
yap Leo mulai menaruh perasaan pada gadis cantik itu, gadis yang memiliki paras bak seorang putri itu, mampu meluluhkan hati seorang Leo Hartono.
padahal, Nasya juga tak pernah menaruh hati pada Leo, hanya saja Leo merasa tertaruk pada paras cantik Nasya.
selesai latihan, Nasya bergegas menuju ruang ganti. karena memang, latihatnya sudah selesai.
setelah berganti baju, Nasya melangkah meninggalkan ruang ganti untuk menuju lapangan. dimana teman temanya berada.
namun, baru satu langkah menjauh dari ruang ganti, tangan Nasya di tarik oleh seseorang.
membuat Nasya ingin berontak, bayangan tentang kejadian waktu itu, membuat Nasya sedikit trauma.
"David, gue kira siapa, bikin takut aja sih, " ucapnya saat sudah berada di dalam ruangan kosong.
"gue kangen sama loe sayang, " ucap David. dengan mata menatap Nasya teduh dan tulus.
"ish jangan mesum deh, " ucapnya seraya memukul lengan kekasihnya itu.
membuat David tersenyum senang karena perlakuan kekasihnya itu. yang menurutnya sangat menggemaskan itu.
David menarik tangan Nasya dan mendekapnya erat seraya sesekaliengecup puncak kepala kekasihnya itu.
membuat Nasya mendongak dan menatap David dab tersenyum manis.
"sayang banget ya sama gue kayaknya, " goda Nasya seraya tersenyum menatap David.
"banget, " ucap David mengecup rambut kekqsihnya itu.
dan tanpa mereka sadari, ada seseorang yang memperhatikan mereka berdua dari balik tembok. dengan segera, orang itu, menghwmpiri sepsang kekasih itu.
membuat mereka berdua segera melepasnya pelukan aatu sama lain. karwna jaget. terutama Nasya, gadis itu tampak terkejut dengan kehadiran orang tersebut.
"kalian berdua,,, " ucapan orang itu terhenti saat mendengar suara David.
"ya, kita pacaran, " ucap David tegas. membuat Nasya, membulatkan matanya karena kaget . bisa bisanya kekasihnya itu, mengaku pada Audru bahwa mereka pacaran.
Audry hanya tersenyuum aenang dan memberikan selamat pada kedua orang di depanya itu.
"selamat ya, kalian memang cocok, " ucap Audry tersenyum manis.
membuat Nasya semakin tak menentu karena merasa bersalah.
"Audry, gue mohon sama loe, tolong loe rahasiain imi dari Micelle ya, " ucap Nasya memohon.
Audey hanya mengangguk karena ia juga merasa jika, Micelle juga memiliki rasa yang sama dengan Nasya.
tiba tiba, Audry meringis mengingat jika nanti Micelle sampai tau, bagaimana perasaam gadis itu. terlebih dengan nasib persahabatan mereka yang sudah terjalin lama. jangan sampai petasaan yang mereka rajut sekiqn lama, hancur begitu saja. hanya karwna masalah laki laki.
dan akhirnya, Nasya memilih ikut Audry ke kantin. meninggalkan David yang memasang wajah cemberut.
__ADS_1
membuat Nasya merasa tak tega melihatnya. dan sesekali melirik ke belakang. melihat keberadaan sang kekasih.
membuat Audry mengulum senyum melihat tingkah sahabatnya itu.
sesampainya di kantin, Nasya dan Audry segera duduk di salah satu bangku dan memesan makanan kesukaan mereka.
yap, di gedung latihan itu, terdapat kantin yang memudahkan para anak anak untuk beristirahat di sana.
Audry tampak merenung menatap sang sahabat itu lekat. membuat Nasya merasa merinding di tatap seperti itu.
"loe kenapa sih natap gue sampai segitunya,?" tanya Nasya pada akhirnya.
"loe yang kenapa, loe kenapa nyembunyiin ini dari sahabat sahabat loe,? " bukanya menjawab, Audry malah bertanya balik pada Nasya.
membuat Nasya, memutar bola mata malas mendengar pertanyaan yang di ucapkan oleh sahabatnya itu.
