Antara Cinta Dan Sahabat

Antara Cinta Dan Sahabat
episode 51.


__ADS_3

"loe tau, akibat dari kebohongan loe itu, persahabatan kita, hancur berantakan, " ucap Rayana menngebu.


membuat Nasya semakin menundukkan kepala karena takut akan kemarahan sahabatnya itu.


"Ray, loe nggak bisa dong nyalahin Nasya gitu aja, semua ini murnu karena kesalahpahaman, " ucap Audry membela Nasya.


"tapi kalau Nasya berkata jujur dari awal, semuanya nggak akan sekacau ini, " ucao Rayana masih tak mau mengalah.


"terus loe tega gitu, membuat semangat gadis yang sedang membumbung tinggi loe jatuhkan karena sebuah kenyataan,? " tanya Audry balik.


Rayana terdia sesaat mendengar ucapan sahabatnya itu. apa yang di katakan oleh shabatnya itu, ada benarnya.


jika Micelle tau dari awal kalau Nasya dan Davif pacaran, maka gadis itu akan patah arang. apalahi dengan perhatian David yanh menurut semua orang spesial.


maka akan bertambah sakit saja hatinya.


"cukup!! " ucap Nasya di tengah perdebatan kedua sahabatnya itu.


"memang ini semua salah gue, kalau saja gue nggak ngasih harapan palsu pada Micelle semua ini nggak akqn oernah terjadi, "ucap Nasya dan beranjak daru duduknya, melangkah keluar.


"loe mau kemana,? ' tanya Audry pada Nasya saat melihat gadis cantik itu keluar dari kelasnya.


"nyari Micelle, " ucap Nasya seraya mengayunkan langkah menyusuri koridor sekolah.


"sayang, kamu mau kemana,? " tanya David yang melihat sang kekasih berjalan menjauh dari kelas .


Nasya tak menghiraukan ucapan kekasihnya itu. langkahnya tetap mengayun melewati ruang demi ruang. lantai demi lantai dengan tatapan kosongnya.


tujuan gadis itu hanya satu, yaitu mencari Micelle dan menjelaskan semuanya pada sahabatnya itu.


lama Nasya berjalan, hingga dirinya menangkap seseorang yang dirinya kenal.


Nasya menajamkan penglihatanya, untuk memastikan, jika benar itu adalah sahabatnya.


setelah mengetahui, jika benar itu Micelle, Nasya segera berjalan cepat, menghampiri sahabatnya itu.


"Cell, " panggil Nasya dan membuatMicelle menoleh ke sumber suara


Micelle langsung melangkah pergi meninggalkan Nasya seorang diri.


namun, dengwn cepat, Nasya meraih tangan sahabatnya itu, sebelum pergi.


"lepas,!! " sentak Micelle seraya menepis kasar tangan sahabatnya itu.


"gue bisa jelasin semua sana loe, " ucap Nasya mencoba menjelaskan. nsmun, dengan cepat, Micelle mendorong tubuh Nasya dengan kasar.

__ADS_1


membuat Nasya hampir saja terjatuh. jika tidak ada yang menopang tubuhnya.


"kamu nggak papa,? " tanya laki laki itu oada Nasya. gadis itu, hanya mengangguk dan langsung melepaskan diri dari pelukan kekasinya.


Yap. David sedari tadi, membuntuti Nasya yang berjwlan entah kemana. ia mengikuti langkah kekasihnya itu.


dan mendapati Nasya sedang berdiri di sebuah bangku taman di sekolah.


Dsvid juga nelihat, Nasya di dorong oleh Micelle membuat gadis itu, hampir saja jatuh. jika tidak ada David.


"cih, munafik, " ucap Micelle mencibir. seraya berjalan meninggalkan tempat itu.


"Cell, tunggu, " ucap Nasya seraya meraih tangan sahabatnya itu. tapi, sayangnya gadis cantik itu, segera pergi dari sana. dan dia tak mendengar panggilan dari sahabatnya itu.


"sudahlah sayang, kamu jangan mengganggu dia dulu, " ucap David menasehati kekasihnya.


Nasya melepaskan pelukan kekasihnya itu, seraya mendorong kasar tubuh kekar itu.


"kamu juga bersalah dalam hal ini, " ucap Nasya yang berlalu pergi. meninggalkan David seorang diri.


yq memang yang di katakan Nasya memang benar. jika ini juga termasuk kesalahannya.


