Angel Of Death

Angel Of Death
Tawaran


__ADS_3

"Bebaskan gadis itu!"


Kalau ada yang berani menentang bahkan berkata kasar kepada raja di negeri itu hanya Lyn, orangnya. Pria itu sama sekali tidak takut walau mungkin setelahnya kepalanya akan dipenggal tapi seperti keyakinannya dia juga tahu kalau raja itu tidak akan punya keberanian.


"Tenangkan dirimu. Dia baik-baik saja. Aku mewakili Troy meminta maaf karena sudah membawanya ke sini, tapi kau tahu betul apa arti wanita itu untuk kita!" ucap Auriga dengan tenang. Dia sudah kembali duduk di singgasananya.


"Yang Mulia tahu betul apa arti wanita itu untukku!"


"Aku tahu, dan kau juga tahu kan apa arti wanita itu untuk bangsa kita!"


"Jangan korbankan dia! Aku mohon lepaskan dia, agar bisa kembali ke dunianya," salak Lyn mengepal tinju.


Dia tahu apa artinya kalau Shine ditangkap, terlebih karena liontin itu sudah menjelaskan pada mereka siapa Shine sebenarnya.


"Dan membiarkan dunia kita hancur?"


Perdebatan keduanya disaksikan oleh para tetua yang merasa takut kalau Lyn sampe mengamuk, untuk menghentikannya, perlu banyak prajurit dan pastinya akan terjadi pertumpahan darah.


"Aku mohon, kalian jangan mendebat lagi, yang harus kita pikirkan adalah untuk keselamatan negri kita ini. Tidak ada pilihan lain selain mengorbankan gadis itu. Col Lyn, kau adalah prajurit bangsa ini, sudah seharusnya kau utamakan keselamatan penghuni negri ini. Lihat, selama ini kita selalu dibayangi oleh kutukan yang akan membawa pasukan OdoranDark yang menanti waktu yang tepat untuk menghancurkan negri kita ini!" ucap salah satu petuah kerajaan, yang juga adalah paman Lyn.


Pamannya benar, sebagai panglima perang di negri itu, dia sudah disumpah untuk mengutamakan kepentingan bangsa itu.


"Kalau kau merelakan gadis itu, maka aku akan membebaskan ayahmu, mengembalikan posisi nya sebagai penasehat raja, dengan begitu mengembalikan kehormatan keluargamu. Pikirkan kesehatan ibumu!" Seru sang raja.


Semua tawaran raja itu sungguh sangat menggiurkan, memikat hati Lyn. Turun ke bumi juga ingin mengambil jubah dan membawa Lara demi membebaskan ayahnya, dan kali ini dengan menyerahkan jiwa Shine, dia bisa membebaskan ayahnya.


"Biarkan aku bertemu dengan wanita itu!"

__ADS_1


***


Dalam ruangan itu, dia melihat Shine duduk di sudut ruangan. Dia tampak ketakutan. "Shine," sapa Lyn ketika dia masuk ke dalam ruangan itu.


"Lyn, tolong aku. Aku mohon bebaskan aku," ucapnya berlari ke arah Deathlyn, memeluk pria itu. Hati Lyn semakin dilema, dia bingung harus mengatakan apa pada Shine, bahwa seseorang yang sudah dibawa ke sini, tidak akan memiliki kehidupan yang sama lagi kalau pun kembali ke dunia manusia.


"Aku minta maaf tidak bisa menjagamu," ucapnya lemah. Rasa bersalahnya semakin memuncak. Bagaimana dia mengatakan pada Shine, kalau dia tidak akan kembali ke dunia manusia. Dia akan digunakan untuk mengembalikan negri mereka yang makmur seperti dulu.


Tubuh Lyn menegang. Dia seperti pecundang, punya kekuatan tapi tidak bisa menyelamatkan nyawa gadis yang mulai masuk dalam hatinya. Apa Shine pantas untuk ditumbalkan demi membebaskan ayahnya?


"Aku akan berusaha. Besok malam, aku akan membawamu pergi dari sini, apapun akan ku lakukan untuk mengeluarkan mu dari negri ini," janji Lyn mengukuhkan hatinya. Dia tidak ingin membuat Shine dikorbankan demi keluarganya.


***


Deathlyn menemui ayahnya, mengatakan mengenai dirinya yang sudah berhasil menemukan wanita peminjam jubah itu, dan mengatakan semuanya hingga sampai Shine ditahan oleh raja negri ini.


