
Semalam rencana pengembangan toko sudah di bicarakan dan di fikirkan dengan matang,karena itu mama Yuli dan Satria berencana berangkat lebih pagi dari biasanya karena banyak hal yang harus di kerjakan pagi ini,dan mungkin hingga sebulan lamanya mereka akan di sibukkan dengan promo sale yang di rencanakan.
"Bagaimana sat,apa sudah siap",ucap mama Yuli usai sarapan pagi bersama Satria.
"Sudah ma,ayo kita berangkat sekarang",sahut Satria kemudian.
Segera mereka naik taxi yang di pesannya dan sesampainya di toko keduanya nampak sibuk dengan tugas masing-masing.
Barang baru datang sekitar jam 4 sore,hal ini membuat mama Yuli dan Satria bingung,apa baju yang di pajang hari ini, akhirnya di putuskan untuk memajang barang yang paling di minati pelanggan.
"Baiklah ma,kita sudah siap untuk membuka tokonya",ucap Satria semangat dengan promo sale barunya.
namun tak banyak orang yang datang karena memang mama Yuli belum memasang brosur promo sale.
Mereka hanya promokan barangnya lewat medsos.
"maafin Satria ma yah,kita sudah capek tapi ternyata yang datang cuma sedikit",ucap Satria agak kecewa dengan datangnya pelanggan hari ini.
"tidak apa-apa sayang,karena sepi kamu layani sendiri saja dulu, sementara mama akan keluar sebentar untuk memesan brosur buat promo sale toko kita",ucap mama Yuli kepada Satria.
"jangan ma,biar Satria saja yang pergi,mama yang layani mereka ",ucap Satria bergegas berangkat menuju pembuatan reklame yang pernah cetakkan buat tokonya di awal launching.
Mama Yuli melihat Satria yang pergi tinggalkan dia sendirian di toko.
Tidak berapa lama terdengar banyak orang berteriak,"KEBAKARAN ,KEBAKARAN",ucap teriak orang bersahutan.
Mama Yuli mendengar teriakan banyak orang segera berlari keluar untuk melihat apa yang terjadi.
Sesampainya di luar nampak toko di dekat toko mama Yuli terbakar dan juga api mulai menjalar di toko mama Yuli.
Melihat tokonya yang mulai terbakar segera mama Yuli berteriak histeris,karena tak rela jika toko yang baru di bukanya akan di makan si jago merah.
Orang-orang mulai menahan tangan mama Yuli yang hendak masuk toko.
"Lepaskan aku,aku harus masuk ",ucap mama Yuli sambil memberontak .
"jangan Bu,sudah relakan saja semua,harta bisa di cari Bu,tapi nyawa hanya satu dan tak bisa di ganti ataupun di beli",ucap seseorang yang menahannya.
Setelah satu jam berlangsung,nampak toko sudah mulai habis terbakar.
Melihat hal itu,mama Yuli lemas ,kejadian menyedihkan ini kenapa begitu cepat baginya.
Mama Yuli duduk terpekur sambil menangis.
Harapan untuk punya usaha dan hidup lebih baik pudar semua hanya dalam hitungan jam.
Satria nampak berlari dan sampai di depan toko,Satria berteriak dengan kencang.
__ADS_1
"Mamaaa...Mamaaa...Mamaaa...",ucap teriak Satria di sertai tangisan yang menyayat hati.
Dia mengira mamanya ada di toko dan terbakar karena gak sempat menyelamatkan diri .
Satria merasa bersalah karena jika namanya yang pergi untuk urus brosur,pasti mamanya akan selamat,tapi kenapa aku yang berangkat.
"maafkan aku ma,aku menyesal meninggalkan kamu di toko sendirian ",ucap Satria penuh penyesalan sambil menangis.
Nampak di sekitar banyak warga yang ramai dan juga terdengar riuh,petugas damkar juga telah datang dan mulai menyemprot toko dengan air,asap hitam membumbung tinggi di angkasa.
Satria berjalan mendekati petugas damkar.
"pak tolong mama saya pak,dia ada di dalam toko",ucap Satria sambil menangis.
"sebentar dik,adik yang sabar kita akan berusaha sekuat tenaga untuk menyelamatkan korban,tapi bukannya kami bicara buruk,hanya saja di lihat dari gedung yang terbakar habis mungkin jika ada korban,pasti tidak ada yang selamat",ucap petugas damkar yang membuat Satria terduduk lemas dan kembali berteriak memanggil mamanya.
karena keadaan sudah tak seriuh tadi,mama Yuli mendengar dengan jelas teriakan dari Satria,sehingga langsung berdiri dan melangkah mencari sumber suara Satria.
Setelah mama Yuli nampak Satria yang menangis di depan toko sambil bertekuk lutut dan sesekali berteriak memanggilnya.
Mama Yuli mulai berjalan menghampiri Satria,di tepuknya pundak Satria.
"nak...",ucap mama Yuli dengan lembut.
Satria segera menoleh dan segera bangun dan langsung memeluk mamanya .
"maafkan Satria ma,mama gak apa-apa kan,apa ada yang luka ma,apa ada yang sakit ma ?",ucap tanya Satria kepada mamanya dengan khawatir dan memperhatikan tubuh mamanya dengan seksama.
"Tidak sayang,mama gak apa-apa,tapi toko kita sayang,toko kitaaa...",ucap mama Yuli kembali menangis.
"sudah ma,bagi Satria yang penting mama selamat,harta bisa di cari ma",ucap Satria menenangkan hati mama Yuli.
