
"Aku sangat berterima kasih karena kau ada di sini. Bisakah kau tetap berada di sini saja, jangan kembali ke istana itu," pinta Luna ketika Matilda pamit undur diri. Dia harus kembali ke kerajaan raja Mark.
"Aku ingin sekali Nona. Anda tahu betul bahwa aku sangat ingin tinggal bersamamu, tapi Anda tahu sendiri itu tidak mungkin. Wolf akan membunuhku," jawab Matilda. Keduanya terus berjalan hingga ke ujung gerbang demi melepaskan keberangkatan wanita yang sudah membantunya itu.
Vanessa sudah meminta agar kekurangan Matilda diantar hingga sampai ke tempat tujuannya dengan penjagaan yang ketat dan juga kenyamanan selama dalam perjalanan semua itu hanya salah datang dan membentuk rasa terima kasihnya pada wanita itu karena sudah membantu menantunya.
walaupun sudah diminta untuk beristirahat saja dan mengatakan bahwa dia itu sendiri yang akan mengantar Matilda sampai ke pintu gerbang Luna tetap bersikeras membantah permintaan mertuanya dia ingin ikut serta memberangkatkan Matilda.
terlebih sejak mana tahu bahwa mati adalah yang sudah memberitahukan mengenai tanaman yang mampu menyelamatkan nyawanya dulu masih makin merasa berhutang Budi kepada wanita itu dan tidak mungkin membiarkannya pergi tanpa ikut mengantarnya.
setelah kepulangan Matilda kini tinggallah Luna sendiri kesepian di dalam kamarnya dia tidak diperbolehkan keluar oleh lilin dan memintanya untuk tetap beristirahat agar kesehatannya boleh lalu setelahnya dia boleh melakukan apapun yang dia suka.
namun kali ini mereka melakukan perjanjian bahwa Lim akan mengizinkannya melakukan apapun dan pergi kemanapun dengan catatan dia harus dikawal oleh pengawal yang sangat banyak hal itu dengan menjaga keselamatannya.
Lin tidak ingin lagi kecolongan oleh penjahat yang ingin menghabisi nyawa Luna.
bukan aku yang ingin dibunuh Luna kembali mengulang kata-katanya bahkan kali ini setengah berteriak di hadapan Line aksi protesnya karena perhitungan dalam kamar.
bahkan pria itu juga menempatkan penjaga di depan pintu kamarnya seolah dia mengerti bahwa istrinya itu mempunyai segudang akal yang mampu membuatnya meloloskan diri dari sana.
kini Luna hanya bisa menghitung helai demi helai rambutnya yang panjang saking tidak punya kesibukan.
__ADS_1
seluruh penjuru kamar itu sudah dia jelajahi bahkan mengeluarkan barang-barang dari lemari yang kebanyakan adalah milik Line karena kamar ini memang milik pria itu pada awalnya.
Luna terbenam di timbunan bantal empuk dan selimutwal seakan tertekan oleh gunung yang terbuat dari bulu angsa sesat bosan itulah yang dialami saat ini.
setiap yang bergerak tempat tidur megah itu ikut bergerak bersamanya ini membuatnya lelah seperti terperangkap Dalam kepompong berbentuk kulit emas yang terbuat dari bulu angsa.
Aku ingin bangun Lee sekarang perintahnya namun sayangnya suara yang dikeluarkan tidak segarang yang ia inginkan. seharusnya bisa saja tanpa mencoba berdebat dengan lelaki itu bahkan bila perlu dia akan membujuk pria itu dengan tutur kata yang manis agar boleh diizinkan keluar dari kamar Namun karena hal itu tidak berhasil Mungkin dia akan mengumpat kesal dan menari akan bahwa dirinya bukan tahanan yang harus dikurung di dalam kamar.
