Angel Of Death

Angel Of Death
KHAWATIR


__ADS_3

Seharian Siliya tidak membuka aplikasi WhatsApp nya sama sekali. Tepat pukul 20.30 WIB Siliya mengamati satu per satu nama pemilik akun yang berbeda. "Gue juga tampan kalik! dasar lu nya aja yang rabun".


Satu kalimat dari seseorang yang selalu membuatnya dalam masalah. Siliya akui dia memang tampan dan karena ketampanannya itu juga membuat Siliya semakin dibenci kaum hawa."Huffft... norak,"batin Siliya.


"P"


"Malam"


"Night"


"Sugeng ndalu zeyeng"


"Hey"


"Tayo"


"Online gih kangen nih😕"


"Kenapa sekarang lu jarang online sih? Kagak punya kuota atau gimana? sini gue beliin! yang penting jangan ngilang gini😩"


Siliya memijit keningnya setelah membaca pesan dari salah satu fansnya. Ups.. bukan maksud sombong tapi Siliya merupakan cewek bar-bar yang diidam-idamkan kaum Adam. Jadi maklum jika Siliya banyak digandrungi cecunguk sejenis laki-laki.


Siliya sebenarnya malas membalasnya, kalau siliya tidak membalasnya pasti cowok gila setengah sinting itu tidak menyerah untuk menelfon atau mengirim pesan.


"Apasih *****!" pesan singkat dari Siliya.


"KANGEN KANGEN KANGEN!!!"


"Heh emang lu pikir gue cewek apaan seenak jidak lo rayu ha?"


"Issh kalem dikit napa, besok gue jemput ya berangkat sekolah!"


"Ogah!!! urusin tuh cewek lo! gak usah ganggu gue lagi Ivan *****!"


"Lo kan tau gue gak punya persaan sama Seli berulang kali gue nembak lo tapi lo gak pernah sekalipun ngelirik gue. Seli cuman pelampiasan gue kalo lo mau gue bisa putusin dia sekarang juga demi Lo."


"Lo tuh ternyata selain ***** idiot juga ya! Sekali lagi gue tekanin gue udah punya cowok dan gue gak mau kalo sampe gue di cap pelakor. Jadi gue harap lo sadar diri jangan mainin hati cewek Ngerti!!! "


"Gue tau tapi gue gak peduli gue gak bakal nyerah sampe lo mau nerima cinta gue Titik gak pake koma zazkia gotik goyang itik😉"


"Terserah."


"Love you honey😍"


***


Siliya merasa jenuh apalagi ayah dan bunda nya sedang di luar negri. Akhirnya Siliya bangun dari tempat tidur menuju lemari pakaian dan bergegas menuju kamar mandi.


Selang 6 menit Siliya siap menjelajahi alam bawah sadarnya. Ada sesuatu yang mengganjal hati Siliya entah apa dia pun tidak tahu.


Siliya meraih hand phone nya. Jari tangannya menari diatas keyboard mengetik sesuatu.


"Brengsek lu ky! mata gue yang rabun apa emang dasar lu yang b*****t."


 


Tak butuh waktu lama ada sebuah pesan yang masuk.


 


"Sory lu pacarnya Lucky?"


 

__ADS_1


Ya dialah Lucky sahabat Siliya yang kedekatannya sudah seperti sepasang kekasih. Tapi tingkah mereka seperti Tom and Jery.


 


"Apasih ky gak lucu lelucon basi!" ,hardik Siliya.


"Sory gue Cindy temennya lucky sekarang gue lagi di mobil sama lucky kebetulan gue yang pegang hand phone nya. "


 


Siliya hanya ber oh ria sembari menghembuskan napas panjangnya. Bukan suatu yang mengagetkan bagi Siliya mengetahui sahabatnya pergi sama cewek. Yah namanya juga play boy cap kadal.


Meski sikap Siliya seperti enggan untuk peduli tapi tak bisa dipungkiri jika Siliya merasakan sesak di hatinya. Entah ini perasaan cemburu kepada sahabat ataukah perasaan cemburu kepada seorang yang disukainya.


