Antara Cinta Dan Sahabat

Antara Cinta Dan Sahabat
episode 32


__ADS_3

tiga hari di rumah sakit, Nasya sudah di perbolehkan pulang oleh Dokter.


karena memang, dirinya tak mengalami luka apapun. hanya sedikit ketakutanya. akibat phobianya itu.


memang dasar Dadynya saja yang terlalu lebay. karena kekeh harus di periksa lebih intens lagi karena takut jika sang princess kenapa napa.


dan selama itu pula, Nasya bersikap biasa saja saat teman temanya menjenguknya.


seperti pagi ini, mereka bertiga datang untuk menjemput Nasya yang sudah di perbolehkan pulang oleh Dokter.


"pokoknya loe nggak usah jemput gua, " ucap Nasya dengan seseorang di seberang sana.


"tapi... " ucapanya terhenti saat Nasya mengatakan sesuatu.


"nurut atau nggak sama sekali, " ucapnya memotong omongan orang itu.


membuat seseorang di sana menghela nafas dan akhirnya setuju dengan ucapan sang kekasih.


yap. orang itu adalah David yang awalnya sangat ngotot sekali untuk menjemputnya. namun, dengan tegas dan sedikit mengancam, akhirnya Davidpun mengalah.


membuat Nasya tersenyum penuh kemenangan. "oke, tapi, nanti kalau sudah sampai rumah, loe kabari gue, " ucapnya setelah terdiam beberapa saat.


"oke deal, " ucap Nasya dan langsung mematikan panggilan dan menaruh ponselnya di sampingnya.


tak lama, ketiga sahabatnya itu datang dan langsung memeluk tubuh Nasya secara bersamaan.


"duh, kangen banget sih, " ucap Micelle seraya melerai pelukan pada tubuh Nasya.


"iya bener, sekolah jadi nggak semangat nggak ada ketuanya, " ucap Rayana menimpali.


"hais kalian ini, lebay deh" ucap Nasya seraya terkekeh pelan.


"gimana, sudah siap pulang kerumah,? " tanya Audry.


"wah, siap dari kemarin lah disini nggak enak," jawab Nasya.


merekapun mengangguk dan membantu Nasya mengemasi barang barang.


merekapun keluar dari rumah sakit dengan mengendarai mobil Micelle.


sepanjang perjalanan, ponsel Nasya terus saja berbunyi. namun, sepertinya Nasya tak menghiraukan nya danmalah asyik mengobrol.


"Nas, ponsel loe bunyi tuh, " ucap Audry ywng duduk di sampingnya.


"hmm biarin, paling hanya orang iseng, " ucapnya seraya matikan ponselnya. dan kembali bercerita dengan teman temanya.


waktu tiga hari yang tak bertemu, membuat keempat gadis itu menghabiskan waktu bersama.


mereka menghentikan laju mobil saat melihat sebuah cafe yang sepertinya sangat ramai. terlihat banyak sekali orang yang mengantri.


"eh, gaes kita kesana yuk, " tunjuk Nasya pada Cafe Rose yang berada di seberang lampu merah.

__ADS_1


"wah, cafe Rose ayo deh, gue juga penasaran sama cafe itu, " ucap Micelle yang langsung menuju kearah tempat tersebut, dan langsung memasukan mobilnya di parkiran khusus mobil.


mereka berempat keluar dari mobil dan langsung masuk kedalam cafe.


terlihat, semua meja penuh dan sepertinya tak ada tempat lagi.


"gaes, kayaknya nggak ada tempat lagi deh, " ucap Micelle seraya mengedarkan pandangan ke segala arah.


hingga matanya, melihat ada meja kosong di pojok ruangan.


"eh, kemana,? " tanya Nasya saat melihat Micelle menarik tanganya.


mereka menuju meja tersebut dan langsung duduk di sana.


"emm enaknya pesen apa ya,? " tanya Micelle.


tak lama, pelayan pun datang menghampiri gadis gadis itu.


"pesen apa mbak,? " tanya si pelayan setelah menyerahkan buku menu.


"emm milk shake empat sama seblak jalatot empat levelnya sama, " ucap Nasya menyerahkan buku menu.


