
Satria merasa badannya segar kembali setelah makan dan minum pemberian ibu penyapu jalanan.
"terimakasih banyak Bu ,boleh saya tahu siapa nama ibu,siapa tahu suatu saat nanti jika saya sukses saya akan membalas jasa ibu ini",ucap Satria kepada ibu penyapu jalanan.
"tidak usah nak,ibu yang sudah tua ini tidak minta balasan apa-apa,kelak jika kamu sukses jangan lupakan orang yang membutuhkan bantuan mu",ucap ibu penyapu jalanan.
"anak mau kemana, sepertinya sudah lama berjalan ?"ucap tanya ibu penyapu jalanan.
"aku berjalan dari semalam Bu,aku ingin mencari kerja,aku manusia yang banyak dosa Bu",ucap Satria dengan suara lemah dan tertunduk malu.
Di pukulnya pundak Satria dengan lembut.
"nak ,semua orang itu punya dosa,selama kamu masih bernafas,masih ada kesempatan untuk bertobat",ucap nasehat ibu penyapu jalanan.
"Bu,papaku sudah tiada dan mamaku sekarang selalu menangis bersedih,aku tidak tahu bagaimana cara menghiburnya ?",ucap tanya Satria sambil bersedih.
"mungkin mama mu belum siap di tinggalkan papa kamu nak,bersabarlah banyak orang yang mengalami bahkan lebih buruk dari kamu dan ibumu,kita hanya manusia biasa sudah sepatutnya kita berdoa dan berusaha nanti biarlah Allah yang tunjukkan jalannya",ucap nasehat ibu penyapu jalanan dengan bijak.
"Sekarang rencananya kamu mau kemana nak",ucap tanya ibu penyapu jalanan.
"saya tidak tahu Bu,saya hanya ingin mencari pekerjaan dan pulang dengan membawa hasil yang bisa ku berikan kepada mamaku",ucap Satria setengah putus asa.
"nak,saat ini badan kamu juga belum sehat betul,ada baiknya kamu pulang dulu beristirahat,besok atau lusa sebelum kamu mencari kerja mintalah petunjuk Allah ,yakinlah kepada yang Kuasa atas segalanya bahwa ada kemudahan di dalam kesusahan"ucap ibu penyapu jalanan dengan lembut.
Satria nampak ragu dan bimbang,akankah dia pulang dengan tangan kosong padahal dia ingin pulang dengan membawa berita bahwa dia berhasil mendapatkan pekerjaan.
"nak...",ucap ibu penyapu jalanan sambil menepuk pundak Satria.
"iya Bu",ucap Satria terkejut.
"jangan banyak melamun,ini ibu ada sedikit uang pakailah buat ongkos pulang dan ingat jangan pernah putus asa",ucap ibu penyapu jalanan sambil memberi uang Satria 50 ribu rupiah.
"tidak usah Bu",,ucap Satria sambil berusaha kembalikan uang ibu tadi.
"sudah pakai saja nak, daripada nanti kamu jalan lagi dan pingsan,sudah sana pulanglah,ibu harus kembali bekerja",ucap ibu tadi ,segera ibu tua itu berjalan menjauhi Satria dan melanjutkan menyapu jalan kembali.
"Astaghfirullah,ibu itu begitu mulia, terimakasih Bu telah banyak membantuku",ucap Satria dalam hati.
__ADS_1
Satria mulai berjalan perlahan untuk mencari tukang ojek, Satria memang saat ini tidak membawa apapun .Semua tertinggal di rumah,karena semalam keluar rumah pun tanpa berfikir panjang.
"mas ojek mas ojek",tawar seorang pria yang nampak mangkal di pangkalan ojek,segera Satria naik dan minta di antar ke lintang RESIDENCE house.
Di sepanjang perjalanan Satria hanya diam dan tak banyak bicara.
Sesampainya di depan rumah, Satria enggan turun dari motor .
"mas dah sampai mas",ucap tukang ojek karena Satria tak juga turun dari motor.
Dengan lemah Satria turun dari motor, setelah ojek di bayar segera tukang ojek berlalu pergi.
Satria hanya melihat rumahnya dari luar pagar.Dia merasa ragu masuk rumah .
Setelah agak lama berfikir,akhirnya dia masuk juga.
