
"Mana cewek lu? " bentak Siliya yang dibalas tatapan datar Musha.
"Heh b*****t lu bisa bicara apa nggak ha? "
"Lu pikir aja sendiri, " jawab Musha dingin.
Teman-teman Musha yang melihatnya hanya bisa menatap was-was, kalau saja Siliya cowok sudah dipastikan dia akan dihajar genknya Musha.
"J****g lepasin tangan kotor lu dari cowok gue, " terdengar suara menggelegar dari pintu.
Brakkkk.... "Awww, " pekik Musha saat tubuhnya dihempaskan Siliya sehingga punggungnya menabrak meja.
"Sayang...." teriak Vita yang berlari menghampiri Musha namun belum sampai Vita menyentuh Musha tangan Vita dicekal Siliya dan diputar hingga terkilir.
"Ahhh... b*****t lu j****g. " Siliya melepas tangan Vita dan mendorongnya hingga dia jatuh tersungkur.
Siswa dan siswi lainnya hanya menatap Siliya dengan pandangan takut. "Lu tuh tega bener yha ngelakuin ini ke Vita, " ujar Susi yang notabene nya temen se genk Vita.
"Gue malah bisa lebih tega dari ini, " Siliya tersenyum devil.
"Sil udah ya gue gapapa kok kita balik ke kelas sekarang, " ajak Linda menarik tangan Siliya tapi dihentikan tatapan tajam Siliya.
"Baru juga Siliya gue juga pengen nyicipin tuh pipi, " ujar Feny melangkah mendekati Vita.
Srettt... "Jangan sentuh dia, " Feny melirik ke arah Siliya dan mengedikkan bahunya.
"Heh ternyata lu pengadu ya gak nyangka gue ternyata selain lu penggoda lu juga cewek lemah yang suka ngadu dasar j****g. "
Plakkk..... tamparan Vita ke pipi kanan Linda membuat seisi ruangan terlonjak kaget. "Ckk drama, " gumam Musha.
Pipi Linda semakin merah akibat tangan Vita yang sudah dua kali membekas di pipi mulus Linda.
Feny yang melihatnya sangat geram apalagi Siliya yang sudah dipastikan akan mengamuk.
"B*****T ANJING, " teriak Siliya dan PLAKKK.... tangan Siliya mendarat tepat di pipi Vita.
Tamparan Siliya sangatlah keras, terbukti pada pipi Vita yang mengeluarkan darah dan ujung bibirnya sobek. Bukan itu saja tubuh Vita juga terhempas ke lantai.
Siliya berjalan mendekati Vita. Terdengar hujatan dari Vita the genk yang tidak terima tapi juga takut. Siliya tidak memperdulikan itu dan Siliya menarik kerah baju seragam Vita.
"Lu tahu kesalah lu sangatlah fatal.Gue kasih tahu sama lu gue Siliya Anantasya Stefany tidak akan pernah membiarkan orang yang bermain- main dengannya lolos gitu aja. Kalau sampe lu berani ngusik hidup gue atau orang terdekat gue yakinlah hari itu juga Siliya akan kasih lu hadiah dengan tangannya sendiri. Cihhhh, " Vita hanya meringis melihat Siliya meludah di wajahnya.
Siliya menatap semua orang yang melihat kejadian tersebut. "Dan ini berlaku untuk kalian semua gue harap di masa depan gak ada yang ngajakin gue main-main. "
Siliya menarik tangan kedua sahabatnya dan keluar dari ruang kelas yang sudah berantakan
Mereka bertiga berjalan menuju kantin. Feny dan Linda mencari tempat duduk dan Siliya memesan makanan.
"Nih obatin luka lu Lin, " ujar Siliya menyerahkan kotak P3K.
"Thanks Sil harusnya tadi lu.... "
"Gue gak mau bahas soal tadi. "
Feny membantu Linda mengobati pipi nya. Sedangkan seorang cowok tampan yang dari tadi memprehatikan mereka terutama Siliya berjalan menghampiri Siliya.
__ADS_1
Srekkk.... tangan Siliya ditarik lucky menjauhi Feny dan Linda. Sementara Feny dan Linda hanya mengedikkan bahu karena sudah hafal pasti Lucky akan memarahi Siliya.
"Lepasin bege. "
"Udah puas berantemnya tadi? lu tuh kenapa sih Sil sekali aja jangan bikin ulah Vita itu bahaya kakaknya seorang leader geng motor.... " Lucky menarik nafas sejenak "Gimana kalau nanti kakaknya Vita ngapa-ngapain lu? "
"Emang apa peduli lu? "
"Siliya, " bentak Lucky kesal.
"Gue bisa jaga diri sendiri, " seru Siliya berjalan menjauhi Lucky.