David segera berjalan, menyusuri koridor sekolah. tujuannya hanya satu. yaitu menanyakan pada Marcell, siapa yang memberi nomornya pada Micelle. dan David yakin, Marcell pasti tahu itu.


lama ia menyusuri koridor sekolah, langkahnya terhenti , saat netranya melihat bayangan Marcell di kwntin.


"Marcell, " ucap David dari belakang, membuat Marcell menoleh. karena merasa namanya di sebut.


"iya ada apa,? " tanya Marcell dengan wajah cerianya seperti wanita.


"loe yang ngasih nomor gue ke Micelle,? " tanya David dengan wajah mengeras yang membuatnya, tampak menyeramkan.


"iya bener, kenapa emang,? " tanya Marcell masih dengan ekspresi menyebalkan.


"****, kenapa loe kasih hah,? ' ucap David seraya mengumpat dan membentak Marcell.


membuat kantin, yang sebelumnya ramai, mendadak sepi.


"sebentar lagi, akan ada pertunjukan seru nih, " ucap seorang gadis seraya tersenyum iblis. siapa lagi, jika bukan Monika.


gadis yang memiliki paras cantik itu, memang memiliki dendam kesumat dengan Nasya. oadahal dirinya sendiri yang memulai peperangan ini.


"eh, kaget gue, " ucap Marcell latah membuat siswa yang berada di sana, terkekeh pelan karena merasa lucu.


"kenapa sih, loe kok maraj sama gue, emangnya gue salah apa,? " tanya Marcell yang masih tak mengerti.

__ADS_1


"kenapa loe kasih nomer gue sama Micelle,?' tanya David.


"karena gue fikir, dia akan menanyakan hal tentang pensi sekolah, makanya gue kasih, " ucapnya yang masih kebingungan.


tanpa menjawab, David segera pergi, meninggalkankantin dengan tatapan semua orang yang merasa heran.


🌸🌸🌸


sementara itu, di dalam kelas, Nasya masih merenung, memikirkan hubungan persahabatan mereka, yang sepertinya, akan hancur.


"udahlah Nas, semua nggak usah di fikirkan," ucap Aidry masih berusaha menenangkan.


"iya Nas, semua pasti akan baik baik saja, " ucap Rayana. kini, gadis itu, tak lagi menyalahkan Nasya. karena, memang Nasya tak bersalah dalam hal ini.


tak lama, Marcell muncul dari balik pintu, dan menghampiri Rayana.


Rayana yang tau akan tatapan Marcell segera menghampiri laki laki itu. dan mereka berdua keluar dari kelas.


"ada apa ini sebenarnya,? " tsnya Marcelle pada Rayana.


kemudian, Rayana menceritakan semuanya pada laki laki itu.


"astaga, berarti gue juga bersalah dalam hal ini, " ucap Marcell.


"maksudnya,? ' tanya Rayana yang tidak mengerti arah pembicaraan laki laki itu.


"jadi gini... " Marcell menceritakan semuanya. mulai dari dirinya yang, melihat Nasya maduk dan keluar dari kelas XI-C hingga dirinya beberapa kali lihat Micrlle datang ke kelasnya dengan membawa makanan


membuat Rayana mengerti akan masalah yang sedang mereka hadapi.


sementara itu, Nasya yang masih bersedih pun, nenilih diam debgan tatapan kosong.


kenapa mencintai sesakit ini, jika ia tahu bakalan sesakit ini rasanya, lebih baik dirinya tak mengenal ywng namanya cinta.


dia dan Micelle adalah dua gadis, yang mempunyai, kisah cinta yang sama. yaitu, sama sama di khianati pasangan dan sekarang, sama sana menyukai orang yang sama.


apakah dirinya harus mundur, dan menyerah. merelakan kekasihnya untuk sahabatnya,? toh juga baru pacar, belum jadi suami istri.


dan Nasya pasti bisa melewati semua cobaan ini. yas kali ini. ia akan berkorban demi kebaikan semua orang.


demi hubungan persahabatan yang sudah terjalin cukup lama itu.


dengan cepat, Nasya meninggalkan kelas dan menyusuri koridor untuk mencari keberadaan Micelle.


setelah sekian lama mencari, mata Nasya menangkap sosok yang ia cari.

__ADS_1


dengan cepat, Nasya menghampiri Micelle yang sedang duduk di kantin.


BERSAMBUNG....


__ADS_2