
"Siapa pria itu?" tanya Shine dengan suara bergetar, dia masih tidak percaya bisa selamat dari cengkraman pria yang tidak dikenal itu.
Begitu lepas dari jerat pria bernama Thom itu, Shine segera bersembunyi di ruangannya. Berkali-kali Resto datang untuk mencarinya tapi Shine tidak mau keluar, dengan alasan sakit perut.
Beruntung, semua pasiennya sudah dia urus, dan pasien yang baru masuk juga tidak terlalu ramai hingga Shine bisa menyerahkan tugasnya pada dokter jaga lainnya. Shine terus bersembunyi hingga mendengar ketukan di pintu.
"Keluar'lah. Apa kau tidak akan pulang?"
Mengenali suara itu adalah milik Deathlyn, akhirnya Shine buru-buru keluar. Dia bisa melihat kalau wajah Shine yang begitu pucat dan ketakutan.
"Siapa pria itu?" ulangnya. "Apa dia sudah pergi?" kembali Shine mempertanyakan pria misterius itu ketika mereka sudah berada di luar rumah sakit. Tidak hentinya, Shine melihat ke arah sekeliling, barangkali pria tadi akan muncul kembali.
"Thom. Sama sepertiku," sahut Deathlyn singkat. Tidak hanya Shine yang berjaga-jaga, tapi juga dirinya. Dia hanya ingin melindungi gadis itu. Deathlyn tahu kalau Thom sudah melihat liontin itu dan akan segera mencari keberadaan Shine, jadi kali ini tugas Deathlyn lebih berat. Sebenarnya mengapa dia yang terbebani untuk melindungi gadis itu!
Tujuan Deathlyn turun ke bumi hanya ingin mengambil kembali jubah leluhurnya, lalu membawa Lara bersamanya, tapi kalau pun wanita itu tidak mau, dia tidak peduli, kalau jubah itu sudah diambil, maka malaikat lain yang akan membawanya.
"Apa menurutmu dia akan datang lagi?" tanya Shine takut. Jelas kalau pria itu memiliki tujuan yang sama dengan Deathlyn, maka incarannya adalah ibunya, dan sialnya lagi, pria itu melihat liontin yang menggantung di lehernya.
"Dia... Tadi dia melihat liontin di leherku ini. Apa dia akan mencelakai ku? Apa lebih baik kalau memberikannya saja?" tanya Shine menoleh pada Deathlyn.
"Jangan pernah! Kalau sampai liontin itu jatuh ke tangan yang salah, maka akan terjadi kehancuran. Lagi pula, menurut ramalan, ada seorang gadis yang sudah dipilih, dan hanya dia yang bisa membuka isi liontin itu agar mampu melenyapkan kutukan yang melekat pada bangsa kami," terang Deathlyn.
"Kalau begitu kau harus menjagaku. Aku ketakutan setengah mati," ucap Shine tanpa sadar menarik tangan pria itu agar berhenti berjalan.
"Sekarang kau tahu betapa bergunanya aku untukmu 'kan?" ucap Deathlyn melepas pegangan Shine lalu berjalan meninggalkan gadis itu.
CK! dasar pria sombong!
__ADS_1
"Kau harus mau, kita buat perjanjian," ucap Shine menarik kembali tangan pria itu setelah berhasil mendekati Deathlyn, membawa pria itu untuk duduk di sebuah bangku di sisi jalan.
"Perjanjian apa?"
"Aku akan memberikan liontin ini, bahkan bersedia membantu bangsamu kalau memang aku yang terpilih melakukannya, asal jangan sampai ibuku dibawa oleh pria bernama Thom itu!"
Deathlyn diam sesaat, menatap intens wajah gadis cantik itu. "Kau bersedia ikut denganku? Tahu 'kah kau, mungkin saja kau tidak akan kembali ke sini?"
Wajah Shine gamang. Itu artinya dia bisa saja terkunci di negri itu. Lantas, bagaimana dengan ibunya?
Lama berpikir, lalu seolah menemukan sesuatu dalam pikirannya, dia melihat ke arah Deathlyn. "Kau punya kekuatan, bukan? Aku akan ikut denganmu, dengan satu syarat, kau harus menyembuhkan penyakit ibuku!"
