Antara Cinta Dan Sahabat

Antara Cinta Dan Sahabat
episode 10


__ADS_3

mereka semua keluar dari kamar dan menuruni anak tangga menuju lantai bawah.


"nona kalian mau kemana? " tanya sang kepala pelayan bernama Pak Kim menghampiri anak majikanya.


"oh kami mau ke pasar malam pak Kim" ucap Nasya yang diangguki oleh sahabat-sahabatnya.


"kalo begitu hati-hati nona " ucap Pak Kim. pak Kim mengangguk seraya menunduk.


mereka semua keluar dari rumah dengan dandanan bak bidadari. Nasya yang mengenakan dress putih polos beserta sepatu putih polosnya dan jangan lupakan jepit rambut model kupu-kupu membuatnya seperi putri.


sementara Micelle, Audry dan Rayana juga tak kalah menawanya malam ini. Micelle dengan dres hitam, Audry dengan dress hijau, dan Rayana memakai dres abu-abu.


mereka memutuskan untuk menuju pasar malam dengan berjalan kaki. awalnya, ketiga temanya menolak untuk jalan kaki. namun dengan kekeuh Nasya menolaknya.


"kalau gak mau gak usah jalan " ucap Nasya yang keluar dari kamar. saat mereka tengah berdebat denganya.


dan akhirnya mau tidak mau, mereka menuruti si ibu ratu daripada tidak keluar rumah.


"kenapa sih loe gak mau naik mobil? " Tanya Micelle saat mereka tengah berjalan menuju lokasi pasar malam.


"ya enakan jalan kaki Micelle sambil jalan sambil nikmati udara seger" jawab Nasya yang masih setia menghirup udara segar.


Micelle mendegus kesal dan tetap mengikuti langkah sang ketua genk.


sepanjang jalan, keempat gadis cantik bak bidadari itu tak lepas dari pandangan setiap orang yang datang.


"gila-gila gue baru nemu cewek yang secantik ini" ucap si pria kacamata.


"ho'oh cantik parah" sahut temanya.


begitulah ucapan para buaya darat yang menatap nakal pada Nasya dan teman-temanya.


"huh loe sih Nas kenapa gak naik mobil aja?" tanya Audry seraya menggerutu.


"udahlah gak usah di gubris" ucap Nasya santai seraya berjqlan memasuki lapangan yang sangat luas. membuat mata Nasya sangat berbinar.


bahkan Audry dan kedua temwnya itu sampai lupa jika mereka sedang menggerutu.


"widih indah sekali Nas" ucap Rayana seraya matanya tak lrpas dari semua oermainan di tempat itu.


"yaudah malam ini kita main sepuasnya yuk soalnya katanya besok pasar mqlamnya udah pindah" ucap Nasya membuat teman-temanya menoleh dan menatapnya heran.


"loe kok tau? ' tanya Rayana.


"ya tau lah gue kan selalu update" ucap Nasya seraya mengibaskan rambut. menyombongkan dirinya.


"ck sombong amat" ucap Micelle berdecak kesal.

__ADS_1


mereka semua memasuki biang lala dan mulai menaikinya.


selama satu jam, Nasya dan teman-temanya tertawa bahagia. padahal baru pertama kali mereka menaiki itu.


setelah puas bermain, mereka berempat masuk ke kedai bakso dan segera memesan.


"Nas kita gak papa nih makan di sini? " tanya Audry sedikit takut.


"gak papa Dry lagian gue bosen makan yang bersih terus pengen rasain makan pinggir jalan" ucap Nasya.


"tapi nanti kalau loe sakit gimana? " tanya Rayana yang ikut khawatir.


"udah deh gue gak papa " ucap Nasya


tak lama, pesanan mereka datang dan menikmatinya


"emm enak banget tak kalah deh sama di restaurant langganan gue " ucap Micelle seraya terus memasukan kedalam mulutnya.


"benerkan apa kata gue " ucap Nasya seraya mengambil kerupuk di depanya.


"abis ini kita mau kemana? " tanya Nasya.


