ANAK SEMATA WAYANG

ANAK SEMATA WAYANG
KEMBALINYA SAHABAT


__ADS_3

Satria kembali tidur di kostan, efek alkohol masih di rasakan Satria. Kepalanya terasa masih pusing.


Saat sore hari Satria terbangun dari tidurnya.


Melihat hari sudah sore, dan perutnya yang terasa keroncongan, Satria segera mandi dan pergi keluar mencari makan, rasa sakit di perutnya mulai terasa sepertinya lambungnya mulai kambuh sakitnya, pandangan mata Satria nampak kabur kemudian 'bruuk' Satria jatuh pingsan.


Setelah sadar ternyata dirinya sudah berada di ruang pasien beserta infus di tangannya.


Di sampingnya ada Bagus sahabatnya.


"Kamu sudah sadar?" tanya Bagus kepada Satria setelah melihatnya membuka mata.


"Ngapain kamu di sini," ucap Satria sengit.


"Aku nungguin kamu sadar, kamu kenapa sih marah-marah gak jelas, tadi waktu aku naik motor aku lihat kamu pingsan di jalan jadi aku bawa kamu kemari, kata Dokter, kamu gak makan semalaman, kenapa kamu gak makan?" tanya Bagus.


"Bukan urusan kamu, sekarang aku sudah sadar lebih baik sekarang kamu pergi dan kumpul dengan teman-teman kamu semua, dan jangan sok kenal sama aku orang yang sudah jatuh miskin ini," ucap Satria kesal.


Bagus merasa heran dengan sikap Satria kenapa teman yang di kenalnya ini mengusirnya dengan kasar padahal dulu Satria setiap kali butuh selalu mencari dia meski hanya solusi yang bisa Bagus beri karena dia bukan anak orang kaya.


"Terserah kamu kalau begitu," ucap Bagus.


Bagus segera beranjak bangun dari duduknya kemudian melangkah keluar dari kamar Satria.


"Kenapa aku harus bertemu dia, terlebih saat aku pingsan lagi, aku tidak butuh dia," ucap Satria dalam hati.


Saat malam tiba nampak seorang perawat mengganti cairan infus Satria.


Satria terbangun terkejut perawat datang.


"Kapan saya bisa pulang," tanya Satria kepada perawat.


"Bapak tidur saja, besok pagi saat dokter kontrol bapak, bapak boleh tanya ke dokter, untuk malam ini, saya harap bapak bisa tidur dengan tenang," ucap perawat itu.


Setelah itu perawat berlalu meninggalkan Satria di ruangan sendirian.


Pagi yang di tunggu telah tiba, ransuman makanan telah di bagikan, Satria yang lapar segera makan dan habis.


Tidak lama kemudian Dokter datang.


"Bagaimana pak, apa masih ada keluhan," tanya dokter.

__ADS_1


"Gak ada dok, saya cuma ingin pulang," sahut Satria.


"Sebentar saya cek dulu yah," ucap dokter.


Dokter segera cek Satria dengan seksama.


"Apakah ada yang menjaga bapak di sini?" tanya Dokter.


"Tidak ada dok," ucap Satria singkat.


"Apakah bapak mampu berjalan menuju loket dan mengurus semua administrasi sendiri, jika iya bapak bisa pulang hari ini juga," ucap Dokter.


Satria berusaha bangun dari brankar dan saat melangkah tubuhnya terhuyung dan saat akan terjatuh, tubuhnya di tangkap Bagus.


"Kamu baring dulu, biar aku yang urus adminnya," ucap Bagus.


Segera Bagus pergi tinggalkan Satria menuju loket untuk mengurus adminnya, dalam setengah jam Bagus sudah kembali membawa selembar surat serta kursi roda.


"Ayo aku antar pulang, semua sudah selesai aku urus," ucap Bagus.


Satria segera duduk di kursi roda dan di dorong ke pintu keluar rumah sakit.


"Hay Satria," sapa mereka kompak.