"tapi nak,kita sekarang harus bagaimana,usaha kita hancur,mana mama sudah terlanjur pesan baju ,terus kamu juga sudah terlanjur pesan brosur ,terus bagaimana kita membayarnya sedangkan uang kita semua ada di toko,di tabungan mama hanya ada 60 juta ,dan untuk bayar baju itu masih kurang,terus baju-baju itu buat apa nantinya,terus kehidupan kita bagaimana selanjutnya ",ucap mama Yuli sambil menangis sedih bercampur bingung bagaimana menghadapi situasi yang rumit ini.
"ma,apa kita gak bisa batalin saja pesanan ke Tante Hana masa' dia gak mengerti bagaimana kondisi kita saat ini",ucap Satria ingin membatalkan pesanan yang tak mungkin bisa di kelola karena toko terbakar.
"Tidak bisa sayang,karena perjanjian awal kita pesan namun harus bayar DP jika barang gak laku itu resiko kita,dan jika barang yang di pesan sudah di dp dan di batalkan maka dp dan barang akan di ambil kembali tanpa ada tuntutan dari pihak toko",ucap mama Yuli menjelaskan .
"kalau begitu,Tante Hana yang di untungkan ma,sedang kerugian di tanggung kita sendiri",ucap Satria merasa di rugikan dengan kerjasama ini.
"Apa Satria terima saja tawaran dari Tante Hana untuk jadikan Satria sebagai foto model dengan syarat kita bisa batalin pesanan dan kita bisa dapatkan DP kita kembali meski gak sampai setengah,untuk kita bisa bertahan selama kita belum dapatkan mata pencaharian.
"Gak sayang,mama gak setuju,mama tak mau kamu terjerumus dengan menjadi foto model Tante Hana,kamu tidak tahu bahwa Tante Hana itu suka jadikan modelnya sebagai permainan bahkan tak jarang mereka di jadikan pemuas nafsunya ",ucap mama Yuli yang merasa khawatir dan keberatan jika Satria mau menjadi model dan pastinya akan menjadi korban pelecehan temannya Hana.
"tapi ma,kalau gak gitu kita harus bagaimana ",ucap Satria bingung.
"mama akan menjual rumah kita dan untuk selanjutnya kita tinggal di rumah kita di desa dan uang hasil penjualan rumah bisa kita gunakan untuk usaha di desa",ucap mama Yuli yakin.
__ADS_1
"tapi ma,usaha apa kita nanti di desa,dan apakah mama akan betah tinggal di desa,secara mama hidupnya sudah terbiasa di kota",ucap Satria ragu.
"tidak nak,mama yakin setelah kita tinggal di desa kita akan tahu untuk usaha apa dan mama akan mulai membiasakan diri hidup di desa",ucap mama Yuli sedikit ragu namun berusaha meyakinkan dirinya dan satria.
"baiklah jika itu yang mama inginkan, Satria juga bingung apa ad jalan lain untuk masalah ini",ucap Satria sambil menatap puing-puing tokonya yang telah terbakar habis tak tersisa.
"ayo nak kita pulang saja,percuma disini karena tidak ada lagi untuk kita di sini",ucap mama Yuli sambil menarik tangan Satria.
Satria berjalan melangkah menjauh dari gedung toko yang baru di rintisnya, sebenarnya dalam hati sangat sedih,tapi apa hendak di kata jika Tuhan menentukan hal yang tak kita inginkan .
Satria dan mama Yuli berjalan cepat menjauh dan segera menaiki taxi untuk pulang.
Sesampainya di rumah,Satria menemukan sepucuk surat ,dan tanpa fikir panjang segera Satria membukanya.
'HA HA HA HA
SELAMAT TOKO KALIAN SUDAH HANCUR
DAN AKU PUAS MELIHATNYA
HANYA SAJA HARUSNYA SALAH SATU DARI KALIAN MATI
TAPI TAK APA
AKU CUKUP PUAS MELIHAT DERITA KALIAN'
"Ma,aku curiga kalau pengirim surat ini yang bakar toko kita,apa lebih baik kita lapor polisi saja biar di usut",ucap Satria kepada mama Yuli.
"Gak nak,bukti ini kurang kuat,dan jika di bawa ke ranah hukum pun itu hanya sebuah surat iseng,andai kita punya bukti yang lebih kuat,pasti mama akan usut tuntas ",ucap Mama Yuli sedikit kesal.
"tapi apa mama gak curiga dengan siapa pun"ucap Satria ingin tahu.
",Mama jujur gak tahu dan gak mengerti kenapa ada orang yang sengaja ingin mencelakai kita,jika mama tahu pasti akan langsung mama datangi dan menanyakan alasan dia menyakiti kita"ucap mama Yuli kepada Satria.
"Ya sudah kalau begitu kita masuk saja,kita anggap surat ini tak pernah ada,dengan begitu kita merasa tenang dan tidak was-was",ucap Satria.
Setelah mereka masuk rumah dan membersihkan diri,mama Yuli segera memasak untuk di makan bersama Satria karena seharian ini belum makan karena kebakaran yang terjadi di tokonya.
"ma,besok kita ke Tante Hana dulu gimana untuk mencari solusi masalah ini",ucap Satria kepada mama Yuli.
"sudah mama bilang,kita gak usah kesana untuk menyelesaikan masalah ini,mama yakin jika kita kesana ,maka kamu yang akan di jadikan jaminan dan jelas kamu akan di jadikan Hana mainan",ucap mama Yuli gak suka jika sampai Satria menemui Tante Hana.
"besok ikut mama ke teman mama yang lain,yang akan membantu kita menjual rumah ini dengan harga yang mahal",ucap mama Yuli yakin.
"baiklah ma,jika itu yang mama mau,aku ikut saja kemana mama pergi ",ucap Satria kepada mamanya.
"baguslah sayang ,mama jadi merasa lega mendengarnya",ucap mama Yuli kepada Satria
__ADS_1