
sampai di rumah 01.47 WIB. Rumah Siliya sangatlah sepi dan gelap, bagaimana tidak di rumah hanya ada Siliya, Bik Minah, dan Pak Mamat. Karena merasa haus Siliya menuju dapur dan "Non, " sapa bik Minah.
"Astaga bibik Siliya kaget tau bik, "seru Siliya kesal sambil memegang dadanya.
"Hehhe maaf non tadi bibik denger suara orang jalan jadi bibik kebangun deh. "Bik minah menatap Siliya dari ujung rambut sampai ujung kaki merasa ada yang tidak beres. Siliya mengerti tatapan dari ART nya yang sudah dianggap ibu nya sendiri.
"Iya gapapa bik maaf yha Siliya pulang jam segini soalnya tadi Siliya habis dari rumah sakit soalnya... "
"Aduh non kok bisa sih non Siliya sakit apa kok gak kasih kabar ke rumah sih non terus gimana keadaannya non udah baikan? atau mau bibik bikinin sesuatu non? atau apa non? "
Siliya menggelengkan kepala melihat tingkah bik Minah yang cerewetnya melebihi pedagang sayur keliling langganan bik Minah.
"Bibik kebiasaan deh motong omongan Siliya mulu, kan tadi Siliya belum selesai ngomong. "
"Aduh iya maaf non bibik khawatir sama non soalnya. "
"Iya gapapa bik Siliya seneng karena bibik udah perhatian sama Siliya. Jadi gini bik..... " Siliya meceritakan apa yang terjadi hanya saja soal preman itu Siliya tidak mberitahukan pada bik Minah Siliya takut nanti bik Minah makin khawatir dan berujung pada ayah dan bundanya.
"Ya udah bik udah hampir pagi bibik balik tidir aja Siliya bentar lagi juga mau tidur. "
"Iya deh non bibik ke kamar dulu ya. "
"Mmm bik, " panggil Siliya membuat bik Minah membalikkan badan.
"Iya non ada apa? "
"Ayah sama bunda ada hubungi bibik gak? "
"Gak ada sih non emangnya kenapa non? "
"Gapapa bik Siliya khawatir aja gak biasanya ayah sama bunda pergi gak ngasih kabar ke Siliya. " Bik Minah yang melihat raut wajah Siliya yang sedih menjadi ikut merasakan apa yang dirasakan Siliya.
"Nyonya sama tuan pasti baik-baik aja non ini kan baru satu hari setelah nyonya sama tuan pergi, nanti juga nyonya sama tuan kasih kabar kok ke non. Udah malem non istirahat besok sekolah kan. "
"Iya bik Siliya ke kamar dulu ya, " pamit Siliya berjalan gontai menuju kamarnya.
"Bunda sama ayah kemana aja sih kenapa dari tadi siang Siliya telfonin ponselnya gak aktif. Siliya khawatir..." gumam Siliya sembari menatap foto ayah dan bundanya.
***
Drttt.... drtttt.... drtttt Siliya menggrayangi meja sebelah kanannya memcari alarm dengan mata yang masih terpejam.
Cahaya matahari yang masuk melalui celah gorden kamar Siliya memaksa menerobos membangunkan sang pemilik kamar.
"Hoammm, " Siliya menguap dan menelentangkan kedua tangannya untuk mengumpulkan nyawa.
"Wiss gila udah jam 6 aja, eh semalem gue tidur jam berapa ya. " Gumam Siliya mengingat kejadian semalem.
"Ah bodo amat lah yang terpenting beauty Angel mesti buru-buru capcus mandi, sarapan, terus ke sekolah deh. Hehehe jadi kangen gangguin Linda sama Feny. "
Siliya bergegas menuju kamar mandi. But uh waktu 20 menit Siliya selesai mandi 10 menit ganti baju dan menyiapkan buku kedalam tas.
"Pagi bik Minah, " sapa Siliya ketika bertemu bi Minah di meja makan.