 


"Mmm sory nama lu siapa ya? "


"Lu nanya nama gue emang di nomor gue gak ada namanya apa. "


"Kalo ada ngapain gue nanya orang disini cuman dinamai tikus kecil sama kontak lu di sematin. "


"Gila emang dia nama gue cakep juga dikatain seenaknya, nama gue Siliya. "


"Siliya gue minta tolong dari tadi Lucky ngebut gue gak berani marahin dia kayaknya dia lagi ada masalah deh, gue takut ntar kita kenapa-napa. "


"Emang dia lagi mabuk apa? "


"Kalo mabuk pastinya enggak gue temennya dari kecil jadi gue hapal banget kebiasaan dia gak mungkin dia nyentuh kayak gituan. "


 


" Cih, dasar gadis sialan sok banget kayak tau aja. Terus kalo dia temennya dari kecil ngapain coba minta tolong sama gue. Dia pikir gue bakal iri gitu sama dia? sory deh gue gak doyan."Gerutu Siliya dalam hati.


 


"Pasti deh. "


"Kenapa sih ky lu selalu ganggu hati sama pikiran gue. Entah ini perasaan cinta atau apa gue gak tau. Kata orang kalau kita deket sama seseorang terus jantung kita lari maraton katanya itu cinta. Tapi, kalau gue deket sama lu bawaannya emosi mulu dan anehnya gue nyaman, hah bodo amat lah puyeng pala gue,"gumam Siliya.


 


Perlahan\-lahan Siliya buka story WhatsApp dan seketika mata Siliya tertuju sama story 'Kucing Garong' yang pemilik nama aslinya si Lucky.


 


'Siapapun yang deket sama Lucky pliss tolongin dia kecelakaan dan gue Cindy temennya Lucky'


Dengan cepat Siliya balas story yang dibuat Cindy.


"Maksudnya apaan nih? "tanya Siliya khawatir.


"Lucky sekarang lagi gak sadarkan diri dia udah dilam IGD gue takut gue gak berani hubungin keluarganya mukanya dilumuri darah gue gak tau gue mesti gimana? "deretan kalimat yang berhasil bikin darah Siliya berdesir.


"Terus keadaan lu gimana?" Siliya bukanlah manusia egois yang hanya peduli sama orang terdekatnya saja dia juga khawatir sama keadaan Cindy, pasalnya saat itu Cindy satu mobil sama Lucky.


"Gue cuman lecet dikit, sekarang kita di Rumah Sakit XXX lu kesini ya please! "


 


Siliya tak lagi balas pesan dari Cindy,dia melihat foto lucky yang dikirim oleh Cindy. Wajah Lucky dilumuri darah,hand phone nya jatuh dari genggamannya.Tangan Siliya mengepal dan menghantamkannya ke cermin didepannya sehingga kaca itu pecah dan mengenai tangan Siliya.


 

__ADS_1


"Gue juga berdarah ky, "lirih Siliya memperhatikan tangan kanannya yang sudah berlumuran darah.


Otaknya tidak bisa diajak kompromi dengan benar fikirannya melayang entah kemana. Siliya berlari menuruni tangga dengan pandangan kosong. Alhasil kaki Siliya tergelincir dan tubuhnya jatuh berguling hingga kepalanya terbentur kaki kursi didepannya.


Siliya tidak merasakan sakit di keningnya tapi sakit di hatinya. Siliya bangkit dan berlari keluar rumah, beruntung saat itu ada sebuah taxi yang lewat.


Di dalam taxi Siliya meminta diantarkan ke Rumah Sakit XXX. Hatinya khawatir akan keadaan sahabatnya. Sopir taxi berulang kali mencoba menawarkan kotak P3K kepada Siliya tapi tidak digubris.


***


Sesampainya di Rumah Sakit Siliya segera berlali menuju ruang Lucky di rawat. Siliya tidak memperdulikan pandangan iba dari orang-orang yang dilewatinya.


Di depan ruangan Lucky dirawat Siliya masih mematung. Hatinya berdenyut sakit melihat cowok tampan yang tengah berbaring tak sadarkan diri dengan kepala yang tertupi kain perban.


