Angel Of Death

Angel Of Death
SAKIT HATI


__ADS_3

"Ton, urusin tuh anak pusing saya lama-lama. " Ucap polisi tampan kepada rekannya sebelum melangkah pergi.


"Ya sudah saya permisi dulu nanti saya kembali lagi untuk memeriksa kondisi pasien. "


Di depan ruangan Lucky tinggal Siliya, Cindy, dan dua orang polisi yang entah namanya siapa.


"Sil, gue balik bentar ya mau ngambil pakaian ganti buat Lucky sekaligus ngabarin ortu gue kalo gue bakal nginep disini. "


"Hmm, gih sono pergi gue juga mau ke kantin rumah sakit haus gue. "


Cindy bergegas pulang ke rumahnya, begitu pula dengan Siliya yang otw nyari kantin.


"Eh pak pol titip sahabat Siliya ya takutnya ntar ada yang nyulik, " celetuk Siliya.


"Gak bakal ada yang nyulik kalau pun ada paling itu juga kamu, " saut pak polisi bernama Toni.


"Iya juga ya pak, eh ada yang mau nitip gak nih? "


"Gak usah dek makasih. "


"Oke deh bye-bye🙋."


"Heran saya sama itu anak tadi nangis sambil marah-marah sekarang kok ceria gitu. " pak polisi yang satunya hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Siliya.


Sampai di kantin Siliya memilih duduk di dekat penjaga kantin.


"Mau pesen apa neng? " tanya ibu-ibu yang menurut penglihatan Siliya penjaga kantinnya.


"Nasi goreng telur ceplok sama minumnya es jeruk aja buk. "


"Siyap neng tunggu sebentar yha. "


Sambil menunggu pesanan datang Siliya memperhatikan sekelilingnya dan Dorrr saat Siliya lihat kesampingnya ada pangeran tampan yang nyasar.


"Ihhh pak dokter gak boleh gitu masa tiba-tiba nongol gimana kalau nanti gue kaget terus jantungan bisa dipecat lu jadi dokter. "


"Hehehe maaf soalnya udah gak ada bangku kosong. "


"Huffft dasar dokter labil. "


"Kok labil sih gak ya saya udah dewasa, " bantah si dokter tampan tidak terima.


"Serah deh, emm dokter kan ganteng tuh pasti tambah ganteng lagi kalau bayarin makanan Siliya ntar. " Rayu Siliya sambil memasang wajah imut.


"Boleh tapi ada syaratnya, kamu harus mau saya obati lukanya. "


"Ya elah luka gini aja gak perlu diobatin, tapi demi makanan Siliya ikhlas deh gak papa. " Kata Siliya mendramatisasi yang dibalas gelengan kepala oleh dokter tampan.


"Kenalin nama saya Bayu gak usah dipanggil pak dokter saya masih muda. "


"Trus Siliya panggil apa dong? " tanya Siliya sembari membalas uluran tangan dari Bayu.


"Mas atau kak terserah kamu. "


Siliya hanya manggut-manggut sambil menyantap makanannya yang baru saja datang.


Saat Siliya selesai makan Bayu segera mengambil kotak P3K nya dan mengobati luka di kening dan di kepala Siliya.


"Tadi saya sudah lihat keadaan temen kamu dia udah sadar. "

__ADS_1


"Syukur deh, kak Bayu gue tinggal dulu ya thanks buat semuanya bye. " Sebuah senyuman terukir di wajah Bayu. "Cantik" batin Bayu.


***


Sampai di depan ruangan Lucky Siliya mengurungkan niatnya masuk ke dalam. Siliya melihat ke dalam ruangan melalui kaca.


Hati Siliya sakit melihat Lucky yang ciuman dengan seorang cewek cantik.


FLASHBACK OFF


Lucky membuka matanya perlahan-lahan, matanya menangkap sosok gadis cantik berdiri disamping dia terbaring.


"Sayang kamu udah sadar, tadi aku dapet kabar dari temen kamu kalau kamu kecelakaan jadi aku lasung kesini deh. "


"Makasih ya udah nungguin gue. "


"Sayang aku mau ini terakhir kalinya kamu pergi sama cewek lain aku gak mau kamu jalan sama cewek selain aku. "


"Emang kenapa toh gue juga cuman jalan doang gak ngapa-ngapain. "


"Pokoknya aku gak mau apalagi kalau kamu deket sama Siliya aku gak suka, "teriak Indah.


"Kita itu baru pacaran kalau lu ngelarang gue pergi sama Cindy mungkin gue mau tapi jangan pernah lu nyuruh gue jauhin Siliya gak bakal."


"Gak ky gak boleh kalau kamu kekeh gak mau jauhin Siliya aku mau kita putus! " ancam Indah.


"Oke putus. "


"Sayang kok kamu gak cegah sih aku gak mau putus sama kamu aku cuman gertak kamu doang. "


"Terserah pokoknya kita pu...mmmpphhh," Lucky tidak bisa menyelesaikan perkataannya karena Indah menciumnya dengan bringas.


Siliya berlari menuju ke luar rumah sakit diotaknya hanya ada kemarahan. "Lucky b*****t gue benci sama lu, " teriak Siliya saat udah di jalan. Sepanjang jalan Siliya melangkah ditemani air mata.


