Antara Cinta Dan Sahabat

Antara Cinta Dan Sahabat
episode 44


__ADS_3

untung saja, di sekitar sudah sepi, jadi tak ada yang menyaksikan dirinya, berbuat gila seperti ini.


setelah itu, Micelle pulang je rumahnya, dengan perasaan bahagia.. sepanjang koridor sekolah, Micelle selalu menyunggingkan senyumnya.


setelah sampai di parkiran, Micelle segera mengendarai mobil meninggalkan area sekolahan dengan perasaan bahagia.


sementara itu, di ruang Osis, David yang sedang memakan makanannya yang dia kira dari kekasihnya itu.


ia makan dengan lahap. tanpa menyadari, jika Marcelle sudah berada di sampingnya. seraya menatap David yang memakan makanannya seperti orang yang tidak makan bertahun tahun.


"loe makan apa kesurupan,? " tanya Marcell melihat ngeri jearah David.


namun, laki laki itu tak menghiraukan ucapan Marcell sama sekali. malah, dirinya asyik menikmati makanan itu.


membuat Marcell mendegus kesal melihatnya. tapi tak lama kemudian, dirinya tersenyum senang.


ia mulai menyandarkan dirinya di kursi dan membayangkan moment manis yang baru saja ia dapatkan dengan Rayana.


gadis yang sudah lama ia sukai. bahkan semenjak pertama bersekolah, dirinya sudah tertarik dengan gadis berpotongan rambut sebahu itu.


flasback on.


hari ini, di sekolah SMA pelita, tengah diadakan penerimaan siswa baru.


banyak sekali, siswa yang sedang mendaftar di ruang guru. mereka tampak sebuk untuk mengisi formulir pendaftaran.


begitupun dengan seorang gadis yang tengah sibuk mencari bolpoin di dalam tasnya. tapi, dirinya tak menemukan barang yang ia cari.


tiba tiba, dirinya di kejutkan oleh kehadiran seorang laki-laki seusianya yang berdiri tepat ddepanya.


membuat gadis itu mendongak, dan mata keduanya bertatapan satu sama lain.


"makasih, " ucap gadis itu. lalu, kembali melanjutkan mengisi formulir pendaftaran.


setelah selesai, dirinya mengembalikan oada laki laki di depanya. dan langsung berlalu pergi.


"shitt, " umpatnya, karena melupakan sesuatu. " kenapa gue lupa, minta nomornya dan menanyakan namanya, " lanjutnya seraya berjalan meninggalkan ruang pendaftaran.


sejak saat itu, Marcell dengan diam diam, mengamati gerak gerik gadis itu. cdan dirinya baru mengetahui, jika nama gadis yang ia kagumi, bernama Rayana Natalia.


"nama yang cantik, cocok dengan orangnya. " gumamnya saat sedang mendata semua siswa untuk acara kemah.


namun, rasa minder Marcell muncul, saat menyadari, jika Rayana berteman dengan anak pemilik Yayasan.


rasa mindernya semakin membyncah, saat mengetahui,, jika gadis pujaanya, mempunyai ilmu diri yang bagus. hingfa dirinya, memutuskan untuk menjadi pengamat dan pengagum rahasia Rayana.


Flasback off

__ADS_1


dan baru sekarang ini, dirinya berani mendekati gadis itu lagi. itupun karena ban mobil milik gadis itu, bocor.


"kenapa,? " tanya Marcell saat menghapiri Rayana di parkiran.


"ini kak, ban mobil gue bocor, " ucapnya seraya berjongkok di depan mobilnya.


"emm mau bareng gue,? " tanya Marcell mencoba menawarkan diri.


"emm boleh deh, eh tapi, bukanya kak Marcell ada urusan ya,? " tanya Rayana merasa tak enak.


"enggak papa, lagian gue juga ada yang mau di beli di toko sebelah rumah loe, " ucap Marcell beralibi.


padahal dirinya hanya ingin mengantarkan gadis pujaannya itu pulang.


"emm yaudah deh kak kalo begitu, ayo deh, "ucap Rayana tersenyum.


dan swgera berdiri mengikuti langkah Marcell menuju mobilnya.


"eh, Audry gue pulang dulu ya, " ucap Rayana saat melihat Audry berada di parkiran.


"lah pulang sana siapa,? " tanya Audry karena melihat sahabatnya itu malah meninggalkan mobilnya.


