ANAK SEMATA WAYANG

ANAK SEMATA WAYANG
Draft


__ADS_3

Setelah makan masakan mama Yuli, Satria rasanya ingin sekali muntah,namun di tahannya karena tak ingin mamanya kecewa.


"Ma ,makanan ku sudah habis",ucap Satria.


"Nah baguslah jadi gak sia-sia mama masak buat kamu",ucap mama Yuli datar.


"ma ,aku ingin tanya kepada mama?",ucap tanya Satria.


"mau tanya apa",sahut mama Yuli.


"kenapa mama biarkan bik Jum pulang kampung , padahal aku sudah bilang bibik kalau bibik boleh terus membantu kita di sini,bahkan bik Jum mau aku bayar setengah dari gajinya ",ucap Satria karena Satria tak mau kalau tiap hari makan masakan mamanya yang gak enak tadi.


"memang kenapa kalau bibik mama pulangkan,memang kamu mampu kasih gaji bibik,pokoknya selama kita belum mampu menghasilkan uang ,di rumah ini tidak akan ada pembantu,tugas mama adalah memasak sedangkan tugas kamu adalah bersihkan rumah,dan untuk cuci baju kita bertanggung jawab masing-masing.


"tapi ma...",ucap Satria terputus takut mamanya marah.


"tapi apa...",ucap mama Yuli.


"mama harus janji dulu tidak akan marah",ucap Satria agar bisa menghindar dari kemarahan mamanya.


"baiklah mama janji tidak akan marah,apa yang ingin kamu katakan",tanya mama Yuli kepada Satria.


"masakan mama gak enak ,apa gak sebaiknya kita pesan makan di luar saja",ucap usul Satria.


"gak ,gak boleh ,kita harus belajar hidup hemat",ucap mama Yuli tegas.


Hal ini membuat Satria menjadi garuk-garuk kepala.


"kalau bersih -bersih kita bisa panggil cleaning servis panggilan,biar lebih cepat dan efisien"ucap Satria.


"itu juga gak boleh,itu namanya buang-buang uang",ucap mama Yuli tegas.

__ADS_1


"terus untuk cuci baju bukankah kita bisa laundry saja biar hemat tenaga dan waktu",ucap Satria lagi.


"tidak boleh ,sekali tidak tetap tidak,untuk cuci baju kita ada mesin cuci jadi kita juga bisa hemat serta tidak perlu keluarkan tenaga banyak"ucap mama Yuli.


"yah sudahlah kalau mama maunya begitu,tapi kalau aku sudah capek aku tidak bersih-bersih yah ma,dan juga kalau mama capek mama juga jangan masak kita beli saja"ucap Satria masih dengan rencana liciknya.


"tidak,kalau capek kita istirahat namun untuk tugas rumah bisa kita kerjakan perlahan semampu kita,jadi gak ada kata capek, masa' kamu gak malu sama bik Jum,yang bekerja dari pagi hingga malam bahkan terkadang saat waktunya dia istirahat kita masih minta tolong buat masak dan lain-lainnya"ucap mama Yuli dengan nada menyindir Satria.


"tapi khan aku bukan bibik yang sudah terbiasa bekerja ma,aku khan sudah biasa di layani ma",ucap keluh Satria ke mamanya.


"sekarang kamu tidak terbiasa namun lama-kelamaan pasti akan terbiasa,mama hanya ingin sebelum mama mati kamu bisa merawat dan menjaga dirimu sendiri,karena mama gak tahu sampai kapan mama bisa hidup di dunia fana ini",ucap mama Yuli sambil menangis.


Mendengar penuturan mamanya, Satria menjadi menangis.


"mama kenapa bilang begitu,pokoknya cukup papa yang tinggalkan Satria,mama harus hidup selamanya,kalau mama mati, Satria juga ikut mati saja",ucap Satria sambil menangis sedih .


