ANAK SEMATA WAYANG

ANAK SEMATA WAYANG
TUGAS SATRIA DI RUMAH


__ADS_3

Saat malam, Satria merasa sangat lapar,namun dia menahannya,karena jika ke ruang makan takutnya hanya ada nasi lembek dan telur gosong.


"Aduh perut ku sakit banget,rasanya lapar sekali ",ucap Satria sambil meringis kesakitan.


Segera Satria melangkah perlahan menuju ruang makan ,perlahan di bukanya tudung saji yang ternyata ada sepotong paha ayam goreng dan sambal bawang.


"Lapar kamu ",ucap mama Yuli membuat Satria terkejut."he he he ,mama... Iyah ini lagi makan ayam goreng buatan mama",ucap Satria cengengesan karena malu ketahuan oleh mamanya.


"ambil nasi sana biar kenyang,makan ayam saja mana kenyang",ucap mama Yuli sambil merebus air .


Satria bayangkan,"pasti nasinya lembek kayak kemarin,malas ah kalau begitu",ucap Satria dalam hati.


Mama Yuli segera bikin teh hangat 2 gelas.


"ini minum biar hangat",ucap mama Yuli sambil meletakkan segelas teh di depan Satria.


kemudian mama Yuli ambil piring dan nasi hangat di magic com.


"nih makan,jangan ayam doang gak kentang tau",ucap mama Yuli,terus berlalu meninggalkan Satria seorang diri .


"apa beneran ini mama yang masak ternyata masakan mama enak juga,nasi nya pulen sambalnya jozz",puji Satria dalam hati.


"ingat kalau habis makan cuci piringnya",ucap teriak mama Yuli dari ruang tamu.


"Gak apa-apa lah nyuci piring,kalau mama masak begini tiap hari ,semangat pasti aku makannya ",ucap Satria merasa lega.


"rupanya mama pandai memasak,sayang sekali aku baru tahu,andai tadi siang pas pulang aku mau makan pasti aku sangat kenyang",ucap Satria dalam hati.


Setelah makan segera di cucinya semua piring.


Dengan perlahan Satria menghampiri mamanya yang sedang santai menikmati teh hangat.


"ma ,besok kita cek rukonya jam berapa ?",ucap tanya Satria kepada mama Yuli.


"toko emas bukanya agak siang,jadi besok kita kesana siang dikit,mank kenapa ?",tanya mama Yuli kepada Satria.


"gak apa-apa ma,hanya ingin tahu saja ",ucap Satria.


"ma,masakan mama enak ",puji Satria.


"omong kosong,tadi siang saja di suruh makan malah pergi tidur"ucap mama Yuli.


"he he he",ucap Satria sambil tangannya piece dan cengengesan.

__ADS_1


"mama Yuli bangun dari duduknya,besok kamu ikut mama menemui teman mama untuk bahas masalah baju"ucap mama Yuli tegas.


Setelah bicara demikian mama Yuli pergi meninggalkan Satria sendirian di ruang tamu.


"membosankan,hidup hanya berdua dengan mama ,huh enaknya jalan -jalan saja",ucap Satria sambil berusaha menghubungi teman-temannya.


Nomor Satria telah di blokir oleh semua temannya.


"Dasar semua benalu,saat aku berharta semua nempel kayak perangko,tapi saat aku miskin semua pergi menjauhiku,brengsek semua",ucap Satria kesal dan melempar hpnya ke kursi.


"Argh",ucap Satria sambil mengacak -acak rambutnya.


"kalau sendirian begini lebih baik aku tidur saja",ucap Satria sambil berdiri.


Satria kemudian berjalan masuk menuju kamarnya.


Di baringkan segera tubuhnya di atas kasur.


Tidak berapa lama diapun tertidur..


'tok tok tok',sayup terdengar suara ketukan pintu di kamar Satria.


Dengan malas Satria berjalan perlahan menuju pintu.


Satria terkejut mendengar suara mamanya , matanya Satria langsung terbuka lebar dan kemudian cuci muka .


"ma...,maaa,kemana sih mama,aku harus ngapain dulu sekarang ",ucap Satria sambil menggaruk-garuk kepalanya bingung.


