ANAK SEMATA WAYANG

ANAK SEMATA WAYANG
MENJUAL RUMAH TINGGAL


__ADS_3

Mama Yuli menyiapkan berkas rumahnya,mama Yuli sadar jika nanti hasil penjualan rumah ini nantinya akan di gunakan untuk membayar orderan dan juga membayar brosur yang sudah terlanjur di pesan.


"Mungkin sudah takdir hidup ku harus tinggal di desa kecil,Pa...maafkan mama harus menjual rumah kita ini ",ucap mama Yuli bersedih hati.


"maaa..."panggil Satria.


Mama Yuli hanya menoleh ke arah Satria.


"Apa kita jadi jual rumah ini,sayang sekali ma kalau di jual,rumah ini terlalu banyak menyimpan kenangan kita bersama papa dan juga masa kecil ku dulu",ucap Satria sambil membayangkan masa kecilnya dulu di rumah ini.


Mendengar ucapan Satria membuat mama Yuli sedikit ragu untuk menjual rumah peninggalan suaminya,karena memang terlalu banyak kenangan yang terjadi,tapi mama Yuli gak tahu apa yang bisa di lakukan untuk membayar semuanya,jika memilih jual rumah di desa mungkin cukup untuk bayar hutang saja ,lalu ke depannya bagaimana,fikir mama Yuli bingung.


"Tidak rumah ini tetap akan aku jual,biar aku gak banyak beban fikiran dan hutang",ucap mama Yuli dalam hati.


"maa...,bagaimana ma,apa kita urungkan saja niat untuk menjual rumah ini",ucap Satria yang keberatan jika rumah ini di jual.


"Tetap harus kita jual,karena bagaimanapun kita harus bayar semua,jangan sampai kita punya hutang yang membuat hidup kita tidak tenang",ucap mama Yuli dengan tegas.


"Baiklah kalau itu mau mama, Satria bisa apa",ucap Satria lemas dan menyerah karena memang keadaan yang memaksa mereka untuk menjual rumah.


"kalau gitu kamu lekas sarapan,habis ini kita berangkat ",ucap perintah mama Yuli kepada Satria.


Segera Satria mengambil sarapan ,namun Satria tiada berselera karena sebentar lagi akan pergi menjual rumah ini,yang masih ingin di pertahankan Satria.


"Apa tak ada jalan lain,kenapa mama gak pilih rumah yang di desa saja yang jelas tidak pernah di tinggali",ucap Satria dalam hati yang menyayangkan keputusan mama Yuli.


"ayo buruan makannya,keburu siang",ucap mama Yuli sedikit memaksa Satria agar mau makan meski sedikit.


Satria makan hanya 5 suap.


"Ya sudah ma,kita berangkat saja sekarang",ucap Satria kepada mama Yuli.


Mereka pun segera naik taxi pergi ke rumah teman mamanya yang mau menjual rumah.


Mereka berhenti di depan rumah berpagar putih bersih.

__ADS_1


'ting tong ',Satria pencet bel pagar rumah atas perintah mama Yuli.


Nampak seorang pria tua keluar dari samping rumah.


"silahkan masuk,mari ikuti saya",ucap bapak tua tadi sambil berjalan ke sebuah ruangan ,"silahkan duduk dulu ,saya akan panggilkan tuan sebentar",ucap bapak tua sebelum meninggalkan kami di ruangan itu.


Ruangan apa ini,seperti perpustakaan tapi kenapa cuma ada 2 meja dan 8 kursi ",ucap Satria dalam hati.


Dari dalam nampak keluar seorang pria yang sebaya dengan mama Yuli,parasnya sangat ganteng dan menawan.


"Halo Yuli,apa kabarmu"ucap pria tadi sambil menyalami mama Yuli dan Satria.


"Aku baik-baik saja",ucap mama Yuli datar.


"Syukurlah,lalu ini siapa ",ucap pria itu sambil menunjuk Satria.


"ini Satria anak ku semata wayang",ucap mama memperkenalkan Satria.


"Sangat tampan ,cocok untuk menjadi anak ku",sahut pria tadi.


"Lalu ada angin apa yang membawamu kemari ", ucap pria tadi.


