
setelah menemukan kalungnya, Nasya segera berlalu dari tempat itu. ia melangkah menyusuri yang tadi ia lalui. tanpa ia sadari jika tandanya sudah di ubah oleh seseorang.
lama Nasya menyusuri jalan setapak tersebut, ia mulai menyadari sesuatu di tengah-tengah langkahnya.
"eh, tunggu ini bukan jalan yang tadi aku sama Micelle lewati, " ucapnya seraya menatap sekelilinhnya.
Nasyapun ingin melangkah ke tempat semula. namun, justru langkahnya semakin jauh masuk ke hutan.
"aduh, ini kok semakin jauh aja gue jalanya ya, " gumamnya.
lalu, saat ia melangkah ia tak sengaja tersandung batu besar dan kepalanya membentur batu besar.
"aw sial" ucap Nasya mengumpat kesal. iapun bersandar di depan batu yang besar seraya beristirahat.
ia nerogogoh saku celananya untuk mengambil ponsel nya. namun ia bertambah kesal saat ia menyadari jika dirinya lupa membawa ponsel. karena ponselnya tertinggal di tas ranselnya.
saat ia tengah kesal, dari arah semak-semak, ia mendengar ada suara yang aneh tertangkap oleh indra pendengaranya.
"oh, Tuhan apalagi itu, " ucapnya seraya bergidik ngeri saat mrmbayangkan jika yang berada di balik semak itu adalah binatang melata.
karena Nasya sangat pobhia dengan hewan melata. apapun jenisnya ia sangat ketakutan.
belum selesai ia mendengar suara di balik semak sebelah kiri, ada suara desisan sebelah kananya. dan ketakutanya terbukti sudah.
karena tak lama, munculah biawak berukuran besar dan seekor ular anakkonda dari kanan dan kirinya.
membuat Nasya lemas sejrtika karena apa yang ada di fikiranya telah terjadi.
"hiks hiks hiks Momy Dady tolong Nasya, " ucap Nasya seraya terisak.
ia melipat kedua kakinya dan menyembunyikan wajahnya di antara kedua kakinya.
seakan keberaniannya sirna seketika.
sementara di tempat camping sekumpulan gadis tengah tertawa nyaring bak mbak kun.
"hahaha rasain pasti sekarang tuh orang sedang menwngis histeris, " ucap Monil tertawa terbahak-bahak.
"Mon, loe kok tau kalau si Nasya phobia binatang melata,?" tanya Sisil heran.
"ya lah gue tau. gue kan sempet nguping kalau tuh pelakor phobia binatang melata, " ucap Monik menampilkan kilatan-kilatan amarah.
"iya bener siapa suruh dia mengganggu kesenangan loe akhirnya kena imbasnya kan, " ucap yang lain menimpali.
apa tadi Monik bilang, pelakor. lah bukanya kebalikan ya, dia ywng merebut dia juga yang merasa kepanasan, huh dasar.
__ADS_1
sementara itu, di tempat yang sama Micelle yang baru saja merebahkan tubuhnya di tenda. tapi, baru beberapa saat ia seperti melupakan sesuatu. gadis itupun mengingat apa yang terlupa.
lalu, iapun membulatkan matanya saat menyadari sesuatu.
"Ya Tuhan Nasya, " pekiknya dan segera berlari keluar tenda untuk mencari bantuan.
"Cell, mau kemana,? " tanya seseorang dari belakang. mrmbuat Micelle menoleh. dan di belakang sudah ada Audry dan Rayana.
"mau cari Nasya" ucapnya ingin melangkah pergi. namun di tahan oleh Audry
"tunggu Cell, kok cari Nasya memang Nasya kemana,? " tanya Rayana.
"tadi gue sama Nasya,... " ucap Micell menceritakan semua pada kedua temanya itu.
"oh, astaga Nasya kan phobia hewan melata pasti saat ini, dia sangat ketakutan, " ucap Audry shok.
"yaudah kita cari sekarang. " ucap Rayana.
"eh, tunggu. kita laporan dulu sama para kakak Osis biar mereka yang mencari, " ucap Micelle. " lagipun, kita tidak tau hutan di sini kan, " lanjutnya. membuat Rayana dan Audry menganggukan kepala.