Satria mengambil lap,semua di bersihkan secara asal-asalan, kemudian di ambilnya sapu , untuk mengurangi bosannya terkadang Satria berhenti menyapu dan gagang sapunya di jadikan mik lalu dia menyanyi se kenanya.


Sepasang mata memperhatikan tingkahnya dari tadi,seulas senyum nampak dari bibirnya.


Setelah selesai menyapu,dia lalu pel lantainya ,karena Satria belum pernah pel lantai seumur hidupnya,kali ini karena terlalu basah Satria terpeleset saat mengepel.


"eh eh eh",ucap mama Yuli sambil berlari kecil hendak menolong Satria tapi yang ada malah ikut terjatuh juga.


Satria melihat mamanya jatuh langsung terperangah ,dengan sigap dia berdiri dan menolong mamanya."maafkan Satria ma,karena Satria tidak becus ngepel akhirnya mama jatuh terpeleset ",ucap Satria setelah menolong mama Yuli dan di angkatnya menuju sofa dan di dudukkan.


"mama ada yang sakit gak,ada yang luka gak",ucap Satria gugup sambil perhatikan kaki mamanya takutnya ada yang lecet atau apa .


melihat hal itu Mama Yuli tersenyum.


"mama gak apa-apa,sudah lanjutkan ngepelnya kali ini keringkan saja biar kamu dan mama gak terpeleset lagi",ucap mama Yuli sambil mengacak-acak rambut Satria.

__ADS_1


Segera Satria bangun dan lanjutkan pelnya,sesekali mata Satria melirik ke mamanya khawatir kalau tiba-tiba mamanya bangun dari duduknya dan kesakitan .


Setelah selesai pel lantainya.Satria membawa air putih dan di sodorkan ke mamanya.


"ini ma,di minum mama yakin kakinya gak apa-apa?",tanya Satria ke mama Yuli.


"yakin sayang ,mama yakin 100 persen ,sudah kamu mandi sana badan kamu dah bau keringat kayak gitu",ucap mama Yuli agar Satria segera pergi dari hadapannya,karena mama Yuli merasa risih di lihati Satria terus dari tadi.


"Baiklah Satria mandi dulu,tapi kalau nanti bangun dan kakinya sakit bila berjalan ,mama jangan kemana-mana,tungguin Satria bantu mama",ucap Satria tegas kepada mamanya.


Segera Satria menuju kamarnya ,saat akan masuk kamarnya kembali Satria menoleh ke mamanya karena gak tega, setelah memastikan mama Yuli gak kesakitan, Satria lalu masuk kamar dan mandi.


"Kasihan mama bila aku ajak ke toko emas sekarang,lebih baik ku urungkan saja pertemuan hari ini",ucap Satria dalam hati .


Setelah melihat wajah dan pas bajunya sambil bercermin dan merasa sudah cukup keren segera Satria keluar kamar dan.


"loh ,mama kemana koq gak ada di kursi",ucap Satria dengan rasa khawatir di dalam hati.


Satria mencari mamanya di kamar ,ternyata tidak ada.


Lalu mencarinya di dapur.


"mama ngapain di dapur,harusnya mama istirahat saja,mana biar Satria yang kerjain",ucap Satria sambil mengambil pisau di tangan mama Yuli.


Setelah pisau sudah di tangannya,Satria bingung harus ngapain.


"memang kamu bisa ?",ucap tanya mama Yuli.


"gak",ucap Satria sambil menggelengkan kepalanya dengan posisi tangannya tetap memegang pisau.


Di rampasnya kembali pisau oleh mamanya.


"Sudah kamu duduk sana,tunggu mama selesai masak,gak bisa saja pakai ambil pisau segala",ucap dan ocehan mama Yuli kepada Satria.


"he he he", Satria kembali cengengesan.


Tak lama kemudian lauk dan sayur tumis sudah tersedia di meja dan juga 2 piring nasi .


"Ayo buruan makan ,habis ini kita ke toko emas untuk konfirmasi tempat dan harganya",ucap mama Yuli tegas.


"beneran ma,mama kakinya kuat memang kalau ke toko emas ",ucap Satria sambil melirik langkah kaki mamanya.


"kuatlah,mama khan wonder woman",ucap mama Yuli bercanda.

__ADS_1


Hal itu membuat keduanya tertawa bersama.


__ADS_2