
"Akhirnya kau kembali!" Suara hardikan itu jelas tidak menyukai kehadiran Deathlyn di sana.
Tanpa menoleh pun Deathlyn yang sudah tahu siapa dia ingin melanjutkan perjalanan, tapi senjata rahasia milik Troy sudah melayang bahkan hampir mengenai dirinya kalau Deathlyn tidak segera mengelak tadi.
"Tidak bisakah kau menaruh rasa hormatmu pada pangeran negri ini?" Hardiknya maju dan kini tepat berdiri di hadapannya.
"Kita tahu dengan cara apa ayahnya mu mendapatkan gelar itu, jadi jangan coba mencari tempat di hadapanku!" balas Deathlyn dengan sorot mematikan. Mate yang juga ada di sana hanya dia mengamati dua orang musuh bebuyutan itu saling memaki dan ada kemungkinan nanti akan terjadi juga pertempuran seru.
Mate dan Lyn merupakan sahabat dekat dulu, hingga terjadi salah paham yang membuat Lyn harus membenci mate, dan menjauh darinya.
Mendengar penghinaan Lyn amarah Troy semakin menjadi. Dia sebenar ingin mengajak Lyn untuk duel, tapi dia menahan pemikiran itu karena dia tahu ada hal yang lebih menyenangkan yang mampu buat sang rival merasa kalah lebih dari sekedar pertengkaran.
"Kemana kau bawa gadis itu? Katakan dimana dia?"
Cuih! Troy membuang kasar ludahnya, tersenyum mengejek, melihat ketidakberdayaan di wajah Lyn. Ketika dia mendapatkan kabar dari Tom bahwa Lyn sedang berada di dunia manusia dan melindungi seorang gadis. Awalnya dia pikir wanita itu adalah manusia yang dilindungi oleh ayahnya Lyn, tapi setelah melihat liontin menggantung di lehernya, hal itu tidak penting lagi, lebih penting membawa Shine ke menghadap pada ayahnya selalu raja malaikat.
"Sebegitu berharga sekali dia, ya? Bagaimana kalau ku katakan dia sudah tiada?" ucapnya kembali menikmati wajah kalut dan ketakutan Deathlyn yang terasa begitu menyenangkan buatnya.
Semua penghuni negri itu tahu kalau tidak ada yang ditakuti oleh Deathlyn, dan sangat jelas tidak ada yang berani padanya.
Tanpa sempat menghindar, dengan kecepatan penuh, Deathlyn maju mencengkram Troy, hingga pria itu tampak berhenti bernapas, semakin kuat dan dari ujung sudut matanya mengeluarkan tetes air mata.
"Lepaskan dia, Lyn, dia bisa mati!" umpat Mate mencoba melepaskan Troy dari cengkeraman mematikan Deathlyn. "Sebaiknya kita bergegas mencari gadis itu!"
__ADS_1
Diingatkan kembali mengenai mencari Shine, Deathlyn melepaskan Troy, lalu segera pergi. Tujuan mereka ada tempat tawanan manusia yang akan diadili atau dipertimbangkan akan dibawa kemana nasibnya.
Tembakan benar, Shine sedang ditawan. Kali ini bukan penjara biasa, Shine ditawan di tempat khusus yang bisa masuk ke sana adalah raja.
Demi gadis itu, Deathlyn bersedia menghadap pada Auri, raja negri ini, Walaupun terakhir kali dia sempat beradu argumen pada Auri saat kembali ke negri itu dari perjalanan jauhnya.
"Aku ingin bertemu dengan raja!" ucap Lyn dengan tegas. Melihat amarah di mata Lyn, para penjaga di depan istana itu seketika ketakutan. Mereka tidak ingin berurusan dengan Lyn, bisa fatal akibatnya, tapi mereka bisa apa? Mereka ditugaskan untuk menjaga Shine, tidak membenarkan siapapun masuk ke dalam ruangan itu, terlebih Deathlyn.
"Maaf, Col Lyn, Anda tidak dibenarkan untuk masuk," jawab salah satu penjaga. Mereka berdua adalah bawahan Lyn di kesatuan angkatan perang mereka. Junior yang selama ini mendapat pelatihan dari pemimpin mereka. Kesatria berbaju jirah yang ditakuti oleh semua prajurit, itulah Deathlyn Eagle.
