
Saat malam Satria terbangun karena mendengar suara tangisan seseorang.
Di bukanya pintu kamar,terlihat mamanya duduk terpekur di lantai sambil memegang foto papa Feri.
"pa,bawa aku pergi saja,aku gak mau hidup tanpa papa"ucap mama Yuli di sela tangisnya.
Satria menghampiri mamanya ."maaa,ayo duduk di sofa ma",ucap bujuk Satria.
Mama Yuli merasa marah di tepisnya tangan Satria ,"jangan sentuh mama,karena kamu papa tiada,karena kamu kita hancur,pergi kamu,pergiii",ucap mama Yuli sambil menangis histeris.
Satria tak ingin membuat mamanya lebih sedih dan terluka lagi,maka dia pergi sedikit menjauh dari mamanya.
"maafin Satria ma ",ucap Satria dalam hati.
"biiik",teriak Satria kepada bik Jum.
Bik Jum terkejut mendengar teriakan Satria sehingga dia buru-buru datang,"ada apa tuan",tanya bik Jum.
"tolong jaga mama bik,temani dia bik",perintah Satria kepada bik Jum.
"Baik tuan",jawab bik Jum.
Bik Jum perlahan mendekati mama Yuli.
"Nyonya",sapa bik Jum kepada mama Yuli.
Tangisan mama Yuli pecah,di peluknya bik Jum sambil berlinang air mata.
"papa bik,papaaa",ucap mama Yuli di sela tangisnya.
"iya Nya, Nyonya yang ikhlas yah,biar almarhum tuan Feri tenang di alam sana,ucap bik Jum sambil membelai lembut rambut Nyonya.
"Bik,bagaimana nasib saya sekarang,apa yang bisa saya harapkan dari Satria anak egois itu,apa yang dia bisa lakukan ,dia hanya pandai habiskan uang,aku menyesal bik,aku menyesal kenapa selalu mengajak ribut suamiku,andai aku tahu suamiku akan tiada mungkin aku takkan pernah mengajaknya ribut,aku kangen papa bik,aku kangen,hu uh uh,hu uh uh",mama Yuli mencurahkan isi hatinya ke bik Jum.
Satria yang melihat mamanya seperti itu,jadi menangis sedih,"kenapa aku bikin mama sedih,kenapa aku tak berfikir bahwa akan seperti ini jadinya,kenapa Tuhaaan",ucap Satria sambil memegang erat kepalanya .
"Aku akan bangkit,pasti aku bisa,aku anak mama satu-satunya dan aku adalah pria,aku akan berusaha",ucap Satria lalu berdiri tegap dan berjalan keluar rumahnya.
Satria berjalan menyusuri jalan dengan menahan sedihnya.
Dia ingin mencari pekerjaan,di susurinya setiap lorong dan jalanan ,di sebuah warung terdapat tulisan menerima karyawan serabutan.
"permisi bu' ",ucap Satria kepada pemilik warung .
"iya nak ada pesan apa ?",tanya ibu pemilik warung.
__ADS_1
"apakah benar ada lowongan Bu,saya ingin bekerja disini?",ucap Satria.
Ibu warung perhatikan dari ujung rambut sampai ujung kaki,"dia pasti hanya berbohong,mana mungkin orang se keren dan se kaya dia mau bekerja di warung rendahan seperti ini",ucap pemilik warung dalam hati.
"apa kamu bisa masak ?",tanya ibu warung.
"tidak Bu?",jawab Satria.
"apa kamu bisa cuci piring ?",tanya pemilik warung.
'tidak bisa Bu?",jawab Satria.
"apa kamu bisa bersih-bersih?",tanya pemilik warung.
"tidak Bu,saya tidak pernah bersih-bersih?",jelas Satria kepada pemilik warung.
"nah itu,itu,orang seperti kamu mana mungkin bisa kerja di tempat saya, kalau saya pekerjakan kamu,bukannya meringankan saya yang pasti akan merepotkan saya,karena harus ajari semua sehingga waktu saya akan banyak tersita buat kamu",ucap pemilik warung.
"maaf kamu tidak di terima kerja disini",ucap ibu pemilik warung ketus.
Satria beranjak pergi dengan kecewa,kembali dia menyusuri jalan dan menemukan tulisan lowongan di sebuah toko.
