Antara Cinta Dan Sahabat

Antara Cinta Dan Sahabat
episode 7


__ADS_3

mereka berjalan lebih dulu meninggalkan Micelle yang berada di belakang ketiga gadis cantik itu.


"eh gaes tungguin gue woy ! " ucap Micelle seraya berlari mengejar ketiga sahabatnya itu.


Micelle tak henti-hentinya mendegus pada ketiga sahabatnya itu.


"is bisa-bisanya kalian ninggalin gue " gerutu Micelle pada ketiga temanya itu yang di balas oleh senyuman dan tawa mereka bertiga.


sesampainya di rumah Nasya, mereka berempat sudah di sambut oleh dua koper Momy dan Dadynya Nasya yqng sudah bertengger di depan pintu.


"Mom, Dad kalian sudah mau berangkat? " tanya Nasya saat mereka berpapasan di ruang tamu.


"hmm iya sayang Momy sama Dady berangkat dulu ya kamu hati-hati di rumah. Audry, Micelle, Rayana om titip Nasya ya " ucap Tn. Fery pada keempat gadis itu.


"sayang Momy pergi dulu ya jangan buat ulah selama Momy sama Dady gak ada di rumah " ucap Ny. Isyana seraya memeluk putri kesayanganya.


"huhu Momy sama Dady jangan lama-lama ya di Ausie" ucap Nasya seraya menangis sesenggukan.


"iya sayang kamu tenang saja nanti jika semuanya sudah beres Momy sama Dady akan langsung pulang sayang" ucap Ny. Isyana memeluk sang putri.


"kalau begitu Momy dan Dady pergi dulu ya " ucap Tn. Fery mengelus kepala putrinya.


Nasya hanya mengangguk dan mengantarkan orang tuanya sampai kedepan rumah dan memasuki mobil yang sudah ada banyak pengawal.


Nasya sedikit lega karena orang tuanya di jaga dengan ketat.


" udah yuk masuk" ucap Micelle saat mendapati mobil orang tua Nasya sudah nenghilang di balik pagar.


mereka semua masuk kedalam rumah dan maduk kedalam kamar dan segera berganti pakaian karena hari juga sudah menunjukan pukul tujuh malam.


setelah siap dengan baju tidurnya mereka ber empat menuruni anak tangga untuk menuju meja makan karena perut mereka sudah meronta-ronta ingin di isi oleh makanan.


mereka langsung duduk di meja makan dan mengambil menu kesukaan mereka dan lalu menyantapnya dengan lahap.


para pelayan pun tersenyum senang menyaksikan betapa lahapnya anak majikanya bersama teman-temanya.


setelah selesai makan nalam, mereka nenaiki satu persatu anak tangga dan masuk kedalam kamar.


"eh kita nonton drakor yuk " ajak Nasya pada ketiga sahabatnya itu.


"yuk ah capcus" ucap mereka serempak dan mulai merebahkan tubuh mereka dengqn posisi tengkurap.


"eh tapi awas jangqn sampai kemalaman karena besok upacara dan ketua osisnya katanya galak" ucap Micelle memperingati.


" iya iya bawel" ucap merrka bertiga kompak membuat Micelle mendegus kesal.

__ADS_1


dan mereka menonton drakor dengan di dampingi cemilan kesukaan Nasya.


dan kegiatan para gadis itu tak lepas dari perhatian seorang pria tampan yang tampak memperhatikan keempat gadis itu menggunakan teropongnya.


ralat tepatnya hanya memperhatikan gadis pemilik rumah itu yang sedari tadi di perhatikan olehnya.


"hmm sepertinya menarik" ucap Pria itu menyerigai entah apa yang ada di dalam otaknya hanya si coeok dan tuhan yang tahu.


keesokan paginya...


Nasya bangun paling akhir dan itu artinya ia akan terlambat karena jam dinding menunjukan pikul tujuh kurqng lima belas menit.


sementara jarak rumah dan sekolahnya memerlukqn waktu dua puluh menit.