"kak, Nasya belum balik, " ucap Micelle denganwajah cemasnya.
David yang sedang berbincang-bincangpun segera menoleh kearah belakang.
"Dimana dia,? " tanya David seraya berjalan cepat. meninggalkan Micelle dan teman-temanya.
membuat David menatap tajam gadis di depanya itu. " kenapa bisa seperti ini, " tanya David.
"tadi kami mencari kayu bakar untuk memasak. di perjalanan tiba-tiba, ia mengeluh kehilangan kalung, lalu kami,.... " Micelle pun segera menceritakan semua pada David dan tak lama, mereka semua langsung mencari Nasya.
sepenjang jalan, David hanya fokus untuk mencari keberadaan Nasya.
"Nas, loe kemana sih, kalau sampai loe kenapa-napa, gue nggak akan maafin diri gue sendiri, " ucap David seraya terus berjalan.
sementara itu Di tempat lain, Nasya srmakin ketakutan dan semakin terisak dan menundukkan kepala.
"Momy, Dady Nasya takut, hiks hiks, " semakin mengeratkan pelukanya pada kedua lututnya.
Nasya semakin ketakutan saat mendengar ada suara langkah kaki seperti mendekat kearahnya.
" Ya Tuhan, tolong Nasya. dan tak lama, seseorang mendekati dirinya.
saking ketakutanya, Nasya langsung pingsan tanpa sempat menyadari siapa orang yang mendekatinya.
🌸🌸🌸
__ADS_1
saat ini, Nasya tengah terbaring di sebuah rumah sakit yang berda di sana.
"awh gue dimana,? " tanyanya seraya memegangi kepalanya yang tampak pusing hebat.
"loe ada di rumah sakit Nas, " ucap seseorang yang berada di samping brankar.
Nasya menoleh dan mendapati Audry dan Rayana berada disampingnya.
"kalian, kenapa bisa ada di sini,? terus, gue siapa yang bawa kemari,? " tanya Nasya heran karena seingatnya, dirinya berada di dalam hutan.
"kita nemuin loe yang hampir pingsan Nas, " ucap Rayana akhirnya menceritakan semuanya.
FLASBACK ON.
mereka semua terus menyusuri area hutan dan David samar-samar mendengar seperti orang minta tolong dan tanpa basa-basi David segera menerobos masuk dan pria itupun tertegun saat melihat pemandangan di depanya.
dengan segera, David berlari menghampiri Nasya yang terlihat menyedihkan.
"Nasya!! " teriak Micelle dan yang lain. dan langsung berlari kearah gadis itu.
"Nas, bangun " ucap Micelle seraya mengguncangkan tubuh sahabatnya itu. begitupun dengan Audry dan Rayana yang juga ikut menangis.
tanpa aba-aba, David segera membopong tubuh Nasya yang sudah terkulai lemah.
"kita kerumah sakot sekarang" ucapnya seraya mempercepat langkahnya menuju mobil. ia berhenti sesaat dan menoleh kebelakang.
"Marcell, loe selidiki semua yang terjadi, " ucapnya melanjutkan langkahnya.
dengan segera, David melanjukan mobilnya menuju rumah sakit terdekat.
"Nas, gue mohon loe bertahan ya, " ucap David menggenggam tangan gadis yang ia cintai.
sementara Micelle membrku melihat pemandangan itu. ia bukanlah gadia bodoh yang tak tau arti dari perhatian lawan jenisnya.
ia cukup faham dengan perhatian David pada sahabatnya itu.
"gue tau David memiliki rasa sama Nasya. tapi bagaimana, gue juga sudah merasanyaman sama dia, " gumamnya seraya melangkahkan kakinya menuju rumqh sakit.
FLASBACK OFF
setelah Nasya siuman, dengan segera Rayana memanggil Dokter untuk mengecek kondisi Nasya.
"syukurlah kondisi teman kamu baik-baik saja " ucap Dokter tersebut membuat semua orang bernafas lega.
lalu, setelah Dokter tersebut keluar, David masuk kedalam ruangan perawatan Nasya.
__ADS_1
senyumanya mengembang melihat gadis yang ia sayangi, sudah bangun dan tengah duduk di brankar seraya menatap pintu yang terbuka.
BERSAMBUNG.....