Angel Of Death

Angel Of Death
Berkuda


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh dan sangat malah akan tentu saja, akhirnya mereka tiba di Goldmark. Sepanjang perjalanan Luna sama sekali tidak ingin berbicara dengan Line ketika pria itu mulai mendekati bahkan sekedar untuk menanyakan ingin makan apa Dora mengunci mulutnya dan merengut ke samping Matilda.


Line yang sadar bahwa istrinya tidak ingin bicara kepadanya memilih untuk diam lalu mulai melanjutkan perjalanan.


Dalam hatinya nanti ketika mereka tiba di istananya dia akan mengajak Luna berbicara dari hati ke hati dan mencoba membukakan pintu pikiran gadis itu.


Hal yang tidak diketahui oleh Luna ataupun Line selama mereka pergi ke istana raja Vanessa sudah menyiapkan kamar yang baru untuk mereka yang lebih luas dan juga yang lebih nyaman.


Sewaktu kecil ia selalu membayangkan dirinya menjadi seorang Tuan Putri mempunyai kamar yang besar dengan tempat tidur yang empuk dan juga selimut mewah yang berenda selayaknya tuan putri sejati bak negeri dongeng.


Kamar yang sekarang ini luas dan lapang dengan anyaman hiasan dinding berwarna cerah tergantung di dinding batu guna mencegah angin yang masuk melalui celah dinding walaupun lunak tidak menemukan satupun celah titik-titik itu ia sudah mengintip di balik hiasan dinding tersebut hanya untuk memuaskan rasanya ingin tahunya.


Rasa ingin tahu yang wajar pikirannya bukan berarti ya sama mencari-cari celana baik di istana ini maupun ingin mengintip ke ruangan lain.


Banyak jendela terbingkai yang indah sepertinya orang-orang yang tinggal di golmart tak ingin terkurung di dalam ruangan sementara di luar sana banyak terdapat pemandangan yang indah. Sungguh Luna sangat menyukai kamarnya yang baru ini dan dia akan menemui Vanessa untuk mengucapkan terima kasihnya kepada Ibu mertuanya itu karena sudah menghadiahkannya kamar yang begitu mewah.


Luna mahalan apa sambil duduk di tepi ranjang tangannya mengelus lembut permukaan selimut yang terbuat dari kain satin.


Seorang wanita bisa jatuh cinta di tempat seperti ini siapa yang tidak menginginkan kehidupan seperti putri raja. Seandainya saja pangerannya adalah pria yang juga dia cintai untuk kisah dongeng ini akan semakin sempurna.


Saat itu juga salat terpanggil oleh pikiran yang sedang tidak menentu tiba-tiba Luna melihat Line yang sedang melintas di lantai bawah sedang membimbing seekor kuda hitam paling besar yang pernah ia lihat.

__ADS_1


Luna bersiap beranjak pergi namun kaki dan matanya mengacuhkannya sehingga akhirnya Luna hanya bisa berdiri memandangi Lyn dengan kekaguman yang tidak bisa dihindari.


Dengan sebuah lompatan yang sigap sang panglima perang itu melemparkan tubuhnya ke atas seekor kuda yang terlihat sangat jarang dan liar.


Saat dia mulai menunggangi kuda jubahnya tersibak memperlihatkan otot paha yang kokoh serta sebelum rambut berwarna hitam guna mengerjakan matanya mencoba tanpa memikirkan hal lain yang ia pikir terlihat.


Namun ketika fokusnya mengarah pada dada bidang pria itu imannya terkikis dia begitu terpesona terpukau melihat keperkasaan pria itu sudah terpancar melalui pesona dan ketampanannya


Luna sangat tidak bisa berkonsentrasi atas apa yang dia lihat justru garis itu ingin menghayalkan sesuatu yang membuatnya mengutuk isi pikirannya.


Pipi Luna bersama merah dia berbalik secepat kilat untuk berhenti memikirkan hal itu dan segera mengamati ruangan berikutnya ia memutuskan untuk menghabiskan pagi dengan mengeksplorasi istana tapi Matilda yang dia tunggu belum juga kunjung tiba.