"ya jelaslah gue nggak mau cerita, karena salah satu dari kalian juga menyukai David, bisa bisa persahabatan kita berantakan," ucap Nasya lesu.
membuat Audry terdiam mendengar ucapan Nasya. benar juga aoa yang di katakan oleh sahabatnya itu. bisa bisa, mereka semua bisa terpecah belah karena seorang pria.
"iya sih, sepertinya Micelle juga menaruh rasa sama David, " ucap Audry menganggukkan kepala.
"nah itu dia yang gue takutin, loe harus janji setelah ini, " ucap Nasya. menatap Audry dengan rasa serius.
"apa,? " tanya Audry penasaran.
"gue harap loe nggak ngomong sama siapa siapa dulu, " ucap Nasya dengan ekspresi memohon.
"wah, makasih bestie, " ucapnya seraya memeluk sahabatnya itu.
tak lama, makanan mereka datang dan mereka segera menikmati makanan itu dengan perasaan senang.
"loe udah berapa lama jadian,? " tanya Audry saat mereka sudah selesai makan.
"emm baru sih, waktu gue ketiban sial di camping, " ucap Nasya.
membuat Audry tersentak kaget. karena ternyata mereka berdua baru jadian.
"oh, pantesan kemarin waktu loe hilang, kak David panik banget tau dan gue juga sudah filing tau karena kak David tuh perhatian banget sama loe, " ucap Audry seraya mengingat saat pentana kalinya. melihat, David meneteskab air mata.
membuat Nasya tersenyum bahagia mendengarnya. akhirnya dirinya tau, jika David benar benar tulus mencintai dan menyayangi dirinya.
hingga, obrolan mereka terhenti saat melihat Micelle dan Rayana yang menyusul ke tempat latihan.
"hay bestie, " ucap Micelle seraya duduk di samping Audry.
"hay, kalian berdua ngapain ke sini, ?" tanya Audry yang membuat kedua sahabatnya itu, menoleh kearah Audry.
"kita sengaja kemari, mau ngajakin kalian ke pantai di sebelah kiri mall, " ucao Rayana.
__ADS_1
membuat Nasya dan Audry saling memandang. karena rencananya, Nasya akan pergi bersama David untuk mengunjungi pabrik pakaian milik David.
dengan segera, Nasya memberi kabar kekasihnya itu, lewat Chat.
Nasya :kita nggak jadi pergi hari ini,"
klik
suara pesan terkirim membuat Nasya menghela nafas panjang seraya kembali menatap ketiga temanya.
drrtt
suara ponsel Nasya berdering dan membuat gadis itu, untuk izin ketoilet sebentar.
meninggalkan ketiga temannya di kantin yang masih asyik mengobrol.
"halo, kenapa,? "tanya Nasya saat dirinya sudah berada di dalam toilet.
"kenapa kita nggak jadi pergi,? " tanya David dari seberang sana.
membuat Nasya menghela nafas panjang seraya mengatakan bahwa teman temannya, mengajak ke pantai.
"sama siapa,? " tanya David.
membuat Nasya menghela nafas karena keposesifan sang kekasih.
"sama temen temen gue seperti biasa, " ucap Nasya seraya menutup telponya.
tak lama, Nasya kembali ke tempat di mana ketiga temannya yang menunggu di sana.
"maaf lama," ucap Nasya menghampiri ketiga temannya itu.
"enggak masalah, ayo, " ucap ketiganya seraya mrmasuki mobil Micelle. karena memang, Nasya dan Audry tak membawa kendaraan pribadi.
sepanjang perjalanan, Nasya selalu melihat kearah ponselnya
drrt
suara ponsel Nasya berbunyi. dan Nasya segera membuka pesan di dalamnya.
David : gue ikutin kemanapun loe pergi,
membuat Nasya tersenyum senang karena merasa di sepesialkan.
Audry yang mengetahui isi Chat Nasya, segera menyenggol lengan sahabatnya itu.
"cie yang di posesifin, " ucap Audry menggoda.
membuat Nasya tersenyum dan bal8k menggoda Audry.
__ADS_1
"iyalah enak tau kalau kita punya ayang, ada yang merhatiin, " ucap Nasya.
BERSAMBUNG....