Karena lelah berlari atau apa Siliya jatuh tersungkur dengan darah segar yang masih setia mengalir.


"Bangun ky, "gumam Siliya lirih berderai air mata.


Cindy merasa prihatin melihat keadaan Siliya. Cindy berjalan kearah Siliya dan memeluknya. Cindy juga merasakan sakit melihat teman kecilnya terbaring tak berdaya.


Tak jauh dari mereka 3 pasang mata polisi memperhatikan mereka."Drama cinta anak kecil",gumam seorang polisi tampan yang terlihat masih muda.


Acara pelukan Siliya dan Cindy berhenti ketika pintu ruangan tersebut terbuka. Keluarlah sosok pria tampan mengenakan baju dokter.


"Siapa keluarga pasien disini? "tanya si dokter tampan.


"Saya temennya dok, keluarganya ada di luar kota jadi sementara dokter bisa bicarain keadaan Lucky sama saya. " Ujar Cindy.


"Keadaan pasien baik-baik saja hanya kepalanya terbentur setir cukup kuat sehingga menyebabkan kepalanya berdarah. Sejauh ini tidak ada yang perlu dikhawatirkan. "


"Gak perlu dikhawatirkan gimana dok jelas-jelas sahabat gue terluka parah. Dokter kalau gak bisa meriksa pasien mending gak usah jadi dokter paling lu masih dokter magang dan.. "


"Anak kecil mending kamu dengerin penjelasan dokter jangan langsung nyerocos, "saut polisi tampan menyela perkataan Siliya.


"Heh pak polisi tua gimana gue gak emosi coba kalau ini dokter bilang gak perlu khawatir. Kalau emang gak ada yang terluka parah kenapa sahabat gue sampe sekarang belum sadar diri ha? "bentak Siliya.


Sang dokter tersenyum melihat Siliya marah sedangkan si polisi tampan mencoba tenang agar tidak tersulut emosi.


"Memang tidak ada yang perlu dikhawatirkan dek. Dan mengenai pasien belum sadarkan diri itu karena pengaruh obat bius, mungkin sekitar satu atau dua jam lagi pasien sudah sadar. "


"Oh ya dok kalau pasien sudar sadar bisa kan jika saya dan rekan saya menanyai kronologis kecelakaan yang terjadi? "tanya polisi tampan.


"Gak bisa, "ketus Siliya yang dibalas kernyitan dari ketiga polisi dan dokter tampan.


"Lucky masih sakit jadi gak ada yang boleh ganggu dia termasuk Elu! " tunjuk Siliya kepada si polisi tampan.


"Dek tapi ini sudah aturannya supaya kasus kali ini cepat selesai apalagi si pengendara motor yang ditabrak temen kamu keadaannya kritis. "


"Persetan dengan semua itu pokoknya kalian baru boleh ganggu Lucky kalo dia udah bener-bener sembuh. Dan mengenai orang yang ditabrak Lucky nanti biar pengacara gue yang urus semuanya. "


"Ta.. " belum selesai polisi satunya berbicara sudah di kode polisi tampan untuk diam.


"Dokter tolong bawa gadis kecil ini dan obati luka-lukanya. "


"Gak gak perlu gue baik-baik aja, "sergah Siliya.


"Kamu lihat keadaan kamu baju kelincimu sudah kotor terkena darahmu ekor sama telinga kelincimu juga kusut apalagi sandal yang kamu pake sebelahan gitu. Tangan sama kening kamu juga gak berhenti ngluarin darah. Memprihatinkan, "seru polisi tampan.


Siliya memperhatikan tampilannya, memang benar yang dikatakan polisi tampan itu. Apalagi melihat baju yang dikenakan dia semakin malu karena terlihat seperti anak kecil. Pantas saja jika dia dari tadi dikatain anak kecil, hehehe Siliya terkekeh kecil.


Cindy yang memperhatikan Siliya juga menggelengkan kepalanya melihat tingkah Siliya yang dimata semua orang begitu lucu dan menggemaskan.


"Masa Bodo ngapain juga lu perhatiin gue, terkesima lu liat cewek cakep, "cetus Siliya.

__ADS_1


__ADS_2