ANAK SEMATA WAYANG

ANAK SEMATA WAYANG
WIBAWA SATRIA


__ADS_3

Pemakaman papa Feri berjalan lancar,terdengar lantunan doa di rumah Satria.


Satria ikut mengaji namun air mata penyesalan terus mengalir dari matanya."sudah sayang ,kita ikhlaskan papa,biar papa tenang di alam sana",ucap mama Yuli kepada Satria.


Walaupun sebenarnya hati mama Yuli pun terasa ingin menangis dan menjerit,tapi dia pura-pura tegar di depan anaknya Satria.


mendengar penuturan mamanya Satria hanya diam,"maafkan aku pa,maafkan anakmu yang tidak berguna ini"ucap Satria dalam hati sambil berderai air mata.


Seminggu sudah pengajian meninggalnya papa Feri selesai.


semua handai taulan sudah pulang,rumah kembali hening yang tinggal kini hanya mama Yuli, Satria dan pembantunya bik Jum.


'ting tong',terdengar suara bel dari luar,bik Jum segera keluar.


Terlihat beberapa orang masuk dan duduk di kursi tamu,"Nya,tuan ada tamu dari kantor",ucap bik Jum kepada mama Yuli dan Satria.


Segera mama Yuli dan Satria menemui tamu itu.


"Ada apa ini, rame-rame kesini ?",tanya mama Yuli.


"Maaf kalau kita mengganggu,begini Nyonya dan tuan,aset kita karena ada tunggakan pembayaran akhirnya hilang saat di gadaikan tidak bisa di tebus lagi ",ucap salah seorang tamu.


"Kalian ini dari kantor pusat khan"ucap Satria sambil mengingat beberapa orang saat menggantikan papanya di kantor pusat.


"Iya tuan,kamu dari kantor pusat,beberapa kantor cabang kita sudah tutup karena kita tak lagi mampu mengelolanya dan banyak investor yang mencabut dan meminta kembali sahamnya",jelas seorang tamu.


"Tapi di antara kalian aku tidak melihat Anthony,bukankah dia wakil direktur,dimana dia sekarang?",tanya Satria.


"bapak Anthony sekarang sedang menghadapi para klien dan para investor agar mau mempertahankan kerjasama dengan perusahaan kita",jelas tamu.


"menurut kalian,apakah perusahaan kali ini akan mampu bertahan menghadapi semua ini ?"tanya Satria penasaran.


"jujur tuan , sepertinya perusahaan tidak akan bertahan lama bahkan mungkin harus membayar denda dan mengembalikan saham para investor,mungkin sebentar lagi perusahaan di pastikan akan gulung tikar,terlebih tuan Feri sudah tiada",jelas tamu.


Satria segera berdiri dan berjalan mondar-mandir dengan memegang dagunya nampak berfikir sesuatu yang serius.


setelah cukup lama semua terdiam dan hanya memperhatikan Satria yang terlihat bingung.

__ADS_1


"Baiklah,besok segera adakan rapat darurat tepat jam 10 pagi,usahakan semua hadir,para investor dan klien juga wajib hadir,besok aku yang akan memimpin rapat",ucap Satria tegas.


Setelah mendapatkan jawaban dari Satria semua bergegas pamit kembali ke kantor.


"kamu yakin besok mau pergi ke kantor dan mengadakan rapat ?",tanya mama Yuli ragu.


"tentu ma,namun bolehlah aku minta ijin mama,jika besok para investor tetap kokoh pada pendiriannya untuk menarik saham dan minta ganti rugi kepada perusahaan kita,dan jika dana perusahaan tidak mencukupi,kita akan jual beberapa aset yang tersisa hingga bisa menutupi semuanya",tanya Satria kepada mamanya.


"Mama tidak tahu sayang,jika memang tidak ada jalan lain mama setuju saja,karena mama juga tidak mengerti sama sekali tentang perusahaan",jawab mama Yuli lemah.


"sekarang boleh Satria tahu apa saja aset yang tersisa ?"tanya Satria kepada mamanya.


"Saat ini kita ada 2 mobil,2 motor,1 rumah ini dan satu lagi rumah di desa",jelas mama Yuli.


"tabungan dan perhiasan apakah masih ada ma ",tanya Satria.


"kemarin uang tabungan banyak di pakai untuk biaya pengobatan sekarang sepertinya tersisa 100 juta dan untuk perhiasan sudah sebagian mama jual dan tersisa 20 gram saja nak"jelas mama Yuli.


"Baiklah ma,besok pagi mama berikan semua surat aset kepadaku kecuali surat rumah di desa",ucap Satria.


"mau di apakan nak",tanya mama Yuli.


