
Sebenarnya Mama Yuli tidak nyaman tinggal di rumah barunya, di mana Mama Yuli di haruskan untuk tetap di rumah, tapi Mama Yuli juga yakin bahwa anaknya melakukan ini semua demi kebaikannya, di cobanya untuk tidur malam ini dengan tenang, namun rasa di awasi membuatnya sama sekali tidak tenang, tidurnya sangat gusar berkali-kali Dia berguling ke sana kemari akhirnya di putuskannya untuk keluar kamar mengambil minum di dapur dan saat melihat ada kecoa di dapur mama Yuli menjerit dengan keras.
Tidak berapa lama 2 pengawal dan Satria masuk ke dapur.
"Ada apa ma, kenapa teriak?" tanya Satria.
"Di sana ada kecoa," ucap Mama Yuli dengan wajah ketakutan.
Nampak kedua pengawal menghela nafas lalu menghubungi kedua rekannya bahwa sudah aman tidak ada apa-apa hanya kecoa.
Segera pengawal menangkapnya dan membuangnya keluar rumah, saat hendak keluar Satria menghentikan langkah salah satu pengawal.
"Kalian masuk dari mana, karena pintu terlihat masih terkunci rapat dan kalian bisa masuk tanpa ada suara dan tanpa Aku ketahui?" tanya Satria dengan curiga.
"Rumah ini telah di desain sebagai rumah perlindungan dan yang menjadi pelindung rumah ini hanya 4 orang dan takkan pernah di ganti, karena ada perjanjian jika ada seorang pengawal yang berkhianat maka di pastikan istri, anak dan dirinya akan di hukum dengan di siksa hingga mati, jadi jangan khawatir kami di sini hanya menjaga saja dan tempat kami bisa masuk tidak akan bisa di jadikan tempat keluar karena akses keluar hanya ada satu yaitu pintu keluar itu karena itu kami hanya masuk berdua sedangkan yang dua berjaga di pintu keluar, jadi mas Satria harap jangan menaruh curiga kepada kami," ucap pengawal itu.
"Baiklah aku percaya tapi bukan atas dasar ucapan kamu tapi atas dasar rasa percaya kepada om Dian," ucap Satria tegas.
"Terserah, kami permisi keluar," ucap pengawal itu.
Setelah kedua pengawal sudah keluar, Satria menghampiri mamanya berharap mamanya tidak takut lagi.
"Mama gak apa-apa kan," ucap Satria sambil membantu Mamanya berdiri dari jongkoknya.
"Mama cuma terkejut nak," ucap Mama Yuli.
"Mama hendak ngapain ke dapur malam begini?" tanya Satria lembut.
"Mama gak bisa tidur nak, Mama merasa gak tenang dengan kehadiran 4 pengawal itu, dan karena haus Mama ke dapur dan hendak mengambil minum, namun Mama di kejutkan dengan adanya kecoa," ucap Mama Yuli jujur.
"Baiklah sekarang Mama duduk di sini saja, biar Satria ambilkan minum buat Mama," ucap Satria sambil membantu mamanya duduk.
Segera Satria ambilkan segelas air buat mamanya.
"Ini Ma di minum, habis ini Mama tidur yah," ucap Satria kepada Mamanya.
__ADS_1
Setelah minum air, Mama Yuli nampak sedikit tenang, segera Satria mengantarnya ke kamar dan Satria ikut masuk kamar.
"Mama tidur saja, Satria akan tungguin Mama di sini," ucap Satria sambil mengambil kursi dan duduk di dekat tempat tidur mamanya sambil membaca buku.
Selang beberapa lamanya Mama Yuli akhirnya tertidur lelap, Satria segera jalan perlahan keluar dari kamar Mamanya.
Setelah keluar dari kamar mamanya Satria berniat menengok ke luar rumah.
Kemudian Satria membuka pintu rumahnya terlihat aman dan tenang tidak nampak aktifitas apapun yang mencurigakan di carinya para pengawal namun tidak di lihatnya di manapun juga.
"Apakah para pengawal itu pergi atau ada sesuatu yang terjadi saat ini," ucap Satria sedikit khawatir karena tidak ada pengawal sama sekali.
