Antara Cinta Dan Sahabat

Antara Cinta Dan Sahabat
episode 49


__ADS_3

Nasya melerai pelukanya dan kedian menganggukkan kepala. " gue yakin Dry dia jelas banget ngomong gitu di chat pribadi Micelle," ucapnya yang kini menghapus air matanya .


Audry hanya bisa menatap sahabatnya itu, dengan tatapan sedihnya. dirinya merasa kasihan pada Nasya.


kenapa percintaan sahabatnya harus seperti ini, dan lebih parahnya, harus bersaing dengan salah satu dari mereka.


"loe yang sabar ya, lebih baik, loe cerita semua sama David," ucsp Audry.


Nasya hanya bisa menganggukkan kepala kemudian. hening. karena mereka berdua, sama sama hanyut dalam lamunan masing masing.


twk lama, ponsel Nasya berdering dan mendapati nama sang kekasih di sana.


"udah angkat aja, sekalian loe jelasin dan minta penjelasan, " ucap Audry pada sahabatnya itu.


Nasya hanya menganggukkan kepala. kemudian, mengangkat panggilan, dari kekasihnya itu.


"halo, " sapa Nasya sebisa mungkin, bersikap biasa saja.


"kamu kenapa,? habis nangiis,? " tanya David dari seberang sana.


Nasya hanya diam. membuat David semakin cemas di buatnya. dengan segera, gadis itu mengakhiri panggilan, secara mendadak. membuat David semakin kebingungan.


"hiks gue nggak sanggup Dry, " ucap Nasya seraya terisak.


dan langsung di dekap oleh Audry yang juga menitihkan airmata.


tak lama, terdengar kaca pintu mibil, di ketuk oleh seseorang. membuat kedua gadis itu, menoleh dan mendapati, David sudah berdiri di sana.


"gue turun dulu ya, loe swlesaiin dengan dia secara baik baik, " ucap Audry yang keluar dari mobil.


Nasya hanya menganggukkan kepala, dan tersenyum manis. dan menghapus air matanya.


"kamu kenapa,? " tanya David. saat laki laki itu, sudah berada di samping Nasya.


namun, yang di tanya, hanya terdiam seraya sesekali bermain ponsel. berusaha mengabaikan kehadiran kekasihnya.


David yang mendapatkan respon seperti itu, menjadi kebingungan sendiri. karena ia tak merasa bersalah. dan lagipula, tadi pagi, dirinya baru saja menerima makanan dari kekasihnya itu. tapi kenapa sekarang mendadak diam,


"sayang, " ucap David lembut seraya menyentuh pundaknya dengan lembut.


namun, lagi lagi, Nasya mengabaikannya dan nengedikan bahu, pertabda tak mau di sentuh.

__ADS_1


membuat David, mengusap wajahnya kasar. dan dengan cepat, laki laki itu, meraih tubuh kekasihnya. mencengkeram erat kedua pundak gadis itu.


seraya tangan kananaya, mencengkeram dagunya dengan lembut.


"lamu kenapa,? " tanyanya dengan wajah dingin dan datarnya. kesabarannya, sepertinya telah habis. karena efek beberapa kali tak bertemu, ditambah, lagi, dirinya melihat kekasihnya itu, bersama laki laki lain, membuat David seakan hilang kesabaran.


"kamu hanya mempermainkan aku kan,? " pertanyaan Nasya, sukses membuat David membulatkan matanya.


apa maksud dari perkataan kekasihnya itu, siapa yang mempermainkan,?


"sayang, kamu ngomong apa,? "tanya David tak mengerti.


"jawab saja,! " ucap Nasya membentak. dan membuatDavid terkejut. karena selama mereka pacaran, Nasya tak pernah meninggikan suaranya lagi.


dan sekarang, gadis itu kembali meninggikan suaranya,? ada apa sebenarnya?


"apa maksudmy,? siapa yang mempermainkan kamu,? " tanya David masih tak mengerti.


"kamu sengaja memanfaatkan aku, hanya ingin medekati Micelle kan,? " tanya Nasya penuh emosi.


"memanfaatkan,? memanfaatkan bagaimana,? "tanya David. seraya nengacak acak rambutnya.


"kamu tay, selama ini yang memberikan makanan setiap hari, itu bukan aku, tapi itu Micelle, " ucap Nasya seraya berderai air mata.


