
Jauh dari kerajaan OcalypsoDream terdapat sebuah pulau yang dikenal sangat mistis jauh dari tempat tinggal dan jarang dikunjungi oleh makhluk yang ada di sana.
Saat ini tempat itu berselimut senja, tempat itu menjadi pemisah antara dua kerajaan yang dulu saling bermusuhan hingga terjadi perang besar.
Lyn, adalah panglima tempur yang memenangkan peperangan itu, hingga kerajaan Light Sun menjadi tanah jajahan kerajaan OcalypsoDream. Raja yang berkuasa saat itu meminta damai dan hal itu langsung disambut baik oleh Mark, mengingat kerajaan itu sangat subur bahkan sangat indah lebih dari OcalypsoDream.
Jadi guna mengeratkan perjanjian itu, Mark meminta agar salah satu dari gadis di kerajaan itu dijodohkan pada Lyn, sang panglima perang, dan kini kesepakatan bertahun lamanya itu hampir batal karena dikabarkan wanita yang akan dinikahi oleh Lyn, sedang sekarat.
Mark sedang mondar-mandir dengan perasaan tidak sabar menanti kembalinya utusan dari istana Light Sun. Dia harus mengetahui bagaimana keadaan gadis itu, jangan sampai, Lyn bebas dari kutukan mengerikan itu.
Kabar mengagetkan itu Awalnya dia dapatkan dari anak buahnya yang mengatakan bahwa musuh bebuyutan Lyn, tengah membicarakan mengenai perjodohan yang diatur untuk pria itu.
"Bagaimana? Apa kabar yang kau dapatkan?" tanya Mark, dengan tidak sabar ketika melihat utusan itu sudah datang. Sejak tadi perasaannya tidak tenang, hanya gadis itu yang bisa menawan Lyn tetap mendapatkan kutukan yang sudah diberikan leluhurnya.
"Wanita itu sudah mati, ia meninggal dunia hari ini, yang mulia raja," jawab sang informan sedikit takut. Dia tahu rajanya itu sangat menunggu kabar berita darinya dan dia pun tahu bahwa kabar mengenai kematian wanita itu pasti akan membuat raja tidak senang.
Seketika tubuh menjadi kaku. "Apa kabar yang kau bawa itu sudah valid?"
__ADS_1
"Tentu saja, yang mulia, semua orang dilahirkan sedang membicarakan hal itu di light Sun. Gadis itu dicelakai," lanjut sang informan yang sekaligus kepercayaan raja.
Kening Mark berkerut, dia berpikir keras apalagi cara yang harus dilakukan untuk menghancurkan Lyn dan keluarganya. Selama keluarga itu masih belum dibasmi hingga ke akarnya, maka kedudukan dan tahtanya akan terancam. Masyarakat lebih mendengarkan omongan Ruben, ayah Lyn, ketimbang dirinya sendiri yang menjadi raja mereka.
"Kau tahu sendiri, kalau aku tidak mungkin melepaskan Lyn. Apa saranmu?" tanya Mark kepada pria itu.
"Kita bisa mengatakan bahwa gadis itu telah dibunuh oleh Lyn, melimpahkan semua kesalahan kepada pria itu, hingga yang mulia memiliki alasan untuk menghukum mati Lyn beserta keluarganya yang menganggap mengabaikan perintah raja mengenai pertunangan itu," jawab pria itu sembari tersenyum menyeringai, memuji kecerdikan otaknya yang cepat berpikir di saat genting seperti ini.
Wajahnya mulai cerah. Dia membenarkan saran dari anak buahnya itu. Binar-binar ide mulai terbentuk di benaknya. Sambil terus memikirkan hal itu, raja Mark merasa lebih hidup dibandingkan berabad-abad lamanya, membayangkan dirinya kini bisa membalaskan dendam kepada Lyn, membuat semangatnya bertambah dan dia sudah tidak sabar lagi untuk segera mengeksekusi panglima perangnya itu.
"Saya sudah bisa melihat adanya rencana yang sudah Anda susun untuk segera melaksanakan eksekusi itu. Apakah Anda berkenan membahasnya dengan hamba?" tanya pria itu lancang, yang ingin mengetahui langkah sang raja.
