
"Kak Lyn, aku ada tugas matematika, bantuin dong," ucap Maura sudah duduk di samping Deathlyn.
Selama beberapa hari tinggal di sini, remaja tanggung itu sering kali mencari perhatian padanya.
"Dia suka padamu, tapi aku minta kau jangan mendekatinya!" ujar Shine kala itu. Dia hanya takut kalau Maura yang polos akan menjadi korban Deathlyn.
"Kenapa?"
"Pokoknya, aku gak izinkan kau dekat dengannya!"
Shine lupa kalau Deathlyn adalah malaikat, punya Indra keenam, insting yang tajam, alasan untuk melindungi gadis itu tidaklah menjadi poin utama, pasalnya Deathlyn bisa menembus isi hati dan juga pikiran Shine, ada kecemburuan di sana.
Selama tinggal bersama Shine, hampir semua kaum hawa melihat ke arahnya, dan tentu saja terpesona, hingga membuat Shine jengah.
Namun, walau begitu, sekuat apapun Deathlyn menghindari Maura, gadis itu tetap mendekat dan berusaha mencari perhatiannya.
"Aku lihat ada seorang pria yang tinggal di rumah Bu Lara, siapa dia?" tanya wanita yang menjadi tetangga mereka.
Bingung harus jawab apa, Lara tanpa sadar menjawab Deathlyn adalah keponakan jauhnya. Kalau tidak mengatakan hal itu, mereka bisa curiga akan keberadaan Deathlyn di rumahnya.
"Keponakan? Dari mana?"
"Jauh, Bu, luar negeri. Dia ke sini untuk mencari pekerjaan," jawab Lara asal. Apa lagi yang harus dia katakan, hanya itu yang ada diujung lidahnya.
"Tante, apa Lyn ada?" tanya Maura, putri wanita yang sedang bicara dengan Lara, suara gadis itu mengagetkan, tidak terlihat ketika mendatangi mereka di pekarangan belakang.
"Maura! Jaga sikapmu!" ucap Bella menghardik putrinya. Sebenarnya mereka tetangga yang menyenangkan, satu-satunya tetangga yang peduli pada Lara dan Shine sebenarnya.
__ADS_1
Lara hanya tersenyum pada Maura, terlihat gadis itu cemberut mendengar hardik kan ibunya.
Selisih usia Maura terpaut tujuh tahun dengan Shine, dan menganggap Shine adalah role model baginya. Itu karena keberanian Shine yang membantunya kala di bully oleh anak-anak komplek kala itu. Sejak saat itu Maura sering datang ke rumah mereka untuk bertemu dengan Shine.
"Dia sedang pergi, mungkin mencari pekerjaan," jawab Lara lembut. Gadis itu hanya mengangguk walau terlihat gurat kekecewaan di matanya.
***
"Hai, aku Lily, teman Shine," sapa salah satu dokter yang ada di rumah sakit itu, mendatangi Shine ketika melihat beberapa hari ini gadis itu selalu datang bersama seorang pria yang sangat tampan. Sejak kemarin berniat untuk mendekati pria itu, tidak peduli kalau itu kekasih Shine atau bukan.
CK! Shine tersenyum kecut. Bisa-bisanya dia mengatakan kalau mereka adalah teman, teguran saja hanya beberapa kali dan justru dia lebih sering menjadi musuh Shine dari pada teman.
Shine ingin sekali menghardik Lily, mengumpat bila perlu karena sudah mengatakan kebohongan itu dan dia tahu apa alasannya.
Shine berharap kalau Deathlyn tidak akan menanggapi perhatian yang diberikan gadis itu. Beruntung, harapan Shine terkabul. Tangan Lily yang sudah disodorkan ke hadapan Deathlyn, sama sekali tidak membuat pria itu tertarik. Dia tetap mengarahkan pandangannya ke sekeliling lobi rumah sakit.
Pada awal tiba di rumah sakit hari ini, dia sudah bertemu banyak makhluk jadi-jadian di sekitar rumah sakit, yang berniat memburu roh manusia yang berhati lemah, dalam kebimbangan dan mudah dikendalikan untuk menjadi budak atau pun santapan mereka.
