ANAK SEMATA WAYANG

ANAK SEMATA WAYANG
SATRIA MABUK BERAT


__ADS_3

Sakit yang di derita papa Feri semakin parah sudah sebulan tapi papa Feri tak juga kunjung sembuh,setiap Minggu keluar masuk rumah sakit.sedangkan mama Yuli sibuk mencari keberadaan Satria hingga kurang bisa membagi waktu,seluruh perusahaan di handle wakil direktur,namun karena kurangnya rasa percaya investor membuat perusahaan terancam bangkrut,satu demi satu aset papa Feri terjual untuk menutupi kurangnya dana perusahaan,mama Yuli yang tidak tahu menahu tentang perusahaan menyerahkan semua keputusan kepada wakil direktur.


"kamu dimana sayang,tidak tahukah betapa sulitnya hari-hari mama,papamu sakit , perusahaan kolaps,aset banyak yang terjual,gimana selanjutnya hidup mama ini ?",ucap mama Yuli sambil meratap sedih.


hari-hari dilalui mama Yuli dengan berat,sekarang papa Feri hidup di bantu dengan oksigen, telfon dari perusahaan dan para investor pun menanyakan kapan papa Feri sembuh,karena wakil direktur sepertinya tak mampu pertahankan para investor,karena banyak yang menarik sahamnya kembali,jika dalam dua bulan papa Feri tak sembuh kemungkinan besar perusahaan akan tutup total.


"pa,lekaslah sembuh,aku tak tahu lagi bagaimana ke depannya nanti,sekarang aset kita hampir habis ",ucap mama Yuli kepada papa Feri yang masih belum sadar dari komanya.


"aku harus bagaimana ini YAA ALLAH berikanlah aku jalan terbaik",ucap doa mama Yuli sambil menangis terisak.


"bik Jum",panggil mama Yuli.


"iya Nya ada apa?",tanya bik Jum.


"aku mau keluar bik,sepertinya besok baru pulang,tolong jaga tuan baik-baik",ucap mama Yuli.


", Nyonya mau kemana ?",tanya bik Jum khawatir.


"aku mau cari Satria bik,dia harus tahu kalau papanya sudah sakit parah,aku akan mencarinya seharian jadi aku harap bibik bisa jaga tuan dengan baik",ucap mama Yuli yakin bahwa dia akan menemukan Satria.


"baiklah Nya ,tuan akan saya jaga semampunya,saya harap Nyonya hati-hati di jalan",pesan bik Jum .


Di ciumnya kening suaminya yang terbaring lemah,"aku pergi dulu pa,doakan aku bisa bertemu anak kita Satria",pamit mama Yuli kepada suaminya .


Bergegas mama Yuli mengendarai mobilnya dan melaju dengan kecepatan sedang,setiap jalan yang di lewati di telitinya dengan cermat.


saat mobil berhenti di lampu merah,jendela mama Yuli di gedor-gedor."Tante ,Tante",ucap seorang pemuda sebaya Satria.


di bukanya pintu jendela mobil.


"aku temannya Satria te,ayo minggirkan mobilnya disana,aku ingin beritahu sesuatu ke Tante",ucap pemuda itu.


Mama Yuli mengangguk perlahan,lalu memarkirkan mobilnya di tempat yang di tunjukkan pemuda tadi.


Mama Yuli keluar dari mobilnya.


"ayo te kita ke cafe itu,kita bicara disana saja",ajak pemuda tadi sambil menunjuk .


Karena ingin tahu apa sebenarnya yang ingin di katakan pemuda itu,di ikuti pemuda itu menuju cafe tenda dekat jalan.


setelah duduk dan memesan minum."kamu siapa dan apa yang ingin kamu katakan tentang Satria?",tanya mama Yuli penuh selidik.


"kenalkan te,aku Yudha aku teman Satria yang dulu pernah main ke rumah Tante dan di usir oleh suami Tante",jelas pemuda itu memperkenalkan diri.


"lalu apa yang ingin kamu katakan tentang Satria?",tanya mama Yuli penasaran.


"Satria sekarang parah te,kami berempat sudah tidak mampu mengontrol dia, sebenarnya kami ingin ke rumah Tante sejak lama tapi takut suami Tante marah,jadi kami biarkan saja Satria ",jelas Yudha.

__ADS_1


"aku gak mengerti,maksudnya kontrol Satria yang bagaimana,coba kamu jelaskan biar aku paham",ucap mama Yuli penasaran.


"Tante minum saja dulu,habis ini aku akan tunjukkan dimana dan bagaimana Satria agar Tante tidak menganggap aku hanya mengada-ada ",ucap Yudha.


Dengan tak sabar segera di minumnya,lalu berdiri dan menarik tangan Yudha,"ayo sekarang tunjukkan dimana dia ",ucap mama Yuli tak sabar.


"kita naik mobil Tante,tempatnya lumayan sedikit jauh dari sini", ucap Yudha.