"Kemana aja lu kemaren? oh gue tau pasti kemaren lu asik balapan motor kan makanya muka lu luka. Bahkan lu nggak peduli sama gue. Asal lu tahu kemaren gue kecelakan, tapi yah lu udah pasti nggak peduliin gue. Heh orang picik kayak lu mana mungkin.... " belum selesai Lucky ngomong sudah di potong Siliya.
"Terserah, " ucap Siliya singkat sebelum dia benar-benar meninggalkan Lucky yang masih berdiri mematung.
"Gue sayang sama lu Sil, " gumam Lucky lirih.
***
Sreettttt..... tangan Siliya ditarik seseorang kedalam gudang sekolah.
"Siapa sih? "
"Ini gue Daniel, " jawab Daniel si ketos yang sering menghukum Siliya.
"Lu kalau mau hukum gue jangan di gudang ogah gue. "
"Gue gak mau hukum lu. "
"Terus? "
"Itu apaan? " Tanya Siliya menunjuk ke arak belakang Danie. Seketika Daniel pun mengikuti arah pandang Siliya.
Brakkk.... Siliya menendang pintu gudang dan berlari keluar. "Shittt... gue dibodohin, Siliya berhenti. "
Halaman sekolah sudah dipenuhi siswa siswi yang melihat apa yang terjadi tak luput juga Musha dkk sudah disana.
"Calon kakak ipar lu tuh, " ucap Rio kepada Musha.
"Gak nyangka gue ternyata Vita niat banget balas dendam, " saut Anto.
"Gue jadi khawatir sama ayang beb Siliya, " Tora melihat ke arah genk motor dan matanya tertuju kearah gadis cantik yang berjalan menghampiri genk motor.
"Eh itu ayang beb aduhh ngapain kesana sih kan babang khawatir jadinya, " gerutu Tora memandang Siliya dan seketika Musha dkk melihat ke arah Siliya.
"Woy buruan suruh tu cewek keluar. "
"Gue gak bakal lepasin orang yang udah nampar Vita gitu aja. "
"Keluar lu! "
"Keluar pengecut. "
"Siapa yang lu katain pengecut? " Tanya gadis cantik menghampiri genk motor tersebut. Fany dan Linda merasa was-was melihat Siliya. Sedangkan Vita terssnyum kemenangan.
__ADS_1
"Gilak cantik bener. "
"Sexy bro. "
"Uhh bakal gue gebet dia. "
Seruan kekaguman terhadap Siliya keluar dari mulut teman-teman Ricko. Ricko kakaknya Vita. "Cantik, " gumam Ricko.
"Siapa yang lu bilang pengecut? " tanya Siliya melipat kedua tangannya didepan dada.
"Siapa yang berani namapar Vita adek gue? " tanya Ricko balik.
"Cihh ternyata lu juga pengadu, "Siliya tersenyum sinis menatap Vita.
"Kenapa lu takut ha? " Vita tersenyum remeh memandang Siliya.
"Gue Yang nampar dia kenapa? mau nampar gue balik? silahkan, " tantang Siliya.
Ricko berjalan mendekati Siliya hingga jarak diantara mereka tinggal 2 cm. "Tentunya gue bakal kasih lu pelajaran, " ucap Ricko tersenyum tipis.
"Gue sama sekali gak takut, " ucap Siliya tenang.
"Menarik, " ujar Ricko pelan tapi masih terdengar oleh Siliya.
Cup
Siliya dan semua orang yang melihatnya membulatkan matanya melihat Ricko sang leader genk motor yang terkenal kejam mencium pipi Siliya.
"Karna lu udah nampar adek gue jadi gue cium lu tadinya gue mau bikin lu babak belur tapi lu terlalu cantik jadi gue gak tega. " Ucap Ricko tersenyum penuh kemenangan melihat wajah Siliya merah karena marah atau malu. Entahlah!
Plakkk.....semua orang kembali terkejut melihat Siliya menampar Ricko. "Asal lu tahu gue lebih milih babak belur dari pada dicium sama cowok ******** kaya lu b*****t. "
Siliya menendang tulang kering Ricko dan berhasil membuat si empunya meringis kesakitan.
Ricko menatap punggung gadis mungil Yang baru saja dia cium. Sebuah senyuman terukir di wajah Ricko "Gue bakal dapetin lu Siliya, " gumam Ricko.
"Menarik, " satu kata yang berhasil keluar dari mulut Musha.
Semua orang ternganga menyaksikan apa yang terjadi.
"Gila tu orang maen nyosor aja sama beauty Angel. "
"Gue juga pengen nyium Siliya. "
"Dasar bener-bener j****g bahkan kakaknya Vita aja sampe nyium dia. "
"Cewek murahan. "
"Sayngkuh pipinya ternodai. "
"Anjirr tu orang menang banyak. "
"Kakaknya Vita ganteng banget. "
Celotehan dari lambe-lambe turah semakin membuat panas hati Lucky yang menyaksikan kejadian tadi.
__ADS_1
#Ini visual Ricko yha