Di rumah terlihat sepi,"sepertinya mama sudah tidur ",ucap Satria dalam hati,kemudian Satria berjalan mengendap-endap masuk ke kamarnya.
"Darimana kamu semalam,kenapa baru pulang sekarang",ucap mama Yuli sehingga membuat Satria menjadi terkejut sekaligus gembira karena mamanya sepertinya sudah tenang.
"Maaf ma,aku semalam mencoba mencari kerja,tapi ternyata mencari pekerjaan itu tidak mudah,aku gagal ma",ucap Satria kepada mamanya sambil tertunduk malu.
"sudah ma",jawab Satria."aku tadi makan di kasih ibu yang baik",ucap Satria dalam hati.
"sini duduk",ucap mama Yuli masih dengan nada kurang ramah.
Satria mendekat dan duduk di samping mamanya, Satria merasa bersalah kepada mamanya,jadi dia akan menerima apapun yang di katakan mamanya.
"Sekarang kita tinggal cuma berdua dan kita hanya punya sisa aset yang tidak begitu banyak,sekarang mau gak mau kita harus bekerja demi kelangsungan hidup kita,mama ingin kita buka usaha dengan uang hasil penjualan perhiasan ,menurut kamu usaha apa yang bisa kita jalankan",ucap jelas mama Yuli.
Satria merasa lega mendengar penuturan mamanya,ternyata mama punya pemikiran yang sama dengan nya.
"ma ,bagaimana kalau kita sewa toko dan buka toko baju bukankah mama punya relasi baju yang bagus",ucap Satria.
"baik kalau itu yang kamu inginkan,besok mama akan hubungi beberapa teman mama untuk membeli baju untuk di jual kembali,sedangkan kamu besok pergilah cari ruko untuk kita sewa untuk harga jangan ambil pertahun cari saja perbulan agar uangnya bisa untuk di gunakan yang lain",ucap perintah mama Yuli ke Satria.
"baik ma,besok Satria akan berusaha mencarinya",ucap Satria dengan semangat dan yakin bahwa usahanya akan sukses kali ini.
__ADS_1
"tidurlah,pasti kamu capek di jalan dan pastinya kamu tidak tidur semalaman ",ucap mama Yuli.
"baik ma",sahut Satria lega karena ternyata mamanya sudah kembali seperti sedia kala.
Segera Satria masuk ke kamarnya dan mandi lalu tidur.
"Pa ,bantu mama untuk bimbing Satria kembali ke jalan yang benar",ucap doa mama Yuli.
Saat sore hari ,Satria terbangun dari tidurnya perutnya terasa lapar,di lihatnya makanan di meja tidak ada."aduh lapar sekali ,mengapa tidak ada makanan sama sekali di meja",ucap Satria dalam hati.
"bik ,bibik",panggil Satria dengan keras.
"ada apa cari bibik ?",tanya mama Satria.
"bibik kemana ma,aku lapar sekali ma",ucap tanya Satria kepada mamanya.
"bibik sudah mama suruh pulang kampung,kalau lapar tunggu mama buatkan makanan",ucap mama Yuli dengan nada datar.
"Apa mama bisa masak,karena selama ini yang masak di rumah cuma bibik,mungkin mama ke dapur cuma bantu bibik ",ucap Satria dalam hati yang merasa ragu dengan masakan mama Yuli.
"ini makanlah",ucap mama Yuli sambil menyodorkan nasi sedikit lembek dan telur agak gosong.
"apa ini bisa di makan",ucap Satria dalam hati.
"ayo di makan,katanya lapar",ucap mamanya.
"iya ma ",ucap Satria.
Satria dengan terpaksa memakan nasinya terlalu lembek dan hambar,sedangkan telurnya sangat asin dan pahit karena gosong.
"bagaimana enak gak masakan mama?",tanya Mama Yuli kepada Satria.
"enak koq ma ",jawab Satria dengan mimik menyedihkan.
"kalau gitu cepat habiskan",ucap mama Yuli.
Dengan terpaksa Satria habiskan makanannya yang sangat tidak enak.
__ADS_1
"Kamu biasanya rewel soal makan,sekarang kamu harus tahu cara menghargai makanan,maafkan mama yang harus prank kamu seperti ini",ucap mama Yuli dalam hati.