Angel Of Death

Angel Of Death
Reinkarnasi


__ADS_3

Memang tidak mudah menerima di istana dengan selusin pengawal kekar yang mengikuti dari belakang tapi Luna berhasil melakukannya Luna menganggap mereka tidak ada sama halnya ia menganggap lilin hanyalah serangga menjengkelkan yang selalu harus diusir pergi.


Dia perlu waktu sendiri setelah melihat ruangan itu ada panggilan dalam dirinya untuk merenung dan mempertajam ingatannya yang sudah kembali.


Dia ingat pernah datang ke sini. Ruangan itu sudah membuka ingatannya. dan semakin dia ingin menepisnya semakin kuat pula ingatannya bahwa dialah gadis yang sudah dibunuh oleh raja terdahulu yang memimpin negeri ini seperti cerita yang pernah dia dengar dari Vanessa.


Sementara Lyn yang mencari Luna dengan gelisah menerobos ruang yang ada di istana itu tidak mempedulikan adanya petikan atau tanda tanya yang besar dari orang-orang yang dia temui dia harus menemukan istrinya.


Setelah keluar dari ruangan itu Luna mengatakan ingin minum dan lain yang melihat wajah garis itu pucat bergegas menuju dapur untuk mengambilkan segelas air namun setelah kembali Ternyata gadis itu sudah tidak ada lagi di tempatnya.


"Sebenarnya Luna kenapa? Apa yang dia lihat di ruangan itu lalu ke mana dia sekarang," batin Lin yang tidak mengerti apa yang harus dia lakukan.


Lama mencari dia sudah memutuskan untuk menunda kepulangan mereka ke istananya dia tidak akan pergi kemanapun Sebelum menemukan keberadaan istrinya itu.


Mate dan juga 20 pengawal lainnya mencari Luna ke semua penjuru di istana itu, hingga akhirnya Lyn yang menemukan gadis itu sangat duduk jauh dari istana.


Luna duduk di tepi telaga yang airnya begitu jernih teriknya matahari tidak membuatnya enggan untuk beranjak dari sana.


"Ada apa Kenapa kau ada di sini Ayo kita pulang pinta Line yang telah menyentuh benda gadis itu akhirnya dia bisa bernapas dengan lega setelah bertemu dengan istrinya.


Dia pikir setelah lepas dari kematian oleh racun yang ditembakkan seseorang yang tidak berhati kepada Luna kini ada juga orang jahat yang ingin menculik gadis itu.

__ADS_1


"Aku masih ingin di sini. Bisakah kau mengantarkan ku untuk melihat rumah makam Deathlyn, pahlawan yang melegenda di negeri ini?"


Mendengar permintaan istrinya itu tentu saja membuat Line merasa aneh sekian lama bersama tiba-tiba saja Luna ingin mengunjungi makam leluhurnya padahal selama ini dia tidak pernah membahas mengenai keluarga mereka yang bernama Deathlyn itu.


"Mengapa kau ingin berkunjung ke makamnya tanyain yang sudah duduk di samping Luna ikut menatap jernihnya air telaga yang mengajak untuk menyemplungkan diri ke dalam mungkin akan bisa menyegarkan pikiran yang kalut.


"Aku ingin melihatnya setidaknya walaupun bukan jasadnya tapi aku tahu di dalam makam itulah dia berbaring Aku ingin mengutuknya karena sudah berbohong, serta mengkhianati ku!" umpat Luna yang semakin membuat merasa aneh.


"Kau bicara apa? Bagaimana mungkin dia bisa mengkhianatimu sementara dia hidup bisa meninjau berbeda denganmu tanya lin yang menduga bahwa istrinya itu mungkin sudah kesurupan arwah seorang wanita yang pernah dikecewakan oleh Deathlyn.


Kau mungkin tidak percaya aku pernah mengatakan kepadamu bahwa aku bukan berasal dari negeri ini aku dari dunia manusia dan sepertinya aku terlahir dari reinkarnasi seseorang yang dulu pernah diculik dan dibawa ke tempat ini oleh raja kalian terdahulu aku tidak paham yang kutahu bahwa deadline harusnya datang untuk menolongku tapi kenyataannya dia justru membiarkan wajahnya menghancurkan jasadku dan rohku agar aku tidak bisa hidup kembali mungkin alam semesta masih memberikan kesempatan untukku membalas dendam karena kini Shine terlahir kembali dalam sosok Luna. Ya, aku adalah Shine, dan aku ingat semuanya!" Pekik Luna tidak tahan menahan amarah yang menggelinding sebesar bola api.


