
Satria yang sudah putus asa dengan hidup yang berjalan tidak seperti yang di rencanakan akhirnya bertekad menjadi penipu.
Tanpa pamit kepada orang tua angkatnya Satria pergi dari rumah, pergi ke kota lainnya.
"Mungkin di kota ini Aku bisa melancarkan aksiku," ucap Satria sambil melepas lelah di sebuah warung pinggir jalan.
"Anak masih baru ya di sini, koq bawa tas berat begitu?" tanya pemilik warung.
"Iya Pak," sahut Satria singkat.
"Kalau Bapak boleh tahu di sini punya kenalan, atau ada panggilan kerja atau masih mencari kerja," tanya pemilik warung ingin tahu.
"Sementara ini ingin nikmati dan mengenal kota ini Pak, mungkin Saya akan mencari tempat tinggal dulu atau dengan kata lain sebuah kost-kostan," sahut Satria menimpali.
"Kalau nyari kostan, lumayan banyak Nak tergantung uang yang ada di kantong," ucap pemilik warung santai sambil mengaduk kopi seorang pembeli yang baru masuk ke warung.
"Kalau kost-kostan yang ada Kamar mandi dalam dan lengkap dengan isinya di daerah mana ya pak, soalnya Saya gak ingin ribet jika nantinya pindah atau tidak betah," ucap Satria.
"Ya namanya anak muda, cari petualangan dan simpelnya saja kan," ucap pemilik warung.
"Kalau anak suka yang high kelas atau harga mahal namun fasilitas komplit, yang ada WiFinya Ranjangnya, Ya AC, Ya dekat toko, Ya dekat Mall itu ada di jalan Rosemary no 11 kalau gak salah tapi Nak ya yang namanya high kelas harganya juga gak main-main kalau seingat Bapak setahun lalu itu harganya berkisar 1 juta lebih, gak tahu kalau sekarang, tapi pastinya naiklah, wong semua bahan makanan juga naik koq," ucap Bapak itu sambil menikmati rokoknya.
"Jauh gak Pak dari sini?" tanya Satria yang merasa tempat itu sangat cocok, biasanya tempat seperti itu yang kost orang berduit dan juga sedikit privasi.
__ADS_1
"Lumayan sih Nak, wong warung Bapak di pinggir kota begini lah itu kostan ada di tengah kota," tutur Bapak.
"Di sini ada gak ya Pak, orang yang bisa antar Aku ke sana?" tanya Satria.
"Ya mana ada Nak, kalau ke sana Anak bisa naik mobil ojek ituloh, yang biasanya orang pesen dari hp terus mobilnya datang dan bayar," tutur Bapak yang kurang mengerti tentang taxi online atau sejenisnya.
Dari pada tanya Bapak itu terus akhirnya Satria memutuskan membuka ponselnya dan mulai memesan taxi untuk menuju ke tempat yang di tunjukkan oleh Bapak itu.
Dan tidak berapa lama taxipun datang.
"Pak Saya sudah kopinya," ucap Satria sambil menyerahkan uang sesuai dengan harga kopinya lantas menaiki taxi yang kemudian melesat cepat menuju alamat yang di tunjukkan Satria.
Sesampainya di sana nampak kostan itu sangat elite bahkan Air mancur ada di dalamnya sebagai penghias rumah kostan dan tersedia juga kolam renang yang berada di samping rumah kostan 'benar-benar paket komplit' untuk orang yang malas ribet.
"Selamat Pagi Kakak, ada yang bisa Saya bantu?" tanya gadis itu ramah.
"Ini rumah kost bukan?" tanya Satria.
"Benar kakak," sahut gadis itu singkat.
"Kalau Saya boleh tahu perbulannya berapa dan fasilitasnya apa?" tanya Satria memastikan.
"Di sini bisa di bilang mirip dengan fasilitas hotel di mana Kakak bisa mendapatkan free WiFi, free lunch, free laundry dan di dalam setiap kamar terdapat spring bed, sofa, AC, kamar mandi dalam shower dan banyak juga yang lainya, mengenai harganya sangatlah menyesuaikan dengan fasilitasnya dan di jamin tidak akan rugi, Kamu mematok harga 2 juta perbulan dan setiap orang yang kost di sini bebas menerima tamu kapanpun Mereka mau dan seperti yang Saya sebutkan tadi bahkan bisa memesan minuman atau makanan jam berapapun di inginkan sesuai dengan menu yang sudah tersedia, Kami siap 24 jam melayani," jelas Resepsionis itu.
__ADS_1
"Sungguh kostan yang sangat menarik dan benar-benar mirip dengan hotel, dan harga segitu Aku yakin pasti yang tinggal banyak orang penting," bathin Satria sambil manggut-manggut.
"Lalu apakah Kakak tertarik untuk kost atau Kakak akan berfikir ulang terlebih dahulu," ucap Resepsionis itu.
"Tapi Saya harus ke ATM dulu karena tidak bawa uang cash, apakah adik manis tahu ATM yang terdekat di sini?" ucap Satria.
Gadis resepsionis menjadi tersipu dan salah tingkah.
"Kakak bisa narik di sebelah ruangan Saya karena kostan ini juga ada Fasilitas ATM sendiri," jelas gadis itu sambil tersenyum simpul.
"Wah benar-benar keren sekali," ucap Satria.
Satria segera melangkah ke ATM yang berada bersebelahan dengan ruang resepsionis, jumlah isi dalam ATMnya masih lumayan banyak dan cukup untuk tinggal selama tiga tahun di kostan ini.
Di tarik uangnya sekitar 5 juta dari ATM.
"Beruntung ATM ku di temukan Bu Nur, andaikan hilang mungkin Aku tidak akan punya apa-apa lagi," bathin Satria penuh rasa syukur.
Satria kembali menuju ke resepsionis dan mengambil satu kamar yang letaknya kalau bisa ada di lantai dua, karena Satria ingin bisa melihat sekeliling kostan sepuasnya.
"Baik Kakak, silahkan tunggu sebentar sebentar lagi bel boy akan mengantar anda ke kamar yang anda inginkan," ucap gadis resepsionis.
"Kakak ini keren dan ganteng, kalau Dia tinggal di sini tiap hari Aku bisa-bisa jatuh cinta padanya," bathin gadis itu sambil melihat ke arah Satria dan memperhatikannya dengan seksama.
__ADS_1