Angel Of Death

Angel Of Death
Permintaan Mertua


__ADS_3

Luna terbangun keesokan paginya dan mendapati bahwa dirinya sendiri di dalam kamar itu suaminya tidak pulang, setidaknya tidak masuk ke kamar mereka.


Sejak mereka menikah Lyn memang tidur di tempat terpisah dengannya, itu pun atas permintaan Luna. Lyn yang ingin menyenangkan hati Luna dan memberikan apa yang dia inginkan oleh gadis itu, memenuhi semua keinginan Luna dan membiarkan dirinya tidur di lantai kamar dengan beralaskan bulu hewan yang begitu lembut yang bisa menghangatkan tubuhnya.


Gadis itu bangkit dari tempat tidur lalu membersihkan wajahnya dengan air dingin, lalu mematuk diri di cermin yang begitu besar yang bersandar di dinding. Hal yang paling diinginkan di pagi hari seperti kebiasaannya di dunianya, minum segelas susu atau paling tidak secangkir kopi, tapi apakah di negri para malaikat ini sudah ada kopi atau jangan-jangan mereka memang tidak minum kopi hanya minuman khusus seperti wine yang sering diminum oleh kaum Borjuis?


Setidaknya jika pria itu memang ingin menyenangkan hatinya, seharusnya dia sudah muncul di hadapan Luna saat ini dan menanyakan perihal apa yang dia inginkan untuk sarapan pagi ini.


Sepertinya godaan terhadap suaminya mengenai kehadiran Scott dalam benaknya mampu membuat amarah menggelegar pada diri Lyn, hingga saat ini terbukti dia tidak datang ke kamar mereka.


Dan perkataan mertuanya kemarin sungguh sangat menohok hatinya. Bagaimanapun dia tidak ingin menyakiti perasaan Vanessa yang begitu baik terhadapnya.


Tidak ada yang salah dengan pemikirannya. Dia beranggapan bahwa Luna adalah Aluna Star, jadi wajar jika mempelai putranya segera memberikan cucu kepada mereka sebagai ahli waris.


"Ibu tahu bahwa perangai Lyn tidaklah mudah untuk dikendalikan, dan terkadang sifat keras kepalanya sangat menjengkelkan tapi percayalah dia adalah pria yang baik. Aku yakin akan hal itu. Jadi, Ibu berharap kau mau memberinya kesempatan, membuka hatimu dan mencoba mencintainya," pinta Vanessa lembut.


Luna sama sekali tidak bisa memberi jawaban apapun atau sekedar tanggapan mereka mengenai ucapan Vanessa. Untuk sekarang ya memang sangat sulit untuk jatuh cinta lagi setelah kecewa atas apa yang dilakukan Albert kepadanya. Penghianatan serta kebohongan besar yang dilakukan pria itu padanya membuatnya trauma.

__ADS_1


Albert juga sering mengatakan cinta kepadanya, tapi ternyata pria itu sanggup untuk menghabisinya hanya karena dia menghargai kerja itu membunuh orang lain.


Entahlah untuk saat ini, Luna tidak yang bisa menyukai Lyn, walaupun dia tidak ingin munafik bahwa semua yang ada pada diri pria itu sangat menggiurkan dan menggoda.


Atau mungkin saja suatu hari nanti, Luna bisa menerima pria itu dan jatuh cinta padanya. Memutuskan untuk tinggal di sini selamanya. Lagi pula, dia hidup dengan penuh ketakutan dibayangi oleh ancaman yang akan dilakukan Albert padanya jika kembali ke dunianya.


Namun, bagaimana dengan ayah ibunya? Apakah dia sanggup melupakan kedua orang tuanya? Bahkan saat ini Luna yakin bahwa mereka berdua sedang mencari keberadaan dirinya yang tidak memberi kabar apapun.


Bunyi perutnya membuat Luna tersadar kembali ke alam nyata. Setahunya dari semua sejarah yang dia pelajari ataupun dari film dan mengangkat tema klasik yang dia tonton, seorang pelayan seharusnya sudah datang sebelum majikannya terbangun dan menyediakan sarapan untuk majikannya, tapi kenyataannya kalau Carlota sangat istimewa, dia tidak sadar dengan pekerjaannya, terbukti hingga detik ini gadis itu tidak muncul dan sepertinya dia tidak peduli apakah Luna akan mati kelaparan pagi ini.


