Antara Cinta Dan Sahabat

Antara Cinta Dan Sahabat
episode 36


__ADS_3

membuat Audry mendegus kesal karena ucapan Nasya itu.


"loe tuh ya, gak usah pamer, " ucap Audry sewot membuat Nasya terkikik geli. melihat wajah Audry yang seperti bebek.


sementara itu, Micelle yang berada di depan dengan Rayana, malah asyik sendiri dengan mendengarkan musik di ponselnya.


hanya Rayana yang sesekali melihat ke belakang kearah Nasya dan Audry.


setelah menempuh perjalanan sekitar lima belas menit, mobil Micelle sampai di pantai.


mereka berempat segera turun dari mobil menuju pasir putih yang membentang sepanjang jalan.


mereka berempat duduk diatas pasir putih dan bermain layaknya anak kecil. yqng berlari dan sesekali menyiratkan air pada satu sama lain.


membuat seseorang tak jauh dari sana, mrmperhatikan keempat gadis itu seraya tersenyum tipis.


"semoga saja, senyum loe itu tetap ada apapun yang terjadi, " gumam pria itu. dan menjauh dari pantai menuju mobilnya.


sementara itu, Nasya dan ketiga temanya, asyik dengan acara siram siraman air, eh apasih namanya author nggak tau, hehehe.


hingga ponselnya berdering, tanda panggilan masuk. dengan sedikit menjauh, Nasya mengangkat panggilan tersebut.


"halo, apa sih Vid,? " terdengar Nasya sedikit kesal karena di perhatikan berlebihan.


membuat David mengernyit mendengarnya. ' loe kenapa,? loe nggak mau gue perhatian,? " tanya David dari sambungan video call.


"iya gue kesel tau! abisnya loe telpon mulu sih, nanti kalau yang lain curiga gimana,?" tanya Nasya.


tanpa aba aba, Nasya mematikan sambungan teleponnya dan kembali gabung dengan teman temanya.


mereka kembali bermain pasir dan air layaknya anak kecil.


"enak ya, jadi anak kecil, " ucap Micelle seraya menatap seorang anak perempuan sekitar umur lima taun sedang bermain layangan bersama teman temannya.


membuat ketiga gadis itu, menatap arah yang Micelle tatap.


kemudian, mereka juga ikut menganggukwn kepala merasa setuju dengan pernyataan Micelle.


"iya, loe benar Cell dunia anak anak itu, dunia paling menyenangkan, mereka hanya tau main dan main, tanoa harus memikirkan masalah hidup, " ucap Rayana.


lalu, mereka kembali memperhatikan anak anak yang sedang bermain kejar kejaran. dan takjarang, mereka tertawa bahagia.


sementara itu, Nasya tampak sedikit lesu entah apa sebabnya. ia memilih duduk di tepi pantai, dengan selonjoran kaki.


hingga sebuah tepukan di pundaknya, membuyarkan lamunannya. ia pun menoleh dan mendapati Leo yang sudah duduk di sampingnya.

__ADS_1


"loe kenapa sedikit lesu,? " tanya Leo karwna melihat wajah gadis itu, yang sedikit cemberut.


Nasya hanya menggelengkan kepala dan tersenyum kecil.


"nggak papa, lagi malas aja," ucap Nasya.


Leo hanya menganggukan kepala dan mengeluarkan sesuatu dari saki celananya.


"nih, biar loe nggak setres, " ucap Leo seraya memberikan sebuah sedotan berwarna kuning dan juga slime yang bisa di tiup.


merekapun segera meniupnya membentuk balon berukurqn besar berbentuk love.


dan menerbangkanya di udara. membuat teman Nasya yang lain pun, ikut mendekat.


"wah Leo, minta satu dong, " ucap Rayana di susul oleh Audry dan Micelle.


menjadi kini, mereka berlima, membuat bwlon raksasa yang di dalamnya terdapat sebuah surat yang di tulis oleh Leo swbelumnya.


"wah, indahnya coba aja kalau bisa di kasih air, atau cahaya oasti indah banget, " ucap Micelle merasa kagum.