"hehe di antar kak Marcell, " ucap Rayana malu malu. Audry yang melihat itu hanya bisa menggelengkan kepala seraya tersenyum tipis.


🌸🌸🌸


sementara itu, Nasya dan Audry sekarang berada di dalam mobil. mereka salin terdiam satu sama lain. tenggelam dalam lamunan masing masing.


Nasya menoleh menatap Audry yang sedang berada di kursi kemudi.


"tenang aja gue baik baik aja, loe nggak usah khawatir, " ucap Nasya menampilkan senyum terbaiknya.


sementara Audry hanya bisa menganggukkan kepala dan memilih diam.


"loe bohong Nas, ekspresi wajah loe gak bisa di bohongi, " ucap Audry dalam hati.


merekapun kembali terdiam hingga beberapa saat lamanya.


hingga mata Nasya melihat sesuatu yqng menarik perhatiannya.


"eh, Audry stop dulu, " ucap Nasya. membuat Audry mengerem mobilnya secara mendadak.


"kenapa,? " tanya Audry menoleh. menatap Nasya yang sehari tadi, melihat kearah sebuah toko buku.


"loe mau kesana,?" tanya Audry. dan Nasya hanya mengangguk. membuat Nasya mengangguk antusias.


setelah itu, Audry dan Nasya keluar dari dalam mobil, menuju toko tersebut.

__ADS_1


setidaknya, saat dirunya sedang galau seperti ini, dirinya ada kegiatan untuk membaca buku Novel kesukaanya.


Audry dan Nasya memasukan beberapa buku Novel kesukaannya. jika menyangkut soal novel, Nasya bisa kalap.


bahkan, bisa menghabiskan uang lima ratus ribu, hanya untuk membeli novel kesukaanya.


setelah keduanya, memilih milih novel yang akan dia beli, Nasya menuju kasir untuk membayarnya.


"udah semua kan,? " tanya Audry pada Nasya yang berada di sebelahnya."udah, " jawab Nasya seraya menganggukkan kepala.


mereka berbaris mengantri karena di drpan masih mengular, seperti ular twngga.


"semua jadi lima ratus ribu mbak, " ucap si mbak mbak kasir.


Nasya tampak kebingungan seperti mencari sesuatu.


"Nas, loe nyari apa,? " tanya Audry.


"haduh, gue nyari Atm gue, kemana ya,? " tampak sekali raut kebingungan.


"hah, serius loe, aduh gimana nih,?" tanya Audry karena dirinya juga hanya membawa uang cash sebanyak tiga ratus ribu.


"gue juga cuma bawa tiga ratus ribu lagi, " ucapnya juga merasa kebingungan.


"nih pakai uang gue aja, " ucap seseorang dari belakang, membuat kedua gadis cantik itu, segera menoleh


"Leo, " ucap merwka berdua hampir bersamaan. membuat Leo hanya mengangguk dan tersenyum tipis kearah Nasya.


Dan pemandangan itu, jelas membuat Audry tersenyum senang.


"mungkin memang ini, jalan dari Tuhan buat loe Nas, " ucap Audry dalam hati.


dirinya merasa senang, jika memang Leo adalah matahari setelah badai yang di kirim Tuhan, untuk sahabatnya itu.


setelah membayar swmua barang yang mereka beli, Nasya dan Audry memutuskan untuk pulang kerumah. karena, memang hari sudah menjelang sore.


nanun, langkah mereka terhenti saat mendengar suara dari belakang yang membuat mereka berdua menoleh ke arah sumber suara.


"Nas, pulang bareng yuk, " ucap Leo menawarkan diri.


membuat Nasya sedikit tertegun mendengarnya. dan dirinya merasa bimbang antara menerima atau menilak ajakan Leo.


karena di satu sisi, dirinya bukanlah gadis single yang bebas kemana mana dengan beberapa laki laki.


dirinya adalah gadis dengan status kekasih orang, ya walaupun sebagian orang menilai, jika hubungan kekasih adalah hubungan coba coba alias hubungan penjajakan.


tapi bagi dirinya, hubungan apapun itu harus di hargai, karena dari hubungan kecil itulah awaldari hubungan besar dan serius.

__ADS_1


dan disisi lain, Nasya juga merasa kasihan, jika firinya menebeng pada temannya.


BERSAMBUNG......


__ADS_2