Mama Yuli merasa gusar jika semua aset di jual Satria dan hanya tersisa rumah di desa,apa yang akan terjadi dengan hidupku ke depannya,apakah aku akan menjadi seperti bik Jum,menjadi pembantu seseorang"ucap mama Yuli sedih dan bingung.


Semalaman mama Yuli tidak bisa tidur memikirkan segala kemungkinan yang terjadi.


Pagi-pagi sekali mama Yuli sudah ada di dapur,nampak wajahnya yang pucat karena tidak tidur semalaman, Satria memperhatikan raut wajah mamanya yang layu.


"mama kenapa ?",tanya Satria.


"mama gak bisa tidur semalam,mama memikirkan nasib kita selanjutnya nak" ,ucap mama Yuli kepada Satria.


"mama jangan banyak berfikir,sekarang waktunya kita selesaikan semua masalah agar tidak menjadi beban di kemudian hari,semoga tidak semua aset terjual ma,biar kita bisa bertahan",ucap Satria kepada mamanya.


Setelah sarapan Satria segera berangkat ke kantor sambil membawa beberapa surat penting sisa aset yang di miliki keluarganya.


Sesampainya di depan gedung kantor papanya Satria menghela nafas panjang,langkahnya sedikit gemetar saat memasuki gedung ,jantungnya berdegup kencang,baru kali ini Satria datang ke kantor dengan serius biasanya kalau ke kantor hanya main-main dan bersenang-senang saja .

__ADS_1


"Tuan Satria",sapa Anthony.


"Halo Anthony ",jawab Satria ramah.


Mendengar jawaban dari Satria yang ramah membuat Anthony terpana ,"tuan satria berubah sedemikian rupa ",ucap Anthony dalam hati dengan rasa tak percaya.


"Ayo kita masuk ke ruang rapat sekarang sambil menunggu para klien dan investor yang datang ,ada yang ingin saya bicarakan berdua dengan mu ",ucap Satria terdengar penuh wibawa.


"Baik tuan",jawab Anthony sambil berjalan menuju ruang rapat.


setelah sampai di ruang rapat,"Apa kamu ada simpan berkas semua total saham investor dan data suntikan dana dari para klien perusahaan kita ?",tanya Satria kepada Anthony.


"Ada tuan",ucap Anthony sambil memeriksa beberapa dokumen dan menyerahkannya kepada Satria.


"Ini sudah semua atau belum",tanya Satria kepada Anthony.


"Sudah tuan",ucap Anthony.


Di periksa semua dokumen oleh Satria,di garuk kepalanya berulang sambil mengucap ,"ohw,ohw ohw",


"Lumayan banyak jumlahnya",ucap Satria.


Tidak berapa lama para undangan rapat hadir.


Setelah di rasa semua sudah hadir ,rapat segera di mulai.


"Baik perkenalkan saya adalah putra tunggal tuan Feri direktur perusahan 'PUTRA PERKASA',nama saya Satria Aditya saya mendengar dari anak buah saya bahwa bapak dan ibu ,para klien dan para investor akan menarik kembali sahamnya dan meminta ganti rugi,apakah itu benar ?",tanya Satria kepada semua yang hadir.


"Benar tuan Satria,karena kami semua merasa tak yakin perusahaan ini mampu memegang tanggung jawab setelah papa Feri tiada,terbukti dengan banyaknya proyek yang terbengkalai",ucap salah satu tamu yang hadir.


"Jadi kalian meragukan kemampuan para staf kantor kami,ok tidak masalah bagi saya,tapi bisakah kalian renungkan berapa lama kami menjalin kerjasama dengan kalian semua dan apakah selama ini papa saya sudah merugikan kalian atau malah menguntungkan kalian,coba kalian fikir baik-baik",ucap Satria kepada semua.


Anthony merasa tak percaya dengan apa yang di dengarnya,ternyata Satria memang punya potensi sebagai atasan namu tidak di gunakan sama sekali.


Setelah semua cukup lama terdiam, Satria bicara lagi,"Apakah afdol saat papa saya jatuh sakit hingga meninggal kalian memutus kerjasama begitu saja secara sepihak,dan apakah kalian masih punya hati nurani untuk semua kekacauan ini ?",tanya Satria.


"Ini adalah aset keluarga saya yang tersisa dan mungkin jika kalian menarik dan meminta ganti rugi dan untuk membayar karyawan serta menutup perusahaan kurasa cukup",ucap Satria sambil menunjuk dokumen yang di bawanya.

__ADS_1


"Baiklah kalau kalian hanya diam dan tak ada yang ingin di katakan,kalian fikirkan kembali semua dan besok kita rapat kembali untuk menyelesaikan semuanya",ucap Satria menutup rapat.


"Anthony aku pulang dulu,besok ketemu lagi,jaga perusahaan papaku dengan baik",pesan Satria saat akan pulang.


__ADS_2