ANAK SEMATA WAYANG

ANAK SEMATA WAYANG
SISA ASET


__ADS_3

Satria merasa tak ingin pergi ke kantor, pertengkaran dengan mamanya membuatnya patah semangat,"mungkin benar kata mama ,aku selamanya takkan bisa memperbaiki semua yang sudah aku hancurkan",ucap Satria menyesal sambil memukul kepalanya sendiri berulang kali.


Niat hati ingin ke kamar ibunya ,di urungkan karena takut membuat luka di hati ibunya,"sudahlah,aku pergi saja ,maafkan Satria ma", gerutu Satria.


Di naiki motornya dan melesat pergi menuju kantor.


Setelah beberapa saat Satria sudah tiba di kantor,"maafkan aku pa,tak bisa pertahankan perusahaan papa",ucap Satria sendiri.


Satria berjalan perlahan masuk ke kantor,di perhatikan sekeliling kantor,dan teringat saat kecil dulu di ajak papa ke kantor,selalu mengganggu para staf,namun papanya tidak marah malah tertawa melihat tingkah Satria yang usil.


Satria masuk ke ruangan kantor papanya, terpampang foto mama,papa dan dirinya.


"Begitu cintanya papa kepada kami,sehingga agar selalu ingat adanya kami foto di letakkan di kantornya",ucap Satria dalam hati.


"Pa bantu aku mencari jalan keluar dari masalah ini",ucap Satria sambil menatap foto papanya.


'tok tok tok',...,"tuan Satria",ketukan seseorang di pintu kantornya.


"masuk",sahut Satria.


"Kamu Anthony,bagaimana tugas yang kuberikan kemarin,apa sudah selesai ?",tanya Satria kepada Anthony.


"Sudah tuan,ini dokumennya",ucap Anthony sambil menyerahkan beberapa dokumen kepada Satria.


Satria memeriksanya dengan teliti,"Jadi menurut kamu, bagaimana dengan nasib semua aset yang ku punya ?",tanya Satria sedikit gugup.


"Setelah saya hitung berulang kali,sepertinya harta tuan hanya tersisa rumah dan perhiasan Nyonya ",ucap Anthony sedikit bimbang.


"Apa sudah semua sama gaji karyawan ?"tanya Satria.


"sudah tuan",ucap Anthony .


"Baiklah segera selesaikan semua sekarang dan tinggalkan aku disini sendiri bersama aset yang tersisa",ucap Satria sedih.


"baik tuan",ucap Anthony.


Setelah Anthony pergi dari kantornya ,Satria segera mengumpulkan beberapa benda untuk di bawa pulang,karena kantor ini pun sudah terjual untuk tambahan biaya kerugian perusahaan.


"Kurasa aku akan mencoba bisnis baru setelah ini,aset yang tersisa aku akan kelola dengan sebaik-baiknya",ucap Satria menyemangati dirinya sendiri.


'tok tok tok',terdengar suara ketukan di pintu..

__ADS_1


"masuk",ucap Satria.


Anthony datang sambil mengatakan ,"tuan sudah selesai semua,para karyawan terlihat sedih karena perusahaan telah di tutup".


Satria menghela nafas panjang,"aku terpaksa melakukannya" ucap Satria.


"iya tuan saya paham,oh iya tuan,apa tuan mau saya antar pulang karena motor tuan yang di luar sudah tidak ada"tawaran dan ucapan Anthony.


"Terimakasih atas tawarannya,sekarang pergilah biarkan aku yang terakhir di kantor ini, terimakasih sudah mengabdi di perusahaan kami selama ini",ucap Satria tulus.


"Kalau tuan butuh sesuatu hubungi saya di no ini ",ucap Anthony sambil menyerahkan secarik kertas berisi no hpnya Anthony.


"iya...",jawab singkat Satria.


"Saya pergi tuan",pamit Anthony meninggalkan Satria sendirian di kantor dengan perasaan tak tega.


"ehm...",di jawab singkat oleh Satria.


Satria merasa sudah mengemas semua barang milik almarhum papanya,lalu Satria berjalan perlahan keluar kantor dengan memperhatikan sekeliling kantor yang akan di tinggalkannya.


Sampai di pintu keluar nampak security kantor belum pulang,"kamu masih disini,apa gaji kamu belum di kasih oleh Anthony ?",tanya Satria kepada security dengan heran.