Deathlyn mendengus, lalu bangkit dari duduknya sembari menggelengkan kepala. Bagaimana mungkin dia meminta melakukan sesuatu yang melanggar aturan main dalam dunia para malaikat. Mereka bukan penyihir, jelas sangat berbeda!
"Hey, kau belum menjawab pertanyaanku!" pekik Shine berlari mengejar Deathlyn, kemudian terperangah saat pria itu bersiul keras hingga mengentikan laju taksi dan segera naik.
Sontak sopir taksi itu terkejut. Dia sengaja mengabaikan lambaian tangan Deathlyn tadi karena buru-buru ingin menjemput kekasihnya.
"Maaf, tapi saya tidak ingin menarik penumpang lagi," ucap si sopir.
Namun, kala menatap ke arah mata Deathlyn, tiba-tiba saja sopir itu menutup mulutnya, lalu berbalik lagi menghadap ke depan, tanpa banyak tanya mengemudikan mobilnya.
"Kau menggunakan kekuatanmu lagi?" bisik Shine mendekatkan wajahnya pada pria itu. Lalu saat ingin menjawab, Deathlyn pun mendekat, tanpa sengaja wajah mereka bertemu. Deru napas keduanya saling bersentuhan, Shine bisa merasakan wangi mint dan maskulin dari pria itu. Debar jantung berdetak lebih kencang dari biasanya.
Ehem... Deheman sopir taksi itu yang melihat suasana kaku diantara keduanya melalui kaca spion, menyadarkan keduanya hingga menarik diri untuk menjauh.
"Kita akan kemana ini, Pak, Bu?" tanya memecah keheningan. Sudah beberapa menit berkendara, tapi penumpangnya itu belum mengatakan mereka harus pergi kemana.
__ADS_1
Shine lalu mengatakan ke arah mana tujuan mereka, setelahnya diam kembali menutup mulutnya.
***
Lara menyambut kedatangan Shine dengan gembira. Hanya dia yang tahu bagaimana khawatir dirinya mengenai keselamatan Shine terlebih karena gadis itu sedang bersama dengan Deathlyn.
"Ibu sedang apa di luar?" tanya Shine mengeratkan sweater yang dipakai Lara sementara pandangan tajam wanita itu tertuju pada Deathlyn.
"Menunggumu pulang. Apa kalian bersama?" deliknya melirik lagi pada Deathlyn yang berdiri di belakang Shine.
Gadis itu hanya mengangguk, lalu menggandeng tangan ibunya masuk ke dalam rumah. "Nanti aku jelaskan pada ibu," jawabnya kemudian.
Selama makan malam, Deathlyn tidak hentinya menerima tatapan aneh dari Lara. Kenapa pria itu bersikap baik dan tidak menuntut lagi jubah yang dia pakai.
Padahal, Lara niatnya ingin bicara pada Deathlyn, meminta untuk meninggalkan putrinya, dan membawanya saja. Dia tidak akan sanggup melihat Shine yang terus diburu oleh Deathlyn hanya demi melindunginya.
"Shine, mengapa dia tidak meminta jubah ini lagi?" bisik Lara saat dia sudah masuk ke dalam kamar putrinya itu.
"Dia masih menginginkannya, Bu, tentu saja," jawabnya singkat.
"Lantas?"
"Aku menawarkan perjanjian dengannya. Dia akan di sini beberapa waktu menjadi bodyguard ku," lanjut Shine.
Dia ingat pembicaraan mereka tadi di simpang ruangnya. Shine sengaja menahan langkah pria itu sampai mendapat kejelasan mengenai tawarannya.
"Aku akan ikut denganmu, berikan waktu beberapa saat, sampai aku siap meninggalkan ibu, tapi kau harus berjanji, bahwa kau akan melepaskan ibuku, dan melindunginya dari siapapun yang ingin mengambil nyawanya," ucap Shine meminta janji pria itu.
__ADS_1
Pertimbangan Deathlyn hingga tertarik oleh tawaran Shine, kalau dia membawa gadis itu kembali ke negerinya, raja akan membebaskan ayahnya dan sekaligus memulihkan nama baik keluarganya. Tidak sampai di situ, seluruh negri dan bangsanya akan mencatat dirinya sebagai penyelamat negri itu, karena pada dasarnya Deathlyn adalah panglima tinggi yang punya kuasa di sana. Hanya karena persoalan ayahnya membuat raja memandangnya sebagai pengkhianat seperti ayahnya.
"Baik, aku setuju!"