Mungkin Matilda sudah ada di lorong sana batinnya seraya keluar dari dalam kamar lalu kebetulan saja ia berjalan ke arah jendela dan melongok keluar dan tepat seperti keinginan hatinya yang ingin dia sangka dia kembali melihat sosok tampan dengan rambut yang berayun menunggangi kuda mengelilingi lapangan di istana itu.


Tidak bisa dipungkiri dia begitu bangga mengetahui bahwa dialah istri dari pria yang begitu dikagumi Banyak kaum hawa itu namun lihat saja para pelayan dan juga wanita yang datang yang memiliki urusan dengan orang-orang di istana itu justru terpaku menatap ke arah Lin.


Hal itu membuat darahnya mendidih lalu mengalikan pandangannya ke arah pria itu dan mengutuknya seolah dia sengaja berkuda di tengah lapangan itu ketika banyak orang yang sedang lalu lalang di sana dan alhasil melihat ke arahnya.


Terap kuda itu semakin melemah seiring dengan langkah Luna yang sudah keluar dari kamar mereka mulai menelusuri lorong untuk mencari Matilda.


Boleh aku tahu kau akan pergi ke mana tanya pria itu masih duduk di atas kuda.

__ADS_1


Luna mengabaikannya dia memerintahkan dalam hatinya untuk matanya fokus melihat ke depan saja Jangan tergoda dengan pesona pria itu.


Apa kau mau berkeliling istana ini dengan kuda tanya yang lain yang terus menerapkan kudanya mengikuti langkah Luna.


Tawaran itu sepertinya menarik Luna berhenti dan memutar tubuhnya menatap lurus ke arah Lyn. Sekali lagi dia mengutuk kebodohannya dan juga kelemahannya karena dengan tanpa tidak tahu malunya dia mengangguk.


Line turun untuk membantu Luna duduk di atas pelana kuda lalu setelahnya dia pun kembali naik memeluk Luna dengan erat dan menghentakkan tali kekang yang membuat kuda itu bergerak lebih cepat membawa mereka melesat meninggalkan istana menuju hamparan bukit yang begitu luas dari sana mereka bisa melihat pemandangan yang begitu indah.


Mulut Luna bahkan menganga kalau melihat betapa indahnya pemandangan di sekitar istana Goldmark. Dia tidak pernah menyangka bahwa tanah dan daerah kekuasaan keluarga lain begitu luas dari sana dia bisa melihat megahnya istana dan juga hamparan tanaman yang memberikan pemandangan yang sangat indah.


Kau suka dengan apa yang kau lihat tanya Line membiarkan lamunan Luna dia terhipnotis dengan pemandangan indah dan juga memukau itu.


Suka ini begitu indah mengapa baru sekarang kau mengajakku melihat pemandangan yang seindah ini tanya Luna tanpa sadar seolah adalah kewajiban lain untuk mengajaknya berkeliling walaupun sebenarnya tugas suami yang harus membahagiakan istrinya.


Seorang Istri Pasti akan sangat mencintai suaminya Kalau dia berhati lembut memberikan perhatian dan juga kasih sayang tanpa harus diminta oleh istrinya itu dan Lin berusaha untuk menunjukkan perhatiannya kepada Luna.


Kalau Kau suka Setiap hari aku akan mengajakmu berkeliling tanah dan juga batas kekuasaanku masih jauh lebih luas dari ini kita bisa menjelajahinya sedikit demi sedikit setiap hari," ujar Lyn membelai pipi gadis itu.


"Bukankah kau akan pergi berperang?" tanya Luna mengingatkan kepergian Lyn. Hanya tinggal hitungan hari saja pria itu akan pergi berperang.


Luna tidak mengerti mengapa ada perasaan sedih, membayangkan hari-harinya tanpa pria itu. Dia tidak mungkin sudah jatuh cinta pada Lyn, bulan?

__ADS_1


__ADS_2