"ha ha ha,itulah yang aku suka darimu,selalu bicara tanpa basa basi,kalau boleh tahu kamu ingin jual harga berapa ?",ucap tanya pria tadi.


"kalau kamu mau menikah denganku,kamu tidak perlu menjual rumah itu,justru aku akan memberi mu sebuah rumah dan villa ",sahut pria itu.


"Om kalau bicara yang sopan",sahut Satria naik pitam mendengar ucapan yang tak pantas dari pria di depannya.


"Bagus,bagus kamu punya anak pria yang bisa menjaga kamu dengan baik,aku senang melihatnya",ucap pria tadi yang membuat Satria heran.


"Siapa sebenarnya pria ini,terlihat sangat misterius",ucap Satria dalam hati.


"Ok Yuli,ini ada cek kosong,isi saja dengan nominal yang kamu inginkan,aku sendiri yang akan membeli rumahmu,dan kelak jika kamu mau kamu bisa meminta sebagai mas kawin pernikahan kita",ucap pria itu.


"cukup,sudah sejak dulu aku menolak mu",ucap mama Yuli tegas .

__ADS_1


"Aku kemari hanya ingin menjual rumah bukan untuk yang lain,jadi jaga bicara kamu",ucap mama Yuli marah.


"ok,ok sudah kamu jangan marah ,gadis ku tidak boleh marah,harusnya kamu paham kenapa sampai sekarang aku tidak menikah,itu karena aku masih menunggu kamu mau menjadi istri ku",ucap pria tadi bersikeras ingin menikahi mama Yuli.


"Om ,siapa sebenarnya om ini,dari tadi ngebet sekali ingin menikahi mama ku",ucap Satria bernada kasar .


"Aku adalah pria yang harusnya menikah dengan nama kamu,namun mama kamu menolak perjodohannya dengan ku,tapi meski begitu aku rela menunggunya sampai kapan pun juga,karena aku sangat mencintai mama kamu ",ucap pria tadi sambil menatap mama Yuli dengan tatapan yang tajam .


"Aku tidak mencintaimu,baik dulu maupun sekarang,jadi jangan ungkit masa lalu",ucap mama Yuli ketus.


"Baiklah Yuli sayang,aku takkan mengungkit masa lalu,ini cek kosong yang sudah ku tanda tangani dan mana surat rumah kamu",ucap pria tadi kepada mama Yuli.


Segera mama Yuli menyodorkan surat rumah dan menerima cek kosong yang bisa di bilang kesempatan emas untuk mendapatkan untung yang banyak .


"terimakasih ",ucap mama Yuli.kemudian mama Yuli berlalu pergi dan berjalan dengan tegak dan sama sekali tak menoleh ke belakang .


"ma,Om tadi tajir habis yah, masa' kasih mama cek kosong,kenapa mama gak mau di kamar dia tadi",ucap Satria kepada mamanya.


"Diam kamu,kalau gak tahu jangan bicara",ucap mama Yuli yang terlihat sangat marah .


Satria bergidik ngeri karena tak pernah melihat mama Yuli semarah itu selama hidupnya.


"Maafkan Satria ma, Satria gak ada maksud untuk ikut campur urusan mama",ucap Satria kepada mamanya dengan penuh penyesalan.


Sepanjang jalan pulang ,mama Yuli nampak tak banyak bicara , sepertinya masih kesal dan marah karena pria tadi.


Dalam hati sebenarnya Satria sangat penasaran dengan pria tadi,ingin bertanya kepada mamanya takut di semprot lagi,akhirnya Satria hanya memendam rasa penasarannya di hati.


"maaa...",ucap Satria lembut setelah tiba di rumahnya


mama Yuli hanya menoleh sekilas.


"Satria istirahat dulu yah ma ",ucap pamit Satria kepada mamanya agar bisa komunikasi dengan mamanya.


Namun mama Yuli hanya diam dan lalu masuk ke kamar.

__ADS_1


Mama Yuli membanting tubuhnya di atas kasur .


"Bre*****,dasar pria bre***** kamu tetap tak berubah Dian,terus saja mengejar ku dan berusaha menjerat ku dengan harta mu,dasar",ucap mama Yuli kesal.


__ADS_2