"baik di tunggu, " ucap si pelayan dan berlalu pergi.


mereka berempat mengangguk dan kembali berbincang bincang.


sementara di dapur, seseorang sedang sibuk memasak dan menata piring piring.


"kenapa,? " tanyanya dengan tangan yang kembali sibuk meeacik bumbu seblak.


"loe ngapain di sini,? mending loe keruangan loe sana " ucapnya seraya menuangkan masakan ke mangkuk.


"emang kenapa,? " tanyanya menoleh dan kembali tangannya lihai meracik bumbu itu.


"ya bukan gitu, kan loe bos di sini, mending loe keruangan loe, " ucap pria itu yang bernama Zidan.


namun, pria itu tak memperdulikan ucapan Zidan dan melangkah seraya membawa nampan berisi pesanan pelanggan.


"oh, ya ini pesanan nomor berapa,? " tanya si pria menoleh kearah Zidan.


"meja paling pojok belakang sendiri, " ucap Zidan. dan diangguki oleh pria itu.


ia berjalan mengjampiri meja yang sudah di beritahu oleh Zidan.


di tengah jalan, pria itu menghentikqn langkahnya karena melihat sesuatu.


Deg.


jantungnya berdegup kencang saat melihat pemandangan di sana.


"Vid, loe kenapa,? " tepuk seseorang dari belakang. membuatnya menoleh.

__ADS_1


"Dan, eh gue nggak jadi ya nganterin pesanan ini, loe aja, " ucapnya langsung memberikan nampan pada Zidan dan langsung berlalu pergi.


Ya, pria itu adalah David. pemilik Cafe Rose yang memang sedang buming di ibukota.


ia yang tadi pagu ingin menjemput Nasya, tak jadi karena kekasihnya itu tak ingin di jemput dan sekarang, ia bertemu di Cafe miliknya.


dan seketika, David menjadi minder dengan semua yang ia miliki. karena merasa tak sebanding dengan kekasihnya itu.


David memang memiki Cafe yang baru beroprasi dan pabrik baju yang juga baru enam bilan berkembang.


setelah sampai di ruanganya, David langsung mendudukkan dirinya di kursi kerjanya.


seraya menyalakan laptop yang mengawasi seluruh isi Cafenya.


matanya terus saja mengawasi sang kekasih yang sedang tertawa lepas. dan David pun ikut tersenyum.


tak lama, ia melihat Zidan membawa pesananya dan mereka berempat memakanya. terlihat Nasya yang menurutnya sangat lucu karena makan dengan wajah cemong.


David terkekeh geli melihat wajah kekasihnya itu. namun tak lama, senyumanya hilang. saat ia melihat, Nasya dan teman temanya di hampiri oleh seorang pria.


🌸🌸🌸


sementara itu, Nasya dan teman temanya yang sedang bercanda ria di kejutkan dengan kedatangan seseorang yang menghampiri mejanya.


"hai boleh gabung,? " tanyanya seraya tersenyum manis kearah keempat gadis itu.


"eh, boleh kok, " ucap Nasya tersenyum dan pemuda itu pun mengangguk dan tersenyum dan langsung duduk.


"kalian sudah lama berada di sini,?" tanya orang itu yang tak lain adalah Leo.


"baru kok, loe mau pesen apa,? "tanya Nasya pada Leo.


"emm apa aja deh, sebenernya gue mau makan yang manis manis" ucap Leo tersenyum pada Nasya.


membuat ketiga temannya itu saling berpandangan dan sama sama tersenyum.


"sepertinya, Leo suka sama Nasya," bisik Micelle dan di angguki oleh Rayana dan Audry.


Micelle tersenyum penuh arti dan berharap lebih dengan kedekatan Nasya dan Leo. karena ia sebenarnya tau jika David menyukai Nasya.


dan dengan dekatnya Leo dan Nasya membuat David menyerah.


wah nggak tau aja Micelle kalau Nasya dan David sudah jadian alias berpacaran.


Dan dari dalam ruangan, David mengepalkan tangannya kuat karena rasa cemburu.


nafasnya naik turun menahan emosi. dengan segera, ia mengambil ponsel di saku bajunya dan langsung menghubungi sang kekasih.


namun, Nasya dengan sengaja, mematikan panggilanya. membuat David bertambah kesal dan mengeram kesal.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2