Karena sudah larut malam dan Siliya tidak membawa ponsel Siliya lebih memilih berjalan kaki hingga ada 7 pasang kaki yang menghadang langkahnya.


Siliya mengangkat kepalanya dan seketika Siliya merasa ketakutan melihat preman-preman dengan wajah kelaparan.


"Mau apa kalian ha? " bentak Siliya.


"Gak usah takut cantik kita cuman mau ngajak kamu main kok, " ucap salah satu preman dengan seringai jahatnya.


"Ja-ja-ngan mendekat a-a-atau gu-gue teriak, "Siliya merasa gugup karena para preman itu berjalan mendekati Siliya.


"Ini udah malem sayang kalau pun kamu teriak gak akan ada yang peduli, hahaha. "


"Udah ya cantik ikut kita aja kita bakal kasih kamu kenikmatan. "


"Jangan berani macem-macem kalau kalian macem-macem gue pastiin kalian akan membusuk di penjara. "


"Aduh kok aku takut ya, hahaha. "


"Gak usah banyak bacot kita bawa dia ke gudang, " titah satu preman yang dibalas anggukan oleh ke enam preman lainnya.


"Gak gue gak mau tolong tolongin Siliya, lepasin gak lepas! " bentak Siliya disaat tangan Siliya dipegang preman itu.


Siliya ditarik oleh preman-preman tersebut dan tubuhnya dilempar di dalam sebuah gudang yang lumayan luas .


Siliya ketakutan, menangis dan menangis sambil berlari menghindari tangan-tangan preman yang mencoba menyentuhnya.

__ADS_1


Preman-preman tersebut merasa geram dan menarik paksa tubuh Siliya hingga baju yang Siliya kenakan robek dibagian bahunya.


Para preman yang melihat itu semakin bergairah untuk menjamah tubuh Siliya. Kulit putih mulus Siliya mengeluarkan darah akibat cakaran dari preman yang merasa geram.


"J****g bisa diem gak mau lu berusaha sekeras apapun lu gak bakal bisa lepas dari kita. "


"Cuihhh gue gak sudi disentuh tangan kotor iblis kayak kalian, " Siliya meludah tepat di wajah salah satu preman.


"Kurang ajar sudah cukup main-mainnya, " ujar preman lainnya sambil mencengkeram erat bahu Siliya.


Siliya hanya bisa menangis dan berdoa agar dia tidak ternodai.


Dorrr... dorrrr... dorrrr


Suara pistol yang ditembakkan ke udara membuat para preman menghentikan aksinya.


"Angkat tangan kalian atau saya tembak kalian! " perintah seorang polisi yang memegang pistol.


Karena takut atau apa para preman tersebut menuruti perintah polisi tersebut.


"Borgol tangan mereka dan bawa ke kantor polisi, saya pastikan kalian akan mendekam dibalik jeruji besi. " Ujar polisi tampan yang memendam amarah.


Siliya merinkuk disudut ruangan dengan berderai air mata. Seorang polisi tampan merasakan sakit di hatinya melihat gadis cantik di depannya menangis.


"Tenanglah kamu sudah aman maaf aku datang terlambat. Yang terpenting sekarang kamu baik-baik saja. " Siliya yang mendapatkan pelukan dari polisi tersebut merasa aman.


"Ayo aku antar ke rumah kamu. " Siliya mendongakkan kepalanya menatap manik mata polisi tampan di depannya.


"Namaku Jonathan, " ucap Nathan memperkenalkan dirinya. Nathan menggendong Siliya ala bridal sampai di samping mobilnya.


Nathan membuka pintu mobilnya dan mendudukan Siliya di kursi penumpang. Nathan duduk disebelah Siliya dan memberikan intruksi kepada temannya yang mengemudi mobilnya.


Suasana di dalam mobil hening hingga terdengar isakan kecil dari Siliya. Nathan menggambil jaketnya dan menyampirkannya ditubuh Siliya.


Siliya yang merasa nyaman melihat kearah Nathan, disana Nathan tersenyum kepada Siliya.


"Maaf tadi saat di rumah sakit gue kasar sama lu, "ucap Siliya lirih.


"Santai aja gak masalah kok, mau ke rumah sakit dulu atau lasung ke rumah? " tanya Nathan.


"Rumah aja, mmm lu tau rumah gue atau enggak? "


"Tau kok, "jawab Nathan sambil merapikan rambut Siliya yang acak-acakan.


Toni yang melihat Nathan sering tersenyum kepada Siliya merasa bahagia. Pasalnya Nathan merupakan tipe cowok tampan yang dingin dan jarang tersenyum hampir tidak pernah apalagi untuk spesies yang dinamakan cewek.


"Tau dari mana? " tanya Siliya mengernyitkan dahinya.


"Aku kan polisi jadi mudah buat dapetin alamat rumah kamu. "


Siliya ber oh ria mendengar jawaban Nathan.


Nathan yang merasa gemas dengan Siliya mengacak-acak rambut Siliya.


"Ihh kok diberantakin tadi aja dirapihin, " Siliya mengerucutkan bibirnya karena merasa jengkel.


"Salah kamu kenapa gemesin. "


Nathan kembali merapikan rambut Sliya dan dihadiahi tatapan tajam dari Siliya. Nathan yang melihat Siliya hanya terkekeh.

__ADS_1


__ADS_2