
Luna terjaga dari tidur dan mendapati suaminya sedang mengamatinya dengan seksama tubuhnya kini terasa ringan seolah dia sudah tidur berhari-hari lamanya. dia ingat yang terakhir kali terjadi pada dirinya Bahkan dalam mimpinya beberapa hari dia tertidur tanpa bangun itu sosok Ulin muncul dan terus menemaninya menggenggam tangannya sembari menangis memohon agar dirinya sembuh.
mimpi itu seolah nyata seolah dia bisa merasakan Dadali yang terbuka tanpa sehelai benang pun memeluknya berharap agar panas yang berasal dari dalam tubuhnya bisa terserap oleh tubuh Lin Dan penyakit itu bisa pindah padanya
Luna yang menyadari ingatan Itu muncul menatap dengan sungguh wajah line tanpa bisa mengatakan apapun dia terharu dengan apa yang pria itu lakukan padanya perhatian dan juga usahanya untuk menyembuhkannya.
ini adalah kali kedua dia terbangun dari tidurnya pertama kali dia bangun saat siuman dari pingsan yang terlalu lama dia mendapati Matilda dan juga Vanessa di kamarnya.
kedua wanita itu begitu gembira dan menangis terisak oleh penuh rasa haru mendapati dirinya akhirnya selamat dari Ambon kematian matanya mencari-cari sosok yang ingin dia lihat ketika pertama kali membuka mata setelah berhari-hari tertidur Namun nyatanya pria itu tidak ada di ruangan itu.
ingin bertanya kepada Vanessa namun dia merasa enggan lidahnya seolah berat untuk menyebut nama Din seharusnya dia tidak perlu lagi malu atau segan karena kenyataannya seperti kata Matilda dia bisa hidup semua itu karena usaha dan juga kerja keras Lyn.
kukira aku akan kehilanganmu ucapin dengan air mukanya suram, dengan kilatan mata namun terpendar, membara, memantulkan cahaya dari perapian yang dibuat untuk menghangatkan ruangan itu dan itulah pertama kali Luna melihat pria itu setelah ciuman dari tidur panjangnya dan berhasil membuka kelopak mata indahnya ia butuh beberapa waktu untuk membuat otaknya berpikiran jernih kembali.
namun kesadarannya datang berbarengan dengan amarah hanya melihat wajah suaminya amarah Luna meninggi.
kau tak bisa kehilangan sesuatu yang bukan kau punya kau tak pernah memilikiku umumnya dengan ada kesal. sebenarnya itu hanya kamuflase yang dia buat menutupi perasaannya yang kini mulai peduli pada pria itu.
__ADS_1
Bahkan dia sadar bahwa amarahnya muncul kalau dia mengetahui Lin tidak ada di ruangan itu ketika dia ciuman untuk kali pertama dia pikir pria itu sangat menginginkan dirinya cepat mati buktinya saja dia tidak ada di ruangan itu untuk menunggunya bangun.
belum Aku memang belum memilikimu setidaknya bukan seperti yang kau bayangkan terbaring di bawah tubuhku dalam keadaan tanpa mengenakan apapun kulitmu akan basah oleh cinta dariku juga ciuman dan bukti gairahku ojak Kalian mau nggosok bajumu ibu jarinya ke bibir bawah dan tersenyum.
tidak mengapa dia mendapati Luna masih marah atas selamanya gadis itu akan marah kepadanya asal sudah tetap hidup ada untuknya dan bisa dia sentuh itu sudah lebih dari cukup.
bakalan sempat berpikir bahwa dia akan mengejar Luna sampai ke neraka sekalipun jika gadis itu pergi meninggalkannya untuk selamanya.
mendengar perkataan Line tentu saja wajahmu merah sepertinya tunggu api itu terlalu banyak membakar kayu hingga ruangan itu terasa panas yang padahal suhu ruangan itu sama sekali tidak pernah seperti yang dipikirkan oleh Luna.
siapa bilang aku mau padamu ucapnya masih menunduk tidak berani menatap mata suaminya.