"Baiklah karena pengawal tidak ada biar Aku saja yang berjaga di sini," ucap Satria sambil duduk di teras rumah.
Selang setengah jam Satria duduk matanya mulai mengantuk.
Satria berulang kali menguap.
Tiba -tiba ada pengawal yang datang menghampiri Satria.
"Mas Satria tidur saja, biar kami saja yang berjaga," ucap pengawal itu setelah menepuk bahu Satria tanpa Satria menyadarinya.
"Kami ada di sekitar sini, Mas Satria tidak akan bisa mencari kami namun kami bisa pantau seluruh rumah dengan baik, jadi sekarang silahkan Mas Satria tidur, serahkan semua masalah keamanan rumah kepada kami," ucap Pengawal itu.
"Tapi," sejenak Satria berfikir "Baiklah aku percayakan keselamatan kami di tanganmu, tolong jangan sekalipun lalai," pesan Satria.
"Baik, silahkan beristirahat," sahut pengawal itu.
Satria segera masuk ke dalam rumah dan masuk ke kamarnya lalu tidur.
Karena terlalu lelah dengan beban fikiran juga letih badan pada akhirnya Satria tertidur lelap.
Saat pagi menjelang Mama Yuli sudah bangun dan mulai memasak, bau sedapnya menyeruak hingga membuat Satria terbangun dari tidurnya.
Segera Satria bangun dan menuju ke dapur.
__ADS_1
"Masak apa Ma enak banget baunya," ucap Satria setelah dekat dengan mamanya.
"Mama masak kari Ayam, Mama masak lumayan banyak nanti Kamu panggil para pengawal agar ikut makan bersama Kita sebagai ungkapan terimakasih karena sudah menjaga kita semalaman dengan aman," ucap Mama Yuli.
"Iya ma, sebentar Satria panggilkan mereka," ucap Satria.
Satria segera keluar dari rumah dan seperti semalam para pengawal tidak terlihat di manapun, sehingga Satria mulai menyusuri seluruh rumahnya.
"Mas Satria mau ke mana, kenapa seperti orang bingung," tegur salah satu pengawal yang tiba-tiba muncul.
Satria nampak terkejut.
"Kalian ini manusia atau bukan sih, tiba-tiba bisa muncul begitu saja tanpa di ketahui di mana rimbanya," ucap Satria heran.
"Kami memang berlatih untuk menjadi pengawal tersembunyi sehingga tidak akan mudah bagi seseorang untuk menemukan kami, lalu Mas Satria sendiri ngapain berkeliling rumah?" tanya pengawal.
"Mama mengundang kalian untuk makan bersama sebagai ucapan terimakasih kami," ucap Satria.
"Maaf Mas Satria karena Kami bertugas maka Kami makannya bergantian tidak bisa bersamaan, jadi jika mau hanya satu orang dari kami yang ikut makan," ucap pengawal tegas.
"Terserah kalianlah, siapapun boleh yang penting ada yang ikut makan," ucap Satria sedikit kesal.
"Baiklah saya yang mewakili mereka semua," ucap pengawal itu.
Satria dan pengawal itu segera masuk ke dalam rumah dan menuju meja makan.
"Ma, tidak bisa kalau semua hanya satu yang ikut makan," ucap Satria dengan nada kecewa.
"Gak apa-apa Sayang, biar yang lain di bungkuskan saja dan tolong berikan kepada mereka agar ikut makan," ucap Mama Yuli kepada pengawal itu
"Baik Mama yuli," segera pengawal itu duduk dan mengambil makanan.
Setelah pengawal selesai makan.
"Tunggulah sebentar, akan Aku bungkuskan makanan untuk teman-teman kamu," ucap Mama Yuli.
__ADS_1
Sambil menunggu Mama Yuli membungkus, Satria mengajak Pengawal bicara dan mencari tahu soal di mana para pengawal itu belajar menjadi pengawal yang bisa mengamati tanpa terlihat.
Namun pengawal tidak ingin bicarakan hal itu, karena itu adalah rahasia para pengawal yang tidak boleh di ketahui orang awam.