Dia tidak mungkin mengadukan masalah pelayannya terhadap mertuanya. Hal sepele itu saja tidak bisa dia kendalikan tentu saja akan membuat orang yang mendengar akan meragukan kemampuan dirinya.


Setidaknya istana ini tidak terlalu buruk, banyak tempat yang indah yang bisa mereka jelajahi berdua sambil bercerita. Dia perlu seseorang untuk berbicara. Dia bisa gila kalau setiap hari-harinya dihabiskan dengan berdiam diri tanpa berkomunikasi dengan siapapun.


Suaminya akan pergi pagi hari dan entah kemana perginya, lalu akan kembali setelah hari gelap dan itu membuat Luna merasa iri karena Lyn bisa dengan bebas pergi ke mana saja, sementara dia yang dianggap sebagai ratu di istana itu justru tertahan, dikurung di dalam istana yang indah ini tanpa bisa melakukan apapun yang dia suka.


Saat melintasi ruangan menuju tempat makan, Luna melihat Lyn berjalan ke arahnya. Tampaknya pria itu baru saja mandi di danau karena dengan santainya dia berjalan memasuki lorong istana dengan pakaian yang membuat bulu kuduk merinding

__ADS_1


Apa tujuan pria itu? Apa dia tidak berusaha berpikir sedikitpun? Lihat saja tubuhnya terekspos begitu nyata di balik bajunya yang sudah basah terlebih sesuatu di antara kedua pahanya yang mampu membuat Luna seketika menghentikan langkah, berdiri di tempatnya dengan tubuh kaku.


"Ayolah mata terkutuk, jangan memandang ke arah sana! "batinnya berusaha sebisa mungkin untuk tidak menatap ke arah bagian inti suaminya. Namun, sia-sia. Mata dan sarafnya nyatanya tidak mau mendengarkan perintahnya hingga dia bisa melihat senyum mengejek yang muncul di bibir Lyn kalau menghadap ke arahnya


Pria itu pasti merasa sangat bangga ketika melihat Luna yang tidak bisa mengalihkan pandangannya dari dirinya.


"Selamat pagi my Lady," sapa Lyn yang terlihat begitu tampan. Luna hampir saja kehabisan napas terasa di dadanya, ketika mengingat bahwa dirinya tidak bisa menyentuh pria yang tampan itu.


Kenapa dia harus membenci pria yang tampan? Mengapa kenangan buruk itu tidak bisa lepas dari pikirannya? Terlepas dari itu semua, mengapa Wolf menginginkannya untuk membenci Lyn, padahal jelas-jelas dia diminta secara paksa untuk menikahi pria itu.


Tidak tahu'kah Wolf bahwa sangat berat bagi Luna bertahan di sisi Lyn, menahan untuk tidak tergoda, mempertahankan perasaannya di samping Lyn dengan penampakan yang disuguhkan oleh pria itu seperti ini, sangat'lah menyiksa batinnya.


"Kau dari mana saja?" tanya Luna mencoba menelan Saliva nya, walau terasa tercekat di tenggorokan.


"Aku harus meringankan isi kepalaku dengan merendam di danau pagi ini karena istriku tersayang tidak mau disentuh. Jadi, aku tidak punya cara lain untuk membujuk bagian dari dalam diriku ini untuk tidak mengganggu, "jawab Lyn santai masih dengan tersenyum.


Sementara Luna menatap tajam ke wajah Lyn. Dia tahu kalimat pria itu sengaja memprovokasi dirinya, sindiran yang menohok ke hatinya bahwa dia jelas bukanlah istri yang patuh.

__ADS_1


"Maksudku, apa kau tidak punya malu berkeliaran di koridor dengan mengenakan pakaian basah? Kau ingin mengundang sejuta mata wanita yang ada di sini untuk menatapmu? Kalau itu tujuanmu, selamat kau sudah berhasil! "umpatnya dengan gigi gemeretak.


" Kalau begitu ayo, bantu aku untuk mengganti pakaian, "jawab Lyn melewati tubuh Luna dan melangkah menuju kamar mereka. Seharusnya Luna bisa mengabaikan perintah itu, dia bisa saja melanjutkan perjalanannya mencari sarapan pagi, tapi anehnya dia justru mengikuti langkah pria itu.


__ADS_2