"kamu bisa bawa mobil tidak,kalau bisa kamu saja yang nyetir biar langsung sampai ke tempatnya Satria berada",ucap mama Yuli tegas sambil menyerahkan kunci mobil.


"baik te ,biar saya yang bawa mobilnya biar cepat",jawab Yudha.


Bergegas mereka menaiki mobil dan Yudha sebagai sopirnya.


"sebaiknya Tante siapkan diri ,jangan sampai shock lihat Satria nantinya ",pesan Yudha.


"sudah jangan banyak bicara ,cepat antar aku ke tempatnya,jangan bikin aku tambah pusing",ucap mama Yuli dengan tak sabar.


Mobil berhenti di sebuah club yang terlihat gak terlalu besar luarnya,segera mama Yuli masuk tapi saat akan masuk langkahnya terhenti oleh petugas jaga.


"Bisa tunjukkan kartu anggota club anda ?",tanya penjaga club yang berbadan kekar.


Mama Yuli nampak bingung harus bagaimana agar bisa masuk.


Yudha setelah memarkirkan mobilnya menghampiri mama Yuli dan menggandeng tangannya.


"ok kalian berdua boleh masuk",ucap petugas jaga.setelah melewati penjaga di lepasnya tangan Yudha oleh mama Yuli sambil matanya melotot."maaf Tante cuma akting saja biar bisa masuk sebagai pasangan",ucap Yudha beralasan.


"mari Tante saya tunjukkan tempat Satria biasanya berada",ajak Yudha ke mama Yuli.


mereka naik turun tangga akhirnya mereka tiba di sebuah ruangan tertutup tirai.


segera di bukanya tirai oleh mama Yuli dan betapa terkejutnya melihat anaknya Satria mabuk dan di temani wanita purell ,di hampirinya Satria lalu di tamparnya sekeras mungkin sambil berlinang air mata.


"keterlaluan kamu,mama benci kamu",ucap mama Yuli dengan nada marah.


Satria yang tidak sadar karena mabuk,hanya tertawa saja dan terus mengoceh tidak jelas.


"tolong bawa anak ku pergi dari sini sekarang juga",ucap mama Yuli kepada Yudha sambil menangis.


Segera di papahnya Satria yang sedang mabuk berat menuju mobil.


"Biar aku yang setir Te,Tante temani saja Satria di belakang",ucap Yudha.


MObil melaju dengan kecepatan sedang .


Di mobil Satria terus mengoceh tidak jelas.

__ADS_1


"Kita kemana ini te ?",tanya Yudha.


"apakah Satria punya tempat tinggal sementara selama tidak pulang,kalau ada kita kesana saja",ucap mama Yuli sambil menangis melihat keadaan Satria yang kacau,rasanya ingin marah pada Satria.


"baik te ",sahut Yudha ,mobil segera menuju rumah kontrakan Satria yang tidak terlalu besar namun ada tempat parkir yang cukup luas.


setelah mobil terparkir,di papahnya lagi Satria masuk ke dalam kontrakan."kamu punya kunci rumah ini ?",tanya mama Yuli.


"tidak punya te,tapi aku tahu kuncinya di taruh di bawa keset oleh Satria",ucap Yudha.


Di ambil kunci oleh mama Yuli dan di bukanya pintu dan Satria segera di baringkan di kasur.


"kamu tahu gimana sadarkan orang mabuk ?",tanya mama Yuli.


"aduh Tante saya tidak tahu,karena saya gak pernah mabuk",jawab Yudha sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


setelah mama Yuli berfikir cukup lama akhirnya mengambil kesimpulan."Tante minta tolong belikan air kelapa hijau yang masih muda yah",ucap mama Yuli kepada Yudha.


"baik te,saya berangkat sekarang",jawab Yudha.


segera Yudha pergi mencari air kelapa muda.


"Satria kamu kenapa jadi seperti ini nak ",ucap mama Yuli sambil menangis.


Tidak berapa lama Yudha datang membawa air kelapa muda.


segera Satria di paksa minum air kelapa,hingga Satria merasa perutnya mual dan muntah-muntah.


"air apaan sih ini ",ucap Satria marah.


tapi mama Yuli dan Yudha terus memaksa minum hingga habis.


"panas sekali dadaku",ucap Satria sambil menangis .


"papa dan mama sudah tidak sayang aku lagi",oceh Satria dalam bawah sadarnya.


"Tante maaf saya harus pulang sekarang,barusan saya dapat chat dari mama agar lekas pulang",pamit Yudha ke mama Yuli.


"pulanglah",jawab mama Yuli lemah.


"oh iya Tante,ini no hp saya nanti bila Tante butuh sesuatu bisa hubungi saya",ucap Yudha sambil menyodorkan kertas berisi no hp nya.


Di terima kertas itu."terimakasih kamu sudah banyak membantu ku",ucap mama Yuli lemah.


"iya Tante , sama-sama,permisi Tante",ucap Yudha.


sekarang tinggallah mama Yuli dan Satria berdua di rumah itu,mama Yuli menunggu Satria sadar dari mabuknya sampai ketiduran.

__ADS_1


__ADS_2