Ketika Luna mengalihkan pandangannya ke arah Lin barulah dia tersadar bahwa wajah Line sangat mirip bahkan dia bisa mengira bahwa itu adalah deadline keduanya seperti kembar identik yang tidak ada bedanya.


Apakah semesta ingin mereka bertemu kembali agar bisa meluruskan segala kesalahpahaman yang menimbulkan dendam dan sakit hati di antara keduanya.


Ada apa lagi kau jangan membuatku semakin takut mengapa kau menatapku dengan begitu mengerikan tanya Lin yang bergidik ngeri melihat tatapan Luna yang ingin menelan hidup-hidup.


"Apakah kau tidak ingat apapun? Benarkah kau adalah Lyn Apakah tidak berpikir bahwa kau juga adalah titisan dari Deathlyn, ketika semua orang mengatakan kalau kau begitu mirip dengan leluhurmu itu?" tanya Luna mencoba membuka pikiran.


Sejujurnya Line sama sekali tidak tahu apakah dia memang reinkarnasi dari deadline atau bukan dia belum mendapat gambaran atau ingatan masa lalunya seperti yang didapat oleh Luna.

__ADS_1


Tapi apapun itu pasti ada cerita yang menarik mengapa keduanya kembali ke masa mereka saat ini.


Aku berharap bahwa kau bukanlah Deathlyn, kalau aku temukan bahwa benar adanya Kau adalah reinkarnasi dari pria brengsek itu maka aku akan membunuhmu dengan tanganku sendiri.


Memangnya mengapa kau begitu mendendam padanya Apa kau tidak tahu kejadian yang sebenarnya adalah dia pun diperdaya oleh raja Auriga dia juga ingin menyelamatkan kekasihnya itu!" Terang Line yang mencoba mengikis rasa benci lunak kepadanya.


Luna seketika diam dia ingat cerita Vanessa bahwa setelah mengetahui kekasihnya itu dimusnahkan oleh raja auriga deadline begitu marah dan melakukan pemberontakan kepada raja hingga membantai Raja itu pamungkakannya berakhir dengan kematian dia terjun membawa Raja itu ke lapisan neraka paling bawah hingga keduanya binasa.


Apakah benar seharusnya dia tidak membenci Lyn seandainya pun dia adalah Deathlyn?


Luna menunduk meletakkan dagunya di atas tumit yang dia tekuk. Dia juga bingung ada rasa dendam namanya juga tidak bisa dipungkirinya bahwa dia merindukan kehadiran pria itu.


Nyatanya kalau benar kisah yang dia dengar dari Vanessa dia rela untuk terjun ke dalam api neraka yang begitu panas hanya karena tidak terima bahwa dirinya dihabisi oleh Auriga.


Lyn yang tahu perasaan gadis itu yang begitu kecewa namun juga pernah ke Limbangan akan dendam yang dia rasakan membuat Luna merasa sangat bingung harus bersikap seperti apa.


"Yang terjadi di masa lalu terlepas kau adalah kekasih dari Deathlyn ataupun aku adalah reinkarnasi pria itu, yang aku tahu saat ini aku sangat mencintaimu, kau adalah istriku. Bahkan mungkin ini adalah kesempatan yang diberikan oleh alam semesta untuk kita bisa menyatukan perasaan kita kembali diberi kesempatan bertemu kembali di masa ini untuk melanjutkan perjuangan kita. Tahu juga Raja uriga sudah meninggal," ucap Lyn membelai rambut Luna.


Tidak lama Lyn mendengar isak tangis gadis itu dengan penuh kasih dia menarik tubuh lemah yang bergetar karena tangisan itu ke dalam pelukannya memeluknya dengan erat dan mengacu puncak kepala Luna.


***

__ADS_1


Dengan perasaan yang berkecamuk ikut pulang bersama Line dan ketika menaiki tandunya dalam kereta itu dia menemukan Matilda yang tersenyum melihat ke arahnya.


Luna membalas senyum wanita itu setidaknya ia memiliki seseorang yang bisa menghiburnya ketika tiba di Goldmark.


__ADS_2