ANAK SEMATA WAYANG

ANAK SEMATA WAYANG
BERAKHIRNYA PERSAHABATAN SATRIA


__ADS_3

Mama Yuli merasa sangat resah menunggu kedatangan Satria,dia terus melihat ke arah pintu ,"mampukah Satria memimpin rapat" ,ucap mama Yuli ragu karena selama ini terlihat Satria tidak pernah serius dalam bekerja.


'ting tong',terlihat Satria ada di balik pintu gerbang.


Tanpa menunggu bik Jum,mama Yuli segera berjalan agak cepat menghampiri Satria dan membuka pintu gerbang rumahnya.


Setelah Satria turun dari motornya segera di gandeng mama Yuli untuk segera masuk karena tak sabar mengetahui hasil rapat pagi tadi.


"Bagaimana sayang hasil rapat tadi ?,apakah kita kehilangan semuanya atau mereka kembali menjamin perusahaan kita ?",tanya mama Yuli dengan tak sabar.


"sabar ma, Satria haus mau minum dulu !",ucap Satria bangun dan melangkah ke ruang tengah untuk mengambil minum.Mama Yuli mengikuti Satria dari belakang dengan rasa tak sabar.


"Duduk sini ma ",ucap Satria sambil memukul lembut tempat duduk yang di tawarkan untuk mama Yuli.


Segera mama Yuli duduk.


"mama belum kehilangan semua aset,besok kita baru tahu hasilnya,mama banyak doa saja semoga kita mendapatkan jalan terbaik",ucap Satria kepada mamanya.


Mama Yuli menghembuskan nafas kasar,


"cobalah besok kamu pertahankan semua,mama gak tahu bagaimana hidup kita nantinya jika kita benar-benar bangkrut",keluh mama Yuli kepada Satria.


"Mama jangan khawatir , Satria akan berjuang semampu Satria ",ucap Satria kepada mamanya dengan penuh semangat dan percaya diri.


Hari yang di nanti akhirnya tiba juga.


"Ma , Satria berangkat sekarang,doakan hari ini kemenangan ada di pihak kita",ijin Satria kepada mamanya karena hari ini putusan final rapat kemarin.


Mama Yuli mengangguk perlahan."semoga tidak sampai terjual semua aset kita pa",ucap mama Yuli kepada suaminya yang telah tiada.


Langkah kaki Satria terasa makin berat saat akan memasuki ruangan rapat,nampak hanya beberapa yang hadir di rapat kali ini.

__ADS_1


"Kita tunggu setengah jam lagi, setelah itu baru kita mulai rapatnya",ucap Satria kepada yang sudah hadir.


Satu persatu mulai hadir.dan setelah di pastikan sudah hadir semua.


"Bagaimana kabar pagi kalian hari ini,aku harap pagi kalian cerah".ucap Satria mencairkan suasana yang sedikit menegangkan.


"Baiklah menindaklanjuti rapat kita kemarin,sekarang silahkan kalian mengeluarkan keputusan yang bijaksana !",ucap Satria.


"Saya masih belum bisa memberikan kepercayaan pada perusahaan ini,karena kemarin saya mendengar gosip bahwa tuan Satria notabenenya tidak kompeten dalam memimpin perusahaan ",ucap salah seorang yang hadir.


"Iya benar,saya juga mendengar bahwa tuan Satria pernah menggelapkan uang perusahaan di kantor cabang saat menjabat sebagai pimpinan cabang ",sahut yang lain.


"Baik,memang benar saya dulu cuma main-main saja dalam bekerja dan benar kemarin karena bosan dan ego semata aku menggelapkan perusahaan,tapi tolong beri kesempatan padaku dan perusahaan ini,saya akan berusaha semampu saya dalam mengelolanya,maaf bila kemarin lalu saya berbuat yang membuat keraguan di hati anda semua",ucapan dan pengakuan Satria dengan penuh penyesalan.


"Apa jaminan yang bisa kamu berikan kepada kami kalau kamu bisa menjadi pimpinan yang baik dan tidak lagi menyalah gunakan kekuasaan ",ucap salah seorang yang hadir.


"Saya tidak tahu harus dengan apa untuk menjaminnya,tapi saya berjanji akan memperbaiki diri saya supaya layak menjadi pimpinan di perusahaan ini",jawab Satria lirih.


"Maafkan saya,kurasa sebaiknya saya memutuskan saja kerjasama dengan perusahaan ini,masih banyak di luar sana perusahaan yang lebih profesional di banding perusahaan ini",ucap salah seorang yang hadir.