Lama suasana hening, sang raja larut dalam pemikirannya di kejauhan cahaya mentari fajar, bersinar di atas laut, saat sang raja kembali membuka suara. "Apakah kau pernah mendengar bahwa Lyn pernah mencintai seseorang.
"Mencintai?" tanya pria itu sembari berpikir, dia sendiri belum memahami kosakata itu secara jelas karena dalam hidupnya tidak ada kata cinta hanya ada pemaksaan dan juga kekuasaan.
"Itu seperti emosi yang membuat manusia mampu melakukan hal gila seperti mengubah Soneta menjadi syair, melakukan hal gila, ataupun tersenyum sendiri karena merasakan perasaan yang berbeda di dalam hatinya," sahut sang raja kemudian.
__ADS_1
"Aku tidak tahu akan hal itu, tapi menurutku Lyn selalu mendapatkan apa yang dia inginkan, dia tidak pernah gagal memikat wanita tapi anehnya ia juga tidak pernah terlihat sangat menyukai seorang wanita lebih daripada yang lain. Baginya wanita itu sama saja, hanya teman untuk bersenang-senang," tukas pria bernama Wolfin itu.
"Apakah tidak pernah ada wanita yang menolaknya?" Kembali Mark bertanya dengan ragu.
"Setahuku tidak ada, Yang mulia. Menurutku tak ada wanita yang hidup di abad ini yang bisa menolaknya. Pria itu sangat melegenda, para wanita takluk di hadapannya. Bahkan mereka seolah berubah menjadi makhluk yang menjijikkan yang mengejar Lyn dan membuang harkat dan martabatnya sebagai wanita baik-baik. Tidak hanya dari kalangan bawah namun, para wanita dari kalangan atas seperti peri dan juga makhluk agung lainnya berlomba-lomba ingin merasakan bagaimana sentuhan panglima perang itu," jawab Wolf terdengar jijik.
mart menyonginkan senyum liciknya aku punya tugas lain untukmu
katakan saja yang mulia biarkan aku yang melakukannya.
"Begini saja, pergi'lah melintasi waktu dan ruang pergi ke bumi dan cari seorang wanita yang menawan, anggun, cerdas kuat. Wanita yang tahu apa yang dia inginkan, dan ingat ia haruslah seorang wanita yang tidak kehilangan akal setelah kau bawa menembus waktu. Dia harus bisa beradaptasi dengan kejadian aneh dan terpenting, wanita itu harus sedikit percaya akan sihir!" Seru Mark dengan tegas.
"Benar sekali, Yang mulia. Apakah Anda ingat bahwa kita pernah membawa seseorang dari dunia manusia untuk membantu menciptakan dan merancang alat untuk taman rekreasi anak-anak, seperti milik mereka di dunia dan hal itu berhasil membuat pria itu menjadi gila," sambut Wolf membenarkan perkataan rajanya.
"Tepat sekali. Jadi wanita yang harus kau temukan harus sudah terbiasa dengan hal-hal di luar nalar sehingga ia bisa menerima perjalanan menembus waktu tanpa menjadi kacau!" jawab Mark yang menyadari bahwa mendatangkan manusia dari bumi tanpa alasan yang terdesak dan sangat dibutuhkan negri OcalypsoDream adalah hal yang salah, dan kali ini termasuk atas kepentingan pribadinya.
Wolf sudah akan berangkat untuk mengemban tugas yang diberikan sang raja, namun, langkahnya segera terhenti ketika Mark kembali mengatakan hal yang harus diingatnya saat mengemban tugas.
__ADS_1
"Ingat apa yang aku katakan. Kau harus menemukan wanita yang menyimpan rasa benci pada lelaki tampan, yang tidak mudah ditaklukkan oleh pesona Lyn. Seorang wanita yang akan membuat hidup Lyn begitu susah, dan sangat menderita karena penolakan dari gadis itu," ucapnya dengan tegas dan satu alisnya naik ke atas.
"Saya mengerti, Yang Mulia. Dengan senang hati saya akan menyihir wanita itu lebih membenci lain daripada yang dia pikirkan," jawabnya dengan senang hati.