
"is nih tempat apaan sih? " tanya Audry yang sibuk mengusir nyamuk.
sementara Rayana dan Micelle sibuk melihat-lihat sekitar tempat itu. begitupun dengan Nasya yang berjalan di samping David.
matanya tak henti berputar untuk melihat-lihat tempat kumuh itu.
"loe semua belum pernahkan ketempat begini? " tanya David pada keempat gadis jelita tersebut.
mereka bertiga menggelengkan kepala tanda tidak. sementara si ibu ratu hanya diam seraya memperhatikan jalan yang memang sedikit becek dan licin.
dan beberapa kali Nasya hampir terjatuh karena terpeleset. untungnya David selalu sigap dalam menolong gadis itu.
"loe gak papa kan? " tanya David "makanya jalanya hati-hati" ucap David.
Nasya tak menjawab perkataan David sama sekali ia malah terus berjalan mendahului ketiga temanya.
"gila ya si ibu ratu cueknya kebangetan" ucap Audry yang mulai merasa kasihan saat melihat wajah kusut David.
"iya tuh kasian si David dari tadi di cuekin mulu" ucap Rayana yang juga merasa kasihan.
"dahlah mungkin si Nasya udah bucin banget sama Alex makanya dia gak nglirik cowok manapun" ucap Micelle seraya berjalan menyusul Nasya yang sudah berada di depan sebuah bangunan persegi panjang dengan banyak pintu.
David menghela nafas panjang dan menghembuskannya kasar mendengar perkataan sahabat Nasya. lalu ia menyusul Nasya dan teman-temanya yang sudah berdiri disana.
tak lama, pintu mulai terbuka dan menyembulah seorang anak kecil sekitar umur lima tahun dari dalam rumah.
"kak David!! " seru sang anak laki-laki dan berlari kearahnya dan memeluk pnggang pria tersebut.
"kak David kok jarang kemari? " tanya si anak kecil.
David berjongkok dqn mengusap kepala bocah laki-laki tersebut.
"kakak sibuk sayang maaf ya kaka jarang kemari" ucap David tersenyum kearah bocah laki-laki tersebut.
"enggak papa kok kak kami di beri tempat tinggal saja sudah seneng kok hehe" ucap bocil itu.
"oh iya kakak bawa makanan buat kalian tuh " ucap David seraya menunjuk mobil bak yang berada di depqn jalan raya.
"hole kak David bawa makanan " tiba-tiba seorang anak perempuan usia dua tahun berlari keluar dan memeluk David.
David pun terkejut namun juga membalas pelukan dari anak perempuan itu.
"kalian belum makan kan? " tanya David saat sudah mengurai pelukanya.
__ADS_1
mereka berdua menggeleng "kami semua belum makan kak koran yang kami jual belum ada yang laku" ucap bocah laki-laki.
" oh kalau begitu kalian makan dulu ya tuh kakak udah bawain kalian bakso" ucap David menunjuk beberapa plastik besar di depan Nasya.
ya. Nasya sedari tadi hanya terbengong melihat semua yang terjadi di depan matanya.
barulah saat David menunjuk kearahnya, ia tersadar begitupun dengan ketiga sahabatnya.
kedua bocah itupun bersorak kegirangan dan langsung memanggil teman-temanya.
"teman-teman ayo keluar kak David banyak bawa makanan nih " teriak bocah laki-laki.
tak lama, pintu terbuka secara serempak saat mendengar kata makanan di sebut. keluarlah anak-anak sekitar satu sampai enam tahun dari dalam rumah menghampiri David.
"yeee kita makan " ucap semua anak kegirangan. lalu dengan cepat mereka duduk di atas alas daun pisang dan koran dan membentuk lingkaran.
seorang anak maju dan memberikan mangkok pada teman-temanya.
setelah itu mereka semua nenyantap makanan dengan lahabnya.
selesai makan, David berpamitan pada anak-anak tersebut.