"kamu gak boleh sampai mati bunuh diri,itu adalah dosa besar,mama tak ingin kamu mendapatkan dosa yang pastinya nanti di akhirat kelak mama akan mendapat pertanyaan yang akan mempersulit mama untuk masuk surga ",ucap mama Yuli kepada Satria.


"Baiklah sekarang kamu mau tidur atau mau apa",ucap mama Yuli kepada Satria.


"Satria ingin santai di kamar ma,mau main hp sebentar siapa tahu nanti dapat ide dimana cari ruko yang cocok buat jualan nanti",ucap Satria.


"ya sudah masuklah,tapi ingat jangan begadang soalnya besok kamu harus cari ruko untuk kita usaha",ucap mama Yuli mengingatkan.


Setelah Satria berlalu dan masuk ke dalam kamarnya.


"maafkan mama,mungkin ini pelajaran yang sedikit terlambat untukmu,namun aku ingin kamu menjadi anak yang lebih baik dan lebih baik tiap harinya",ucap mama Yuli .


Kemudian mama Yuli pun masuk ke kamar .


"Mama gak banget deh sekarang, masa'aku harus bersih-bersih rumah,beli makan di luar gak boleh,panggil tukang bersih-bersih gak boleh,laundry juga gak boleh,mana aku gak ada motor lagi, benar-benar hidupku miris banget sekarang",ucap Satria dalam hati.

__ADS_1


"coba papa masih hidup,mama jadi baik aku minta apapun di turuti,sekarang jangankan di turuti di omeli dan di atur terus,capek banget rasanya",ucap Satria dengan sedikit kesal atas keputusan mamanya.


Di bukanya internet, mencari-cari ruko terdekat yang di sewakan,di telusurinya perlahan bahkan sampai keluar kota,tapi dia tak menemukan yang mau di sewa perbulan ,semuanya minta pertahun.


Di cobanya cari di Fa****** ,di telusurinya perlahan,"ini tawarannya perbulan 20 juta perbulan",ucap Satria.


segera di klik dan di konfirmasi ternyata orangnya minta bayarnya pertahun cuma sebulannya di hargai 20 juta jadi totalnya sekitar 240 juta.


Satria menjadi kesal,"ini ni yang di namakan kebohongan kepada publik,harusnya akun seperti ini di blokir saja,sungguh sangat meresahkan",ucap Satria dengan kesal.


Tak terasa waktu menunjukkan jam 12 malam."waduh aku harus tidur jika tidak pasti aku akan kena marah lagi",ucap Satria.


Segera Satria menarik selimut dan tidur.


Saat pukul 3 malam Satria terbangun dari tidurnya,karena merasa ada yang bangunkan dia.


"koq gak ada orang sih,siapa yang bangunkan aku yah",ucap Satria kembali tidur.


Namun anehnya Satria tidak dapat tidur,malah dia teringat akan pesan ibu penyapu jalanan ,"sholatlah dan minta petunjuk kepada Allah ingatlah bahwa di setiap kesulitan pasti ada kemudahan".


Ucapan ibu itu terngiang-ngiang di telinganya.


"aku sudah lama tidak sholat,apakah aku masih bisa ucapkan doanya"ucap Satria ragu.


Setelah berfikir cukup lama.


"Baiklah aku yakin bisa"ucap Satria yakinkan dirinya.


Satria segera ambil wudhu dan mengambil kopyah yang lama tidak di pakainya serta sajadah yang tidak pernah di bentangkan.


Satria sholat tahajud dua rakaat.

__ADS_1


Usai sholat dia lanjut berdoa memohon ampunan kepada Allah SWT,dan meminta agar di mudahkan segala urusannya besok,setelah itu Satria melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an,meski sedikit tertatih-tatih tapi Satria terus berusaha membacanya,hingga pada akhirnya rasa kantuk menyerang dan Satria tertidur di atas sajadahnya.


__ADS_2