"apa maksudmu,? " tanya David dengan nafas naik turun karena merasa emosi. entah emosi pada siapa? dirinya juga tak tau.


"sebenarnya selama ini, yang memberikan kamu bekal tiap pagi, itu Mocelle bukan aku," ucap Nasya.


"bsgaimana bisa, dan lagi, kata Marcell, dia melihat kamu masuk ke kelas aku, aku dengan membawa makanan,? " tanya David.


"itu semua dari Micelle, awalnya memang aku yang mengantarkan makanan itu padamu, tapi hari selanjutnya, semua Micelle yang mengantarkan makanan itu sendiri. " ucap Nasya menahan rasa sesak di dada.


Davif pun di buat tercengang karena penuturan kekasihnya itu.


" lalu, kenapa kamu setuju,? " tanya David dengan suara dinginya.


"itu karena aku merasa kasihan pada Micelle yang sepertinya berharqp lebih pada kamu, dan lagi, ini" ucap Nasya menunjikan sebuah foto pada David.


membuat David membulatkan matanya karena kaget. " sayang, sumpah demi apapun, aku nggak pernah menuliskan kata kata itu pada Micelle, " ucapnya seraya menggenggqm tangan kekasihnya.


"kamu serius,? " tanya Nasya dengwn mata berbinar. ia mendadak merasa lega. karena. ternyata bukan David yang mengirimkanya.

__ADS_1


"aku serius sayang, " ucapnya seraya menggenggam tangan sang kekasih.


"lalu, jika bukan kamu, siapa yang mengirimkan semua itu pada Micelle,? " tanya Nasya yang masih tampak kebingungan.


"kita cari tau sekarang, sekalian kita menjelaskan semua pada Micelle, aku nggak mau bermain kucing kucingan lagi, " ucap David menarik sang kekasih untuk keluar dari dalam mobil.


Nasya menarik tangan kekasihnya itu, seraya menggelengkan kepala.


"aku nggak mau, aku takut Mocelle akan membenciku," ucsp Nasya menundukkan kepala karena takut.


"lebih baik ketahuan sekarang, daripada jamu nangis terus, aku nggak mau kamu sedih, karena aku udah janji samaDady kamu, unntuk menjaga putri kesayangannya. " ucap David mengangkat dagu kekasihnya itu.


"lagipula, teman yang baik akan mendukung untuk temqnya bahagia, dan kamu adalah, kebahagiaan aku, " ucap David seraya mengecup kepala kekasihnya.


mereka berjalan menyusuri koridor sekolah dengan saling berpegangan tangan. ia tqk mempedulikan tatapan semua orang. bila perlu, ia akan mengumpulkan semua siswa di laoangan, dan memberitahukan, jika dirinya dan Nasya berpacaran.


dia benar benar merasa muak dengan semua ini, karena hal inilah kekasih yang ia sangat cintai, meneteskan air mata kesedihan.


setelah berjalan cukup lama, mereka kini sampai di depan kelas XI-B.


david dan Nasya segera maduk ke kelas dan mendapati Micelle tengah duduk di tempat duduknya, seraya sesekali tersenyum memandang ponselnya.


"Cell, " ucap David. membuat Micelle mendongak dan mendapati orang yang tengah di fikirkanya berada di depan matanya.


"iya, kenapa sayang, " ucap Micelle dengan percaya dirinya.


membuat Nasya menggigit bibir bawahnya, karena perkataan Micelle.


ada oerasaan campur aduk di dalam hatinya. ada rasa cemburu, rwsa kesal, rasa kasihan. semua menjadi satu.


"ada yang mau kita omongin," ucap David yang sesekali menat kekasihdi sampingnya itu.


"mau ngomong apa,? " tanya Micelle yang entah kenapa, mendadak gelisah. seperti firasat, yang mengatakan, bahwa, akan ada masalah.


"gue sama Nasya, kita udah jadian, " ucap David dengan tegas dan wwjwh serius.


Duar.


bagai di sambar petir di siang bolong, Micelle mendadak menegang. bahkan, bibirnyq merasa kelu karena mendengar penuturan laki laki di depannya.


"ma-maksudnya a-apa,? " tanya Micelle bergetar menahan sesak di dada.

__ADS_1


"sebenarnya, kita udah jadian lama, mungkin sudah hampir dua minggu, " ucap David mencoba untuk tetap tenang.


BERSAMBUNG....


__ADS_2