ANAK SEMATA WAYANG

ANAK SEMATA WAYANG
CEK NOMINAL 100 M


__ADS_3

Pertemuan mama Yuli dan pria pembeli rumah sangat membuat Satria penasaran,ingin bertanya takut salah,akhirnya Satria memilih diam.


"cek kosong dari om udah di bawa mama, sekarang saatnya aku menulis nominal yang bisa membuat aku dan mama jadi tajir melintir ",ucap Satria bersiasat.


"tapi ,bagaimana caranya aku bisa menulis nominal yang aku mau ",ucap Satria dalam hati.


Satria keluar dari kamarnya hendak masuk ke dalam kamar mama Yuli.


Tapi niat mengetuk pintu tertahan karena bingung harus mulai darimana.nampak Satria mondar mandir di depan kamar mama Yuli.


"Aku harus bilang apa ke mama,apa alasan yang tepat,apa mama akan setuju dengan ideku,tapi mama juga gak suka sama Om tadi,jadi mungkin mama akan setuju dengan ideku ",ucap Satria mondar-mandir sambil terus berfikir.


"Aha, sekarang aku yakin jika mama pasti setuju,aku akan sedikit menghasut mama",ucap Satria licik.


'tok tok tok', Satria mengetuk pintu kamar mamanya.


Mama Yuli membuka pintu,mama Yuli masih terlihat kesal,hal itu membuat Satria jadi ragu kembali untuk bicara,tapi waktu tidak banyak,jika mama Yuli sudah terlanjur isi dengan nominal yang tidak seberapa pastilah Satria tidak akan mendapatkan keuntungan.


"ada apa, ketuk kamar mama ?",ucap mama Yuli dengan nada datar.


"gak ada apa-apa koq ma, cuma mau tanya sesuatu",ucap Satria beralasan.


"mau tanya apa ?",jawab mama Yuli singkat.

__ADS_1


"bisa kita duduk dulu di ruang tamu ma,biar enak bicaranya",ucap Satria lembut.


mama Yuli dan Satria berjalan menuju ruang tamu dan duduk di sofa.


"kita sudah duduk,mau tanya apa ?",ucap mama Yuli masih sedikit kesal dengan pria tadi .


"begini ma,kita habis ini kan pindah di desa nih,rencananya barang kita bawa semua atau kita pergi bawa baju saja ",ucap Satria memulai pembicaraan ,agar mamanya sedikit santai.


Setelah agak lama mama Yuli berfikir.


"sepertinya kita hanya bawa baju saja,karena rumah di desa tidaklah besar ,jika kita bawa semua barang pasti gak akan muat",ucap mama Yuli sambil menjelaskan detail rumah di desa yang akan di huni nantinya.


"kalau gitu kita mesti beli barang baru dong ma,dan setahu ku hidup di desa itu jauh dari segala hal,dan kita akan kesulitan membeli bahan pangan jika kita tidak punya kendaraan jadi sudah jelas kita harus punya kendaraan sendiri kalau tidak ingin mendapatkan kesulitan di desa nanti " ucap Satria kepada mama Yuli.


Mama Yuli berfikir sejenak ,"memang benar hidup di desa jauh dari apapun,tapi membeli semua kebutuhan hidup di sana memang tidak sedikit,terlebih jauh dari segalanya,tapi apakah aku bisa hidup di desa nantinya",bathin mama Yuli.


"oh yah ma,satu hal lagi,jika rumah kita di desa telah rusak ,kita mesti perbaiki lagi,karena sudah lama rumah itu tidak di huni kan ma",ucap Satria agar mamanya semakin yakin bahwa uang yang di keluarkan cukup besar jika beneran tinggal di desa nantinya.


"lalu mama mesti gimana nak,karena rumah ini sudah terlanjur di jual,dan kita hanya punya waktu seminggu saja disini",ucap mama Yuli semakin bimbang dan bingung.


"kenapa mama bingung,mama kan ingin tinggal di desa terus kan tadi di kasih cek kosong sama Om tadi,terus kenapa kita gak tulis nominal yang setidaknya modal hidup dan biaya hidup selama di desa nantinya"ucap Satria merasa ada peluang untuk membuat mamanya menulis nominal yang tidak sedikit.


"lalu menurut kamu kita harus tulis berapa,karena dulu waktu kamu kecil rumah ini mama dan papa beli sekitar 3 Milyar,dan sekarang pasti harganya sudah naik",ucap mama Yuli sedikit ragu karena merasa hidup di desa sangat sulit di jalani.

__ADS_1


"kenapa gak tulis 80 atau 100 M saja ma,itu wajar loh ma,mengingat sekarang sudah berapa tahun dan harga tanah serta rumah kan selalu naik secara signifikan ",ucap Satria mengeluarkan jurus liciknya.


"hah,masa segitu,yang ada kita akan di tuntut sama om Dian karena telah menipu dia dengan harga yang tak sewajarnya",ucap mama Yuli ragu dengan ide Satria yang baginya tidak masuk akal.


"Halah ma,segala om Dian di fikirin ,mama kan tahu dia cinta mati sama mama,jadi Satria yakin kehilangan uang 100 M bagi dia tidaklah seberapa karena bagi om Dian itu pantas untuk orang yang di cintai dalam hidupnya",ucap Satria semakin licik.


Mama Yuli nampak berfikir keras.


"memang sih Dian sangat cinta kepada ku,dan juga benar sih berapapun yang aku tulis dia tidak akan pernah marah karena dia sangat berambisi untuk mendapatkanku bahkan berkomitmen jomblo seumur hidup jika tak bisa menjadikanku sebagai istrinya ",ucap mama Yuli dalam hati.


"Kukira ide kamu ada bagusnya,baiklah mama akan tulis 100 M ,kurasa Dian tidak akan marah,toh kita juga sangat membutuhkan uang yang banyak untuk hidup di desa nantinya,dan mungkin Dian juga paham apa untuk apa aku melakukan semua ini",ucap mama Yuli termakan ucapan Satria.


"Asyik,akhirnya berhasil juga dan dengan uang sebanyak itu ,aku nganggur bertahun-tahun pun masih bisa biayai hidup aku dan mama di desa",ucap Satria dalam hati merasa senang karena berhasil dalam rencana untuk membuat mamanya menulis jumlah yang fantastis.


"Apa ada lagi yang ingin kamu bicarakan ",ucap mama Yuli kepada Satria sambil berdiri.


"sepertinya sudah gak ada ma !",ucap Satria.


"baiklah kalau begitu,besok kita ke bank buat cairkan cek ,dan kita bayar semua hutang kita ",ucap Mama Yuli tentang schedule besok.


"yah ma, Satria akan ikuti kemanapun mama mengajak aku",ucap Satria dengan hati senang.


Mama Yuli pergi meninggalkan Satria yang sedang santai di ruang tamu.

__ADS_1


"Hidup aku memang selalu beruntung,semua yang kulakukan pasti berhasil,akhirnya money datang menjamin hidup ku,ha ha ha ha,Satria gitu loh,putra jenius dari mama Yuli ",ucap Satria bangga pada dirinya sendiri yang merasa hidupnya sekarang sangat beruntung,karena dalam sekejap dia akan memegang uang jaminan hidup bersama mamanya.


"sekarang aku akan mencari motor yang cocok ku pakai di desa,karena dari yang ku dengar hidup di desa yang penting gaya",ucap Satria merasa bangga karena semudah itu akan menarik perhatian orang desa.


__ADS_2