"sudah koq tuan,hanya saja saya ingin membuka dan menutup gerbang ini untuk terakhir kalinya",ucap security yang merasa kehilangan dengan tutupnya perusahaan.


Satria segera menaiki taxi yang sudah di pesannya dari tadi.


Taxi pun melaju dengan kecepatan sedang menuju rumah Satria.


Sesampainya di depan rumah Satria, Satria segera turun sambil membawa benda yang di anggapnya berharga.


"terimakasih pak",ucap Satria kepada driver taxi.


"sama-sama pak",jawab driver taxi.


Satria segera masuk dan membawa barang papanya ke dalam.


"bik Jum,mama kemana?", tanya Satria karena tak melihat mamanya di rumah.


"Ada tuan, Nyonnya sepertinya tertidur di kamarnya setelah menangis sedih ",jawab bik Jum.


"Tuan,bolehkah bibik tanya tentang sesuatu ?",ucap bik Jum kepada Satria dengan penasaran.

__ADS_1


"Silahkan bik",jawab Satria.


"Apa benar keluarga tuan kehilangan semua aset ?",tanya bik Jum lembut takut Satria marah.


"Iya bik,tapi untungnya masih ada yang tersisa",ucap Satria.


"tapi bibik masih boleh bekerja di sini khan tuan,bibik tidak apa-apa jika gaji bibik di turunkan asalkan bibik masih boleh bekerja disini ",ucap bik Jum sambil menunduk sedih.


"tenang bik,tentu kami akan tetap memakai bibik,tapi benar sih kami tak mampu memberi gaji sebanyak biasanya,jadi bibik gak apa-apa kalau saya bayar setengah gaji sekarang,yah untuk sementara ini saja,jika sudah pulih keuangan kami bibik kami bayar penuh seperti biasanya",jelas Satria dengan rasa kasihan kepada bibik jika sampai kurang gajinya .


"iya tuan bibik mau,meski setengah gaji itu sudah berarti bagi saya dan keluarga saya",jawab bik Jum senang.


"sekarang aku minta tolong bibik,bawakan ini barang ke dalam kamar mama,dan nanti jika mama tanya ini barang darimana,bilang saja semua ini dari kantor papa yang terpaksa aku tutup hari ini",ucap Satria kepada bik Jum.


Setelah menyerahkan box berisi barang almarhum papanya,Satria berjalan memasuki kamarnya dan karena letihnya otak dia berfikir,tanpa mengganti bajunya,langsung tertidur di kamarnya .


Tepat sore hari Satria bangun,karena Satria tadi hanya makan pagi saja,segera Satria menuju ke meja makan,di buka tudung sajinya tidak ada makanan sama sekali.


"biik,biiik",teriak Satria memanggil bik Jum.


Segera bik Jum datang dengan terburu-buru,"Ada apa tuan ?",tanya bik Jum.


"perutku lapar bik,kenapa bik Jum gak masak hari ini ?",tanya Satria kepada bik Jum.


"anu tuan,stok makanan habis dan tadi saat mau bilang Nyonya, Nyonya lagi sedih jadi saya urung bilang,tapi di dapur masih ada stok mie instan,kalau tuan mau ,saya buatkan sekarang",tawar bik Jum.


"Ya sudah bik,tapi cepat dikit aku benar-benar sangat lapar bik",ucap Satria sambil mengeluh dan mendekap perutnya .


"baik tuan,tahan sebentar saya akan segera buatkan mienya",ucap bik Jum.


Dalam 10 menit sepiring mie instan dan teh hangat sudah tersedia.


"silakan di nikmati tuan",ucap bik Jum.


Satria segera berdoa,minum dan memakan mienya ,hanya dalam sekejap mie dan teh hangatnya habis.


"Apa tuan mau di buatkan lagi ?",tawar bik Jum.


"Gak usah bik",jawab Satria.


"lantas mama dimana bik,apa masih tidur ?",tanya Satria.

__ADS_1


"sepertinya masih tuan",sahut bik Jum.


Satria bangun dari duduknya dan menuju kamar mamanya,terlihat mama Yuli masih tertidur lelap,Satria kembali masuk kamar dan tidur karena Satria sama sekali tidak ingin mengganggu namanya tidur.


__ADS_2