk terakhir kalinya,"maafkan aku pa,aku janji akan jaga mama semampuku",ucap janji Satria kepada mendiang papanya.
setelah itu jenazah tertutup tanah sepenuhnya ,semua pelayat pergi meninggalkan makam,tinggal Satria dan empat kawannya yang menemani,"ayo sat,sudah ikhlaskan papamu,mamamu juga butuh kamu sat,mari kita pulang sat",ucap teman-temannya.
Satria bangun dari duduknya,langkahnya lemah,dan gontai,kini dia harus menjaga mamanya dan juga harus mengelola perusahaan tanpa tahu menahu soal perusahaan.
__ADS_1