"Eh non udah siap yha non mau sarapan nasi apa roti? "
"Roti aja bik Siliya buru-buru, "seru Siliya sambil memasukkan roti selai coklat kedalam mulutnya.
"Bik Siliya berangkat dulu ya bye. " Siliya melenggang menuju pak Mamat yang sudah siap dengan mobilnya.
"Yuk pak berangkat, " ajak Siliya memasuki mobil.
"Non nanti pulangnya bapak jemput jam berapa? "
"Lihat ntar aja deh pak nanti Siliya kabarin. "
Di dalam mobil Siliya memperhatikan jalan dari balik jendela. Entah sadar atau tidak Siliya melamun hingga tak sadar mobil nya sudah memasuki gerbang sekolahan.
__ADS_1
"Udah sampe non, " ucap pak Mamat membuyarkan lamunan Siliya.
"Eh iya pak Siliya sekolah dulu ya mari pak Mamat. " Seperti biasa sebelum keluar mobil Siliya pasti mencium tangan pak Mamat layaknya seorang ayah.
"Sungguh baik hati kamu non, " gumam pak Mamat dalam hati.
Siliya berjalan santai menuju ke kelas, saat di koridor seperti biasa banyak pasang mata yang menatapnya kagum, iri, maupun cemburu. Yah maklum saja most wanted nya SMA GARUDA terlalu kece, hehehe.
"Beauty Angel cantik banget sih. "
"Eh istriku udah masuk sekolah. "
"Ya Tuhan sungguh sempurna ciptaanMu. "
"Cih, preman pasar sok kecantikan. "
"Dasar j****g sok kecakepan. "
"Sayang liat abang dong. "
Ingin rasanya Siliya terbang dari pada dengerin ocehan unfaedah mereka. "Dorrr, " Siliya merasa terkejut dan "Eh monyong bapak pocong. "
Linda dan Feny tertawa terbahak-bahak karena misi mereka mengagetkan Siliya berhasil.
"Eh dasar tukang pecel, kalian berdua ****** emang bege. " Seru Siliya kesal menjitak kepala mereka berdua.
"Issshhh sakit tau sil, " gerutu Linda.
"Bodo makanya lain kali ulangi lagi biar gue jitak pala lu. "
"Tego lu ya sama temen sendiri. "
"Biarin aja Lin kita pecat aja dia jadi temen kita biar ngegembel aja dia sekalian," tawa mereka berdua seketika pecah.
"Eh btw beauty Angel kusut banget tuh muka kenapa? " tanya Feny menoel-noel pipi Siliya.
"Singkirin tangan sampah lu dari pipi gue, " Siliya membuang tangan Feny yang sibuk di wajah Siliya.
"Udah berubah jadi preman pasar dia Lin, masa tangan gue yang putih mulus indah ulala ini dikatain sampah emang dasar mata lu rabun. "
"Eh lu... "
"Udah deh gak usah pada ribut lagi. Sil itu jidat sama ujung bibir lu kenapa kayak abis berantem aja. "
"Bener juga kenapa tuh muka kaya kaleng rombeng aja? "
"B*****t sakit ***** gak usah lu pegang juga bege. " Bentak Siliya saat luka yang dipegang Feny terasa perih.
"Ya maaf abis gue gemes kenapa emang tuh muka? "
"Kemaren gue jatoh, " alasan Siliya menutupi kebenaran takut nanti temennya pada heboh kayak pendemo.
"Kasihan amat cih ayang Liya, " gaya Linda memasang muka memelas.
"Asem jijik gue liat muka lu, " hardik Feny.
"Udah ah gue mau ke kelas kuy lah. " Siliya menarik kedua tangan sahabatnya menuju kelas.
"Eh tunggu-tunggu, " cegah Linda menarik tangannya yang dipegang Siliya.
"Mmm kalian duluan aja gue ada urusan bentar bye, " Linda berlali meninggalkan kedua sahabatnya yang masih mematung di tempat.