" bisa kok, kalau kalian mau, " ucap Leo yang mengeluarkan beberapa barang dari sakunya. diantaranya, ada gelembung dan beberapa surat dan pensil.


seperti anak kecil, Nasya dan teman temannya segera menulis surat yang di tiup di tengah tengah gelembung. lalu, di terbangkan ke udara.


mereka semua melihat keatas dan melihat gelembung itu tetbang membelah langit sore itu.


"makasih ya Leo, loe udah menghibur kita semua, " ucap Nasya.


Leo hanya mengangguk dan tersenyum kearah mereka berempat.


dan akhirnya, mereka pulang kerumah masing masing. dengan Nasya yang di antar ole Leo.


sebenarnya, Nasya sudah menolak untuk tidak usah di antar. tapi, teman temannya, menyuruh Nasya agar ikut saja dengan Leo. karena rumah Nasya memang beda arah dengan teman yang lain.


sehingga, mau tidak mau, Nasya ikut dengan Leo menggunakan motor milik laki laki itu.


sepanjang perjalanan, Nasya merasa tak tenang dan benar saja, di belakang sana, terlihat David sedang menatap dirinya dengan tajam.


"mamp*s loe Nas, " gumam Nasya dalam hati. dan dirinya pun tak berani lagi menatap ke bekakang.


sesampainya di depan rumah, Nasya segera turun dan langsung masuk kedalam rumah.


setelah Leo melajukan motornya meninggalkan rumah Nasya.


baru saja, ia akan melangkah menuju ruang keluarga, suara ketukan pintu, membuat dirinya mengurungkan niatnya.

__ADS_1


Nasya segera membuka pintu, dan mendapati sang kekasih sudah ada di depan rumahnya, dengan ekspresi yang sulit diartikan.


membuat Nasya seperti maling yang ketahuan mencuri ayam.


"kenapa lihatin gue kayak gitu,? " tanya Nasya setenang mungkin. walaupun jantungnya seperti mau melompat dari tempatnya.


bukannya menjawab, David semakin merapatkan dirinya ke dinding. membuat Nasya semakin ketakutan dibuatnya..


"loe mau apa,? " tanya Nasya sedikit ketakutan.


"loe tau kan apa kesalahan loe? " tanya David menatap tajam kekasihnya itu.


dan dengan refleks, Nasya menganggukkan kepala kemudian menunduk.


"gue tau gue salah, gue minta maaf, " ucap Nasya semakin takut.


entwh mengapa, di depan David membuat nyalinya semakin menciut saja, apalagi, dengan tatapan matanya yang seakan mengintimidasi dirinya, membuat Nasya semakin ketakutan.


sedetik kemudian, ketakutan Nasya sirna saat tubuhnya di dekap oleh kekasihnya itu.


"jangan pernah bermain api, jika loe tidak mau kebakar, " ucap David melonggarkan pelukanya.


membuat Nasya mendongak dan menatap manik mata indah pria di depannya itu.


"siapa yang main api,? " tanya Nasya. karena memang benar, dirinya tak pernah bermain api.


membuat David semakin mendekatkan wajahnya seperti ingin menciumnya.


membuat Nasya, reflek memejamkan mata. namun, dugaanya salah, karena bukanya David ingin menciumnya, melainkan ingin mengambil kotoran di wajahnya.


setelah kotoran itu hilang, David segera menjauhkan wajahnya dari wajah Nasya.


"pasti fikiran loe mesum kwn,? " tanya David seraya menaik turunkan alisnya.


membuat Nasya memalingkan wajahnya, karena menahan malu.


"ish nyebelin! "ucapnya seraya memukul dada lwki laki itu. " lagipun, kenapa mau ngambil kotoran aja, harus dekat dekat, "lanjutnya memannyunkan bibir.


membuat David merasa gemas sendiri di buatnya. "gemes banget sih, pacar gue, " ucap David seraya mencubit pipi cuby sang kekasih.


"awh sakit, " rengeknya seperti anak kecil. membuat David semakin gemas di buatnya.


"jangan terlalu menggemaskan sayang, nanti kalau gue khilaf, siapa yang mau tanggung jawab,? " tanya David.


membuat Nasya semakin cemberut di buatnya. dan tak lama, David menatap dalam mata kekasihnya itu .

__ADS_1


"jangan pernah menerima tawaran dari pria lain, " ucap David.


BERSAMBUNG.......


__ADS_2