Lin yang baru tiba di kamar itu tersenyum hingga membuat garis itu tersipu malam gigi bibirnya menekan hasrat mengucapkan untuk membalas senyumannya itu namun tidak jadi dilakukan karena mungkin akan dianggap telah.
entah dari mana pria itu datang satu harian ini tidak menampakkan diri di hadapan Luna selain tadi pagi yang menegaskan bahwa dirinya harus tetap berada di dalam kamar.
lama lu lama mengamati dan yang terlihat begitu rupawan namun dia bisa menangkap bola saat ini pria itu memiliki beban di pikirannya wajahnya begitu rambut namun tetap tidak mengikis ketampanannya terlebih saat dia tersenyum Luna memastikan bahwa dirinya dalam bahaya Karena akan menyebabkan dia lupa bahwa lain adalah musuhnya.
dan segala rasa frustrasi Luna justru menghasilkan cacian yang mengagumkan kemudahan lain yang dilakukan.
akhirnya kau kembali setelah bersenang-senang di luar sana tanpa memikirkan orang yang kekurangan aku sungguh sangat bosan di sini aku ingin keluar dari tempat ini tidak bisakah kau mengerti umpannya melemparkan suatu bantal ke arah namun dengan tangkas pria itu menangkapnya hingga membuat bibir Luna mengerucut menjelaskan rasa kesalnya semakin besar.
Aku sedang berlatih dengan teman-teman sepertinya harapanmu untuk tidak bertemu denganku dalam waktu yang cukup lama akan terkabul bulan depan kami akan pergi ke perbatasan kembali ke medan perang jawabnya dengan mengulum senyum Dan mengering saat menatap wajah cantik istrinya hal itu tentu saja membuat Luna tersipu.
apa kau akan pergi ke medan perang Mengapa harus perang Tanya Luna yang tidak mengerti bahwa di dunia mereka saat ini masih ada peperangan padahal mereka bukanlah manusia yang gila harta semua bisa dia dapatkan dengan sihir dan kekuatan yang mereka punya untuk apalagi menaklukkan daerah lain.
__ADS_1
begitulah dan itu perintah raja
lantas Bagaimana dengan nasibku apakah akan mengurungku disini tanpa teman aku bosan.
Baiklah sebelum kami berangkat ke medan perang raja mengundangku dan juga seluruh prajurit terbaik untuk menghadiri jamuan makan malam mungkin kau bisa ikut ke istana dan bertemu dengan temanmu siapa namanya
Matilda sambar Luna memekik kaget. dia begitu mau gembira mendengar kabar itu walaupun di samping itu dia juga merasa sedih mendengar kabar bahwa Lin akan berperang dan pergi jauh darinya.
Seperti kata pria itu dia harusnya senang, tapi anaknya justru perasaannya sakit dan merasakan kesedihan yang lebih awal yang dia sendiri tidak mengerti mengapa hal itu bisa terjadi.
karena tidak ingin menangkap kesedihan disorot matanya jadi dia bergegas melebihi kesedihan hatinya dengan bertanya.
"Kapan kita akan berangkat?"
besok pagi Sekarang kita beristirahat jawab Line segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membasuh wajah dan juga tubuhnya sebelum bergabung bersama Luna di atas ranjang.
ada yang berbeda malam ini gadis itu tidak rewel ketika Lin berbaring lalu menghadap ke arahnya seolah magnet tatapan itu membuat Luna menurut dia juga tidur mau miring menghadap ke arah Line hingga mata mereka saling mengunci.
kalau Lin memang merasakan lelah dan juga ngantuk yang berkepanjangan terlebih sejak Luna sakit dia tidak mendapatkan istirahat yang cukup kini matanya sudah mulai redup terbawa harus ngantuk yang membuat beda dengan Luna yang matanya masih tampak segar karena sepanjang hari ini tidak punya kegiatan dan hanya melakukan kegiatan bermalas-malasan di atas ranjangnya.
Kau akan tidur tanya Luna yang berharap Lin mengajaknya bicara dan lagi-lagi hal itu membuat Luna mengutuk dirinya yang seolah sudah tidak punya jati diri dan mulai masuk dalam lingkaran pesona pria itu.
__ADS_1
"Mmm... Aku ngantuk sekali," jawabnya masih memejamkan mata, lalu membuka mata kembali. "Apa kau ingin dipeluk?"