Iblis dan juga jenis makhluk kasat mata seperti Griffin yang memiliki tubuh dan kaki belakang singa serta sayap, paruh, dan cakar elang, lalu ada Manticore, yang paling mengerikan. Ia memiliki wujud dengan kepala pria bermata biru, tubuh cokelat kemerahan, dan ekor kalajengking yang menyengat. Ia adalah makhluk berkaki empat yang haus darah.
Semua makhluk aneh itu ada di negeri nya. Mereka datang ke negri ini untuk menjerat manusia.
"Kita harus pergi," ucap Deathlyn pada Shine, tidak mempedulikan apapun yang dikatakan oleh Lily yang sejak tadi mengoceh.
"Kenapa? Aku harus menjaga pasien yang tadi baru saja masuk. Membuat catatan medis dan melaporkan bagaimana perkembangannya," jawab Shine yang tidak mungkin meninggalkan rumah sakit itu.
Namun, Deathlyn memaksa. Semakin lama, kekuatan asing itu semakin kuat, dan itu bukan berasal dari makhluk baik.
__ADS_1
"Shine,bada pasien baru masuk, Pak Andi minta kamu yang urus," ucap Resto yang tergesa-gesa mencarinya.
"See? Aku gak bisa pergi," ucap Shine melihat ke arah Deathlyn, lalu berdiri dan meninggalkan pria itu.
Perasaan Deathlyn tentu saja tetap tidak tenang, tapi dia tidak bisa menghalangi langkah gadis itu pergi.
Baru kurang dari 10 menit berlalu, teriakan datang dari arah Shine pergi. Bergegas Deathlyn berlari mendekati tempat itu, dan benar saja, tubuh Shine sudah tergeletak tidak berdaya di lantai.
Deathlyn ingin mengangkat, tapi Andi yang kebetulan lewat dan melihat Shine yang tiba-tiba saja terjerembab ke lantai, mengangkat gadis itu dan membawa ke ruang pengobatan.
Tubuh Shine tidak terluka sama sekali, hanya detak jantungnya yang melemah. Wajah Deathlyn memucat begitu pun dengan tim medis di sekelilingnya. Mereka takut Shine akan pergi dari mereka.
Deathlyn yang tahu kalau Shine bukan terkena penyakit apapun, tapi justru rohnya sudah dibawa pergi oleh makhluk kasat mata.
"Kau siapa? Bagiamana kau bisa masuk?" tanya Andi yang tanpa sadar melihat ke arah Deathlyn yang kini ikut diperhatikan oleh semua orang di ruangan itu. Benar juga bagaimana orang asing kecuali tim medis bisa masuk ke ruangan itu.
Deathlyn tidak menjawab, dia berlalu pergi, menggunakan kekuatannya mencari keberadaan roh Shine.
Dia yakin kalau sosok yang sudah membawa Shine memiliki kekuatan yang sangat besar hingga Deathlyn kesulitan untuk mendeteksi roh itu.
"Kau mencari sesuatu?" suara orang yang sudah berdiri di belakangnya membuat Deathlyn memutar kepala, mencari asal suara itu.
CK! "Aku sedang tidak ingin bicara berurusan denganmu. Ada hal lain yang harus aku kerjakan!" umpat Deathlyn lalu kembali melangkah. Dia tahu pria tadi tidak akan membiarkannya tenang, Deathlyn lalu mengeluarkan sayapnya dan terbang mencari keberadaan Shine.
Sial, hari ini mungkin bukan hari baik baginya. Mate mengikutinya, dan saat mereka tiba di tempat gelap dan hampa, Deathlyn menghentikan langkahnya. Dia yakin kalau Thom yang sudah melaporkan mengenai kemunculan mutiara kehidupan itu, hingga mengerahkan banyak makhluk sebangsanya untuk datang mencari Shine.
"Dia dibawa oleh Troy menghadap pada Raja. Aku sarankan, jika kau ingin menolongnya, maka kau harus bergegas kembali dan menghadap kepada raja, sebelum dia menghilang untuk selamanya!" tukas Mate yang membuat wajah Deathlyn semaki pias.
__ADS_1
Tidak punya pilihan lain, dia harus segera kembali dan membebaskan Shine!