"kapan-kapan main sini ya kak? " ucap anak perempuan berkerudung.
"kak David siapa mereka? " tanya anak berkacamata menatap Nasya dan teman-temanya.
"oh mereka teman-teman kakak di sekolah" jawab David melirik Nasya.
"oh cantik banget kaya bidadari cocok sama kak David " ucapnya lagi.
David terkekeh seraya mengusak rqmbut gadis kecil itu " masih kecil kok tau tentang cewe cantik" ucap David gemas.
ya udah kita pamit ya dah " ucap David oada semua anak yang ada di sana.
"dada kakak ganteng " jawab mereka serempak
"pasti kalian ada yang mau di tanyakan? " ucap David saat mereka sudah berada di dalam mobil.
mereka semua mengangguk kecuali Nasya gadis itu nemilih diam memperhatikan teman-temanya.
"kak David kenal sama mereka? " tanya Audry membuat David yang menyetir menatap kaca yang berada di tengah.
"hmm " jawabnya. "mereka adalah anak anak yatim piatu yang gak tau siapa orang tua ''mereka" lanjutnya.
__ADS_1
"hah kok bisa? " tanya Rayana semakin penasaran.
"mereka hasil dari perbuatan se**n orang tuanya" ucap David.
"yaampun kok bisa? " tanya Micelle ikut menimpali.
"ya mungkin sudah takdirnya seperti itu dan karena itu mereka semua di tolak di berbagai panti asuhan" ucapnya menghela nafas " dan maka dari itu gue memutuskan untuk membeli tanah yang mereka tinggali dan ngebangun rumah susun dari triplek untuk mereka tinggali" ucap David menjelaskan.
David adalah orang yang berjasa bagi semua anak di perkampungan tersebut. mungkin bisa di katakan pahlawan karena jika tidak ada perantara David mungkin anak-anak tersebut akan kelaparan.
ya David mengetahui berita itu saat dirinya masih berada di bandung. dengan cepat, David meminta orang tuanya untuk pindah ke ibukota dengan alasan bosan sekolah di sekolah lamanya.
padahal sebenarnya David sedang memantau anak-anak tersebut.
lalu setelah sampai di ibukota, David segera nendatang tempat tersebut dan membeli sebuah tanah lapang dan milai membangun rumah susun dari kayu dan beratap seng.
setelah jadi, David segera menghampiri anak-anak itu "mulai sekarang ini adalah rumah kalian ya" ucap David tersenyum.
" dan untuk masing-masing rumah di huni lima orang karena hanya ada sepuluh rumah ok " ucap Dacid.
"yeee akhirnya kita punya rumah sendiri makasih ya kak David walaupun sederhana kita bersyukur banget" ucap si anak paling tua yang mungkin berusia sembilan tahun.
🌸🌸🌸
setelah David mengantarkan Nasya dan teman-temanya di depan rumah, mereka semua turun.
namun, sebelum Nasya turun, tangan kekar David lebih dulu mencekalnya. " loe kenapa sih? seperinya menghindari banget sama gue? " tanya David. dengan cepat Nasya menepis kasar tangan David dan langsung keluar tanpa nersuara sedikitpun.
setelah itu mereka semua masuk kedalam rumah dan segera masuk kedalam kamar untuk beristirahat.
tak lama, ponsel Nasya berbunyi dan langsung berbinar saat mendengar nama sang Momy.
"halo Mom " ucap Nasya saat sudah menggeser tombol hijay.
"....."
" jadi Momy sama Dady gak jadi pulang besok? " tanya Nasya dengan ekspresi wajah sedih.
"....."
"iya deh iya " ucap Nasya melemparkan ponselnya keatas kasur saat sudah memutus panggilan.
" udah lah Nas gak usah sedih kan ada kita" ucap Micelle merangkul sahabatnya tersebut.
__ADS_1
BERSAMBUNG..........