Rencana sudah disusun, saat menyiapkan semuanya, Mate mengetahui rencana itu dan menawarkan bantuannya.


"Kenapa kau ingin membantuku?" tanya Lyn dengan tatapan curiga.


"Aku hanya ingin menembus kesalahan ku di masa lalu, sekaligus membuktikan padamu, bahwa masih menganggap mu teman dan tidak pernah mengkhianatimu!" tegas Mate yang sedikit kesal karena niat baiknya diragukan oleh Deathlyn.


Pada dasarnya dia memang membutuhkan bantuan orang lain dalam melaksanakan rencananya ini, lagi pula selama mengenal Mate, Lyn tahu dia pria yang baik, jadi dia memutuskan menerima bantuan Mate.


Seperti sudah direncanakan, besok malam mereka akan membobol penjara istana, dan mengeluarkan Shine dari sana.


***

__ADS_1


Malam itu Lyn tidak bisa terpejam. Dia gelisah untuk meyambut hari esok. Dia tahu kalau tindakannya besok bisa dikategorikan pemberontakan, dan ganjarannya adalah kematian abadi.


Diujung gelap malam, waktu berganti pagi, saat itu lah Lyn jatuh tertidur. Dia yakin kalau matanya terpejam hanya sesaat, tapi suara langkah mendekati ranjangnya membuat Luna siaga dan segera bangun, mencekik leher seseorang yang tengah mengulurkan tangan ke arahnya.


"Ini aku, Mate!" ucap pria itu hingga membuat Deathlyn menyentakkan kekuatannya, memberi penerangan di ruangan itu.


"Ada apa kau kemari pagi buta?" tanya Lyn melepaskan mate yang tampak kewalahan menghirup udara.


"Sesuatu yang buruk terjadi, raja... raja.... dia sudah melakukan upacara, dan... gadis itu... dia..."


Seketika wajah Lyn memucat. Dia bangkit, lalu sekali hentak sayapnya keluar dan bergegas terbang ke istana. Amarahnya jelas terlihat, dia masih tidak ingin menebak kenyataan buruk, tapi kalau sampai hal itu benar-benar terjadi, maka dia akan menghancurkan orang yang bertanggungjawab atas kejadian ini.


Saat dia tiba di tanah terbuka yang dijadikan tempat penyembahan itu, Lyn sudah tidak melihat Shine lagi, hanya ada liontin yang disangkutkan di tombak dekat meja persembahan. Ritual itu sudah dilakukan.


Para tetua dan juga raja menatap takut ke arahnya. Dengan langkah terseok, dia datang mendekat ke arah mereka, dan mengambil bekas liontin yang kini sudah pecah.


"Apa yang kalian lakukan? Dimana Shine? Mana gadis itu?" tanyanya tepat dihadapan raja, tangannya mengacung menunjukkan rantai yang meningkat liontin itu. Kembali terbayang wajah pemiliknya, yang selama di dunia selalu berbuat baik padanya.


"Dia sudah pergi kembali pada sang penciptanya. Bukankah kau sudah setuju? Itulah sebabnya acara ini dilakukan," ucap Auriga dengan tekanan suara sedang, dia bersikap untuk menerima amukan Lyn.


Bahkan sebelum acara itu dilangsungkan, raja sudah meminta para prajurit dan panglima perang untuk berjaga-jaga mengantisipasi kedatangan Lyn yang mungkin akan merusak acara ritual. Namun, ternyata hingga acara selesai, pria itu tidak muncul, dikarenakan tidak tahu kalau eksekusi itu akan dilakukan subuh tadi.


Deathlyn merasa hancur. Dia gagal menjaga Shine. Gadis itu sudah dikorbankan. Lyn sudah pasang kuda-kuda. Dia akan meratakan kerajaan itu beserta semua penghuninya dengan tanah. Amarahnya sudah seperti dewa Zeus yang siap meluluh lantakkan sekitarnya.


Semua ketakutan. Andai saja Troy melihat bagaimana wajahnya saat ini yang mati ketakutan melihat amarah Lyn.


Namun, pertunjukkan mematikan itu tidak terjadi. Darker muncul di hadapannya, semakin mengoyak hati Lyn.

__ADS_1


"Semua sudah terjadi, maafkan ayah!"


__ADS_2