"oh astaga gue kesiangan lagi" ucap Nasya menyibak selimut dan berlari kearah kamar mandi.


secepat kilat Nasya mandi dan bersiap-siap berangkat kesekolah.


dan di depan pintu, ia baru menyadari sesuatu.


"oh astaga kemana mereka?" tanya Nasya pada dirinya sendiri dan langsung berlari kearah tangga dan menuruninya satu per satu.


"nona. nona tidak sarapan? " tanya salah satu pelayan pada nonanya.


"ah enggak bi sudah telat kalau begitu Nasya pergi bi " ucap Nasya berlari menuju garasi.


namun, harapan tinggalah harapan karena nyatanya di sana sudah berdiri beberapa anggota osis dengan ketua barunya.


tapi tunggu, rasa-rasanya Nasya mengenali sosok pria yang menjadi ketua osis barunya itu menggantikan Haris si ketua osis lama.


mata Nasya membulat saat menyadari bahwa sosok itu adalah David.


"kenapa bisa telat? " tanya David dengan ekspresi datar.


"emm maaf Kak kesiangan " ucap Nasya gerogi.


"kesiangan karena nonton drakor? " tanya David membuat Nasya melotot tqk percaya.


"bagaimana dia bisa tau? " tanya Nasya dalam hati.


"sudah sana baris nanti setelah upacara temui saya di ruang osis" ucap David lalu berbaris kebelakang.


"gila gue gak nyangka ternyata tuh anak baru keren juga kalau jadi ketua osis gak nyangka gue" ucap anggota osis perempuan.


"iya lho sampai bikin si Nasya kicep " ucap temanya menimpali.

__ADS_1


sementara itu, Nasya menuju barisanya dengan kekesalan di wajahnya.


tiga puluh menit kemudian..


upacara bendera pun selesai. Nasya terlebih dahulu kekelas dan menghampiri teman-temanya.


"kenapa kalian ninggalin gue? " tanya Nasya saat dirinya memasuki kelas.


"yee kita udah bangunin tau tapi loe kaya kebo tidurnya " ucap Micelle


"tau tuh susah banget di bangunin kayak orang pingsan" ucap Audry.


Nasya tak menjawab ia malah mendegus kesal dan tak lama seorang siswa menghampirinya.


"kak Nasya di panggil kak David sekarang" ucap siswa tersebut. membuat Nasya menghembuskan nafas berat dan panjang.


"udah sana nanti kalau telat nambah hukuman lho " ucap Audry menggoda sahabatnya itu.


Nasya tak menjawab dan langsung berjalan menghampiri ruang osis. rasanya ia sangat malas menemui pria itu tapi mau bagaimana lagi.


Nasya menghela nafas saat ia sudah berada di depan pintu ruang osis. dengan perlahan ia mengetuk pintu.


tak berapa lama, Pintu ruang osis di buka oleh seorang gadis yang tak lain adalah kakak kelasnya.


"masuk aja Nas loe udah di tunggu sama pak ketua" ucap sang Gadis yangNasya tahu bernama Gladis.


" iya kak terimakasih" ucap Nasya lalu memasuki ruang osis dan didalam sudah berdiri pria menyebalkan.


siapa lagi jika bukan David musuh bebuyutanya akhir akhir ini.


"ekhrm karena hari ini loe telat, maka sekarang loe bersihin kamar mqndi yang berada di lantai atas" ucap David dengan ekspresi datar.


"what loe nyuruh gue bersihin kamar mandi? " ucap Nasya yang di angguki oleh David "yang benar saja gue gak mau " sambungnya seraya melangkah menuju pintu keluar.


namun sebuah suara mampu menghentikan langkah gadis itu.


"atau loe mau surat dari guru BK menghampiri kedua orang tua loe? " tanya David.


membuat Nasya berhenti dan dengan crpat berbalik arah menatap David.


"jangan coba-coba loe lakuin itu" ucap Nasya menatap tajam.


"ok kalau begitu segera lakukan tugasmu" ucap David tersenyum aneh.


Nasya sangat geram ia menghentakan kakinya seraya melangkah pergi menuju tempat hukuman.

__ADS_1


Bersambung.........


jangan lupa tinggalkan jejak kalian Gaes


__ADS_2