"Aku ingin masuk! Aku tahu kalian menyembunyikan gadis itu di dalam sana!" kembali Luna mencoba masuk. Walau pintu itu sudah dimantrai dengan tujuan agar tidak siapapun bisa masuk, tapi dengan ilmu yang dimiliki Lyn, dia dengan gampang saja bisa menembusnya.
Mendengar keributan dari luar, seorang utusan raja datang menemui mereka, menyampaikan titah raja pada Lyn, agar pria tidak membuat keributan yang lebih besar lagi.
"Baginda raja meminta Anda pulang, dan bertemu besok lagi dengan raja. Jika Anda tidak terima, dan tetap melakukan perlawanan, maka eksekusi pada gadis itu akan dilakukan hari ini," ucap si pembawa pesan.
Dia ingin menemui ibunya. Sudah lama Deathlyn tidak pulang ke kediaman keluarganya. Oma dan juga adiknya pasti menunggunya.
Benar saja, saat melihat Deathlyn sudah mendekat ke arah gerbang rumah, adik perempuan Deathlyn menyambut kedatangannya.
"Kak Lyn, kau kembali," sapanya memeluk Deathlyn dengan erat. Aurora adik perempuan satu-satunya yang dimiliki keluarga Goldmark.
"Hey, kau sudah besar, tidak malu kah memelukku seperti ini?" ucap Deathlyn mencoba melepas pergelangan tangan Aurora yang melingkar di leher Abangnya. Namun, itu hanya sebuah trik menggoda adiknya, tentu saja Lyn sangat senang adiknya memeluk dirinya, dia juga sudah sangat merindukan gadis kecil itu.
__ADS_1
"Apa kau pulang untuk waktu yang lama? Kapan kau akan mengajak ku ke istana? Sudah lama aku menanti. Teman-temanku saja sudah sering bermain ke sana," ucapnya merajuk.
"Besok aku akan membawamu, kalau kau jadi gadis penurut!" balasnya sembari mencubit pelan pipi Aurora. Keduanya berjalan beriringan masuk ke dalam rumah rumah.
Bisa ditebak, sesaat berikutnya tangis Andromeda pecah kala melihat kedatangan putranya sulungnya. "Kau kembali, Nak!" sapa ibunya yang juga memeluknya erat, tidak berdaya, kegembiraan yang dia rasakan membuatnya terlalu bersemangat hingga lemas.
"Ibu, jangan menangis lagi. Apa semua baik-baik saja?" tanya Lyn menatap sendu pada wajah ibunya yang tampak semakin menua akan kesedihan yang dia rasakan. Dia tahu wanita itu pasti sangat merindukan ayahnya.
"Kami baik, hanya saja ibu mengkhawatirkan keadaan ayahmu," jawabnya dengan kesedihan yang jelas nyata.
Tidak ada satupun keluarganya yang tahu kalau dia turun ke bumi untuk mencari wanita yang dipinjamkan jubah oleh ayahnya. Dia berniat membebaskan ayahnya dengan membawa wanita itu ke negri nya, tapi kenyataannya wanita tidak ingin melepaskan jubahnya.
Seolah nyawa diganti nyawa, kini anak perempuan Lara yang dibawa ke tempat mereka.
"Aku pasti akan menyelamatkan ayah. Besok aku akan mengunjunginya. Ibu jangan khawatir."
***
Begitu terang datang menghapus malam, Lyn bagun dan bersiap menuju istana. Sepanjang malam dia tidak bisa tenang, memikirkan apakah Shine sedang ketakutan setengah mati karena ditahan oleh raja malaikat.
Kedatangan Lyn disambut hangat oleh Auri. Siapa yang berani tidak hormat mata anggota keluarga Goldmark. Keluarga tertua yang punya peran penting dalam membentuk sekaligus mempertahankan negri ini.
Dulu negri OcalypsoDream itu sempat dijajah dan ingin dihancurkan oleh klan malaikat lain yang dibantu ras makhluk asing lainnya, tapi keluarga Goldmark dengan keberanian yang tidak perlu dipertanyakan lagi, menjadi garda terdepan melakukan penyerangan pada musuh.
__ADS_1
Semua makhluk yang menghuni tempat itu setuju kalau leluhur Lyn yang jadi raja, kakek buyutnya menolak, hingga memilih leluhur Bronzeus menjadi pemimpin hingga sampai saat ini jatuh pada Auriga.
"Akhirnya kau kembali, prajurit paling berani yang dimiliki OcalypsoDream sudah pulang membawa kemenangan besar!" sambut Auri memeluk Lyn.