tidak akan pernah bantah Luna bersekuku Aku tidak akan pernah bilang begitu Jadi aku tidak 100% yakin jadi buang segala pikiranmu yang berpikir bahwa aku akan jatuh dalam pelukanmu Aku bukan gadis lain yang pernah kau dekati ucapnya menabuh genderang perang.
namun Lin masih sabar menanggapi rasa kesal gadis itu dia hanya tersenyum sembari berkata ada banyak kata tidak pernah di dalam hatiku bahkan menggilain seorang wanita yang membenciku pun tidak pernah ada dalam pikiran dan hatiku aku juga tidak pernah membayangkan memiliki seseorang yang mampu membuat jantungku berdetak lebih kencang tidak pernah berpikir bahwa aku akan mati ketakutan ketika melihatnya sekarang tak berdaya aku juga tidak pernah berpikir bahwa akan bisa sepenuh ini dengan seseorang Dan menganggap dirinya adalah separuh dari yang aku jawab Blink sembari menangkap tangan Luna yang ingin mendorongnya karena pria itu sudah semakin dekat dan tanpa mengatakan apapun segera menyatukan bibir mereka.
Luna benci akan hal itu dia menolak untuk dicium namun tubuhnya berkata lain seolah memang itulah yang diinginkan gadis itu dari pria yang kini sudah melahapnya dengan rakus.
__ADS_1
ciuman yang diberikan begitu berbeda dengan Apa yang dirasakan dari Alphard rasanya begitu manis membuat dirinya ingin Lagi Dan Lagi mencicipi bibir sensual pria itu.
lihat saja awalnya bibirnya yang mengatakan tidak nyatanya gini sudah ikut serta dalam kegiatan berciuman lidahnya bertahun dengan milik lain seolah berpesta pora menikmati kemenangan mereka berdua.
ciuman itu panjang dan lama sangat menggairahkan bahkan jin sempat berpikir untuk meminta haknya sebagai suami malam itu juga tapi mengingat bahwa kondisi Luna masih belum stabil pasca keracunan yang hampir merenggut nyawanya memutuskan untuk tidak memintanya malam ini
pria itu akan sabar karena dia tahu akan ada waktu lain dan hari-hari bagi mereka masih panjang untuk melakukan hal itu.
juga ingin melakukannya atas permintaan Luna menghancurkan kesombongan dan juga egois di hati dan pikiran gadis itu dia tidak ingin memaksa kali ini karena semua hal yang seperti dulu pada garis yang lain dia tidak pernah memaksa hal ini pun dia ingin lulus sendiri yang memintanya.
Jangan harap aku akan percaya apa yang kau katakan siapa yang tidak mengenal dirimu di negeri ini bahkan tidak hanya di negeri ini di seluruh lapisan langit mengetahui Bagaimana solusi sepak terjang lantas Apakah aku harus percaya ucap Luna setelah Lin membebaskan bibirnya.
sesukamu lah sayang katakanlah apa yang ingin kau katakan semua itu akan lebih membuatku senang membuatku begitu bahagia aku akan terima semua caci maki-mu itu lebih baik daripada aku melihatmu sekarat di atas ranjang ini yang membuatku sesak untuk bernafas ketakutan akan kehilanganmu membuatku salah menjadi pria gila yang tidak akan terima kalau sampai malaikat maut menjemputmu
kembali Luna terpukau dengan ucapan tulus dari Lyn.
Apa kah bayangan Line yang yang menjaganya dan juga menangis terisak melihat keadaannya yang membujur aku di atas ranjang Sebenarnya bukan mimpi namun benar terjadi pertanyaannya dalam hati mencoba menatap mata pria itu mencari kebenaran yang ada.
__ADS_1
"Lantas kalau memang kau begitu peduli padaku dan berharap aku tidak mati, mengapa ketika aku siuman kemarin kau tidak ada dan baru hari ini kau muncul di hadapanku?" desak Luna masih mempertahankan raut wajahnya yang kesal.