ANAK SEMATA WAYANG

ANAK SEMATA WAYANG
MASUK RUMAH DESA PART 2


__ADS_3

Setelah motor di dapatkan, mereka kembali ke desa, jarak antara pasar dan pertokoan lumayan jauh, hingga harus di tempuh dengan kendaraan.


"Ma, apakah ini sudah semua, apa kita gak pesan kulkas dan alat yang lainnya agar mama bisa stok bahan makanan, tanpa harus ke pasar tiap hari," ucap usul Satria.


"Benar juga sayang, mumpung kita masih di sini kita pesan barang dulu," ucap mama Yuli.


"Pak Luqman sabar sebentar yah, saya masih kurang beberapa barang pak," ucap mama Yuli kepada supir pick up.


"Iya bu, lanjutkan saja belanjanya biar ibu gak sampai kurang, karena kalau sudah kembali ke desa, akan sulit bagi ibu untuk dapatkan barang dan kebutuhan lainnya," ucap pak Luqman.


Mama Yuli segera mencari beberapa barang lagi untuk melengkapi kebutuhan rumah.


Merasa sudah semua segera mama Yuli dan Satria naik ke mobil pick up, namun kali ini mobil pick up telah penuh barang belanjaan mama Yuli.


Motor, kulkas, mesin cuci, dispenser, tv, speaker aktif, blender, microwave, semua akan di kirim ke rumah mama Yuli di desa, sedangkan mama Yuli hanya menyediakan stok bahan kering dulu, namun semua di beli dalam jumlah yang lumayan banyak.


Setelah masuk ke mobil, mama Yuli kembali berfikir, "Apalagi yang kurang sekarang," ucap mama Yuli dalam hati.


"Ma, ayo kita pulang sekarang, sepertinya sudah cukup buat hidup kita sebulan, meski gak ada ikan ataupun ayam yang mama beli," ucap Satria sedikit mengeluh.


"Baiklah kita pulang sekarang," sahut mama Yuli.


Pak Luqman, saya kira sudah cukup pak, bisa kita pulang sekarang," ucap mama Yuli kepada pak Luqman.


"Iya bu," segera pak Luqman masuk mobil dan menyetir mobilnya kembali ke desa.


Di sepanjang jalan pulang, Satria nampak menikmati pemandangan alam yang menyejukkan mata, hatinya merasa damai, mobilnya berpapasan para warga kampung yang berjalan kaki, ucapan salam terucap dari bibir para warga dengan begitu ramah, bagi Satria hal ini baru terjadi di hidupnya, dulu saat di kota orang saling cuek, berjalan seperti tak kenal tetangga tapi sekarang di desa orang-orang begitu ramah penuh senyum dan hidup mereka terlihat rukun.


Tidak berapa lama mobilpun sampai di depan rumah, Satria bingung harus minta tolong siapa buat turunkan barang, kalau di pasar tadi sih ada kuli pasar, karena gak mungkin bagi Satria untuk turunkan sendiri barangnya.


"Ayo nak, kita bongkar barangnya," ucap pak Luqman kepada Satria.


"Iya pak," ucap Satria sambil tengok-tengok bingung cara turunkannya gimana, pak Luqman dengan sigap naik ke mobil, dan menaruh barang di tepi mobil, untuk mempermudah Satria angkat barangnya, Satria yang notabenenya tidak pernah angkat barang, jadi bingung harus bagaimana angkatnya.


"Sini mas saya bantu," ucap salah seorang warga kampung yang kebetulan lewat, dengan cepat dia membawa barang masuk ke dalam rumah, dan selesai semua barangnya.


Mama Yuli segera datang dan memberikan sejumlah uang buat yang bantu tadi, dengan halus pria itu menolaknya, tapi karena mama Yuli gak enak hati nantinya di paksanya pria itu menerima uang pemberian mama Yuli, akhirnya pria itu mau menerima, begitupun pak Luqman, mama Yuli segera membayar mobil pak Luqman, setelah di rasa barang sudah turun semua.

__ADS_1


"Terimakasih banyak bu," ucap pak Luqman senang.


Satria dan mama Yuli segera masuk rumah dan menata semua barang belanjaan sesuai keinginan, dan tidak berapa lama terdengar sebuah mobil berhenti, ternyata mengirim motor pesanan Satria, di susul mobil lain yang mengirim barang elektronik, segera mama Yuli perintahkan untuk mengangkat barangnya masuk ke dalam rumah, setelah tertata rapi rumah mama Yuli nampak hidup sekarang, isi kulkas segera di isi dengan bahan makanan, namun mama Yuli sedikit menyesal karena tidak membeli ikan basah dan ayam.


"Sayang gak ada ayam dan ikan masak telur, mie sama kerupuk kayaknya selama seminggu," ucap mama Yuli yang melihat stok telur dan mie yang begitu banyak.


Satria mencoba motor yang baru saja di beli, dia berencana untuk mengelilingi desa besok, agar lebih mengenal seluk beluk desa ini dan setidaknya punya teman di desa.


