
Luna tidak pernah merasakan kepuasan seperti ini. Penyatuan tubuh mereka terasa sangat sempurna, bahkan perih diawal tidak membuat Luna menjadi cerah dan tidak ingin mengulangi lagi bahkan kalau saja dia tidak tahu malu mungkin saat ini dia sudah merengek kepada kalian untuk melakukan penyatuan kembali.
Permainan itu sudah dua kali mereka lakukan sepanjang pagi hingga siang hari dan perut Luna seolah dikuras merasa kosong karena tenaganya habis terkuras ketika dicumbu oleh suaminya yang begitu perkasa.
Setelah selesai mandi dan berpakaian keduanya bergandengan tangan menuju dapur mereka adalah sepasang suami istri yang tampak sangat kelaparan hingga memilih untuk mengunjungi dapur daripada harus menunggu pelayan melayani mereka di ruang makan.
Rasanya aku ingin memakan semua menu yang ada di atas meja ini ucap Luna tertawa renyah.
"Kau boleh menikmati semuanya aku tahu kau beserta tenaga ekstra, karena nanti kita pasti akan melakukannya lagi," sambar Lyn mengedipkan matanya.
Hanya godaan kecil itu saja sudah mampu membuat Luna terbuai. Pipinya bersemu merah. Mengapa pria itu tanpa malu mengatakan hal yang tahu di atas meja makan ini semoga tidak peduli kalau pelayan yang berdiri tidak jauh dari mereka mendengar topik yang mereka bicarakan.
Akhirnya semua menu makanan yang tadi dihidangkan para pelayan sebagian besar sudah pindah ke dalam perut mereka berdua.
"Apa kau sudah menemui ayah dan ibu?"katanya Luna sembari mengelap mulutnya dengan kain serbet putih yang ada di sampingnya.
Pria itu hanya menggeleng lalu menghabiskan sisa air yang ada di dalam gelasnya sebelum menyudahi makan siang yang sebenarnya sudah sangat terlambat.
"Kenapa? Apa kau ingin membuat mereka mengkhawatirkanmu lebih lama lagi?" Tanya Luna yang tidak mengerti dengan jalan pikiran pria itu.
"Pertama aku sampai di istana ini sudah sangat larut kedua aku tidak bisa membawahi diriku bahwa orang yang ingin pertama kali aku temui adalah dirimu jadi aku ke kamar dan melihatmu terbaring di atas ranjang sesudahnya aku melupakan segalanya,"jawab Lyn dengan santai.
Hati Luna mengembang mendengar perkataan pria itu betapa dia lebih diutamakan dari segala hal betapa Dia sangat dicintai. Selama pernikahan Lin tidak bosan yang memberikan perhatian kepadanya jadi Sudah sewajarnya Luna membuang segala curiga dan rasa bencinya kepada Lin.
__ADS_1
Berkaitan dengan apapun tanggapan wolf nantinya ketika mengetahui bahwa dia sudah mampir dari kesepakatan. Toh, Matilda saat ini sudah berada bersamanya tidak ada yang bisa dilakukan pria itu untuk mengancamnya lagi.
Luna segera bangkit dari duduknya mengeluarkan tangan untuk digenggam pria itu mengajaknya meninggalkan dapur.
"Ke mana kau ingin pergi apa kau ingin berkuda lagi?" Tawar Lin yang begitu gembira karena perubahan sikap Luna kepadanya.
Es yang ada dalam diri gadis itu sudah mencair bergantikan rasa cinta yang jelas terlihat di mata gadis itu terhadapnya.
Lyn berjanji akan menjaga kepercayaan yang diberikan Luna kepadanya dia tidak akan pernah menyakiti atau menghianati garis itu tidak pernah mencintai seorang gadis besar yang dia rasakan kepada Luna dari situ begitu spesial salah tercipta hanya untuknya.
"Aku ingin kita menemui ayah dan ibu kau harus jadi anak yang berbakti Kau boleh saja ingin bertemu denganku tapi kau juga harus mengingat orang tuamu seolah menjadi ibu guru yang mengajarkan kebajikan dan juga cinta kepada orang tua terhadap pria itu.