"Kenapa dia? "
__ADS_1
"Tau ah yuk Sil masuk kelas. "
Sesampainya di kelas suasananya sangat ramai para siswa sibuk nongkrong diatas meja sambil lempar-lemparan kertas sedangkan para siswi ada yang ngrumpi ada yang nebelin bedaknya.
"Siliya, " panggil seorang cowok yang langsung duduk disebelah Siliya.
"Ngapain Rud? " ya dia adalah Rudi si ketua kelas yang terkenal dingin kepada spesies cewek kecuali Siliya dkk.
"Tuh muka lu kenapa? "
"Jatoh. "
"Yakin jatoh? "
"Lu kalo kesini cuman mau nanyain muka gue mending cabut males jawab gue. "
"Aelah gitu aja ngambek gue mau ngasih undangan buat lu ntar malem gue ada party di rumah jangan sampe gak dateng. Awas lu, "ancam Rudi .
"Iya bege gue dateng. "
"Gue gak diundang nih? " timbrung Feny.
"Lu mah tinggal dateng aja sama Linda. Eh iyha si Linda mana kok gak ada? " Rudi celingukan cari Linda.
Tiba-tiba Linda datang menangis sambil megang pipi kanannya. Siliya, Feny, dan Rudi yang melihat itu sontak merasa khawatir.
"Lu kenapa nda ngapain mewek? gak dapet uang saku lu? " ujar Rudi yang niatnya bercanda malah mendapat pelolotan dari Siliya dan jitakan dari Feny.
"Ngomong sama kita lu kenapa? "
"Gapapa Sil tadi gue jatoh beneran, "ucap Linda mengacungkan dua jarinya.
"Kita sahabatan udah hampir 3 tahun Lin lu gak usah boongin kita, " bentak Feny yang merasa kesal.
"Gu-gue... "
"Linda, " bentak Siliya dengan suara menggelegar membuat seisi kelas menatap arah suara.
"Siliya maafin gue ini salah gue kalau aja tadi gue gak ke kelasnya Musha gue gak bakal ditampar sama Vita. " Linda semakin takut melihat ekspresi Siliya pasalnya Siliya gak akan diem kalau ada yang mengusik sahabatnya.
"Sil jangan marah ya gue mohon, " ujar Linda memohon dengan derai air mata.
Melihat Linda menangis dan melihat bekas tamparan di pipi mulusnya membuat Siliya dan Feny geram.
Siliya tahu jika selama ini Linda suka sama Musha makanya dia sering lewat kelas Xll-IPS 2 hanya sekedar melihat wajahnya. Tapi kali ini pacar Musha si Vita telah melukai sahabat Siliya.
"B*****t," gebrak meja Yang terdengar sangat keras. Siliya yang merasa geram bangkit dan berjalan menuju kelas Vita.
Feny yang melihat itu langsung mengikuti Siliya. Sedangkan Linda dia merasa sangat bersalah.
"Rudi gue mesti gimana? " Tanya Linda gemetaran karena takut.
"Kita ikutin mereka, " ajak Rudi menggadeng tangan Linda.
***
Gubrakkk..... suara pintu kelas yang ditendang oleh Siliya.
Seisi kelas menatap Siliya tanpa terkecuali. Mereka sudah tau apa yang membuat sang most wanted yang dijuluki beauty angel or preman pasar itu marah. Apalagi jika bukan karena sahabatnya tadi ditampar dan dipermalukan oleh Vita.
"Mana si j****g Vita? " tanya Siliya berapi-api.
"Dia tadi keluar kelas Sil, " jawab salah satu siswi memberanikan diri.
Mata Siliya menyapu seluruh ruangan dan berhenti pada sosok cowok tampan yang dengan santainya duduk dikelilingi teman genk nya. Siapa lagi kalau bukan Musha.
Siliya berjalan mendekati Musha dan menarik kerah baju seragam Musha hingga membuat posisi yang awalnya duduk menjadi berdiri.
__ADS_1
#Ini visual Siliya waktu di sekolah ya gaes