
Satria dengan bangga ceritakan soal kepahlawanan Pak To menyelamatkannya saat di hadang pemabuk kepada Bu Nur, Satria merasa beruntung memiliki orang tua angkat sebaik Pak To dan Bu Nur.
Malam berlalu sangat cepat, Pak To kembali ke biliknya begitu pula Bu nur, Satria yang masih merasa lapar menuju ke dapur untuk makan, di bukanya tudung saji cuma ada sepotong tempe goreng dan sambal serta sayur lodeh.
Satria merasa bersyukur masih ada makanan yang bisa di makannya, dengan lahap di makannya makanan yang ada di meja itu.
usai makan, semua alat makan di meja bekas makan di bersihkannya.
Usai makan Satria melihat setumpuk pakaiannya yang sudah kotor segera di masukkan ke dalam kantong plastik, rencananya besok mau laundry saja, dan kemudian Satria membuka simpanan uang hasilnya bekerja sebagai juru parkir beberapa hari ini.
"Semua ada 195 ribu lima ratus perak, lumayan juga hasilnya," bathin Satria.
Pagi telah menjelang Satria bangun lebih pagi dari biasanya.
Segera di sedihnya tiga gelas kopi untuk Dia dan kedua orang tua angkatnya.
Tidak lama berselang Bu Nur bangun.
"Kamu gak tidur Nak?" tanya Bu Nur terkejut melihat Satria berada di dapur sambil mengaduk kopi.
"he he he, Satria bangun sangat pagi sengaja bikin kopi buat Ibu dan Bapak," ucap Satria.
"Ya sudah, ibu ke kamar mandi dulu ya," pamit Bu nur.
setelah keluar dari kamar mandi segera Bu Nur membuat gorengan tepung buat sarapan.
__ADS_1
Gorengan tepung terigu yang manis terasa enak di makan hangat meski tidak ada isi apapun juga tapi lumayan buat ganjal perut.
Setelah semua selesai sarapan Mereka berangkat ke tempat kerja masing-masing, Saat Pak To dan Satria sampai ke warung alangkah terkejutnya Mereka berdua, karena warung pak To seperti habis di bobol pencuri, terbukti gembok warung rusak, dan saat pintu di buka nampak banyak barang yang hilang.
"Sepertinya hari ini libur dulu," ucap Pak To dengan penuh kesedihan.
"Satria bantu rapikan semua ya Pak," ucap Satria menghibur.
"Gak usah Nak, berangkat saja biar nanti Bapak bereskan sendiri sambil santai, hanya saja bapak kasihan nanti Kamu, adiknya Bapak makan apa kalau Bapak gak jualan," ucap Pak To khawatir.
"Urusan itu serahkan kepada Satria, Bapak gak usah banyak fikiran, Satria gak mau Bapak sampai sakit," ucap Satria tulus.
"Satria pamit kerja dulu dan nanti saat jam makan siang Satria akan kembali kemari, jadi Bapak jangan sedih ya," ucap Satria sambil mencium tangan Pak To.
Saat Satria mulai menjaga parkir nampak seorang wanita kebingungan mencari keberadaan motornya.
"Ada apa Bu?" tanya Satria ramah.
"Kamu yang jaga parkir di sini, mana motor saya, jangan-jangan Kamu sendiri pencurinya dengan berpura-pura menjaga parkir," maki wanita itu.
Satria sebenarnya baru datang sedangkan Pak Heru nampaknya belum datang atau memang tidak datang.
"Maaf Bu, saya baru saja datang jadi gak tahu apapun soal motor ibu," ucap Satria membela diri.
"Aku gak mau tahu, Kamu yang bertugas jaga parkir di sini jadi sudah sewajarnya jika Aku minta ganti rugi darimu, Kamu jangan cuma mau uang parkirnya saja, kamu juga harus mau bertanggung jawab atas hilangnya kendaraan di sini dong," ucap Wanita itu sengit. Satria bingung tidak tahu harus berbuat apa.
__ADS_1
"Begini saja Bu, bagaimana kalau Kita laporkan hilangnya motor ibu kepada Polisi agar polisi bertindak secepatnya," usul Satria.
"Tentu saja Aku akan laporkan tapi Kamu tetap harus bertanggung jawab atas hilangnya motorku, selama belum ketemu kamu harus menggantinya jika tidak maka aku pastikan kamu tidak akan bisa menjaga parkir di manapun," ancam wanita itu.
"Aku akan bertanggung jawab tapi tidak bisa bayar sepenuhnya paling bisa menyicil karena Aku hanya seorang juru parkir dengan pendapatan yang tidak seberapa," ucap Satria.
"Masa' nyicil sih, terus Aku berangkat kerja bagaimana? atau begini saja, kamu punya motor kan, aku pakai motor kamu saja sampai motor aku ketemu kurasa dengan begitu kamu takkan rugi," ucap Wanita itu mulai mengatur.
"Tapi Aku gak punya motor Bu," ucap Satria terus terang.
"Terus bagaimana?" ucap wanita itu kebingungan.
"Saya juga gak tahu, lagian saya juga gak tahu motor Ibu, jadi maafkan saya Bu, karena bisa di anggap ibu parkir liar karena tanpa penjagaan juru parkir.
"Ya gak bisa gitu juga kali, Aku itu sudah sering datang kemari dan juga bayar parkir setiap kali usai parkir jadi sudah jelas kamu sebagai juru parkir harus bertanggung jawab atas hilangnya kendaraan yang terparkir di sini, baik suka ataupun tidak suka," debat wanita itu tidak mau kalah.
"Kita pergi ke kantor polisi saja sekarang Bu, biar nanti polisi yang Carikan jalan tengah urusan motor hilang ibu," ucap Satria teguh hati.
"Oke, Kita ke kantor polisi sekarang," ucap wanita itu tidak takut sambil mencari kendaraan untuk mengantarnya ke kantor polisi.
Dan sesampainya di kantor polisi, Satria di cecar dengan banyaknya pertanyaan dan karena Satria juga tidak memiliki karcis parkir resmi maka di anggap tukang parkir liar dan bisa di denda atau di penjara karena di anggap penipuan.
Jadi mau gak mau Satria harus mengganti motor yang hilang itu karena masih dalam kawasan parkir Satria.
mendengar keputusan polisi Satria merasa lemas dan akhirnya menanda tangani surat persetujuan penggantian motor wanita itu.
__ADS_1