Angel Of Death

Angel Of Death
Menemui Rival


__ADS_3

Setelah memberikan hukuman kepada carlota dan juga kedua pelayan lainnya, kini tidak satupun dari pelayan itu yang berani membela apa yang dikatakan oleh Luna. Bahkan hukuman yang diberikan Luna kepada ketiga pelayan itu mendapat dukungan langsung oleh Vanessa.


Ibu tidak marah karena aku memberikan mereka hukuman tanya Luna ketika makan siang bersama ibu mertuanya itu


"Tentu saja tidak kau melakukan hal yang tepat ada beberapa pelayan yang memang harus diterbitkan dan Carlota salah satunya.


Keduanya pun berbincang sembari menikmati makan siang dan setelahnya mereka berencana duduk di ruang keluarga sembari menikmati secangkir teh yang beraroma melati.


Maaf Ibu suri ada seseorang yang ingin menemui anda ucap salah seorang pelayan memberi instruksi dan segera melaporkan kepada Vanessa bahwa seseorang datang ke istana untuk menemuinya.


Siapa tanya Vanessa mencoba menebak tamu yang tidak diundang itu.


"Nyonya Sterofom, my lady," jawab Lusinda sang pelayan pribadi Vanessa.


Vanessa ingat bahwa orang yang datang itu adalah istri dari salah satu penghulu barang di istana dia kenal baik dengan wanita yang juga sering berbincang dengannya.


"Persilakan dia masuk," ucap Vanessa pada Lusinda.


Sterofom datang bersama Emerald putrinya dengan alasan ingin bersilaturahmi dan bertemu dengan istri Lyn sekaligus meminta maaf karena mereka tidak datang saat penyambutan Luna di Goldmark.


"Wah ternyata rumus itu tidak benar adanya. Istri Lin ternyata begitu cantik Aku tidak percaya dengan omongan orang yang mengatakan bahwa dia adalah gadis gila," ucap sterofom to the point tanpa menjaga perasaan ataupun merasa segan sudah mengatai Luna sebagai gadis gila.


Tapi itulah kenyataannya seperti yang kau lihat menantuku adalah seorang gadis yang cantik dan juga pintar jauh dari rumor yang beredar," sanggah Vanessa tidak memberikan celah kepada sterofom untuk mengatai menantunya itu.

__ADS_1


"Anda benar yang mulia istri Lyn memang sangat cantik," sambar Emerald yang sengaja ikut bersama ibunya ingin melihat secara langsung rival sekaligus yang dianggap perebut Lyn dari dirinya.


Tatapan emeral yang tidak bersahabat tentu saja membuat Luna merasakan bahwa garis itu tidak menyukainya sejak awal padahal mereka belum pernah bertemu.


Tidak jadi soal sebenarnya karena dia pun tidak berminat untuk bersahabat dengan Emerald.


"Apa kita bisa bicara? Sepertinya kita seumuran, jadi pasti lebih nyaman ngobrol berdua," tawar Emerald ingin melancarkan aksinya.


Dia sudah menyusun rencana untuk memisahkan Line dengan Luna. Gadis itu masih berharap bahwa dia akan mendapatkan pria yang sangat dia cintai itu kembali.


Baiklah ibu kami bicara di luar saja sembari menghirup udara segar ucap Luna menerima tawaran dari emeral.


Luna bukan tidak bisa merasakan bahwa permusuhan yang sudah terlihat disorot mata gadis itu.


"Akhirnya kau bisa membuktikan bahwa kau memang tidak gila kau gadis yang pintar seperti Ibu mertuamu katakan well Aku tidak ingin membuatmu semakin terpuruk, Aku hanya ingin mengatakan bahwa aku adalah kekasih Lin dan kami sudah lama bersama. Bahkan walaupun kau sudah menikah dengannya dia tetap saja datang ke tempat tidurku dan Kau pasti tahu apa yang kamu lakukan bersama," ucap gadis itu dengan wajah pernah percaya diri.


"Oh aku tahu akan hal itu dia bahkan menceritakan bagaimana kau yang tidak percaya diri dan ketakutan karena dia sudah menikah denganku jawab Luna menekan rasa amarahnya ingin sekali rasanya Dia menampar pipi gadis itu karena sudah memfitnah Lyn.