Dan segera mereka membantu Satria naik ke mobil, segera mobil melaju dengan kecepatan sedang menuju kostan Satria.


"Jadi kamu tinggal di sini," ucap Yudha sambil perhatikan sekeliling kamar Satria.


"Sepertinya nyaman yah di sini, terbukti suasananya tenang, kamu sudah lama tinggal di sini?" tanya Deni kepada Satria.


"Baru saja," ucap Satria singkat.


"Kamu ini kenapa sih terlihat marah begitu kepada kami," ucap Roy setelah melihat respon Satria yang terlihat tidak bersahabat.


"Aku gak apa-apa," sahut Satria.


"Kalau ada apa-apa bilang ke kita bro, memang kami gak bisa bantu harta tapi setidaknya bisa memberikan solusi untuk menghadapi masalah kamu," ucap Yudha.


"Aku merasa kalian pura-pura baik padaku, kalian pasti tahu kondisi aku sekarang gimana, aku sudah jatuh miskin dan aku takkan bisa traktir kalian makan seperti dulu, jadi tinggalkan aku sendiri di sini," ucap Satria lirih.


"Kita sama saja bro, jadi jangan pesimis gitu," sahut Bagus.

__ADS_1


"Kamu ada rencana gak besok?" tanya Yudha kepada Satria.


Satria hanya diam tak menjawab, dan segera Satria membuka jendela dan pintu kamarnya agar udara segar masuk.


"Kalau kamu mau besok ikut aku mencari kerja," ucap Deni.


"Gak usah, aku akan usaha sendiri saja," ucap Satria yakin.


"Terserah kamulah kalau begitu, tapi perlu kamu ingat, kami akan siap membantu kamu dan ini no baru kami, no kami yang lama hilang karena saat kami asyik minum di pinggir jalan dan tertidur, hp kami hilang tanpa kami ketahui siapa pencurinya, karena itulah no kami ganti," ucap Bagus sambil menyerahkan secarik kertas kepada Satria.


"Oh iya kalau kamu butuh lapak atau tempat usaha bisa bilang sama aku, nanti aku carikan untukmu yang murah dan strategis tempatnya," sahut Yudha.


"Oh iya kamu sudah makan belum sebentar aku carikan makanan untuk kamu," ucap Bagus.


"Hey aku juga ikut," sahut Roy sambil sedikit berlari ke arah Bagus yang sudah berjalan tak jauh dari tempatnya.


Dalam setengah jam Bagus membawa beberapa bungkusan.


Dan di bukanya bungkusan itu yang berisi, roti, biskuit, keripik, kacang, nasi dan beberapa botol minuman.


"Maaf cuma ini yang bisa aku dapatkan," ucap Bagus lirih.


"Sekarang kami pulang dulu, mungkin besok kami datang ke sini lagi buat tengok kamu," ucap Roy.


Satu persatu teman Satria pamit dan memeluk Satria secara bergantian.


"Kita adalah sahabat untuk selamanya dan jangan pernah berfikir harta penting bagi persahabatan yang terpenting adalah kebersamaan dan sikap terbuka antar sesama teman," ucap Yudha.


Kemudian semua teman Satria melangkah keluar dari kamar Satria dan tak lama terdengar suara mobil yang mulai menjauh dari tempat Satria.


"Apa benar mereka masih anggap aku teman, ataukah mereka hanya pura-pura baik padaku," ucap Satria dalam hati.


"Jika benar mereka hanya pura-pura maka aku akan pura-pura baik pula dan jika mereka tulus aku akan menerima mereka sebagai sahabatku lagi," ucap Satria dalam hati.


Kertas yang berisi nomor hp temannya segera di simpan di kontak hpnya.


Karena merasa haus dan lapar Satria segera makan nasi dan minuman yang telah di berikan Bagus untuknya.


"Kurasa hanya Bagus yang paling tulus sedangkan yang lain mungkin cuma pura-pura saja," ucap Satria dalam hati.


Setelah kenyang Satria segera beranjak tidur.

__ADS_1


__ADS_2