"permisi pak,apa benar di toko ini membutuhkan karyawan",tanya Satria kepada pemilik toko.
"saya butuh pekerjaan pak,boleh saya bekerja disini ?",tanya Satria.
"ehmm",ucap pemilik toko sambil melihat penampilan Satria,anak ini keren pasti banyak pembeli yang tertarik padanya.
"nama kamu siapa nak ?",tanya pemilik toko.
"saya Satria pak",jawab Satria.
"rumah kamu dimana",tanya pemilik toko.
"Di LINTANG RESIDENCE HOUSE ",jawab Satria.
"hah di kawasan elite,dimana tempat tinggalnya para big bos ",ucap pemilik toko dalam hati mulai minder.
"kamu lulusan apa",tanya pemilik toko.
"saya lulusan S1 pak",ucap Satria.
"kamu S1",ucap pemilik toko semakin keki.
"aku hanya lulusan SMA,dan ini anak ingin jadi karyawan ku padahal dia S1,kalau aku punya karyawan lebih pintar dari aku yang ada malah aku di kadali, tidak aku tidak mau menerima karyawan seperti ini",ucap pemilik toko dalam hati.
__ADS_1
"maafkan saya nak, setelah ku fikir-fikir kamu tidak mungkin bisa bekerja disini,karena tak mungkin bagiku pekerjakan seorang sepertimu,terlalu waow bagiku dan jelas aku tak bisa gaji kamu sesuai pendidikan kamu",ucap pemilik toko kepada Satria.
Satria semakin lemah berjalan" demikian susahnya cari pekerjaan,apa aku ambil saja perhiasan mama buat modal usaha",ucap Satria dalam hati.
"tapi apa mama akan ijinkan,ataukah malah akan membuat mama benci kepadaku",ucap Satria dengan kebimbangan di dalam hatinya.
Satria kembali berjalan,perutnya sudah mulai lapar namun di sebuah rumah mewah terdapat tulisan ,'di butuhkan driver berpengalaman '.
segera di pencetnya bel berulangkali,keluarlah seorang pria muda dari dalam rumah.
"iya mas cari siapa",tanya pemilik rumah.
sambil menahan sakit di perutnya karena lapar,"saya ingin cari kerja disini sebagai driver",ucap Satria.
Pemilik rumah memindai Satria dari atas sampai bawah,"dia lebih keren dan tampan dariku,yang ada orang akan bilang bahwa di lebih cocok jadi majikan aku dan aku yakin istriku pasti akan terpesona melihatnya,kalau aku terima pastinya double hancur aku,wibawa hancur rumah tangga juga hancur lebur",ucap pemilik rumah dalam hati.
"maaf mas,aku tidak bisa terima kamu jadi driver,karena sesuatu yang tidak bisa ku katakan",ucap pemilik rumah kepada Satria.
Satria kembali berjalan tidak jauh dari rumah itu Satria pingsan jatuh di jalanan.
"nak,nak bangun nak",ucap seorang wanita tua penyapu jalanan.Wajah Satria di ciprati air oleh ibu penyapu jalanan .
Satria menggeliat dan membuka perlahan matanya.
Kepala Satria terasa berat,di pegangnya kepalanya dan sebelah tangannya memegang perutnya yang terasa lapar.
"aduuuh",ucap Satria mengeluh.
"saya dimana ini ?",tanya Satria kepada wanita penyapu jalanan.
"nak kamu ini ibu temukan di pinggir jalan,tadi ibu lihat kamu tiba-tiba pingsan",jawab wanita tua itu.
"ini minum air putih dulu",ucap ibu tua itu sambil menyerahkan sebotol air putih kepada Satria,segera oleh satria di teguknya hingga habis air itu.
"maaf bu saya habiskan",ucap Satria lemah.
"iya gak apa-apa nak,kamu pasti lapar yah,ibu lihat kamu pegangi perut kamu dari tadi,ini di makan nak,lauk seadanya",ucap ibu tua sambil menyodorkan sebungkus nasi.
"ayo kita makan disana,tempatnya sudah bersih",ucap ibu tua sambil menunjuk arah di mana ada kursi panjang di pinggir jalan.
Di bukanya bungkusan nasi ,terlihat nasi dengan lauk sambal goreng tempe ,sedikit sambal dan tumisan serta setengah potong telur goreng.
"
"
__ADS_1