Apa email tidak tahu bahwa selama ini Lin selalu mengejarnya berharap akan cintanya Jadi tidak mungkin pria itu mempedulikan wanita seperti emeral.


Merasa tipu muslihatnya tidak berhasil emirat memutar akal. Dia tidak ingin kedatangannya ke istana ini menjadi sia-sia.


"Aku dengar ada orang yang bermaksud membunuhmu dengan racun yang sangat berbisa tapi pada akhirnya kau pun selamat apa kau tidak sadar bahwa sebenarnya Kau sangat tidak diharapkan berada di negeri ini?"ucap Emerald menabur bisanya berharap bahwa kali ini Luna akan menyerah dan pergi dari negeri mereka.

__ADS_1


Itu benar bahkan aku sudah mengetahui siapa orangnya begitupun dengan dia begitu marah dan ingin sekali mencekik leher orang tersebut hanya saja aku menahannya karena apa Karena aku kasihan dengan orang itu dia hanya merasa kesepian dan ditinggalkan sehingga berusaha untuk membunuhku," jawab Luna yang kini yakin bahwa Emerald lah orang dibalik serangan itu.


Seketika wajah Emerald memuja dia mengutuk kebodohannya karena sudah memberikan satu kesaksian yang tanpa dia sengaja mengenai serangan itu.


Sebaiknya kau jangan gegabah menuduh dengan sembarangan Apa kau sudah punya bukti pancing gadis itu yang ingin mengetahui apakah dirinya masih aman.


Aku tidak sembarangan nulis kami sudah memiliki bukti yang cukup kuat untuk menjerat pelakunya.


Wajahnya merah semakin memuncak segera dia bangkit dari duduknya. Sudah sore sebaiknya kami pamit pulang terima kasih untuk jamuannya ucap Emerald mencoba bersikap sewajarnya lalu pergi meninggalkan tuna dan mengajak ibunya segera pulang.


Luna yakin sekali bahwa emeral lah orang yang ingin membunuhnya motifnya sederhana hanya karena cemburu dan tidak terima Lin menikah dengannya gadis itu ingin menghabisi nyawa Luna.


Apa yang dibicarakan Emerald denganmu Apakah dia melakukan hal yang tidak menyenangkan padamu tanya Vanessa ketika Luna sudah bergabung kembali dengannya di ruang tamu keduanya memandang ke arah koridor di mana ibu dan anak itu sedang berjalan menuju aula berbelok menuju pintu keluar.


Tidak ada ibu kami hanya mengobrol selayaknya dua gadis yang seumuran jawab Luna yang menyimpan prasangkanya.


Apa apa dia mengatakan bahwa dulu dia punya hubungan dengan Line tanya Vanessa dengan ragu-ragu


Bukan rahasia umum lagi di negeri itu semua gadis tergila-gila kepada putranya dan dia juga pernah mendengar bahwa Lin pernah menjalin hubungan dengan emeral terlepas bahwa hubungan itu serius atau hanya sekedar bersenang-senang.


Yah dia menceritakan tapi aku tidak peduli sama sekali ibu itu adalah masa lalu setiap orang punya masa lalunya masing-masing bukan tanya Luna yang tiba-tiba mengingat Albert.


Berbicara mengenai pria itu dia baru menyadari ternyata sudah lama sekali dia tidak mengingatnya lagi Bahkan tidak ada terselip sedikitpun rasa rindu kepada pria itu sepertinya posisinya kini sudah tergantikan oleh pria yang juga sudah pergi meninggalkannya yang berjanji akan kembali dalam 6 bulan namun sudah setahun lebih tidak kunjung datang.

__ADS_1


"Ibu sangat bangga kepadamu Ibu harap kamu tidak perlu mendengarkan omongan yang ingin merusak rumah tanggamu bersama Lyn. Percaya saja bahwa suamimu sangat mencintaimu dan kau adalah satu-satunya wanita di dalam hidupnya," ucap Vanessa menepuk lembut punggung tangan menantunya itu.


__ADS_2