Rapat semakin gaduh dan akhirnya mereka semua memutuskan kerjasama,dan mengingat akan jasa papa Feri akhirnya mereka putuskan untuk menarik semua tanpa meminta denda kepada perusahaan.


Usai rapat Satria merasa sangat pusing,tidak tahu harus bagaimana menjelaskan kepada mamanya.Satria mengingat kembali saat dia berbuat seenaknya saat memimpin perusahaan."maafkan aku pa,ma,ternyata karena kesalahan masa laluku akhirnya perusahaan ini akan terancam tutup",ucap Satria pada dirinya sendiri.


Anthony sudah mengetuk pintu berulang kali namun sepertinya Satria tidak mendengar.Akhirnya dia menghampiri Satria.


"Bagaimana sekarang keputusan tuan atas nasib perusahaan ini ?",tanya Anthony kepada Satria.


"Kamu sudah tahu hasil rapat dan sepertinya aku tidak akan bisa mencari investor lagi dengan cepat karena ibaratnya,aku adalah orang baru di perusahaan,dan takkan ada yang percaya sebelum ada pembuktian",ucap Satria sedikit menyerah.


"Lalu bagaimana langkah kita selanjutnya ?",tanya Anthony kepada Satria.

__ADS_1


Satria menghela nafas panjang,"Karena permintaan semua investor untuk menarik semua sahamnya ,tugasmu sekarang menghitung semua,setelah itu urus semua aset ini di tambahkan dengan dana perusahaan yang tersisa,jika selesai berikan aku data semua karyawan kita serta rincian semuanya ",ucap Satria yang merasa kalah.


Satria segera bangun dari duduknya,"besok aku akan kesini lagi,para investor memberi kita waktu seminggu untuk memenuhi tuntutan mereka,jadi aku harap besok semua rincian sudah selesai ", ucap Satria.


Segera Satria melangkah keluar dari kantor dengan penuh kekalahan.


Karena suntuk, Satria tidak segera pulang,dia ingin meminta bantuan para sahabatnya,di ajaknya mereka berkumpul di tempat biasa.


Sesampainya di cafe langganannya, Satria segera masuk ,terlihat semua temannya sudah hadir .


"Bagaimana kabar kamu sat",tanya Yudha.


"Beginilah aku,oh iya semenjak papaku sakit perusahaan papa ku terancam bangkrut dan kini banyak asetku yang terjual,bahkan tadi semua investor menarik sahamnya,sekarang bisakah aku minta bantuan kalian ?",ucap Satria meminta bantuan para sahabatnya .


"Aduh Sat,kamu khan tahu,orang tuaku bukan siapa-siapa,jadi maaf banget aku gak bisa bantu",ucap Deni kepada Satria.


"Untuk dana aku gak punya sat,untuk tenaga pasti akan ku usahakan ",ucap Roy kepada Satria.


"Aku sebenarnya ingin bantu kamu,tapi aku takut kalau orang tuaku marah nantinya",ucap Yudha kepada Satria.


"Sepertinya aku tidak punya kemampuan untuk membantu kamu sat,tahu sendiri bagaimana kondisi ekonomi keluarga ku",ucap Bagus sahabat terdekatnya.


Satria bangun dari duduknya,"yah sudah gak apa-apa kalau gak bisa bantu aku,tapi aku juga minta maaf kali ini aku gak bisa traktir kalian semua karena aku sudah bukan Satria yang dulu,Satria yang sekarang adalah Satria yang miskin",ucap Satria.


Satria berlalu pergi meninggalkan teman-temannya dengan rasa kecewa."Saat aku banyak uang kalian ikut menikmati semua,tapi saat aku jatuh begini kalian tidak ingin membantuku, sekarang aku tahu siapa sebenarnya kalian ",ucap Satria dalam hatinya yang penuh dengan penyesalan .


Motor Satria melaju dengan kencang,air mata penyesalan Satria menjadi teman perjalanannya.


"Apa yang harus ku lakukan kini pa",ucap Satria dalam hati.


motor Satria berhenti di atas jembatan layang ,dengan sekuat tenaga Satria berteriak sekencang mungkin untuk melampiaskan rasa kesalnya kepada semua temannya.

__ADS_1


'AAAHH,AAAHH,AAAHH',berulang kali dia berteriak,setelah lelah berteriak Satria duduk terpekur di sebelah motornya sambil bersandar di pagar jembatan.Satria merenungi nasib dan mengingat kembali betapa jahatnya dia kepada papa dan mamanya.


Sepanjang malam Satria menangis di jembatan menyesali semua yang telah terjadi selama ini.


__ADS_2