"kita naik bebek itu " ucap Rayana menunjuk perahu karet berbentuk bebek.


mereka semua mengangguk dan melanjutkan makan tanpa ada yang menyadari jika ada sepasang mata yang terus mengawasi mereka.


Nasya menghampiri si penjual dan menanyakan "bang harga baksonya berapa? " tanya Nasya seraya menyerahkan uang merah.


"eh neng cantik murah neng satu porsinya cuma lima ribu " ucap si tukang bakso tersenyum ramah.


membuat Nasya dan teman-temanya membulatkan matanya serta mulut yang terbuka lebar.


"bang, abang serius nih? " tanya Nasya setengah tak percaya.


si abang bakso sedikit terkekeh melihat reaksi pembelinya. " serius atuh neng kenapa? kemahalan ya? " tanya si abang bakso.


"hah? kemahalan? " tanya Nasya semakin tercengang.


" iya neng kata orang-orang bakso saya teh kemahalan" ucap abang bakso.


astaga bakso lima ribu kemahalan? yang benar saja.


"enggak bang malah saya rasa bakso abang kemurahan." ucap Nasya "kenapa gak di naikin sedikit?" tanyanya kemudian.


"hehe neng mah ada ada aja siapa yang mau beli neng kalau bakso saya mahal " ucap babang bakso terkekeh.


Nasya dan teman-temanya merasa prihatin dengan keadaan yang mereka temui. ternyata masih banyak orang kurang beruntung di sekitarnya.

__ADS_1


"emm ya udah saya beli semuanya deh bang dibungkus ya" ucap Nasya tersenyum.


abang bakso langsung melotot dan berbinar mendengar penuturan pembelinya tersebut. " serius mau di borong? " tanya si abang memastikan.


Nasya mengangguk seraya tersenyum membuat si abang bakso langsung semangat empat lima membungkus semua daganganya.


" ini bang uangnya " ucap Nasya menyerahkan lima lembar uang warna merah.


"waduh neng gak perlu banyak-banyak lha dagangan saya cuma dua ratus ribu" ucap abang bakso ingin mengembalikan kelebihanya.


"gak usah bang ambil aja "bukan Nasya yang menjawab melainkan seseorang yang berada di belqkang mereka.


sontak saja Nasya dan teman-temanya beserta abang baksonya menoleh ke belakang.


dan telah berdiri seorang pria tampan yang tersenyum kearah Nasya. namun, dengan cepat Nasya nemalingkan wajahnya kearah tempat lain.


siapa lagi jika bukan David pria yang menyebalkan bagi Nasya.


ia berjalan mendekati tempat Nasya dan teman-temanya berdiri.


"nih bang saya tambahin " ucap David seraya menyerahkan lima ratus ribu


"tapi den ini kebanyakan " ucap abang bakso twk enak.


"sudah ambil saja dan segera pulang" ucap David membuat seseorang diam-diam menatap kagum kearah David dan tersenyum tipis.


"Nas kita jadi gak nih naik bebeknya? " tanya Audry yang membuat lamunan Nasya bubar.


"emm ayo " ucap Nasya hendak berlalu. namun, tanganya di cekal oleh tangan David.


"daripada main yang gak jelas ikut gue kita bagiin makanan ini " ucap David.


"ogah loe aja" sentak Nasya yang menepis kasar tangan David.


"udahlah Nas kita ikut aja " ucap Micelle yang tqmpak semangat. membuat Rayana dan Audry seketika menatapnya aneh.


segera ia mencari alasan yqng tepat untuk mengalihkan tatapan para sahabatnya itu.


"ya gue udah gak nafsu aja main air malam-malam begini apalagi ini sudah agak malam. sekalian kita nebeng kak David nanti pulangnya. " ucap Micelle setenang mungkin.


mereka semua mengangguk dan mengikuti langkah David.


kini mereka menuju sebuah perkampungan di pinggir kota dan terlihat kumuh.


"ish nih tempat apaan sih? " tanya Audry yang sibuk mengibaskan tangan keudara mengusir nyamuk..


BERSAMBUNG........

__ADS_1


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK GAES


__ADS_2