Kalian hanya bisa tersenyum mendengar perkataan istrinya dia menurut Bukankah dia berjanji ketika perang kalau dia bisa kembali dengan selamat dia tidak akan pernah membuat Luna menangis Lagi tujuan hidupnya hanya untuk membahagiakan gadis itu.
Sebelum menikah Lyn selalu datang menemuinya terlebih dahulu tapi tidak mengapa Vanessa bisa menerimanya justru dia bangga terhadap putranya itu karena menghargai istrinya dan melakukan tanggung jawab yang benar sebagai seorang suami.
"Ayolah ibu jangan membuatku malu kau tahu benar aku sangat mencintaimu tapi rasa rinduku kepada wanita yang kita sudah menjadi istriku ini sudah tidak terbendung jadi aku memutuskan untuk menemui yang lebih dulu kau dan dia sama-sama ada matematika jawab yang membuat Vanessa sama terharu mendengarnya begitupun dengan Luna dari situ tanpa saling menitipkan air mata bangga dengan perkataan suaminya yang begitu bijaksana.
Dia tidak memilih antara dirinya ataupun ibunya dia menempatkan mereka berdua di dalam hatinya dengan porsi yang berbeda dan itu adalah hal yang bijak yang Luna syukuri.
Kayaknya yang mendengar pembicaraan mereka hanya bisa tertawa renyah Lalu setelah melepas pelukan Vanessa Limpung memeluk ayahnya.
"Selamat datang kembali di rumah anakku ayah begitu bangga kepadamu," ucap Borneo menepuk punggung alin tiga kali.
__ADS_1
Tempatnya lalu menghabiskan waktu membicarakan banyak hal mulai dari penyerangan serta sabotase yang dilakukan oleh beberapa orang yang menjadi prajuritnya.
Borneo yang mendengar itu tentu saja merasa geram itu sudah keterlaluan dia tahu siapa yang harus bertanggung jawab atas penyerangan itu.
"Sudahlah, Ayah, tidak usah menuntut ataupun meminta penjelasan darinya percayalah kekuasaannya tidak akan lama lagi akan ada pemberontakan besar-besaran yang terjadi oleh para keluarga tertua yang sudah tidak suka dengan caranya," jawab Lyn menenangkan hati ayahnya.
Saat masih asik mengobrol seseorang datang menghadap hindari pakaiannya lebih tebal adalah anak buah yang ingin menghadapi berbicara kepadanya.
Dan sudah memberikan instruksi untuk datang kembali nanti namun melihat mimik wajah anak buahnya itu yang merasa tidak bisa menunggu memberikan informasi kepadanya membuat dan akhirnya undur diri.
"Ada apa kau ingin bertemu denganku tidak Bisakah kau melihat bahwa aku dan keluargaku selalu berbicara?" hardik Lyn dengan tatapan tidak senang.
Rencananya hari ini Lyn tidak ingin melakukan apapun selain menemani Luna dia ingin membahagiakan gadis itu menikmati kebersamaan mereka terlebih setelah apa yang mereka lakukan pagi tadi membuat Lin tidak ingin jauh dari Luna sedikitpun.
"Maaf Tuan, saya hanya ingin menyampaikan bahwa saya sudah menemukan orang yang sudah melukai tuan putri awalnya saya tidak berani mengatakan hal ini karena belum memiliki bukti yang cukup. Tapi setelah melakukan investigasi yang lebih, akhirnya saya yakin dan bisa menetapkan suatu tersangka," ucap prajurit itu terdengar penuh keyakinan yang kuat.
"Apa kau sangat yakin akan orang ini?" tanya Lyn dengan gigi gemeretak. Dia bersumpah akan membunuh orang yang sudah menyebabkan Luna dalam bahaya tidak akan memberi ampun sedikitpun.
Dengan berani menyakiti Luna bahkan berniat membunuhnya sama saja sudah mencari masalah dengan lain dan hukumannya adalah kematian.
"Saya sangat yakin 100%, Tuan," jawabnya dengan suara lantang.
"Maka sebutkan nama itu!"
__ADS_1
"Emerald Castillo!"