"hah capeknya," ucap mama Yuli sambil selonjorkan kakinya.


"Ma, ayo ikut Satria keliling desa besok," ucap Satria kepada mamanya.


"Lihat besok saja nak, sekarang mama capek, mama pingin tidur bentar, nanti baru masak buat makan malam kita," ucap mama Yuli.


Nampak mama Yuli berjalan lemah langkahnya gontai, dan kemudian masuk kamar untuk tidur.


Satria juga sebenarnya letih, tapi dia penasaran sama desa ini, saat berfikir untuk keliling kampung sekarang.


"Besok pagi saja kelilingnya siapa tahu besok mama mau ikut jalan-jalan," ucap Satria dalam hati.


Pukul 5 sore mama Yuli terbangun, segera dia rebus air untuk mandi dan minum kopi susu, setelah air siap segera mama Yuli mandi dan rencananya habis mandi lalu minum kopi sambil memasak.


Satria terbangun dari tidurnya melihat ada kopi di meja, segera di nikmatinya dan mengambil beberapa camilan untuk teman minumnya.


Mama Yuli selesai mandi dan di lihat kopi tidak ada di meja, rasa takut menyergapnya, "Apa rumah ini ada penghuninya, koq kopi ku hilang begitu saja," ucap mama Yuli dalam hati.


Mama Yuli bergidik ngeri lalu berlari masuk ke dalam kamar, nafasnya kembang kempis karena takut dan paniknya dia, ingin sekali dia berteriak dan menangis.


'Tok, tok, tok' pintu kamarnya di ketuk dan itu menambah rasa takutnya, karena konon rumah kosong itu pasti ada hantunya.


Terdengar lagi suara ketukan di pintunya, "Ma, sudah selesai belum," terdengar suara Satria.


Segera mama Yuli keluar dari kamarnya dan memeluk Satria dengan masih ketakutan.


"Loh mama kenapa koq kayak orang ketakutan gitu," ucap tanya Satria ke mama Yuli.


"Kamu tahu gak, rumah ini ada hantunya, kita pergi saja dari sini, dan kita cari rumah kontrakan saja," ucap mama Yuli panik.

__ADS_1


"Apaan sih mama ini, mana ada hantu sih ma, jangan ngelantur ma, mama gak masak sekarang, Satria dari tadi lapar ma," ucap Satria.


"Mama masakin sekarang, tapi kamu temani mama di dapur," ucap mama Yuli dengan masih nampak ketakutan.


"Iya ma, Satria temani," ucap Satria sambil menggandeng tangan mamanya yang gemetaran menuju dapur.


Melihat gelas kopi yang telah kosong di meja, mama Yuli jadi gak tenang, takut kalau gelas itu melayang tiba-tiba.


Tangan mama Yuli memasak tapi matanya terus melirik ke arah gelas.


Melihat mamanya melihat gelas bekas kopinya, segera Satria angkat gelasnya dan mengambil gelas itu untuk di cucinya.


Setelah gelas itu tidak ada mama Yuli sedikit tenang, usai memasak dan matang mereka berdua lalu makan, Satria yang penasaran lalu bertanya perihal kenapa mamanya takut sedemikian rupa.


"Mama sebenarnya kenapa sih, koq sampai takut begitu," ucap Satria penuh rasa ingin tahu.


"Kamu tahu gak, tadi itu mama bikin kopi dan saat mama tinggal mandi tiba-tiba kopinya hilang lalu kita ke dapur, dan kamu juga lihat kan tadi kopinya habis, aneh kan, mama yakin ini pasti kerjaan setan penunggu rumah ini," ucap mama Yuli berbisik.


Sontak saja ucapan mamanya bikin Satria tertawa.


"Mama, mama mana ada setan' minum kopi sih, ada-ada saja mama ini," ucap Satria sambil terus tertawa.


"Kalau gak percaya terserah kamu, pokok besok mama mau cari rumah kontrakan baru," ucap mama Yuli kesal karena di ketawain oleh Satria.


"Mama setan itu tidak ada, yang ambil kopi mama di meja tadi Satria, maafin Satria gak ngomong kalau Satria yang minum," ucap Satria jujur.


"Kamu gak bohongi mama kan, mama beneran takut nak, mama gak mau tinggal di rumah yang ada setannya," ucap mama Yuli dengan rasa tak percaya.


"Sumpah ma, Satria jujur ngapain bohong sama mama," ucap Satria dengan wajah sungguh-sungguh.


"Jadi beneran gak ada setan di rumah ini," ucap mama Yuli kepada Satria untuk memastikan.


"Beneran gak ada ma, sudah jangan takut lagi, ayo kita duduk santai di teras nikmati malam di depan rumah," ajak Satria ke mamanya.


"Ya sudah mama percaya, ayo kita keluar kalau gitu," ucap mama Yuli sambil membereskan bekas makan di meja.


Mereka berdua duduk santai di teras menikmati malam di bawah sinar bulan, suasana desa sangat sepi, tidak terdengar sua

__ADS_1


__ADS_2